CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Sadis!!! Pada Saat Pengorbanan Dijadikan Suatu Jembatan Dalam Pencapaian
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f65e71e7414f55a0b4f3268/sadis-pada-saat-pengorbanan-dijadikan-suatu-jembatan-dalam-pencapaian

Sadis!!! Pada Saat Pengorbanan Dijadikan Suatu Jembatan Dalam Pencapaian

Sadis!!! Pada Saat Pengorbanan Dijadikan Suatu Jembatan Dalam Pencapaian

Lagi-lagi tentang kisah perjalanan cinta seorang pemuda miskin yang segala apa yang ia lakukan adalah suatu bentuk pengharapan yang dibungkus dengan hal kecil maupun besar suatu pengorbanan.
Dia yang menganggap itu adalah upaya untuk memikatnya dalam kemasan pengorbanan. Entahlah, sebegitukah penilaian dia terhadapnya yang terlalu mengharap cintanya.
Pada suatu kisah, dia yang begitu amat mengejar cita-cita demi bekerja disalah satu pabrik industri. Dimana ada banyak saingan dalam perekretan, mungkin dia harus butuh seseorang yang bisa membantu baik dalam persyaratan lamaran maupun mensupport dirinya agar ada penguat dan menyemangat dalam menjalani segala proses perjalan yang hingga sampai disana.


Tiga hari berlalu, panas dingin jalanan beraspal telah dilalui bersamanya. Ingat.!!Semuanya dalam landasan kemanusiaan yang berarti saling membantu satu sama lain entah bagaimana pun bentuknya. "Pikir si pemuda" Ia sangat menikmati perjalanan tersebut, apalagi jalannya bersama orang yang ia harapkan. Jadi wajar saja jika panas jalanan aspal tak sedikit mempengaruhi perjalan itu. Tapi kebahagian itu tidak berlaku pada dia yang hany sebatas meminta bantuan dirinya supaya sampai pada cita-cita yang ia inginkan.
Hari sudah mulai petang, barangkali ia dan dia pun begitu amat kelelahan yang seharian menikmati bau asap motor butut serta debu jalanan. Lalu berhentilah disalah satu caffe yang tidak terlalu mahal. Karena wajar saja jika tidak singgah di caffe mewah, sebab dia hanya seorang pemuda miskin yang hanya berusaha untuk sedikit mengobati lelah seorang wanitanya.

Singkat waktu. Proses pendaftaran disuatu pabrik industri sudah selesai tanpa sengaja. Kini hanya tinggal menunggu pengumaman soal diterima atau tidaknya. Sambil menunggu kabar akan hal itu, mereka saling kamunikasi, bicara soal yang tidak terlalu penting hingga sampai pada canda tawa atau bahkan saling merayu tuhan, dan benar-benar memposisikan keduanya layaknya seorang hamba yang taat pada sang Pencipta. Lambat laun, berselang beberapa hari kabar bahagia menimpa dia dengan datangnya kabar bahwa dia diterima. Ia pun ikut serta tersenyum tanpa paksa, begitu bahagianya hari itu. Jika ada seorang anak manusia yang paling-paling bahagia, mingkun itu adalah dirinyalah.


Namun, ia begitu bingung, gelisah atau semacamnya. Ia membanyangkan bagaimana hari terakhir ia akan melihat dia naik pada Bus yang akan mengantarkannya nanti.
Sungguh, ia benar-benar tidak ada kesanggupan untuk hal itu. Namun apa boleh buat, ketakutan hanya akan menjadi momok abadi jika selalu memikirkan hal itu. Karena pada saatnya ia pun akan pergi juga bersama cita-citanya. Tanggal, hari dan waktunya telah tiba. Ia hanya mengingat kapan tanggal dia akan berangkat, namun tak ada satu keluarga dia pun yang mengabari saat keberangkatannya.
Sadis!!! Pada Saat Pengorbanan Dijadikan Suatu Jembatan Dalam Pencapaian

3 hari berlalu semenjak dia berangkat tanpa kabar tentangya. Ia tak punya kontak satu pun dari keluarga dia untuk dihubungi, mau langsung bertanya padanya, ia tidak punya cukup keberanian. Lalu, apa yang harus dilakukan?
Ia hanya bisa bertanya-tanya pada sang hari. Semoga angin mampu membawa kabar ia sampai pada dirinya. Disuatu ketika. Resah, gelisah yang ia pikul tak sanggup lagi ditampung hingga menjadikannga beban yang pada saat itu ia pun harus menghubunginya. Antara mau dan tidak mau, sebab sudah tidak ada lagi solusi.
Dengan keberanian buatan, ia pun dengan bangga dan gemetar memegang hand phonenya. Ternyta nomer ia sudah di blokir oleh dia. Entah apa penyebabnya. Memang pada saat itu ia sedikit mendengar obroran tetangganya, bahwa ia dekat atau sering menolong dia karena mempunyai suatu alasan " Gosip ibu-ibu"

Mungkin mereka sudah terlalu jauh tau tentang perasaan ia paranya. Lalu tidak kemudian harus harus mempunyainya penilaian demikian juga kan???
Singkat cerita.
Mungkin dia tahu bahwa mencintai dirinya. Lalu mengambil keuntungan dari perasaan tersebut.
Sungguh terlalu sadis caranya sampai memanfaatkan hati demi cita-cita yang harus dia raih.

Pada kalian-kalian "jatuh cinta boleh, bodoh jangan. "
profile-picture
profile-picture
ummuza dan bukhorigan memberi reputasi
nice share.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Sabar..sabar..sabar..nanti pasti ada gantinya yamg lebih baik ☺
Bagus tulisannya sampe terhanyut


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di