CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bansos Covid-19 DKI Bermasalah, Syarief: Saya Cuma Penyedia Jasa Packing
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f6751998d9b172d037eafb9/bansos-covid-19-dki-bermasalah-syarief-saya-cuma-penyedia-jasa-packing

Bansos Covid-19 DKI Bermasalah, Syarief: Saya Cuma Penyedia Jasa Packing

Bansos Covid-19 DKI Bermasalah, Syarief: Saya Cuma Penyedia Jasa Packing

Paket Bansos yang dibagikan Pemprov DKI Jakarta -Net

RADAR NONSTOP - Tertutupnya Perumda Pasar Jaya dalam pengadaan Bansos (bantuan sosial) Covid-19 Pemprov DKI Jakarta perlahan dikuak.


Banyak kejanggalan ditemukan, mulai dari beras yang tidak layak (berkutu) hingga penyaluran yang tidak tepat sasaran.

Sontak saja masalah tersebut menjadi perhatian publik Ibu Kota. Banyak kalangan berharap agar lembaga penegak hukum, kepoliisian, kejaksaan dan KPK turun tangan mengungkap indikasi penyelewengan pengadaan dan penyaluran Bansos Covid -19 Pemprov DKI.

Penegak hukum perlu turun tangan agar indikasi dan kejanggalan - kejanggalan dibalik pengadaan Bansos Covid -19 DKI itu terang benderang. 


Disamping itu, agar tidak ada pihak yang dicemarkan karena dituding sebagai biang kerok persoalan berbau penyelewengan pengadaan Bansos Covid -19 DKI Jakarta.


“Kami itu cuma penyedia jasa packing tok. Soal beras berkutu, tidak layak konsumsi dan penyaluran tidak tepat sasaran bukan urusan kami,” ujar politisi Partai Perindo, Syarief Hidayatullah saat dikonfirmasi terkait tuduhan salah satu LSM terhadap dirinya.


“Isi paket, beras dan lain - lain itu yang mengadalan Pasar Jaya, sedangkan data penerima Bansos itu Dinas Sosial. Kami hanya packing doang, ada barang dan pesanan untuk disalurkan ya kami packing,” jelasnya.


Karena itu, Syarief melanjutkan, jika ingin mempertanyakan kenapa ada beras berkutu dan tidak layak serta penyaluran tidak tepat sasaran. “Ya tanya dan investigasinya Pasar Jaya dan Dinas Sosial,” jelas Syarief.


Sebelumnya, Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto menyarankan Forum Aktivis Jakarta (Fajar) untuk melapor kepada aparat penegak hukum, jika punya data cukup soal dugaan penyimpangan bantuan sosial (Bansos) bagi warga Jakarta yang terdampak pandemi Covid-19.


"Data yang didapat Fajar saat melakukan investigasi tentang adanya dugaan penyimpangan Bansos, dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap ada apa sebenarnya di balik dugaan penyimpangan itu," katanya melalui telepon, Minggu (20/9/2020).


Diakui, isu dugaan penyimpangan Bansos Covid-19 sebenarnya bukan hal baru, karena sejak Bansos berupa paket Sembako itu digelontorkan Pemprov DKI Jakarta melalui Perumda Pasar Jaya pada April 2020, keluhan masyarakat sudah terdengar. Terutama dari mereka yang merasa seharusnya mendapatkan bantuan tersebut, tapi ternyata tidak dapat.


Yang lebih parah, menurut aktivis yang akrab disapa SGY ini, adalah yang diungkap anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Solikhah pada Juni 2020, karena kata politisi PKS itu, di Kecamatan Cengkareng, Kalideres, dan Tambora bantuan beras yang diterima tak dapat disitribusikan kepada warga karena berkutu. Solikhah sendiri mengaku menemukan 30 karung beras berkutu itu di salah satu kelurahan.


Meski demikian kata SGY, yang menarik dari apa yang diungkap Fajar adalah adanya satu nama yang diminta untuk diperiksa karena diduga terlibat dalam penyimpangan Bansos tersebut, yakni Syarief Hidayatullah.


Syarief adalah politisi Partai Perindo yang dipercaya Perumda Pasar Jaya untuk menyiapkan paket Bansos Covid-19. Ia menyiapkan paket-paket itu di salah satu gudang milik PT JIEP di Pulogadung, Jakarta Timur.


Menurut SGY, jika kepolisian atau kejaksaan turun tangan mengusut dugaan penyimpangan Bansos ini, maka akan terbongkar apakah Syarief mendapat kepercayaan dari Perumda Pasar Jaya berdasarkan mekanisme lelang, atau penunjukan langsung.


"Kalau penunjukkan langsung, patut diduga kepercayaan yang diberikan Pasar Jaya kepada Syarief melanggar PP Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, karena PP ini mengamanatkan bahwa pengadaan barang/jasaq yang boleh dengan mekanisme penunjukkan langsung adalah pengadaan dengan nilai maksimal Rp200 juta, sedang untuk Bansos, pada Mei 2020 lalu Gubernur Anies Baswedan mengatakan menyiapkan anggaran hingga Rp5,03 triliun," tegas SGY.


Selain hal tersebut, menurut aktivis berkacamata ini, pengusutan kepolisian dan kejaksaan juga akan mengungkap, jika Syarief mendapat kepercayaan Pasar Jaya berdasarkan penunjukkan langsung, maka akan diketahui siapa yang merekomendasikannya, dan apakah ada unsur KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).


"Jika ada unsur KKN, maka siapa pun yang terlibat dapat dijerat dengan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi," tegasnya.


Hal yang juga penting yang akan diungkap kepolisian dan kejaksaan, menurut SGY, adalah jika Syarief mendapat kepercayaan melalui mekanisme lelang, apakah prosesnya clear and clean, atau juga ada unsur KKN?


Selain itu, juga akan terungkap apakah selain Syarief ada orang lain yang juga diberi kepercayaan oleh Pasar Jaya untuk menyiapkan Bansos Covid-19, karena penyiapan Bansos tersebut dilakukan di dua lokasi, yakni di gudang milik PT JIEP,  dan di gudang Jakgrosir milik Pasar Jaya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.


"Saat ini saya juga sedang mengkaji permasalahan Bansos ini. Jika telah ditemukan bukti kuat bahwa permasalahan Bansos ini diakibatkan hal-hal yang tidak dapat dibenarkan secara hukum, maka akan saya laporkan," tegas SGY.


Aktivis yang bermukim di Jakarta Utara ini berharap Gubernur Anies Baswedan memantau secara langsung proses penyaluran Bansos Covid-19, karena munculnya nama Syarief di tengah-tengah permasalahan Bansos mengindikasikan bahwa banyak orang-orang di lingkaran Gubernur yang benar-benar harus diperhatikan dan diawasi benar kinerjanya.


"Jangan sampai program bagus yang digulirkan Anies, justru menjadi bumerang bagi dirinya akibat adanya permasalahan di lapangan yang Anies sendiri tidak tahu dan tidak terlibat di dalamnya," pungkas dia.



Bansos Covid-19 DKI Bermasalah, Syarief: Saya Cuma Penyedia Jasa Packing




Padahal tahun 2015, Ahok udah siapin antisipasinya.... emoticon-2 Jempol

Ahok: Kartu E-Natura untuk Ada Bencana Saja

https://www.wartaekonomi.co.id/read8...cana-saja.html
Quote:



profile-picture
profile-picture
profile-picture
aljibo dan 15 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh auditor.kaskus
Halaman 1 dari 3
Kemarin dipotong ongkir sekarang di potong jasa packing...

emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pradanto17 dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Hasil kerja tidak pernah boong...biar di poles seindah apapun.
Bobrok yaaa bobrok...
Blangsak yaaa blangsak...Bansos Covid-19 DKI Bermasalah, Syarief: Saya Cuma Penyedia Jasa Packingemoticon-Angkat Beeremoticon-Angkat Beeremoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
meoomiuu dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bansos sekarang mending berupa duid, dan gerai penjual bahan pokok harga grosir. emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
Itu bukan beras berkutu
Itu beras berprotein
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pradanto17 dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:



Setuju, Gan... padahal tahun 2015, Ahok dah siapin antisipasinya. Dasar Wan Abud ga becus kerja... sekarang hasilnya malah begini. Tega bener kalo beneran rakyat susah masih dikasih beras berkutu.

Ahok: Kartu E-Natura untuk Ada Bencana Saja

https://www.wartaekonomi.co.id/read8...cana-saja.html
Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
meoomiuu dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh auditor.kaskus
Lihat 21 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 21 balasan
Jakarta selalu jadi primadona ya, gak ada habisnya. Eh itu plotikus kok dapat jatah bungkus bungkus?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
yang penting holol. emoticon-Blue Guy Smile (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pradanto17 dan 6 lainnya memberi reputasi
Emang ada yang tidak beres cuma masih terlindungi aturan ga bisa gugat korupsi untuk pandemi ini.

Anies Akui 1,6 Persen Bansos Salah Alamat: Jadi Bahan Koreksi ke Depan
https://news.detik.com/berita/d-4999...reksi-ke-depan

98,4% bansos tepat sasaran itu angkanya darimana ? emoticon-Bingung

22 April
Gabener teken Kepgub revisi penerima bansos sebanyak 1.194.633 KK.

1 Mei
Gabener ngomong mendistribusikan 98,4% pada keluarga yang tepat. Hanya 1,6% ini jadi bahan kita untuk mengkoreksi ke depan.

11 Mei
Wagabener ngomong dari tahap 1 yang layak menerima bansos 931.831 KK.
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebb...ile&med=thread

1.194.633 - 931.831 = 262.802
262.802 / 1.194.633 = 22%

Dimana 20,4% selisihnya ? emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
voorvendetta dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mendadakranger
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Cair berapa /packing bos? emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caurboy dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
kalo trit aib lord abud gini, dijamin sepi dari buzzer balaikota
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MafTrack dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
Bansos Covid-19 DKI Bermasalah, Syarief: Saya Cuma Penyedia Jasa PackingBansos Covid-19 DKI Bermasalah, Syarief: Saya Cuma Penyedia Jasa Packing
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tesmail dan 7 lainnya memberi reputasi
Hasil kerja senyap Pemprov DKI yg selalu mendapatkan perhatian warga nya..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 3 lainnya memberi reputasi
Astaga..

Pantas saja bernafsu sekali untuk PSBB total..

Ternyata oh ternyata..

Ada kutu di balik beras bansos.. emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MafTrack dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Partai lagi partai lagi. Sdh lama negeri ini di garong i.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Pertanyaan gue, yg mikir dan ijin kan isi jenis2 barangnya siapa? Punya otak gak sih? Apa sekolah?
Sari gandum dan sarden buat apa?
Namanya bantuan makanan tuh agar bisa bertahan lama, bisa dimakan setidaknya 1 bulan. Ngapain kasi sari gandun dan sarden?? Mau makan nasi sj selama sebulan?

Di daerah lain gue liat yg dikasi tuh, beras, susu, dan indomie satu kardus. Barang2 yg bisa bertahan sampai berminggu2.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
daimond25 dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
bansos itu lebih baik berupa rokok.
skrng rata2 lebih mentingin beli rokok daripada sembako.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 2 lainnya memberi reputasi
Selamat rakyat DKI, Anda dipimpin oleh Wkwkwk ...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 2 lainnya memberi reputasi
nggak kelar kelar ini kayaknya masalahnya dari kemaren emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 3 lainnya memberi reputasi
lapor kpk ngapa😡
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 3 lainnya memberi reputasi
astagfirullah, ongkir dan ongkos packing jgn lupa dipotong itu woy emoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh jedotinpala
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di