CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Budaya /
Bukti Cinta itu bukan "I Love You" tapi "Qobiltu Nikaha Wa Tazwijaha"
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f7fee02a727686a496836e3/bukti-cinta-itu-bukan-quoti-love-youquot-tapi-quotqobiltu-nikaha-wa-tazwijahaquot

Bukti Cinta itu bukan "I Love You" tapi "Qobiltu Nikaha Wa Tazwijaha"

Bukti Cinta itu bukan "I Love You" tapi "Qobiltu Nikaha Wa Tazwijaha"
Moment indah saat menikah

Sesuatu hal yang wajar ketika ada seorang laki-laki atau perempuan yang merasa tertarik kepada lawan jenisnya, menyukai, mencintai, terkenang dan kadang-kadang selalu terbayang dalam benak dan pikiran wajah orang yang dicintainya itu. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-qur'an Surat Ad-Dzariyat ayat 49 Allah SWT berfirman :

"dan segala sesuatu kami ciptakan secara berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah".

Maka manusia yang dikatakan normal adalah manusia yang menyukai lawan jenisnya bukan sesama jenis, maka jika tidak seperti itu dikatakan tidak normal! Namun yang jadi permasalahan pada kebanyakan orang yaitu tidak tahu cara mengendalikan terutama para remaja sehingga banyak yang terjerumus pada hal-hal yang dilarang Agama. 

Kata 'I Love You' seringkali dikatakan pada lawan jenisnya, karena dianggap ucapan itu sebagai bukti rasa cinta yang timbul kepada orang yang dicintainya, padahal semua telah diatur dalam ajaran agama untuk dijadikan pegangan hidup dan solusi permasalahan cinta yang ada dalam hati manusia untuk tercapainya kebahagiaan yang haq.

Bukti Cinta itu bukan "I Love You" tapi "Qobiltu Nikaha Wa Tazwijaha"


Nabi SAW memerintahkan agar segera menikah bagi setiap laki-laki yang sudah mampu untuk menikah, sebagaimana sebuah hadits mengatakan "Wahai para pemuda, barangsiapa yang sudah sanggup menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih menundukan pandangan dan lebih terjaga kemaluannya, barangsiapa yang belum mampu maka berpuasalah karena puasa itu obat pengekang hawa nafsu", (HR. Bukhari).

Ketika seorang laki-laki sudah merasa tertarik kepada seorang perempuan maka langkah awal yang bisa dilakukan adalah mendatangi keluarganya, meminta izin untuk berta'aruf dengan putrinya, sehingga keluarga dari perempuan tersebut mengetahui apakah laki-laki itu baik untuk putrinya atau tidak.

Ketika telah dirasakan dan terlihat dianggap cocok sebagai pasangan, maka disarankan untuk segera menikah agar terjaga dari segala hal yang tidak diinginkan, Namun jika dianggap belum terlihat adanya kecocokan sebagai orang tua bisa mengarahkannya agar mencari pasangan yang lain.

Dalam syari'at Islam, meminang itu tidak ditentukan cara-cara perperincinya, maka hal ini memberikan peluang kepada kita untuk melaksanakannya sesuai dengan adat istiadat, sosial dan budaya masyarakat yang sesuai dengan ajaran agama kita.

Misalnya ketika bertunangan adanya saling bertukar cincin sebagai tanda sudah adanya perjanjian diantara mereka dengan disaksikan kedua orang tuanya, biasanya dilakukan pemasangan cincin oleh calon mertuanya, karena belum adanya kehalalan untuk saling bersentuhan kulit dan masih dalam posisi bukan muhrim.

Jika kedua belah pihak merasa sudah sanggup dan mampu untuk menikah baik dari segi fisik, mental maupun finansial maka pernikahan bisa dilaksanakan berdasarkan kesepakatan dari kedua keluarga, yaitu keluarga mempelai laki-laki dan keluarga mempelai wanita.

Bukti Cinta itu bukan "I Love You" tapi "Qobiltu Nikaha Wa Tazwijaha"


Pernikahan pun dapat dilaksanakan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku dimasyarakat asalkan tidak bertentangan dengan syari'at agama, mewah atau tidaknya suatu pernikahan bukanlah suatu ukuran karena yang terpenting dalam suatu proses pernikahan adalah ijab qabul dengan memenuhi segala syarat dan rukunnya.

Pelaksanaan ijab qabul menjadi saat-saat yang paling menggembirakan namun sangat mengharukan, dimana seorang laki-laki mengucapkan janjinya sambil menjabat tangan ayah atau walinya dari perempuan yang dinikahinya didepan saksi-saksi sambil mengucapkan 'Qabiltu Nikaha wa Tazwijaha...ala mahril Madzkur wa Radi'tu bihi Wallahu Waliyu Taufiq'  yang artinya saya terima nikah dan kimpoinya ... dengan mahar yang telah disebutkan, dan saya rela dengan hal itu, dan semoga Allah selalu memberikan anugerah. 

Bukti Cinta itu bukan "I Love You" tapi "Qobiltu Nikaha Wa Tazwijaha"


Saat itulah bukti cinta yang sesungguhnya dari seorang laki-laki terhadap perempuan yang ia cintai disampaikan dengan sebenarnya dan disaksikan oleh keluarga, masyarakat, petugas nikah dan resmi sudah sebuah ikatan cinta yang sebenarnya sesuai jalan yang diridhloi Allah SWT.

Penulis : Silvia Kustiana (Mahasiswa PAI-FPIK Universitas Garut)
Editor : Anton
Diubah oleh anton2019827


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di