CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Education /
Kerjasma Menurut Pandangan Islam
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f85516d8d9b1778fd2fc3bd/kerjasma-menurut-pandangan-islam

Kerjasama Menurut Pandangan Islam

Kerjasma Menurut Pandangan IslamIlustrasi Gambar : Kerjasama (syirkah) dilakukan oleh dua orang atau lebih (Dokumen Pribadi)

Manusia tidak dapat hidup sendiri dalam melakukan segala aktivitas untuk  memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Salah satu contohnya adalah saat kita berbisnis, dalam aktivitas usahanya pasti membutuhkan peran orang lain dan perlu melakukan kerjasama, apalagi saat ini jika kita memilih peran untuk berbisnis maka akan dihadapkan dengan semakin ketatnya persaingan dalam berbisnis, sehingga kita memerlukan kerjasama dengan orang lain atau kelompok usaha agar bisnis kita lancar dan kuat. 

Bentuk kerjasama dalam berbisnis bukanlah sesuatu hal yang baru, kerjasama sudah ada sejak jaman dahulu, namun pada jaman itu kerjasama masih bersifat sederhana dan tradisional tanpa adanya pengaruh teknologi yang canggih, beda sekali dengan kerjasama usaha maupun bisnis saat ini yang sudah semakin canggih dan menggunakan teknologi yang canggih pula, bisnis pada jaman sekarang dilakukan bukan hanya kalangan terbatas akan tetapi berbagai kalangan dapat berkumpul dalam sebuah usaha yang masing-masing mendapatkan keuntungan sesuai dengan perjanjian semula.

Maka tidak aneh jika menjalankan sebuah bisnis akan banyak bekerjasama dengan pihak lain, karena hal itu dapat memungkinkan bisnis semakin besar, sukses, saling menguntungkan, meminimalisir kerugian yang berarti karena banyaknya persaingan. Bentuk kerjasama saat ini bermacam-macam, maka kita harus dapat memilih kerjasama yang cocok dengan usaha yang kita rintis. 

Sebagai muslim kita memiliki aturan yang jelas dimana terdapat kerjasama yang diperbolehkan maupun kerjasama yang dilarang, sehingga megharuskan mengetahui dahulu bentuk-bentuk kerjasama dari kedua kategori berbisnis menurut aturan yang telah diperintahkan oleh agama.

Bentuk kerjasama dalam islam disebut juga dengan Syirkahatau Syarikah. Secara bahasa Syarikah adalah jamak dari kata Syirkah yang memiliki arti percampuran atau perkongsian. Sedangkan menurut istilah adalah merupakan bentuk kerjasama yang menggabungkan sumberdaya yang dimiliki perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu bercampurnya satu harta dengan harta yang lain untuk digunakan sebagai modal usaha sehingga tidak bisa dibedakan harta yang satu dengan lainnya karena telah disatukan, hal ini menuntut adanya partisipasi dan campur tangan dari pihak yang melakukan kerjasama.

Jumhur ulama menyebutkan adanya 3 rukun Syirkah, yaitu :

1. Pihak yang melakukan kontrak kerjasama

Dalam melakukan kontrak ini maka pelaku diwajibkan memiliki kemampuan berinteraksi maupun bertransaksi untuk bersama-sama dan bekerja sama.

2. Obyek yang di-aqad-kan

sesuatu yang diaqadkan dapat berupa modal tunai atau dalam bentuk barang, akan tetapi harus dapat dihitung nominalnya dan sisepakati oleh mitra kerjasama.

3. Sighat (Ijab Qabul)

Kedua belah pihak atau lebih memiliki maksud dan tujuan yang jelas dengan adanya kesepakan bersama tanpa ada yang melakukan penolakan, maka ijab qabulnya sah.

Sedangkan menurut jenisnya dapat dibedakan, yaitu :

1. Syirkah amlak, yaitu kepemilikan aset (harta) dari dua orang lebih yang bukan dari melakukan syirkah, seperti kepemilikan harta dari warisan, harta wasiat, pembelian benda dan lain sebagainya, harta ini ada bukan akibat dari Syirkah.

2. Syirkah Uqud, yaitu transakasi yang dilakukan oleh dua orang lebih untuk melakukan kerjasama dalam urusan modal maupun keuntungan yang didapatkan, ada 5 macam kategori syirkah uqud ini, yaitu :

- Syirkah i'nan, berupa kerjasama antara dua orang atau lebih yang sama-sama memiliki modal, lalu mereka bekerja bersama-sama dan mendapatkan keuntungan yang dibagi sesuai dengan kesepakan bersama.

Kerjasma Menurut Pandangan Islam

- Syirkah abdan, mrupakan kerjasama dua orang atau lebih untuk menerima pekerjaan, job, proyek dan lain sebagainya dengan pembagian keuntungan sesuai kesepakan dari awal.

Kerjasma Menurut Pandangan Islam

- Syirkah wujuhyaitu kerjasama antara dua orang atau lebih tanpa memiliki modal sama sekali, namun mereka dapat dipercaya untuk menjual sesuatu tanpa adanya pembayaran secara langsung (cash).

Kerjasma Menurut Pandangan Islam

- Syirkah mudharabah yaitu kerjasama dua orang atau lebih, dimana salah satu selaku pemilik modal dan yang lainnya menjadi pengelola maupun pegawai. Untuk keuntungan dari kerjasama ini dibagi dan mendapat  bagian sesuai perjanjian awal dan jika terjadi kerugian maka yang menanggung adalah pemilik modal itu.

Kerjasma Menurut Pandangan Islam

- Syirkah mufawadahyaitu bekerjasama untuk mendapatkan barang atau benda dengan modal kepercayaan, misalnya si A dan si B bekerjasama untuk mendapatkan barang atau benda dari si C, si C ini memberikan barang atau benda dengan cara di kredit oleh si A dan si B, maka si A dan si B itu memiliki barang atau benda itu.

Syarikah ini merupakan bentuk umum dari usaha bagi hasil yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih untuk melakukan suatu usaha tertentu yang mana, masing-masing dari pelaku bekerjasama saling memberikan kontribusi baik berupa modal, keahlian, kepemilikan aset maupun tenaga dengan pembagian keuntungan dan resiko ditanggung masing-masing sesuai kesepakatan awal dari kontrak perjanjiannya, jenis kerjasama ini merupakan gabungan dari berbagai kategori Syirkah

Kerjasama (Syirkah) ini sebenarnya telah dilakukan oleh orang-orang dari jaman dahulu maupun jaman sekarang terutama yang memiliki kegiatan usaha, baik dalam bidang bisnis pertanian, peternakan, perbankan, pembangunan toko, pembangunan jalan raya,  perumahan dan lain sebagainya. Akan tetapi perkongsian atau kerjasama yang dilakukan belum tentu sesuai dengan aturan dalam agama Islam.

Karena kerjasama yang saat ini dilakukan oleh para pelaku usaha maupun bisnis lebih bersifat global, pelaku bisnis muncul dari berbagai suku, agama, ras dan kebudayaan yang ada di dunia, mereka lebih berpijak kepada aturan dunia maupun aturan yang diberlakukan oleh suatu negara dimana mereka melakukan kerjasama berbisnis, sedangkan aturan agama diberlakukan hanyalah kepada dirinya sendiri dengan alasan toleransi, keberlangsungan usaha, prinsip keuntungan dan menghindari kerugian dari kerjasama yang mereka lakukan.

Pada jaman sekarang kerjasama atau perkongsian telah dilakukan dalam berbagai usaha dan bisnis lokal, dalam negeri maupun yang bersifat internasional, hal ini menyebabkan kerjasama (syirkah) melibatkan bukan saja perseorangan yang beragama islam saja akan tetapi  sudah multi agama yang menyebabkan aturan yang mereka pakai lebih bersifat umum, dari sisi hukum lebih kepada penggunaan hukum yang umum seperti, hukum bisnis internasional, undang-undang dan peraturan negara, ketentuan kerjasama lokal daerah bisnis.

Sedangkan hukum dan aturan yang islami (sesuai agama islam) biasanya dilakukan oleh kaum muslimin yang melakukan kerjasama dengan orang-orang yang seagama saja, sehingga perkongsian mereka dapat berjalan baik dengan berpijak pada ajaran agama islam, mengutamakan prinsip kemaslahatan dengan tujuan disamping mendapat keuntungan secara ekonomi, mereka juga mendapatkan ketenangan, kerjasamanya bisa bernilai ibadah, dan tujuan utamanya yaitu mendapatkan keridhloan Allah SWT.

Penulis : Kasmiyati (Mahasiswi Agribisnis Faperta Universitas Garut)

Editor    : Anton News

Diubah oleh anton2019827


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di