CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Film G30S/PKI Cacat Fakta, Sejarawan UGM: Penyiksaan Para Jenderal Itu Tidak Ada
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f7554db7e3a72597b31fc88/film-g30s-pki-cacat-fakta-sejarawan-ugm-penyiksaan-para-jenderal-itu-tidak-ada

Film G30S/PKI Cacat Fakta, Sejarawan UGM: Penyiksaan Para Jenderal Itu Tidak Ada

Film G30S/PKI Cacat Fakta, Sejarawan UGM: Penyiksaan Para Jenderal Itu Tidak Ada

KOMPAS.com - Pakar sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Sri Margana menilai film G30S/ PKI cacat fakta.

Salah satunya terkait dengan adegan penyiksaan para jenderal sebelum dimasukkan ke Lubang Buaya.

Hal itu dianggap tidak benar dan hanya rekayasa yang dibuat oleh sutradara Arifin C Noer agar lebih dramatis.

"Film ini terbukti cacat fakta yang sudah diakui oleh sutradaranya sendiri. Misalnya soal penyiksaan para jenderal sebelum dimasukkan di Lubang Buaya itu terbukti dari arsip-arsip visum tidak ada, hanya dramatisasi," ungkapnya dalam keterangan tertulis Humas UGM, Rabu (30/9/2020).

Menurut Sri, menjadikan peristiwa kelam yang terjadi pada 1965 sebagai pelajaran sejarah dianggap baik.

Dengan begitu, masyarakat bisa menjadikannya sebagai referensi agar tragedi tersebut tidak kembali terulang.

Hanya saja, ia meminta agar jangan sampai propaganda yang dilakukan saat ini justru dapat mewariskan dendam masa lalu pada generasi selanjutnya.

Pasalnya, konflik saat itu sebenarnya terjadi akibat dari adanya gesekan antarkelompok politik.

"Yang mengerikan itu hendak diwariskan pada semuanya yang tidak berkaitan dengan masalah itu. Jadi jangan wariskan dendam," ujarnya.

Meski film tersebut tidak obyektif, Sri menilai masyarakat saat ini sudah cerdas dan bisa menyaring mana yang benar dan salah.

Terlebih lagi, sudah banyak fakta baru terkait peristiwa yang terjadi pada 30 September 1965 tersebut.

"Masyarakat saat ini sudah cerdas. Sudah banyak beredar fakta-fakta baru terkait peristiwa G30S/PKI sehingga orang bisa membuat penilaian mana yang benar dan tidak di film itu," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan sikap pemerintah yang tidak melarang atau mewajibkan masyarakat menonton film itu, kata Sri, juga dinilai sudah tepat.

Sebab, film tersebut dianggap masih kontroversi dan tidak menggambarkan realitas secara utuh pada masa itu.

"Kalau sampai diwajibkan ataupun dilarang nonton itu tidak benar," ujarnya.

sumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MUF0REVER dan 35 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 7
mungkin bukan fakta sih soal penyiksaan, tapi tetap tidak menutupi kekejaman pada kejadian itu emoticon-Matabelo
Masih aja percaya sama..emoticon-Traveller
Daripada tiap tahun selalu jadi kontroversi, buat film versi baru sesuai dokumen yang benar.
Sejak dulu, frasa Masyarakat sekarang sudah cerdas, selalu saja diungkapkan.. harusnya kalo dari dulu udah cerdas ya ndak perlu diulang² lagi dong sekarang, klise bos.. penegasan berulang² itu cerminan dari penegasan yang kurang tegas, kata lainnya ya emang sedang tolol, belum cerdas² amat.. Behahaha emoticon-Ngakak (S)
kenapa ga ada yang buat film terkait DI/TII ya, padahal sama-sama masa kelam di negara indonesia waktu itu.
profile-picture
slider88 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Yah namanya juga film, pasti ada dramatisasi.
GA NGERTI LAGI SAMA REZIM SEKARANG
Ga capek apa ya pada bahas hal yg ga penting.. padahal ada hal yg jauh lebih penting buat dibahas..
[B]"Masyarakat saat ini sudah cerdas. Sudah banyak beredar fakta-fakta baru terkait peristiwa G30S/PKI sehingga orang bisa membuat penilaian mana yang benar dan tidak di film itu," ujarnya.
[/B]


klo dah cerdas nyatanya juga ga banyak, la itu masih aja ada yg protes tiap tahun,

kasus ini sebenrnya kan gesekan ideologi yg dinaungi parpol saat itu, ngrembetnya sampe ke militer

pki emang salah, tp menjustifikasi dan menuduh org pki tanpa bukti itu juga ga bisa dibenarkan, karena jumlah korban yg yg tidak tahu menahupun dan dituduh PKI hingga dieksekusi hukum rimba juga tidak sedikit

ga bakal tuntas kasus ini klo ga semuanya jujur terutama para pejabat dn pelaku saat era tumbangnya orde lama-orde baru ga berani terbuka

sejarah kelam harusnya ditelurusi dan diungkap, tanpa tebang pilih mana yg benar mana yg salah dan fakta yang terungkap tidak ditutupi
Tahun dpn jg diulang lagi bhasan ini
saksi hdupnya kan ada bray polisi sukitman yg ikut di tawan. jangan lah fokus pada waktu 30S 1965 sebelum itu banyak kejadian lain di tempat lain yg memang gak ke exspos media contoh ni di dareah saya kata embah saya dulu ponepes aja di serang, dan banyak kasus kasus lain sebelum 1965 itu, di siksa atau engak di siksa dalam filemnya/kenyatanya itu tetp saja kejahatan bray
PKI SALAH meskipun ga ada penyiksaan, itu semua jendral mati, bukan pura pura mati. Negara juga SALAH, tragedi 30 s / Gestapu / Gestok digunakan untuk menyapu bersih orang komunis termasuk yang berkategori "nyremepet2" tanpa proses yang jelas.
Jadi inget suatu quote
"Pemenang yang menulis sejarah"
Fakta pembunuhan dan pemberontakan memang benar, tapi drama yang lain tunggu dulu emoticon-Big Grin
Ada kok , di siksa
udak oktober ganti topik ke jav, mo pancaroba emoticon-Angkat Beer
Perlahan2 lambat laun kekejaman pki mulai mau di maafkan? Smpai pd akhirnya dibiarkan hidup kembali dan d bersihkan namax??! Jgn sampe negara ini jd negara komunis macam korut.
Otopsi gk d publish kan ktny
Mau belain pki macam apapum tetep aja pki itu busukkkk. Mw d semprot parfum kyk gmnpun bangke tetep aja bangke. Sampe akhir jaman pki tetep busuk dan tdk boleh d kasih maaf.
emoticon-Wow Tunggu mesin waktu gwa kelar ajah emoticon-Cool



emoticon-Wakaka emoticon-Ngakak
Ya namanya waktu itu belum ada hasil visum,shg tdk detil. Tp tdk menyalahi fakta bahwa para jenderal dibunuh dgn ditembak
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di