CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kepintaran ku hanya di sekolah saja | Pintar yang berlebihan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f695f33337f934ed4389840/kepintaran-ku-hanya-di-sekolah-saja--pintar-yang-berlebihan

Kepintaran ku hanya di sekolah saja | Pintar yang berlebihan

Kepintaran ku hanya di sekolah saja | Pintar yang berlebihan

By: Fiksyau13
22-09-2020

-: selamat membaca :-

Dulu sekali ketika semua teman-teman ku mengiginkan nilai yang baik di sekolah, rangking kelas serta pujian. seakan aku orang yang tepat bagi mereka. Bukan dengan jalur belajar malah sebagian mereka nyontek kepada ku kala ujian atau mengerjakan tugas.

Bahkan Tak sedikit ibu-ibu ketika bertemu dengan ku berkata, "ki ajak anak ibu belajar dong biar pintar seperti iki." Tak sedikit juga ibu-ibu yang sengaja datang kerumah ku dan bertanya pada ibu ku, seakan minta tips and trik.

Memang aku pintar di sekolah sering kali rangking kelas, bertahan rangking satu dari smp sampai sma. Tapi tidak di lingkungan.

Teringat kala duduk dibangku smp. Suatu hari aku disuruh kepasar oleh guru di sekolah Untuk membeli peralatan bersih-bersih seperti
kain pel, sapu, kemonceng dan juga ember serta kanebo.

Yang paling aku ingat ketika aku di suruh itu iyalah perkataan bu guru yang berkata sebelum aku berangkat.

Baca juga: Penglihatan ku tak masuk di akal

"Bagaimana cara nya uang yang ibu kasih bisa buat berangkat dan pulang kamu yang pasti alat itu lengkap sesuai catatan ya ki"

masih kecil saja sudah di panggil ki ke para normal, pikirku.

Aku paling suka dikasih tantangan, berangkat lah aku kepasr yang di tuju bu guru dengan menempuh nya naik angkutan umum. Sesampai nya aku di pasar tersebut, aku langsung mencari barang yang ingin aku beli dan menanya kepada tukang parkir agar ditunjukan jalan menuju toko perabotan bersih-bersih.

Memang uang yang bu guru kasih sangat cukup tapi hanya bisa buat berangkat kala itu dan juga beli peralatan, tidak untuk ongkos pulang.

Usai keluar dari pasar aku berfikir gimana cara nya aku pulang yaa, pikirku kala itu. Akhir nya aku pulang dengan berjalan kaki dan membawa alat bersih-bersih yang ku pengan di tangan kanan dan kiri, so yang pasti kala itu aku sangat cape. Perjalanan lumayan jauh antara sekolah dan pasar.

Mungkin kalau aku bawa handphone, aku bisa pesan ojek online atau taksi online dan berenti dirumah lalu membayar nya lewat uang simpanan ku yang ada di celengan. Tapi itu tidak lah mungkin karna hp di larang bawa di sekolah.

Sesampai nya aku di sekolah dan menceritakan kejadian tersebut kepada guru, respon ucap dari guru ku "Kenapa kamu jalan kaki, kan bisa naik taksi atau ojek online" ucap pak karim.

baca juga: Game paling nyebelin sepanjang masa

"kata bu halimah uang yang dikasih harus cukup berangkat ke pasar dan pulang serta beli peralatan yang sesuai catatan. dan tidak mungkin pak saya memesan taksi atau ojek online, saya tak punya uang dan tidak membawa hp"
ujar ku dengan nafas sedikit sesak dan kedua betis serasa letih.

"Owh begitu cerita nya, Kan kalau kamu memesan taksi nanti biar pihak sekolah yang bayar, Saya tau kamu gak bawa hp tapi kan kamu bisa pinjam hp orang atau minta di pesankan ojek online untuk pulang kesekolah. Kamu jadi tidak cape seperti ini jalan kaki dari sana kesini jauh" saut pak karim mencerahkan.

Setelah pak karim memberi masukan sepontan aku berfikir iya juga sih.

Itu kisah yang pertama. Ada juga kisah yang kedua kala aku duduk dibangku sma.

ini sedikit lucu sih!!! Jadi pada saat itu aku pulang sekolah naik motor dan sampai dirumah, rumah ku sepi pas aku masuk ada pesan tertulis di meja ruang tamu.

"Nak ibu sama bapak pergi ke kampus acara wishuda kaka kamu, ibu mas
ak masak nak ambil duit dibawah kertas ini buat kamu beli makan dan jajan"

Setelah membaca pesan itu aku melepas sepatu dan seragam dan on the way ke warteg dengan naik kendaraan roda dua ku.

Sesampai nya ke warteg tersebut aku memesan, ini percakapan pada waktu itu

Bu warteg : Beli apa mas?

Aku : Bu pesen nasi, perkedel, telur, sayur kangkung ama sambel

Bu warteg : Tunggu ya mas

Ibu warteg itu menyiapkan, aku duduk menunggu sambil bermain hp dan sepintas aku membaca berita.

Aku : bu sambel nya banyakin ya!!!

Ibu warteg : Cabe lagi mahal mas! maaf gak bisa kasih banyak-banyak, sambil menyodorkan piring.

Aku : Lagi turun bu ni saya baca berita nya baru 5 jam yang lalu

Ibu warteg : Turun nya kan baru 5 jam yang lalu, lah saya belanja nya maren pas harga lagi naek-naek nya

"Iya betul tu kata ibu itu" ucap bapak-bapak yang sedang makan. Kebanyakan pembeli yang makan di warteg itu, memandang ku dengan tatapan sinis.

Karna mulai kecot kata sana sini aku mengutuskan untuk membungkus makanan tersebut agar bisa aku makan dirumah dan tak jadi makan di warteg itu.

Aku : Bungkus aja bu

ibu warteg : iya mas

Sesampai aku dirumah membuka makanan warteg itu lalu mengambil sendok serta piring dan seketika itu nafsu makan ku hilang karna perkecotan di warteg tadi.

itu cerita ke dua, nah ini adalah cerita ketiga ku waktu lamaran dan di interview HRD

Aku masih ingat betul waktu itu kala aku melamar kerja dan di interview oleh hrd, yang paling aku ingat iyalah perkataan ku dan pertanyaan dari hrd, berikut.

Pak hrd : Contohkan ke saya dong tetang cara jualan versi kamu iki, misal dari distributor 1 barang 20k dan itu harga bersih nya, katakan lah barang tersebut dompet.

Aku : Hai gan sist!!! Punya uang banyak bingung naro nya atau ingin taru di atm malas jalan nya, gausah kawatir aku punya solusi nya. kini dompet ini bisa buat naru uang banyak jadi, gausah kawatir takut uang nya gak muat. Murah loh gansist, cuma 20k kamu bisa beli barang nya. itu kalau saya berjualan di online pak

Pak hrd : kata-kata nya menarik tapi ingat gak omongan saya. 20k bersih, kmu jual harga 20k juga lah kamu gak dapat untung dong.

Aku : Kalau saya lebihin berarti saya gak jujur dong. Kan jadi pedagang harus jujur pak.

Pak hrd : Lah kamu kaga dapat bagian. kan dari distributor harga 20k itu bersih dan dia tidak mungkin membayar kamu sementara harga segitu pas bagi dia. Saya kira kamu jual 50k gitu atau 40k. Maaf iki saya tidak bisa memperkerjakan kamu

Aku : iya pak tidak apa apa

posisi pada saat itu aku marah ya percuma karna satpam kantor itu muka nya serem serem.


Sekian artikel ini kalau kalian suka sertakan cendol manis nya sobat:v

penulis: fiksyau
sumber gambar: pixabay

Baca juga
•Saik nya dunia malam
•4 Daftar broker yang mencetak kesuksesan trader
•cowo fackboy yang bertemu cewe open bo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lumut66 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh fiksyau
nice share.
Good luck
Wow bagus sekali, tapi masih belum gitu paham si apa yang dimaksud, pintar itu relatif si menurut gw
dan pada akhirnya balik ke diri masing-masing, goodluck emoticon-Blue Guy Peace
Ternyata begitu ya
Terlalu polos
Jadi begitu lah tidak seberapa indikator kepintaran jika memang mengandalkan keberuntungan
Pintar tapi enggak cerdas
Pintar tuh kek gimna sih gans
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gangster.desa dan 3 lainnya memberi reputasi
Mantap👍👍👍
ketika kita di paksa untuk mengasah hard skill di sekolah, ditambah keluarga juga taunya kalau pintar hard skill itu pasti pintar dan masa depan nya pasti cerah. ternyata salah besar, kita cuma bakalan kelimpungan bersaing di dunia kerja/usaha. dan lebih cepat terkena depresi karna selama ini kita nganggapnya kita udah jago teori, "1+1=2 titik", polos banget. padahal soft skill itu perlu banget, nyari peluang, nego, bikin relasi, memahami permintaan, mengetahui maksud terselubung. terkadang untuk bisa diterima di tempat kerja/sukses itu perlu nego, "1+1= 3 atau 4".

salah satu contoh nego dan relasi yang ane lihat adalah di RS gan, jd teman nya teman ane sakit dah harus di rawat inap tapi cuma punya BPJS, jawapan dari RS nya kamar penuh. kalau orang polos ya sudah cari RS lain atau datang lagi besok. tapi teman ane itu langsung hubungi relasinya, minta tolong dengan cerita ini itu dan akhirnya ada kamar kosong di RS itu juga yg td bilang kamar penuh dan dihari yang sama. ane mikirnya ajaib bener, WTF. Teman ane jelasin kalau misal RS punya kamar 10 gak mungkin semua kamar dibuka buat BPJS, pasti ada kamar yang di tag buat pasien umum, kalau engak untung dari mana? bayar pekerja dari mana? makanya dia minta ke relasinya buat di nego bukakan 1 kamar buat nampung temannya.

ane adalah salah satu contoh orang polos yang sekarang nyesal karna telat nyadarnya kalau soft skill ane cetek bahkan hampir gak ada.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Pintar ajah gak cukup omm sekarang maaah


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di