- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
16 Pemuda di Bajawa Dilatih Jadi Barista Handal di Labuan Bajo
TS
chemical.sapto
16 Pemuda di Bajawa Dilatih Jadi Barista Handal di Labuan Bajo
Sebanyak 16 orang utusan dari Asosiasi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (AMPIG) Kopi Arabica Flores Bajawa ikuti pelatihan Barista di Labuan Bajo. Pelatihan ini berlangsung sejak 07-11 September 2020 di Hotel Inaya Bay Labuan Bajo.
Para peserta yang hadir diantaranya merupakan utusan dari 5 koperasi primer yakni Papa Taki, Fa Masa, Priimafera, Papa Wiu, Kagho Masa, dan juga utusan dari komunitas orang muda yang memiliki konsen di bidang kopi.
Selain dari Ngada, peserta yang hadir juga utusan MPIG Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.
Hal itu disamapaikan Ketua MPIG Kopi Arabika Flores Bajawa kepada media ini melalui pesan Whatsapp yang diterima media ini Rabu (9/9/2020).
Ketua MPIG Kopi Arabika Flores Bajawa Rikardus Nuga mengatakan kegiatan inimerupakan bagian dari penguatan kapasitas lebih khusus bagi kaum muda dalam rangka mendorong pelaku usaha baru agar bisa melihat komoditi kopi sebagai komoditi yang menjanjikan dan bisa merubah mindset kaum muda bahwa kebun kopi bisa jadi kantor atau perusahan.
ADVERTISEMENT
"Ini bagian dari dukungan kepada kaum muda yang memiliki konsen di bidang kopi agar bisa lebih memahami lebih dalam tentang kopi itu sendiri dan mau melihat peluang yang ada sebagai peluang yang menjanjikan," ungkap Dus demikian dia biasa disapa.
Dus juga mengatakan bahwa saat ini banyak komoditi Kopi Arabika Flores Bajawa tidak terserap atau diakomodir dengan baik oleh pelaku lokal karena dari sisi penjualan, pelaku lokal kita masih fokus ke penjualan buah cerry atau bahkan green bean dan bubuk.
Sedangkan peluang saat ini sesungguhnya lebih ke kafe atau cangkir kopi dan juga kemasan yang lebih kecil agar bisa dijangkau oleh masyarakat kalangan bawah.
"Hari hari ini kebutuhan kopi di kalangan masyarakat lokal kita sangat tinggi namun desain produk tidak mampu menjangkau masyarakat level bawah, "katanya.
ADVERTISEMENT
Dia juga berharap agar para peserta yang hadir dalam pelatihan Meracik Kopi tersebut bisa menjadi agen dalam mendukung petani Kopi di Ngada sekaligus mampu membaca peluang tentang pengembangan Kopi di kabupaten Ngada.
Secara terpisah salah satu peserta dari utusan Koperasi Primer Fa Masa, Veronika Moi mengatakan bahwa dirinya sangat bahagia mengikuti pelatihan tersebut karena dapat meningkatkan kemampuannya dalam bidang meracik kopi.
"Saya sangat senang bisa menjadi peserta dalam pelatihan meracik kopi ini karena banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan, pokoknya ini keren sekali," Kata Evra demikian dia biasa disapa.
https://kumparan.com/florespedia/16-...AUTLScRdq/full
biar kopinya makin mantap
Para peserta yang hadir diantaranya merupakan utusan dari 5 koperasi primer yakni Papa Taki, Fa Masa, Priimafera, Papa Wiu, Kagho Masa, dan juga utusan dari komunitas orang muda yang memiliki konsen di bidang kopi.
Selain dari Ngada, peserta yang hadir juga utusan MPIG Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.
Hal itu disamapaikan Ketua MPIG Kopi Arabika Flores Bajawa kepada media ini melalui pesan Whatsapp yang diterima media ini Rabu (9/9/2020).
Ketua MPIG Kopi Arabika Flores Bajawa Rikardus Nuga mengatakan kegiatan inimerupakan bagian dari penguatan kapasitas lebih khusus bagi kaum muda dalam rangka mendorong pelaku usaha baru agar bisa melihat komoditi kopi sebagai komoditi yang menjanjikan dan bisa merubah mindset kaum muda bahwa kebun kopi bisa jadi kantor atau perusahan.
ADVERTISEMENT
"Ini bagian dari dukungan kepada kaum muda yang memiliki konsen di bidang kopi agar bisa lebih memahami lebih dalam tentang kopi itu sendiri dan mau melihat peluang yang ada sebagai peluang yang menjanjikan," ungkap Dus demikian dia biasa disapa.
Dus juga mengatakan bahwa saat ini banyak komoditi Kopi Arabika Flores Bajawa tidak terserap atau diakomodir dengan baik oleh pelaku lokal karena dari sisi penjualan, pelaku lokal kita masih fokus ke penjualan buah cerry atau bahkan green bean dan bubuk.
Sedangkan peluang saat ini sesungguhnya lebih ke kafe atau cangkir kopi dan juga kemasan yang lebih kecil agar bisa dijangkau oleh masyarakat kalangan bawah.
"Hari hari ini kebutuhan kopi di kalangan masyarakat lokal kita sangat tinggi namun desain produk tidak mampu menjangkau masyarakat level bawah, "katanya.
ADVERTISEMENT
Dia juga berharap agar para peserta yang hadir dalam pelatihan Meracik Kopi tersebut bisa menjadi agen dalam mendukung petani Kopi di Ngada sekaligus mampu membaca peluang tentang pengembangan Kopi di kabupaten Ngada.
Secara terpisah salah satu peserta dari utusan Koperasi Primer Fa Masa, Veronika Moi mengatakan bahwa dirinya sangat bahagia mengikuti pelatihan tersebut karena dapat meningkatkan kemampuannya dalam bidang meracik kopi.
"Saya sangat senang bisa menjadi peserta dalam pelatihan meracik kopi ini karena banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan, pokoknya ini keren sekali," Kata Evra demikian dia biasa disapa.
https://kumparan.com/florespedia/16-...AUTLScRdq/full
biar kopinya makin mantap
0
226
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan