CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Terburuk se-Asia Tenggara, Indonesia Dapat Skor F dalam Sektor Energi Terbarukan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f708c70c8393a55a36ba2c2/terburuk-se-asia-tenggara-indonesia-dapat-skor-f-dalam-sektor-energi-terbarukan

Terburuk se-Asia Tenggara, Indonesia Dapat Skor F dalam Sektor Energi Terbarukan

Terburuk se-Asia Tenggara, Indonesia Dapat Skor F dalam Sektor Energi Terbarukan

Bagaimana nilai sektor ketenagalistrikan di Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara? Berdasarkan laporan terbaru Greenpeace Asia Tenggara (GPSEA) bertajuk “Southeast Asia Power Sector Scorecard” (23/9), Indonesia tertinggal jauh.

Kinerja Indonesia untuk mencapai target 1,5C--kesepakatan global untuk "menjaga" kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 derajat Celcius dalam seabad--mendapatkan nilai F atau menduduki peringkat terbawah se-Asia Tenggara. Sementara itu, meskipun pada dasarnya tidak ada negara di Asia Tenggara yang berada di jalur tepat untuk mencapai target tersebut, Vietnam merupakan yang terbaik dengan nilai C-.

Dalam hal perencanaan dan transisi ke energi terbarukan, Vietnam menjadi yang terdepan: negara ini melipatgandakan kapasitas tenaga suryanya dari 134 megawatt pada 2018 menjadi 5.500 megawatt pada akhir 2019. Walaupun Vietnam merupakan negara kedua di Asia Tenggara yang paling bergantung pada batu bara, negara ini dapat mencapai target 1,5C jika mulai beralih sepenuhnya dari gas dan batu bara pada 2020 dan meningkatkan porsi energi terbarukan hingga 50% pada 2030.

Filipina, Malaysia, dan Thailand menempati peringkat selanjutnya dengan nilai D+. Meskipun kinerja ketiga negara ini belum ideal, ketiganya masih punya kesempatan untuk mengikuti jejak Vietnam jika segera mengambil kebijakan untuk menghentikan pembangunan pembangkit batu bara dan gas baru. Ada pula Laos, Kamboja, dan Myanmar yang mendapatkan nilai D-.

Sementara itu, Indonesia jadi satu-satunya negara yang hampir tidak memiliki peluang untuk berada di jalur target 1,5C karena kurangnya perubahan sistemik.

Dalam mengambil penilaian ini, GPSEA mengacu pada sejumlah parameter, seperti performa setiap negara dalam melakukan transisi ke energi terbarukan, pengecualian bahan bakar fosil, pengembangan tenaga surya dan angin, kebijakan dan harga, persaingan, dan kemajuan standar stimulus COVID-19.

Indonesia memperoleh nilai mengenaskan, baik dalam hal transisi energi, perencanaan energi, maupun respons terhadap pandemi COVID-19. Sebagai salah satu negara Indonesia dengan sumber batu bara terbesar di dunia, Indonesia punya sejumlah PLTU batu bara yang melampaui kapasitas. Meskipun begitu, pemanfaatan batubara tetap diperluas melalui bentuk dukungan dan subsidi negara kepada PLTU batu bara milik perusahaan BUMN atau swasta.

Infrastruktur dan pembangunan pembangkit energi terbarukan juga masih belum tampak hilalnya. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) menyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, dan energi terbarukan lainnya di Indonesia dapat menghasilkan total 23,2% pembangkit listrik pada 2028. Namun, dalam implementasinya, pembangunan energi terbarukan ini tidak berjalan.

Hingga saat ini, GPSEA mencatat 48% dari daya tambahan di RUPTL masih berasal dari PLTU batu bara sehingga kapasitas energi yang berasal dari batu bara di Indonesia kian bertambah.

“Perusahaan listrik milik negara, PLN, menjadikan monopoli terhadap listrik sebagai dukungan terhadap bisnis batu bara. Dukungan negara yang terus berlanjut—untuk industri batu bara yang sangat merugikan dan terlilit utang besar—telah merusak pertumbuhan energi terbarukan. PLN mengatakan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan, tetapi faktanya dukungan hanya diberikan kepada salah satunya,” ujar Koordinator Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara, Tata Mustasya, dalam siaran pers (23/9).

Begitu pula jika melihat strategi Indonesia dalam merespons pandemi COVID-19: program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dinilai tidak mencakup upaya untuk memulihkan dan melestarikan lingkungan. Sebaliknya, muncul UU Minerba dan RUU Cipta Kerja yang menurut GPSEA “mengancam kondisi lingkungan dan sosial Indonesia”. Pemerintah pun merencanakan dana talangan bernilai miliaran dolar AS untuk perusahaan minyak dan gas bumi Pertamina dan perusahaan listrik PLN.

Oleh karena itu, jika skema normal atau busines as usual ini terus diterapkan, diperkirakan bahwa pembangkit listrik tenaga batu bara di Indonesia akan berjumlah dua kali lipat dalam sepuluh tahun ke depan. Indonesia pun diproyeksikan terus tertinggal dari negara-negara lain dalam mengembangkan energi terbarukan walaupun negara ini punya potensi tenaga surya lebih dari 200 gigawatt.

Dalam skema terbaik yang diproyeksikan GPSEA sekalipun nasib Indonesia mencemaskan. Indonesia dinilai tidak akan mungkin mencapai target kenaikan suhu 1,5C pada 2030 meskipun tenaga surya berkapasitas 34 gigawatt telah dibangun. Untuk dapat mencapai ini, Indonesia mesti meninggalkan batu bara dan sepenuhnya beralih ke energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya atau air.

“Kita perlu mengeksklusi batu bara dan gas baru, dimulai dengan stimulus COVID-19 dan menetapkan target 50% energi terbarukan pada tahun 2030 dalam rencana energi tahun depan,” lanjut Tata.

Merespons hasil laporan ini, kantor Greenpeace di Thailand dan Indonesia menyerukan pemulihan ekonomi yang hijau dan adil di setiap negara. Sementara itu, Greenpeace Filipina berfokus menyuarakan pemulihan ke kondisi normal yang lebih baik dengan mengecualikan bahan bakar fosil dan membuat langkah-langkah konkret menuju masyarakat bebas karbon.

“Kita perlu meningkatkan target energi terbarukan menjadi 50% dari keseluruhan bauran energi pada 2030. Vietnam, misalnya, telah mematahkan banyak mitos lama tentang pengembangan tenaga surya dan bankability energi surya di Asia Tenggara. Pada 2020, tidak ada lagi alasan untuk tidak memiliki perjanjian jual beli tenaga surya dan angin,” kata Chariya Senpong, pemimpin tim transisi energi Greenpeace Thailand.

link

Terburuk se-Asia Tenggara, Indonesia Dapat Skor F dalam Sektor Energi Terbarukan

Terburuk se-Asia Tenggara, Indonesia Dapat Skor F dalam Sektor Energi Terbarukan

Terburuk se-Asia Tenggara, Indonesia Dapat Skor F dalam Sektor Energi Terbarukan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jokopengkor dan 15 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
berita yang menggembirakan NGO cem grinpis emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
snoopze dan 3 lainnya memberi reputasi
mahal, ngutang lagi ntar

mending tuh sawit diolah beneran jadi bahan bakar, udah lumayan itu


emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
selagi ada negara diluar sana yg dapet nila "F" ga masalah. bisa dijadikan dasar argument fadjrul emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darck91 dan 4 lainnya memberi reputasi
Ga usah malu belajar dari China drun

Kapasitas Energi Terbarukan di China Naik Menjadi 728 Gigawatt

Sepanjang tahun 2018, kapasitas energi terbarukan di China naik 12%. Naiknya kapasitas ini lantaran China meluncurkan proyek-proyek energi baru. China secara agresif mempromosikan energi terbarukan sebagai bagian dari revolusi energi untuk mengurangi ketergantungan pada batubara.

Sumber
https://insight.kontan.co.id/news/kapasitas-energi-terbarukan-di-china-naik-menjadi-728-gigawatt
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Proloque dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Negeri +62 merupakan negeri yg merupakan anomali dari negeri lain emoticon-Big Grin

Pokoknya, yg ga dilakukan di negara lain karena "dungu" n useless,
Dimari pasti dilakukan emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
Press F to pay respect

Negara kaya sumber energi terbarukan tapi SDM nya belum "gadhuk" ilmunya ke sana

Masih diperbudak kroni2 batu bara, sama minyak fosil
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 8 lainnya memberi reputasi

Perusahaan listriknya monopoli

Pembangkit listriknya batu bara

Pejabat2 tingginya main di batubara kebanyakan

Termasuk anaknya petinggi negara ternyata juga main batubara


Ya salam...

BTW, saya dh mulai pakai solar panel
Meski blum bisa mncukupi kebutuhan listrik scara real (ga terlalu kerasa pengurangan beban listriknya)

Tp stidaknya untuk lampu2 malam hari n ngecas HP saya udh pakai baterai yg dicas pakai solar panel.

Lainnya kayak sanyo, kulkas, ricecooker jangn harap bisa dinyalain pake tenaga matahari. Masih mahal banget perangkatnya kalo mau sampai ke 1000W/h per hari.




profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Selama ada lord luhut cs sebagai salah satu bos batu bara, energi terbarukan jangan harap deh ntar dibulldozeremoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
Cunners dan nowbitool memberi reputasi
klo yang udah nonton sexy killers dan keseterum listrik negara, udah tau lah masalahnya d mana.
inilah jadinya jika penguasa selingkuh dengan pengusaha.
rakyat makin menderita. lol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 6 lainnya memberi reputasi
Saya blm belajar sig soal ini. Jd gbs komen apa2. Pokoknya negara kita kaya. Tp payah ngelolanya.
profile-picture
Aparatkaskus memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lah itu juragan Sawit semua daftar konglomerat dari Indonesia.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 3 lainnya memberi reputasi
bacot A kenyataan dapet F

weleh2 jauh banget
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 2 lainnya memberi reputasi
Astaga, memalukan sekali. Jadi selama ini bicara energi terbarukan cuman bacot kibul ya?
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan daroi memberi reputasi
Paling hemat ya batubara sih
Masa depan kita ada di sawit
B30-->B100
Diubah oleh xrm
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Mana mau total migrasi ke energi terbarukan, la wong banyak petinggi di negeri ini yang ngeruk duit dari tambang batubara emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 2 lainnya memberi reputasi
lirik opung yang bisnis batubara dan pertaminasu.......oops emoticon-Shutup
ya iyalah, mereka ga tau bisnis batu bara kan jantungnya salah satu oligarki indo?
kalo bisnis cukong disenggol bisa mencak2 mereka
alasan terbesar kenapa indo ga ganti2 ke energi terbarukan padahal potensial sekali letak geografisnya ya karena itu, tidak mau keuntungan menurun....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Negara lain berlomba2 bangun energi terbarukan.
Indo berlomba2 bangun PLTU batu bara.

Ya wajarlah..joko..luhut..main batu bara kok
Wowo juga..

profile-picture
profile-picture
nowbitool dan darck91 memberi reputasi
Udah tahu lah pasti karena apaemoticon-Big Grin. Jadi inget temen gue di Kemenperin pernah cerita soal energi terbarukan, ada investor mau buka disini dari Amerika, bikin seminar di Kemeperin, ngundang petinggi PLN, dari sekian petinggi yg diundang, yg dateng cuma 1, itu juga komentarnya masih pro batu bara emoticon-Ngacir.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 2 lainnya memberi reputasi
35 tahun kilang minyak ga dibangun, mungkin sektor energi lainnya juga sama cari untung dari import
wajarlah dapat F
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di