CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Luhut: Penanganan Covid-19 Nasional Makin Rapi, Makin Baik
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f61dbf3facb956a8e7bb7d3/luhut-penanganan-covid-19-nasional-makin-rapi-makin-baik

Luhut: Penanganan Covid-19 Nasional Makin Rapi, Makin Baik

 Luhut: Penanganan Covid-19 Nasional Makin Rapi, Makin Baik

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal penanganan Covid-19 saat ini.

Hal itu disampaikan Luhut saat menghadiri peluncuran program aktivasi Bangga Buatan Indonesia secara virtual, Rabu (16/9/2020).

"Penanganan Covid-19 secara nasional sekarang makin rapi, makin baik. Memang awal-awal Maret, April, Mei , kita banyak menghadapi hambatan. Tapi sekarang tapi sekarang makin tertib penanganannya," ujarnya.

Menurut Luhut, peperangan melawan pandemi Covid-19 perlu menunggu obat dan vaksin. Khusus untuk vaksin, Ia menyebut vaksin pertama akan masuk di Indonesia pada awal Desember 2020.

"Semoga bisa lebih cepat. Kalau schedule berjalan baik 30 juta sampai 40 juta vaksin tahun ini, maka critical time kita dua bln ke depan dan setelah kuartal pertama tahun depan keadaan jadi lebih baik," katanya.

Seperti diketahui, Luhut telah memberikan instruksi khusus kepada dan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo. Luhut diminta untuk memantau ketat penanganan Covid-19 di 9 provinsi yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan.

"Presiden Jokowi telah menugaskan kepada Menko Marves dan Kepala BNPB untuk dapat bekerja sama dengan kementerian kesehatan untuk menangani kasus Covid-19 di provinsi ini," kata Juru Bicara sekaligus Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Adapun daerah-daerah yang dimaksud antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Bali.

Lantas, apa alasan Jokowi mengutus nama-nama tersebut?

"Presiden ingin menugaskan sosok yang menurut beliau mampu melakukan atau mampu mengeksekusi arahan beliau," ujar Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian, Rabu (16/9/2020)

"Jadi saya kira kepercayaan terhadap Pak Luhut ini diberikan sesuai dengan kapasitas masing-masing sesuai dengan resources yang mereka miliki, untuk bisa segera menurunkan kasus Covid-19," lanjutnya.

Luhut, kata dia, akan ditugaskan untuk menekan kasus positif di sembilan daerah tersebut melalui operasi yustisi dan manajemen perawatan. Menurut Donny, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari keputusan Jokowi menunjuk Luhut.

"Jadi tidak perlu dipermasalahkan. Prerogatif presiden. Presiden percaya kepada beliau selama ini mampu mengeksekusi apapun yang diminta oleh presiden," katanya.

link

"Semoga bisa lebih cepat. Kalau schedule berjalan baik 30 juta sampai 40 juta vaksin tahun ini, maka critical time kita dua bln ke depan dan setelah kuartal pertama tahun depan keadaan jadi lebih baik," katanya.
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Diatas langit masih ada luhut emoticon-Jempol
Siapa dulu donk .. emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Kepala pundak luhut lagi luhut lagi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 3 lainnya memberi reputasi
ABS

 Luhut: Penanganan Covid-19 Nasional Makin Rapi, Makin Baik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
daroi dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Our lord & our savior emoticon-Matabelo
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Si luhut di taro di neraka jg bilangnya adem kyk disurga die mana mau ngaku wkwkwk
profile-picture
profile-picture
entecavir dan lupis.manis. memberi reputasi
IN LORD LUHUT WE TRUSTemoticon-Angel
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Gw cm bisa
WKWKWKWK
Ini salah satu sponsor pembisik roket setelah buzz dan team millenial. Yg sering baca berita januari ampe sekarang numpang ngakak aj.
emoticon-Leh Uga
Diubah oleh Cosmoflip
Bener2 parah lu hut....

Bertaubatlah.
11-12 sama si wan gabut,

apa yang diomongkan kebanyakan terbalik dalam realita emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
red.bezos dan pertotperbaik memberi reputasi
Diubah oleh galuhsuda
rapi itu maksudnya banyak yang ditutupi atau gimana?
profile-picture
profile-picture
Cosmoflip dan kaiserwalzer memberi reputasi
ini bentuk optimisme apa menutufi kedunguan
profile-picture
kaiserwalzer memberi reputasi
Mulutnya manis banget..

Lain di mulut lain di data.
profile-picture
kaiserwalzer memberi reputasi
makin baik? tiba2 kasus 200ribu
baik? emoticon-Big Grin
dia pake data mana?

BATA! emoticon-Bata (S)
profile-picture
afa.1991 memberi reputasi
Membaik atau membiak.
emoticon-Kemana TSnya?
profile-picture
Cosmoflip memberi reputasi
data yang berbicara opungemoticon-Ngacir Tubrukan
Pesan moralnya virus Corona takut pada pak Luhut..emoticon-Malu
Kalau Tes Corona RI Cuma Segini, Kapan Covid-19 Selesai?


Jakarta, CNBC Indonesia - Deteksi atau uji keberadaan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19 merupakan salah satu upaya yang sangat penting dalam pengendalian pandemi. Sebagai salah satu negara di kawasan Asia Tenggara dengan dampak terparah, kapasitas deteksi RI sayangnya masih rendah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI 7 September 2020, jumlah orang yang sudah di tes Covid-19 ada sebanyak 1.417.694 orang. Pada tanggal tersebut jumlah orang yang dites ada sebanyak 16.181 orang.

Kapasitas uji tersebut masih jauh lebih rendah dari harapan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang meminta tes di scale up ke 30.000 orang per hari. Instruksi Jokowi ini pun sebenarnya masih lebih rendah dibandingkan dengan rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang meminta tes dilakukan terhadap 50.000 orang per 1 juta penduduk.

Seiring dengan berjalannya waktu indikator uji atau deteksi Covid-19 di Indonesia memang membaik. Namun masih jauh dari kata cukup. Ini yang perlu menjadi catatan. Mari sejenak evaluasi beberapa indikator tes Covid-19 di Tanah Air, serta membandingkannya dengan beberapa negara tetangga.

Pertama mari tengok indikator positive rate. Indikator ini merupakan metrik yang digunakan untuk mengukur berapa banyak kasus positif yang ditemukan dari sejumlah tes yang dilakukan.

Menurut WHO, jika positive rate berada di bawah 5%, artinya wabah sudah terkontrol dengan baik. Di beberapa negara seperti Australia, Korea Selatan dan Uruguay positive rate-nya berada di bawah 1%. Artinya butuh ribuan kali tes untuk menemukan satu kasus Covid-19.

Sementara di beberapa negara lain seperti Mexico dan Bolivia dengan positive rate berada di angka 20% - 50% artinya setiap kali dilakukan uji atau tes, kasus Covid-19 ditemukan.

Sampai dengan 6 September kemarin, positive rate RI berada di angka 16,5% dan menjadi yang tertinggi dibandingkan Malaysia, Singapura dan Filipina.

Artinya untuk menemukan kasus Covid-19 di RI sangatlah mudah. Tingginya positive rate ini juga mengindikasikan bahwa kasus Covid-19 di dalam negeri kemungkinan besar lebih banyak dari sekarang.

Jika melihat skala jumlah tes terhadap jumlah kasus yang dilaporkan, maka dibandingkan dengan negara tetangga Indonesia memiliki jumlah tes yang lebih sedikit tetapi menemukan jumlah kasus yang lebih banyak per harinya.

Kendati ada perbaikan, jumlah tes Covid-19 yang dilakukan RI per harinya masih tergolong rendah apalagi jika dibandingkan dengan Malaysia, Singapura dan bahkan Filipina.

Dengan ukuran populasi yang hampir sebanyak 269 juta penduduk, deteksi Covid-19 di RI hanya dilakukan terhadap 0,07 orang per 1.000 penduduk. Kalah jauh dengan Malaysia dan Filipina yang mencapai 0,3 per 1.000 orang dan Singapura yang mencapai 1 per 1.000 orang per hari.

Indikator-indikator di atas sudah cukup membuktikan bahwa kapasitas uji Covid-19 di Tanah Air masih rendah dan perlu didongkrak lagi. Saat kapasitas testing masih lemah, pelacakan atau contract tracing RI pun bisa dibilang longgar.

Kebijakan tracing RI masih sangat terbatas dibandingkan dengan negara lain. Berdasarkan data Hale et al (2020), kebijakan tracing RI masih tergolong 'limited', artinya tidak semua kasus di track.

Covid-19, contact tracing
Kunci utama menangani wabah adalah dengan mengetahui seberapa banyak orang di suatu populasi terjangkit virus atau patogen. Untuk mengetahuinya maka testing dan tracing yang masif dan ketat mutlak untuk dilakukan.

Apabila kapasitas tes di Tanah Air dinaikkan maka lonjakan kasus yang signifikan kemungkinan besar akan terjadi jika melihat indikator-indikator di atas. Namun ini lebih baik daripada kita tidak pernah benar-benar tahu seberapa banyak dari populasi yang terjangkit Covid-19 hanya karena samplingnya terlalu rendah.

Apalagi mengetahui berapa banyak populasi yang terjangkit Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap seberapa efektif strategi vaksinasi masal nantinya.

Studi yang dilakukan oleh Bartsch et al (2020) mengatakan bahwa jika kasus Covid-19 di AS mendekati nol persen kemudian dilakukan imunisasi masal terhadap 3/4 dengan efficacy vaksin 80%, maka jumlah kasus bisa ditekan sampai 100%.

Well, kalau pandemi Covid-19 mau segera berakhir, maka harus ada kebijakan yang jelas, tegas serta terukur. Untuk mewujudkannya harus berbasiskan bukti dan data. Bagaimana bisa efektif suatu kebijakan jika tidak cukup bukti atau data yang representatif?


(twg/roy)

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200908115641-37-185161/kalau-tes-corona-ri-cuma-segini-kapan-covid-19-selesai




rapi?? emoticon-Leh Uga
Terserah loe 😂👎
PSBB SAMPAI KIAMAT😂
NEW NORMAL AKB SAMPAI KIAMAT😂
karena ulah si jokowi sama lutung panjaiton
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di