CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f6b711adbf76447cc106c8d/renjana

Renjana 18+

Hallo perkenalkan nama gue Baswara Asa atau biasa dipanggil Asa. Cerita ini akan dimulai dari awal MOS SMP sampai dengan masa sekarang ini. Sebelum membaca dan berkomentar harap mematuhi aturan pada forum ini serta hargai privasi gue sebagai penulis. Cerita ini juga telah mendapat persetujuan dari para toko yg ada di dalam cerita ini. Semua nama toko adalah nama samaran dan jika memungkinkan akan disertakan dengan ilustrasi para toko.
So happy reading.
profile-picture
profile-picture
bleedingscream dan bukhorigan memberi reputasi
Diubah oleh baswaraasa

Part 1

Senin pagi di bulan puasa adalah hari pertama MOS diadakan. Ane telah sampai di sekolah dengan diantarkan oleh emak ane. Dengan segala wejangan yg emak ucapkan sepanjang perjalanan menuju sekolah.
Pembagian gugus telah dilakukan dan ane tergabung dalam gugus 7 yg diisi oleh manusia manusia abstrak. Disamping ane ada Rido,dia sobat ane sejak SD yang kebetulan satu gugus sama ane juga serta ada manusia bokep yaitu Renald sumpah manusia ini pada saat SMP adalah pengoleksi segala jenis praktek biologi entah di perkebunan,pesawahan dan segala jenis tempat lainnya. Rido dan Renald ini cukup klop karena sama sama pecinta setia JAV. Sedangkan ane maaf sob ane anak alim kagak tau dunia perbokepan.
Oke skip...
Tiba saatnya dimana semua siswa diperkenankan untuk maju kedepan memperkenalkan dirinya masing masing.
"Selamat pagi,perkenalkan nama saya Baswara Asa biasa dipanggil Asa atau jika ingin lebih mesra boleh panggil saya sayang"
"Hai sayang,darimana nih?"
"Aduh kak saya mah dari rumah ke sekolah"
"Alamat kamu dimana?"
"Alamat saya tentunya tidak jauh dari sini,jika kakak jalan kaki sekitar kurang lebih 30 menit sampai rumah saya namun jangan jalan kaki,biar saya gendong aja"
Modus level satu mulai dilancarkan mengingat kakak kelas cewek ini bodinya ibarat kata Ninja H2R sadis amat brooo..
gelar tikar dulu di sini. lanjut.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Nyimak gans
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gangster.desa dan 3 lainnya memberi reputasi
Ditunggu gan sambungan lengkap ceritanya sampai tamat
Terimakasih semua atas responnya,mohon maaf jika tidak bisa update tiap hari,rencana update nanti sorean dah ane baru pulang kerja gan ngantuk nih

Part 2 awal mula

Setelah melewati MOS selama 3 hari ini maka kami akhirnya mendapatkan kelasnya masing masing. Disini gue,Rido dan Renald ternyata tidak sekelas lagi. Gue ada di kelas B sedangkan Renald kelas D dan Rido kelas E.
Pada hari ini kembali diisi dengan perkenalan (lagi). Gue yang engga begitu tertarik akan hal ini seketika pandangan gue menjadi auto fokus ketika seorang cewek memperkenalkan dirinya di depan kelas.
Namanya Revina Divansyah atau biasa dipanggil Diva. Gadis yg cukup cantik dengan rambut dikuncir satu serta rok selututnya itu sukses membuat mata gue menjadi segar bagaikan habis menang togel 999 triliun rupiah. Untuk mulustrasinya agan pasti tau Yuki Kato pas jadi pemeran di My heart 95% mirip sama si Diva ini.
Perhatian gue semakin tercuri ketika salah seorang cewek memperkenalkan dirinya lagi di depan kelas. Dia adalah Angelina Stefansha atau biasa dipanggil Sasa. Bodi depan belakangnya termasuk kategori brutal untuk seusia kelas 7 SMP ini namun sayang sekali,bapaknya adalah seorang tentara angkatan darat. Ngeri gue bro kalo macem macem ama itu anak takut jadi perkedel gue.
Hari pertama diisi oleh perkenalan dan obrolan ringan para guru serta wali kelas. Tak ada satupun mata pelajaran yg memulai KBM nya pada hari ini.
Di kelas ini tempat duduk gue bersebelahan dengan Diva dan Sasa,sungguh sebuah godaan iman yg berat. Dua duanya cantik namun untuk bodi lebih wow Sasa. Ini adalah awal dimana gue menjadi sulit fokus untuk pelajaran matematika sialan itu.
***
Hari demi hari telah berlalu dan gue sudah mulai melancarkan spik spik iblis pada Diva serta Sasa. Dua duanya asik diajak ngobrol dan kagak bosenin sama sekali.
"Bas,mau kemana?"
"Kantin nih div,lo mau ikut?"
"Ayo deh,sekalian mau ngobrol sama kamu"
Setibanya di kantin kami memesan makanan kami masing masing,kalo disini gue lebih milih baso serta es sejuta umat yaitu tejus gulabatu. Suasana nampak begitu ramai oleh para murid yg sedang mengantri pesanan makanannya.
"Hai,de"
"Eh kak Amel" dan diapun langsung berlalu begitu saja. Entah apa yg merasukimu

Part 3 abstrak

Kembali pada momen di kantin gue dengan Diva. Setelah menghabiskan makanan kami akhirnya ngobrol ngobrol ringan tanpa ada satupun topik obrolan yg mengarah pada si Amel.
"Bas,aku mau jujur" ucapnya dengan ekspresi yg serius.
"Silahkan div" disini gue mikir bahwa engga mungkin kalo Diva bilang "bas i love you kita jadian yuk" fakk men ga ada sejarahnya dari jaman nenek buyut cewek nembak cowok apalagi di kantin bro.
"Aku malu,bas" Diva menundukan kepalanya yg membuat gue semakin mikir yg iya iya saja. Bagaimana jika sejarah baru muncul hari ini? Seorang Baswara Asa ditembak oleh cewek cantik di kantin wuhhh kalo ini beneran terjadi tiang bendera gue panjat.
"Aku malu,bas. Kamu tau kenapa aku sering diem di kelas?"
"Emang kenapa? Ada masalah?"
"Aku engga ngerti bahasa daerah sini bas. Makanya tiap yg lain asik ngobrol aku cuma diem aja" setelah dibuat dag dig dug akhirnya setelah mendapatkan fakta yg sebenarnya malah gue ingin ketawa memaki diri sendiri. Gr amat lu bas,muka kayak pantat panci aja ngarep ditembak sama cewek.
"Pantes aja kamu diem mulu kaya orang sariawan ternyata kamu engga ngerti bahasa daerah sini"
"Ih serius,bas. Ajarin aku ya,jangan bilang siapa siapa,bas. Aku malu."
"Dengan senang hati nona,tapi ada syaratnya" ucap gue dengan tampang mesum bagaikan abis nobar tutorial cucu mijitin kakek. Bangke.
"Gausah mesum bas" ucapnya sambil mengepal tangannya ke arah muka gue.
FYI Diva ini aktif di taekwondo dan bapaknya adalah seorang pensiunan angkatan darat juga. Ibarat kata senggol bacok itulah akibat kalo gue nekat yg iya iya sama ini anak.
Setelah momen jujur jujuran itu kami kembali masuk kelas setelah bel berbunyi.
Kali ini KBM sudah dimulai dan pelajaran matematika yg gue benci pun akhirnya menjadi santapan menjelang pulang ini.
***
"Selamat sore sayang,udah pulang belum?" begitulah pesan singkat yg masuk dalam ponsel nokia jadul ini. Rupanya Ratu--pacar gue mengirim pesan. Pada masa masa ini gue mulai pacaran dari kelas awal kelas 6 SD. baik memang. Disaat yg lain sibuk main gobak sodor gue malah kencan di warnet sama Ratu dan panggilan gue sama dia jika di SMS seringkali "ayah bunda" fak men,ini aib namun harus gue akui. Dan bukankah sebagian dari kita pernah alay pada masanya.
Sekilas tentang Ratu dia mempunyai tinggi badan yg hampir sama dengan gue. Dengan perawakan putih,bemper depan yg mulai terisi serta bemper belakang yg cukup buat dag dig dug untuk anak seusia gue kala itu.
"Selamat sore juga sayangku,udah pulang kok baru aja"
Oiya sekolah gue waktu itu terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas pagi untuk kelas 8 dan 9 sedangkan kelas siang untuk kelas 7 saja. Hal ini dikarenakan jumlah ruangan kelas yg tidak memadai karena sekolah ini baru berdiri sekitar 6 tahun yg lalu.
Gue dan Ratu ini memang tidak satu sekolah sejak SD. Pada saat itu kami saling mengenal lewat facebook dan gobloknya gue ini adalah Ratu ini mantannya Rido jadi abis putus sama Rido lalu jadian sama gue beberapa bulan berikutnya. Untuk urusan video praktek biologi gue engga satu server sama ini anak,namun untuk pasangan kita satu server dalam berburu cewek cewek. Simplenya gini abis dia lalu sama gue,abis sama gue lalu sama dia. Bukankah sesama sahabat harus saling berbagi kebahagiaan,bukan.

Part 4 bawel

Hari demi hari kian berlalu, kini gue semakin mengenal teman teman di kelas ini. Diva yg pendiam ketika bersama yg lain, namun akan berubah menjadi periang ketika bersama gue. Sasa yg bawel, mulutnya kagak bisa direm dan bodinya yg aduhai kerap kali memancing perhatian gue untuk terus menatap dan menjailinya.
"Woi dajal!" Begitulah jika si Sasa memanggil gue,baik memang.
"Ah lu iblis!" Kami berdua seringkali saling meledek atau usil satu sama lain
"Lu jail banget sih bas"
"Lo cantik tapi bawel juga,ati ati lo mukanya cepet tua kalo marah marah mulu"
"Ah basi,minggir lo sana,jangan jailin gue"
"Gr amat lu jadi cewe,sewot mulu kaya nenek lampir"
"Bodo amat" ucapnya lalu berlalu.
Sasa ini cewek paling bawel dikelas. Untung dia cantik jadi gue bisa sabar,kalo engga mah udah gue jeburin ke sungai depan sekolah ini anak.
Jam pelajaran pun dimulai. Guru menerangkan berbagai macam rumus matematika yg bikin gue bosen. FYI bro guru matematika gue ini kalo nerangin bisa bikin muka lo basah kuyup kalo lo duduk di bangku paling depan,dia kalo ngomong pake kuah cuk. Saat sedang bosan bosannya tiba tiba Sasa manggil gue dengan suara yg pelan.
"Woi jail" ucapnya sambil sedikit menengok
"Apaan" gue yg masih sibuk mencoret coret bukupun tidak terlalu mempedulikannya
"Istirahat nanti mau ngomong"
"Tumben banget lo,kangen ya sama gue?" Dan seketika itu pula Sasa memalingkan mukanya sambil mengepal tinju ke arah depan. Ampun dah ini singa betina.
Bel tanda istirahat telah berbunyi dan tanpa babibu lagi Sasa langsung menghampiti gue yg masih duduk di kursi.
"Lu pacarnua Ratu?"
"Kok tau? Jangan jangan lu keturunan dukun"
"Enak aja loh. Ya jelas taulah, gue sama Ratu kan tetanggaan"
"Traktirannya dong,bas" ucapnya sambil memasang wajah sok manis sok imut.
"Jadi lo ngomong cuma mau malak secara halus? Ogah. Lagian gue sama dia udah dari kelas 6 SD"
"Buset, lo SD udah pacaran,kapan nikah?" Ucapnya sambil mendekatkan wajahnya
"Nanti,istri gue enam biar tiap malem ganti" jawab gue iseng mematap tajam matanya
"Ngarep amat lu" jawabnya lalu menonyor kepala gue. Sialan ini anak.
"Buset,galak amat bu,gue nikahin nih"
"Ogah sama lu,jelek,jail,kerjanya tidur kalo di kelas, mau jadi apa anak gue kalo bapaknya lo" jawabnya lalu memukul bahu gue
"Lo kalo ngomong jujur amat ya,kagak ada remnya lo"
"Jujur lebih baik bas" ucapnya lalu tertawa
"Udah pergi lo,gue mau tiduran"
"Dasar kebo" ucapnya lalu melemparkan buku yg ada di meja ke arah muka gue. Untung gue sabar,kalo kagak mah udah gue angkut ke WC sekolah dah ini cewek.
"Bido amat,hus hus" ucap gue dengan gesture mengusir
"Lo kira gue ayam!" Ucapnya lalu pergi begitu saja.
Mulustrasi Sasa ini mirip Cheryl putih abu abu 95% mirip
wih cakep , gas terus gan

bau lendir nya tajam keliatannya niemoticon-Wakaka
Diubah oleh robotomax

Mulustrasi

Renjanaw

mulustrasi Sasa 95% mirip cherryl putih abu abu

Renjana

Mulustrasi Baswara Asa menurut Sasa gue 90% mirip Rio Dewanto

Renjana

Diva ini 90% mirip Yuki Kato yg ini
Diubah oleh baswaraasa

Part 5 belum ada judul

Selama sebulan lebih gue sekolah disini tak ada momen spesial. Siang itu terasa sangat panas dan gue bener bener malas untuk berangkat sekolah. Selain karena pertengkaran semalam dengan Ratu yang mengakibatkan kandasnya hubungan tentu juga karena perasaan emosi ditikung oleh sahabat sendiri,sebut saja Fakhrul. Gobloknya ini mereka mesra mesraan si kolom komentar fb dan setelah gue selidiki ternyata mereka sudah jadian seminggu yg lalu. Itu artinya seminggu ini gue diselingkuhin oleh ratu.
Setibanya di kelas,Diva langsung menghampiri gue
"Kamu kenapa bas?"
"Galau div,biasa ratu"
"Ceritain bas,barangkali aku bisa bantu"
"Aku putus sama dia div"
"Kenapa bas?"
Kemudian gue menceritakan apa yg terjadi dan menunjukkan komentar di facebook Ratu yg disitu terpampang jelas foto dan kalimat mesra lainnya.
"Sabar bas,jangan terlalu diratapi,ada aku disini" ucapnya lalu tersenyum
"Iya div, makasih ya udah mau dengerin ceritanya"
"Biar bagaimanapun hidup harus tetap maju,yg patah akan tumbuh dan yg hilang pasti akan berganti"
***
Seperti yang gue bilang sebelumnya,hidup harus terus berjalan maju walaupun banyak cobaan yang datang,hidup harus berjalan maju. Jangan menyerah hanya karena kenyataan tak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Hari ini,gue terima status jomblo gue dengan lapang dada,meskipun sakit dan perih karena ditikung sahabat sendiri namun gue harus tetap lapang dada. Bukankah kehilangan adalah resiko dari jatuh cinta? Ketika gue menyatakan perasaan berarti gue harus siap untuk kehilangan atau sakit dikemudian hari,karena itu adalah konsekuensi dari apa yang kita sebut cinta. 
Perlahan-lahan gue mulai membiasakan hari yang gue lewati tanpa perhatiannya,tanpa pesan atau telfon darinya. Sebuah hal yang dulu seringkali gue terima dan lakukan sebelumnya. Ya! Gue harus move on,melupakan segala rasa sakit untuk dijadikan pelajaran.
Sore itu pelajaran telah selesai,beberapa mata pelajaran meninggalkan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dipertemuan berikutnya. 
"Bas,kantin dulu yu" 
"ayo div,emang kamu mau beli apa? Engga langsung pulang?" 
"aku haus,bas"
Kami pun berjalan menuju kantin yang letaknya hanya disamping kelas kami. Setelah memesan minuman kami langsung melangkah keluar dari kantin dan menuju gerbang sekolah. 
"semangat bas,jangan galau terus,ada aku" lagi lagi dia berkata seperti itu lalu tersenyum,entah kenapa gue pun engga mengerti apa yang dia rasakan saat itu.
"iya div,pasti. Yuk pulang" gue langsung mengambil sepeda yang gue parkir dan mengajak Diva untuk pulang bersama,bukan berarti kami boncengan,entah kenapa kami lebih memilih jalan berdampingan,alhasil sepedapun gue tuntun sampai belokan dekat perumahan dia dan kita pun berpisah sampai disitu,karena sebenarnya rumah gue dengan Diva sama sekali tidak se arah.


PEMBERITAHUAN
Cerita ini pernah gue post sebelumnya namun dengan judul dan gaya penulisan yg berbeda,berhubung gue lupa kata sandi akun gue yg udah post cerita ini jadi gue bikin akun lagi untuk post ulang cerita ini dan melanjutkannya dengan gaya penulisan yg berbeda. Kritik dan saran akan diterima dengan lapang dada.
Ijin nyimak gans
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scarlot dan 4 lainnya memberi reputasi
Jadi agan buka toko apa skrg emoticon-Bingung


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di