CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
[B]HUTANG MEMBUAT SEMANGAT CARI UANG [/B]
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f6e57297e3a722dd2136fcf/bhutang-membuat-semangat-cari-uang-b

HUTANG MEMBUAT SEMANGAT CARI UANG

[B]HUTANG MEMBUAT SEMANGAT CARI UANG
[/B]


Hutang Membuat Hidup Lebih Berwarna

Terdengar aneh judulnya, atau malah terdengar menyebalkan?

Bermula perjumpaan saya dengan teman sekolah dulu. Jadi, suatu hari entah disengaja atau tidak teman saya berkunjung ke rumah. Kami mengawali seperti biasa, basa basi, bertanya keadaan, pekerjaan, sampai pada saat beliau bercerita baru saja membeli rumah lagi (ups, bukan membeli, tapi oper kredit rumah)

Lagi? Hu'um.

Sebab, rumah yang beliau tempati saat ini, masih dalam kondisi kredit berjalan juga. Oh, ya, tak lupa beliau pun bercerita, belum lama kredit mobil dengan depe 25 juta. Berarti, total kredit yang dijalani sebanyak tiga properti.

Lalu, tiba saat beliau bertanya, "ini rumah lo?"

"Bukan. Gue masih kontrak," jawab saya.

"Emang lo gak pengen beli rumah," imbuhnya.

"Mau, asal cash. Gue gak mau riba."

"Gaya lo, riba. Kalo gak hutang gak bakal punya tau."

Saya tersenyum sambil berkata, "gak papa gak punya. Asal gak punya hutang udah seneng. Gue gak mau pusing mikir hutang."

Lalu, beliau tertawa, "hutang itu bikin semangat cari duit, bikin hidup berwarna juga. Ga bikin pusing, kan hutangnya dibayar."

"Iya itu lo. Gue mah beda. Buat apa punya rumah, mobil, kalo dari hutang. Biar keliatan keren gitu di mata orang? Ngapain keliatan keren hasil hutang. Keren itu kalo lo beli cash." Di bagian ini, air mukanya mulai berubah. Mungkin sedikit tersinggung dengan kata-kata saya. But, i dont care.

"Gue yakin 100% lo pasti pusing sama hutang lo!" Saya menambahi.

"Kaga pusinglah. Wong penghasilan tempat servis laki gue tiap bulannya dapat banyak. Gue bisa beli perhiasan, shopping, terus ke salon. Pusing dari mana?!"

Memang, selain beliau bekerja sebagai Sales Promotion Girl dengan gaji sebesar lima juta (saat itu) suaminya punya tempat usaha servis AC dan barang elektronik lainnya.

Tiba-tiba saya teringat dua tahun ke belakang, saat teman saya itu sedang bermasalah dengan suaminya. Sang suami sempat kabur ke kampung meninggalkan teman saya. Saat itu beliau curhat, dan berkata ...

"Bukan apa-apa. Kalo dia kabur, yang bayar cicilan siapa? Gue ga mau ketempuhan bayarin utang dia!" Mungkin beliau lupa pernah merasa pusing dengan segala cicilannya.

Hey, Gaes. Saya paham, tiap orang punya pendapat dan prinsip hidup masing-masing. Dan saya berusaha menghormati perbedaan pendapat. Hanya saja sedikit tersentil dengan ucapannya (sempat berucap) kalau orang yang kontrak itu sama saja dengan anak yang merepotkan dan mengharapkan warisan orang tua.

Hey, tidak semua orang kontrak bergantung kepada orang tua. Catat itu! Mereka yang kontrak, bukan berarti TIDAK bisa kredit rumah. Mereka BISA kalau mereka mau. Wong, bayar kontrakan tahunan (misal) 10 juta saja sanggup, apalagi kredit rumah. PASTI BISA! Logikanya begitu. Ingat, logikanya.

Lalu, kenapa pilih kontrak?

Apa mereka bodoh? TIDAK.

Banyak dari mereka yang kontrak, karena TIDAK mau terjerat RIBA, malah mengoper kredit rumahnya setelah tahu hukum riba. Mereka pilih kontrak. Demi apa? Demi mendapat kemuliaan di mata Allah.

Beberapa teman saya lainnya, memiliki alasan TIDAK mau pusing memikirkan hutang. Meski mereka tahu kalau saat kredit rumah berjalan tiba-tiba meninggal dunia dianggap lunas.

Saya pun pernah berjumpa dengan orang yang memiliki prinsip sama seperti cerita di atas. Namun, finally beliau (teman saya yang lain) sempat merasa pusing juga terlalu banyak hutang. Meski dari hutang itu dia pun memiliki rumah, mobil dan sebuah tempat usaha.

Pada akhirnya, mereka merasa pusing. Apalagi di tengah kondisi virus.

Kalau buat saya pribadi. Cukup hidup tidak punya hutang saja sudah tenang. Bukan tanpa alasan berkata ini. Sebab, saya pernah ada dalam fase punya cicilan ini itu. Hasilnya, saya lebih menikmati hidup yang sekarang. Hidup tanpa cicilan (bisa tidur tenang). Ada rezeki masuk selain gaji, bisa ditabung, bukan untuk bayar hutang.

Lagi pula, rumah itu termasuk REZEKI, artinya kalau belum rezeki, meski kita punya uang banyak pun belum tentu bisa terbeli. Pengalaman teman saya (lagi) ... jangan bingung ya, Gaez kalau teman saya banyak.

[B]HUTANG MEMBUAT SEMANGAT CARI UANG
[/B]

'Banyak teman, banyak pelajaran, loh.'

Jadi, teman saya (sebut saja namanya Lala) beliau sempat mengutarakan ingin membeli rumah cash. Tawar menawar sudah dijalani, tapi karena belum rezeki, rumah itu tidak bisa beliau beli. Akhirnya, sedikit uang tabungan dia pergunakan untuk memperbaiki rumah orang tuanya.

See! Membeli rumah tidak seperti membeli cabe.

Lalu, tolak ukur kebahagiaan kalian kira- kira apa, Gaes?


Sumber: Opini Pribadi (Pandu Eva)
Sumber Gambar: Koleksi Pribadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh efapandu
Hai, Gan, Sis.
Mohon krisannya. Baru mulai ngthread lagi🙏
profile-picture
indra.blora memberi reputasi
Silakan dibantai🙊tulisannya, tapi jangan galak-galak. Nanti nangis😢
profile-picture
profile-picture
indra.blora dan embunsuci memberi reputasi
Makasih, sebelumnya😊🙏
profile-picture
profile-picture
indra.blora dan embunsuci memberi reputasi
Hutang se leher.. penghasilan cuma se pinggang emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indra.blora dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Buanyaaak temen buanyak pelajaran. Hu'um bener banget dik. Tp jan banyak utang ahemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan efapandu memberi reputasi
bwt yg pengen adrenalinnya terpacu terus tiap hari, hutanglah sebanyak-banyaknya emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
rayiaja dan efapandu memberi reputasi
Semangat kabur di kejar debt collector kaliemoticon-Ngakak
profile-picture
efapandu memberi reputasi
makan dulu di warteg 20 menit kemudian baru bayar itu termasuk hutang bukan sih? apa harus bayar dulu baru makan.. emoticon-Bingung
profile-picture
efapandu memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
gak punya hutang itu enak bgt, makan enak tidur nyenyak...

emoticon-Embarrassment
profile-picture
efapandu memberi reputasi
kan ada bank syariah...bisa beli rumah lewat akad jual beli..insyaAllah bebas riba.
ane pernah kerja di bank syariah,10 tahun yg lalu.

bank syariah itu ada DPS..Dewan Pengawas Syariah..kalo gak salah anggotanya dari MUI..

jadi kalo ada yg bilang bank syariah sama aja dgn bank konvensional,itu salah bgt.

memang sekilas sama, kita bayar cicilan tiap bulan,dll..

yg membedakan salah satunya adalah akad nya.

banyak perbedaan antara bank syariah dan konvensional..terlalu panjang dijelasin disini.
bisa googling aja.

intinya kita harus menjauhi riba, dosa riba yg paling ringan itu seperti berzina dgn ibu kandung..itu yg paling ringan lho...

soal rumah, itu termasuk kebutuhan primer..
jadi buat kalian, ane sarankan utk memprioritaskan punya rumah..karena salah satu alasannya adapah harga rumah akan selalu naik. Kalo nunggu nabung dulu supaya bisa beli cash, saran ane nabung nya di konversi ke logam mulia utk antisipasi penurunan nilai mata uang.
tahun ini 500jt di pinggiran Jkt anggaplah msh bisa beli rmh 100 atau 200meter..tp 5 atau 10 thn lagi sepertinya cuma dpt yg di dalam gang
cmiiw..
profile-picture
profile-picture
littlevan dan efapandu memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Yg ada hutang bikin semangat cari hutang yg laen gan emoticon-Ngakak (S) emoticon-Traveller
profile-picture
efapandu memberi reputasi
Yg pemting jangan melebihi gaji aja hutangnya
profile-picture
efapandu memberi reputasi
Klo bisa cash, enakan cash...tapi punya hutang juga gpp, biar makin semangat cari uang emoticon-Ngakak emoticon-Hammer2
profile-picture
efapandu memberi reputasi
bunga itu bukan riba karena di dunia ini ada yang namanya inflasi maka nilai uang akan terus berkurang setiap tahun. Supaya nilai uangnya yang dipinjam dan dikembalikan sama, maka pinjaman itu diberi bunga. Contohnya: mbak minjam ke saya 10 ribu rupiah tahun 2008 dan dikembalikan tahun 2020. Padahal nilai uang 10 ribu pada tahun 2020 sudah berkurang jauh dari tahun 2008. Yang terjadi walaupun saya mendapatkan kembali uang dengan nominal 10 ribu tapi nilainya sudah berkurang.

yang salah itu kalo menetapkan nilai bunga sesuka hati alias jadi rentenir.

btt
gak setuju kalo utang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif seperti membeli baju, perhiasan, sepatu dll. Dan berdasarkan pengalaman gue sendiri, utang konsumtif cuma membuat orang-orang rajin mencari utang. Bisa dibilang gali-tutup lubang aja

profile-picture
efapandu memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Tapi bener gan, Hutang itu bikin semangat cari duit.
Tetangga ane banyakan begitu,
Walo ane sendiri males berhutang sih.

Klo masalah riba..? No komen emoticon-Big Grin
profile-picture
efapandu memberi reputasi
konsepnya cari uang bukan buat bayar utang dong, cari uang emang biar gak ngutang harusnya wkwk
profile-picture
efapandu memberi reputasi
selama masih bisa menggunakan sunnah dalam agama lakukanlah, namun jika tidak ada jalan lain, meskipun memakan daging yg haram diperbolehkan untuk obat.. ya tergantung hati masing2 manusia, condong kemana
profile-picture
efapandu memberi reputasi
Kalo prinsipnya begitu sih bakalan susah terus gan, yang ada jadinya tutup gali lubang doang, mending nabung aja
profile-picture
efapandu memberi reputasi
Invest itu bre...rumah dgn harga 500jt bisa dapt dgn kredit,kl mo beli cash nabung betaon taon duit dah cukup 500jt pas mo beli harga rumah dah naek 1 M😁
profile-picture
efapandu memberi reputasi
Antara setuju ga setuju kalo hutang membuat semangat mencari uang lebih dan lebih lagi... selama penghasilan ada dan tetap masuk ke rek kita.. kita ga pernah tahu apa yg akan terjadi ke depannya, saat kita kehilangan pekerjaan atau usaha kita bangkrut.. hutang malah menjadi bencana..
profile-picture
efapandu memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di