CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ada Lima Versi Siapa Jadi Dalang G30S 1965, Mana yang Kamu Percaya?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f7460780577a92a8c6baeb2/ada-lima-versi-siapa-jadi-dalang-g30s-1965-mana-yang-kamu-percaya

Ada Lima Versi Siapa Jadi Dalang G30S 1965, Mana yang Kamu Percaya?

Ada Lima Versi Siapa Jadi Dalang G30S 1965, Mana yang Kamu Percaya?

Suara.com - Fakta sejarah memang hanya satu, sebagaimana yang dialami para pelaku yang terlibat di dalamnya. Tapi interpretasi atau analisis sejarah bisa berbagai versi.

Memaksakan hanya satu versi dari tafsiran sejarah, bukanlah persoalan sejarah, tapi politik, demikian dikatakan analis politik dan ekonomi Rustam Ibrahim, Rabu (30/9/2020).


Sekurang-kurangnya ada lima versi mengenai siapa menjadi dalang Gerakan 30 September 1965.

Menurut Rustam ada baiknya anak-anak muda generasi milenial membaca interpretasi semua versi. Kemudian terserah versi mana yang lebih dipercayai atau lebih masuk akal.

Rustam memaparkan garis besar kelima versi sejarah G30S.

Versi pertama adalah versi resmi rezim Orde Baru. Literatur pertama dibuat sejarawan Nugroho Notosusanto dan ahli hukum Ismail Saleh, keduanya perwira tinggi TNI, bertajuk Tragedi Nasional Percobaan Kup G30S/PKI. Intinya menyebut skenario PKI sudah lama ingin komuniskan Indonesia.

Versi kedua ditulis ilmuwan dari Cornell University, Benedict ROG Anderson dan Ruth McVey, yang dikenal sebagai Cornell Paper (1971). Menurut Cornell Paper, peristiwa G30S merupakan puncak konflik internal TNI Angkatan Darat.

Versi ketiga, antara lain ditulis Antonie Dake. Dalam Sukarno File Dake (2005) menyebut Soekarno sebagai yang merancang G30S, perkomplotan untuk menyelesaikan beberapa perwira tinggi AD yang terlalu anti komunis. Sukarno memberi lampu hijau sejumlah perwira di lingkungannya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Versi keempat, antara lain apa yang disebut dengan "kudeta merangkak." Antara lain dikemukakan Asvi Warman Adam bahwa G30S sebagai bagian dari tahap-tahap yang dilakukan Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan dari Presiden Sukarno.

Versi kelima yang dikemukakan Rustam di media sosial, ditulis David T. Johnson: "Indonesia 1965: The Role of the US Embassy." Opsinya membiarkan saja, membujuk Sukarno beralih kebijakan, singkirkan Sukarno, mendorong AD merebut pemerintahan, merusak kekuatan PKI dan merekayasa kehancuran PKI sekaligus jatuhkan Sukarno.

https://www.suara.com/news/2020/09/3...g-kamu-percaya

5 versi gan.....emoticon-Cool

Sejarah g30spki ini memang penuh dengan benang kusutnya.

Ada yang Hero menjadi zero...

Ada yang zero menjadi Hero...

Ideologi komunis jangan membuat kita parnoan tapi membuat kita waspada dan mengenal jejak2 sejarahnya agar kita lebih memahami ideologi komunis ini.
Musuh yang paling berat itu adalah ketika kita tidak tau apa2 tentang musuh tersebut.

Ibarat kita belajar naik sepeda dan terjatuh di tikungan lalu mengalami luka yg menyakitkan tapi bukan berarti kita takut melewati tikungan tersebut namun belajar bagaimana kita tidak jatuh kembali di tikungan tersebut.emoticon-Angkat Beeremoticon-Angkat Beeremoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan 11 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Every piece has a puzzle. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Berasmerah86 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Hari terakhir buat goreng isu iniemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kranevitter dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
minal aizin walfaizin, mohon maap lahir batin, hari ini hari raya pki 212
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Jazed dan 7 lainnya memberi reputasi
Versi ke 5 :

Demi gunung emas papua CIA gulingkan Sukarno dan Kennedy.

Suharto dan tentara nya cuma boneka.

Bung Karno dan Rakyat Jelata Indonesia adalah korban.



emoticon-Swiss


profile-picture
profile-picture
profile-picture
hiken26 dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Liatlah komunisme di negara lain di masa itu 110 juta orang mati.
Dan hampir jadi bagian dari itu. Lu liat lah monumen2 masih ada, kurang ke Kamboja liat jeja2 pol pot, atau stalin

Semua kekejaman ya lu bayangkan ada di PKI, mutilasi, dipotong alat kelamin, dikubur idup, dibakar, ngermapas lahan, perkosa, dll
2x kudeta cukup bukti
Dan skrg PKI perjuangan berusaha menguburnya. Play victim sbg korban. Diberi panggung media dia, dipuja buzzer2

Gw harus berterima kasih pada Suharto, sudah membebaskan Indonesia dari rezim banteng Sukarno, rakyat miskin + terbelah, pemimpin bermewah2+ otoriter yg memenjarakan lawan politik (teman2nya) tanpa persidangan, gak bisa kerja/ngasih bukti lesejahteraan cuma ngomong besar ideologi.
Dan sejarah berulang. Rakyat bodoh itu gak belajar dari sejarah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
SpiderMan84 dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 26 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 26 balasan
Kenapa Mbah harto ga jadi target fekaih...?

emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 60 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 60 balasan
Ada Lima Versi Siapa Jadi Dalang G30S 1965, Mana yang Kamu Percaya?Ada Lima Versi Siapa Jadi Dalang G30S 1965, Mana yang Kamu Percaya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 19 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 19 balasan
pakai logika aja, siapa yang diuntungkan situasi 1965-67? orba. jadi, siapa dalangnya? orba. kudeta merangkak yang paling logis.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
judogal dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 13 balasan
versi 2 dan 5 itu ber overlapping
profile-picture
profile-picture
eyefirst2 dan vizum78 memberi reputasi
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


PERAN Soeharto dalam Gerakan 30 September (G30S) 1965 ternyata cukup besar. Hal ini terungkap dari sejumlah kesaksian para pelaku dan mereka yang tersangkut dalam peristiwa tersebut.

Menurut kesaksian Wakil Komandan Bataliyon 530/Para/Brawijaya Mayor TNI (Purn) Soekarbi pada 21 September 1965, dirinya menerima radiogram dari Panglima Kostrad (Pangkostrad) Mayjen Soeharto.

Radiogram itu bernomor 220 dan 239 tertanggal 21 September 1965. Isinya adalah perintah agar Yon 530/Para Brigade 3/Brawijaya menyambut HUT ke-20 ABRI pada 5 Oktober 1965 di Jakarta dengan perlengkapan tempur garis pertama.

Setelah dilakukan persiapan sesuai perintah dalam radiogram, pasukan diberangkatkan dengan kendaraan organik dan kereta api dalam tiga gelombang, mulai tanggal 25, 26, dan 27 September 1965.

Soekarbi saat itu memimpin keberangkatan pasukan gelombang ketiga dari Madiun dengan kereta api. Panglima Kodam Brawijaya saat itu adalah Mayjen Basoeki Rachmat.

Setibanya di Jakarta, seluruh pasukan berkumpul di Kebon Jeruk. Pasukan yang telah berkumpul saat itu adalah Yon 454/Para/Diponegoro dan Yon328/Para/Siliwangi. Pada 29 September 1965, seluruh pasukan sudah berada di Mangkostrad.

Saat itu, pasukan tempur ini diinspeksi oleh KepalaStaf Kostrad Brigjen Kemal Idris, serta para asistennya seperti Kolonel Yoga Sugama, Asisten 2 Kolonel Wahono, dan Asisten 3 Kolonel Sruhardojo.

Pagi hari tanggal 30 September 1965, seluruh pasukan ditambah unsur Kostrad sudah berkumpul di luar Stadion Senayan untuk latihan upacara. Inspektur upacara saat itu adalah Pangkostrad Mayjen Soeharto.

Setelah melakukan latihan upacara, para pasukan dikembalikan ke Kebon Jeruk. Sore harinya, semua Dan Ton dikumpulkan di aula pertanian Kebon Jeruk dan dibriefing oleh Dan Yom 530 Mayor Bambang Soepeno.

Isi briefing itu adalah, Ibu Kota Jakarta dalam keadaan gawat, demikian juga keadaan Pangti ABRI. Kedua, ada kelompok Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta terhadap Pemerintahan RIyang sah.

Pukul 11 malam, satu kompi Yon 530 yang dipimpin Lettu Mohamad Saleh dan Resimen Cakrabirawa meninggalkan ruang briefing. Pukul 12 malam, briefing selesai. Pukul 2 pagi tanggal 1 Oktober 1965, Soekarbi memimpin pasukan menuju Kompleks Monas.Di Kompleks Monas, kedudukan pasukan Soekarbi berada tepat di depan Istana Negara. Para pasukan inilah yang kemudian dikenal dengan pasukan liar atau tidak dikenal saat terjadinya G30S.

Untuk itu Soekarbi membantah jika kemudian pasukannya dibilang liar. Sebab sedari awal mereka datang atas perintah Pangkostrad Mayjen Soeharto dan saat berada di Monas pasukannya sering keluar masuk Mangkostrad.

Pagi hari jam 8, Soekarbi bertemu Pangkostrad Mayjen Soeharto dan melaporkan semua kegiatannya, termasuk hasil briefing dengan Mayor Bambang Soepeno yang menyatakan negara dalam keadaan darurat dan akan terjadi kudeta. Namun Soeharto menjawab kabar itu tidak benar dan situasi aman terkendali. Padahal, pukul 2 pagi tanggal 1 Oktober 1965, G30S sudah bergerak melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap enam orang jenderal dan seorang perwira pertama.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah Soeharto tidak mengetahui hal itu? Sehingga dia mengatakan kepada seluruh pimpinan pasukan yang ada di Jakarta keadaan aman terkendali tanpa melakukan upaya pencegahan? Hal ini diragukan Soekarbi.

Menurut Soekarbi, Soeharto mengetahui adanya gerakan itu. Tetapi tidak melakukan pencegahan. Begitupun dengan Kodam Jaya. Apalagi jauh hari sebelumnya, Soeharto telah diberitahu Kolonel Latief akan kudeta Dewan Jenderal dan operasi militer.

Saat berada di Rumah Tahanan Militer (RTM) Salemba, Soekarbi mengaku bertemu Kolonel Latief. Saat itu Latief bercerita tanggal 28 September 1965, dirinya menemui Soeharto untuk menceritakan situasi yang terjadi.

Namun Soeharto diam, tidak berkomentar. Baru kemudian hari, Soeharto menangkap Latief. Penulis Cornell Paper Profesor Ben Anderson mengatakan, ada sejumlah alasan kenapa Soeharto diam saat mendengar keterangan Latief.

Secara Machiavelis, Soeharto beranggapan ada baiknya jika Achmad Yani dan Nasution disingkirkan. Soeharto menyimpan dendam kepada Nasution karena pernah dicopot dari Pangdam Diponegoro dengan alasan melakukan penyelundupan.

Begitupun dengan Yani, Soeharto tidak suka Yani karena dia merasa lebih senior. Pertanyaannya kemudian adalah kenapa para pelaku penculikan dan pembunuhan para jenderal itu adalah orang-orang dekat Soeharto?

Hubungan Soeharto dengan Kolonel Latief sudah seperti saudara. Latief mengenal Soeharto dan istrinya Ibu Tien sejak tahun 1948 sewaktu gerilya di Yogyakarta. Begitupun dengan Letkol Untung, hubungan mereka sangat baik.

Saat Untung menikah, Soeharto lah yang membiayai seluruh biaya pernikahannya. Namun belakangan Soeharto lah yang menangkap dan membunuh Untung. Ben menduga, hal ini seperti permainan catur yang mengorbankan prajurit padaawal permainan.

Profesor Peter Dale Scott dalam analisanya beranjak lebih jauh. Dia menyatakan G30S atau Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu)* merupakan pintu masuk bagi Soeharto untuk menghancurkan golongan kiri dan mendongkel Soekarno.

Menurutnya, dari awal Soeharto sudah mengetahui bahwa penculikan dan pembunuhan enam orang jenderal itu dilakukan oleh pasukan-pasukan yang berhubungan dengan Untung, karena pasukan itu berada di bawah kepemimpinannya.

Jadi, apapun alasan dan motivasi oknum-oknum perorangan dalam peristiwa itu menurutnya munafik, dan janggal karena sudah dirancang oleh Soeharto. Seperti keputusan tidak menjaga sisi Timur tempat markas Kostrad misalnya. Menurutnya, hal ini konsisten dengan putusan G30S bahwa hanya para jenderal Mabes AD yang akan dijadikan sasaran. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada yang menghalangi pengambil alihan kekuasaan oleh Soeharto.

Kejanggalan lain adalah pengumuman Dewan Revolusi yang tidak mengikutsertakan Soekarno. Menurutnya hal ini merupakan dalih Soeharto untuk berpura-pura melindungi Soekarno yang pada hakikatnya mencegah Soekarno kembali memimpin.

Begitupun dengan dipilihnya sarang G30S yang di Halim Perdana Kusuma. Hal itu untuk menutupi kecurigaan pembunuhan yang dilakukan pasukan di bawah komandonya, dan melimpahkannya kepada AURI dan personel Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pasukan yang sama juga berada di Jawa Tengah. Diketahui bahwa batalion yang memberi pembekalan kepada kompi-kompi pemberontak dan yang menumpasnya adalah sama. Batalion itu berada di bawah kuasa Pangkostrad. Siauw Giok Tjhan dalam catatan penjara Orde Baru menceritakan, beberapa jam sebelum G30S terjadi Kolonel Latief kembali menemui Soeharto dan melaporkan akan dilakukan penculikan para anggota Dewan Jenderal malam itu.

Namun hingga G30S dilancarkan, Soeharto tetap diam dan tidak mengambil tindakan pencegahan. Padahal, harusnya dia melaporkan apa yang diketahuinya itu kepada atasannya Jenderal Ahmad Yani dan Jenderal Nasution.

Pertemuan Latief dan Soeharto malam itu disaksikan oleh Mayor Suradi. Menurut Suradi, dia menemani Latief menemui Soeharto di RSPAD. Dia mendengar Latief melaporkan bahwa nanti malam akan ada gerakan menculik para jenderal.

Banyak para perwira menengah dan tinggi ABRI diadili dan ditahan dengan tuduhan terlibat dalam G30S hanya karena mereka dinyatakan mengetahui tentang keberadaan Dewan Jenderal, tetapi tidak memberitahukan atasannya.

Salah satu contohnya adalah Komodor Suradi, Panglima Maritim Kepulauan Riau. Dia dijatuhi penjara 18 tahun karena tidak melaporkan keberadaan Dewan Jenderal yang diketahui dari seorang bawahannya ke atasannya.

Contoh lainnya adalah Brigadir Jenderal Polisi Suwarno. Dia dijatuhi hukuman karena tidak melaporkan atasannya karena keberadaan Dewan Jenderal dan tidak berupaya mengambil tindakan terhadap Dewan Jenderal.

Pertanyaannya kemudian adalah, kenapa tidak ada konsekuensi hukum atas diamnya Mayjen Soeharto? Sampai di sini bahasan Cerita Pagi diakhiri. Semoga memberikan manfaat dan menambah khazanah pengetahuan pembaca.

*Prof Benedict Anderson mempunyai kesan bahwa singkatan Gestapu itu sendiri merupakan satu alasan lain dengan menganggap bahwa Gestapu adalah buatan Amerika Serikat. Kata Gerakan September Tiga Puluh sendiri terdengar janggal dalam bahasa Indonesia. Hal ini sama dengan mengatakan Teenth Four (Mei Sepuluh Empat) sebagai ganti May Four Teenth (Empat Belas Mei).

Sumber Tulisan : Siauw Giok Tjhan, G30S dan Kejahatan Negara, Ultimus, Cetakan Pertama, Oktober 2015Pater Dale Scott, Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno 1965-1967, Vision 03, Cetakan Kedua September 2003.

Eros Djarot, Siapa Sebenarnya Soeharto, Fakta dan Kesaksian Para Kesaksian Para Pelaku Sejarah G30S/PKI, MediaKita, Cetakan ke-13, 2008.

Sumber : http://daerah.sindonews.com/read/105...965-1446992300

Smiling general emang luar biasa emoticon-Selamat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iwena dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 15 balasan
kubu militer A vs. kubu militer B,
peka'i lagi bangkit di era itu, entah dicinta entah dibenci, pokoke tenar. peka'i masuk daftar hitam mamarika.
kubu militer A pinter, bikin proposal (atau semacam itu), diajukan ke mamarika dan dapat modal perang, habisin pekai sekaligus kubu B.
profit! kubu A naik, indonistan masuk kongsi bank dunia, papua ditambang.

siapa pelakunya? silakan bakar dupa kayu harum dan tanyaken ke rumput bergoyang. emoticon-Blue Guy Smile (S)

menurut gue sih nggak ada yang salah atau benar, toh sejarah perebutan kekuasaan di nusantara itu memang selalu berdarah-darah. yang konyol itu kan ada kaum bodoh di abad internet yang masih merasa bawa fiksi dalam bentuk film itu adalah dokumentasi sejarah yang otentik.emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
daimond25 dan 8 lainnya memberi reputasi
3 ama 4 yang masuk akal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eyefirst2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Menurut ane G30S itu bukan gerakan kup untuk menggulingkan Sukarno, tetapi gerakan untuk membersihkan TNI AD dari jenderal2 yg ga loyal ke Sukarno. Dan ternyata TNI AD melawan balik hingga munculah orde baru. Kemungkinan PKI adalah dalang pembersihan ini tapi ga mungkin juga Sukarno ga tau akan adanya gerakan ini. Soeharto cuma memanfaatkan kejadian ini buat naik, bukan perancang atau dalang.
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
madiun 1948
profile-picture
profile-picture
eyefirst2 dan samsol... memberi reputasi
Ideologi komunis tidak selalu pancasilais.
Ngerti disini dal?
profile-picture
profile-picture
eyefirst2 dan samsol... memberi reputasi
Apapun versinya, suharto pemenangnya.
Tapi begitu lah dalam revolusi, selalu ada yg jadi korban

profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 2 lainnya memberi reputasi
Katanya ada 6 gan
profile-picture
profile-picture
Derodero89 dan eyefirst2 memberi reputasi
di negara laen para ilmuwan sedang meneliti rahasia kedalam bawah laut pakai alat kapal selam canggih... NASA lagi mau menjalankan misi ke saturnus untuk meneliti kehidupan disana...

meanwhile here...... ah yasudah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nievmizzet dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Yg jelas gw ga percaya versi Soeharto ...
Dia itu bukan cuma kejam tp sangat manipulatif.

Itu orang sebenernya udh bermasalah dr masih perwira menengah, klo ga d selamatkan sm jenderal gatot Soebroto sebenernya udh d pecat Nasution
profile-picture
profile-picture
profile-picture
secer dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di