TS
senjakita09
Cuci Tangan : Sebuah Kebiasaan Baru yang Baik di Era New Normal

Hallo agan & sista. Gimana kabarnya nih? Semoga selalu baik dan sehat lahir batin ya, aamiin. Bagaimana aktivitasnya setelah datang coronce atau corona ke negeri kita ini? Masih WFH atau udah kembali ke kantor setiap hari? Yang dirumahkan, semoga sudah bekerja kembali ya. Kalau penulis sendiri, sejak ditetapkannya kota tempat tinggal menjadi zona merah dan pemerintah setempat menerapkan PSBB (Pembatasan Skala Besar-Besaran), kantor sudah menerapkan sistem kerja shiftsatu hari yaitu WFH one day and WFO one day. Begitu terus hingga ditetapkannya peraturan baru di kemudian hari. Harapan kita-kita semua semoga si virus lekas pergi dan menghilang jauh dari bumi. Tidak berada di dekat-dekat kita because kita ngerasa takut terus ya setiap hari

Virus Covid-19 ini awal mula heboh dan menguap menyerang manusia di dunia pertama kali berasal dari Wuhan, China. Hingga awal tahun 2020, sosok virus ini sangatlah mengancam keberadaan manusia karena bisa melemahkan pertahanan tubuh. Nah, bulan Januari puncaknya. Pada kala itu, Indonesia, negara kita masih memandang berita dari layar televisi dan handphone di internet ya. Then, masuklah corona virus ke Indonesia pada awal Maret hingga bulan ini, September. Betah ya dia? Hmm...
Disini penulis ingin mencatat beberapa kisah menarik selama masa pandemi ini, dimulai dari diri sendiri. Satu, secara perlahan dan tidak kita sadari, masyarakat di dunia umumnya dan warga negara Indonesia khususnya punya kebiasaan yang baru yaitu lebih memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Penulis pun merasa begitu, keluar rumah harus memakai masker yang bersih. Pulang ke rumah cuci tangan dulu sebelum masuk dan menyentuh makanan. Sama perlakuannya ketika ingin masuk ke tempat baru seperti bank, minimarket, pasar, rumah temen, kantor bahkan mall besar. Sebelum masuk kita harus meluangkan waktu sekitar 5-10 detik untuk dicek suhu badan. Juga tidak sembarang menyentuh benda-benda di tempat umum, misalnya lift, tombol ATM, tombol eskalator dan uang sekalipun. Pastinya juga tidak berkerumun alias jaga jarak! Bagi yang tidak terbiasa mencuci tangan sebelum corona datang, akan berkomentar nyinyir, "Coci tangan terosss! Semprot terosss!" atau anak kecil berceloteh dengan muka gemesnya, "Cuci tangan lagi! Cuci tangan mulu!". Hihi. Penulis awalnya sedikit merasa banyak membuang waktu dengan dikit-dikit cuci tangan, tetapi lama kelamaan jadi kebiasaan 'eh belum cuci tangan, cuci dulu & kurang afdol atau bersih kalo belum bersihin tangan'. Nah sekarang, apakah agan & sista masih merasa direpotkan dengan ke alfamart cuci tangan, ke pegadaian cuci tangan, masuk mall cuci tangan? 

Dua, yang ini sebuah kepedulian kecil dari bapak di rumah. Alhamdulillah ayuk sepupu memiliki teman yang bekerja di BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) di sebuah daerah dan berkunjung ke rumah membawa satu mobil truk menampung desinfektan. Bapak memiliki inisiatif jika diperbolehkan untuk minta desinfektan guna menyemprot sekitar rumah, and do you know? Dikasih! Horee... Cairan itu diambil dan diletakkan di wadah lalu disemprot keesokan harinya di sekitar rumah. Kepedulian kecil bapak dengan menyemrpot secara individu ini rupanya dilihat tetangga dan mereka meminta tolong disemprot rumahnya. Satu lorong disemprot sama bapak 


Pic. 1 : Bapak sampe pake helm & jas hujan sebagai APD

Tiga, belajar mandiri mengobati diri sendiri. Ini yang terjadi pada 'bos cewek' alias mama di rumah. Maybe because faktor usia, mama suka sakit gigi (ada gigi bolong), sakit kaki (rematik), demam, kelelahan, dan gatal-gatal di badan. Dulu sebelum pandemi, mama berobat ke puskesmas. Namun setelah pandemi, berobat di puskesmas dibatasi untuk mengurangi penyebaran virus corona ya. Jadi mama tidak sama sekali ke puskesmas, melainkan inisiatif memetik daun-daun di sekitar rumah untuk dijadikan obat, direbus dan diminum. Ini sudah rutin dilakukan. Untuk meredakan sakit gigi yang kepalang sakit, mama meminta dibelikan obat sakit gigi di toko obat. Menggunakan bedak gatal seperti salicyl dan herocyn. Mama pernah pergi ke klinik karena sakitnya sudah tidak bisa ditahan lagi dan ku temani kesana. Konsultasi dengan dokter sekarang harus menggunakan kebiasaan terbaru seperti cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Lalu gigi mama tidak dilihat sama sekali, hanya ditanya-tanya saja. Jadi dokter betul-betul menerapkan protokol kesehatan.
Sejak pandemi, bapak jadi orang paling peduli dengan kebersihan alias cerewet banget kalau kamu masuk rumah tidak cuci tangan dan kaki dulu, minimal disemprot handsanitizerdeh. Walau kami sebagai anak kadang inget kadang lupa ini, seneng dengan kecerewisian bapak karena bener-bener menerapkan gaya hidup sehat. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam pun bersabda dalam haditsnya yang berbunyi "Kebersihan adalah sebagian dari iman". Jadi sebagai cerminan Muslim yang taat, kita patut mengutamakan kebersihan diri, pakaian, makanan dan lingkungan.
Nah, itu adalah beberapa perubahan yang lebih baik setelah masa corona ini yang dirasakan keluarga penulis. Adaptasi di era New Normal yang berguna ini memberikan dampak ke kehidupan kita sehari-hari. Lebaran yang sudah dilewati dua kali (lebaran puasa dan haji) pun cukup bersilaturahmi dari jarak jauh or via media sosial, rasanya masih sama walau tidak bisa bertatap muka langsung. Syukurnya sekarang dengan kecanggihan teknologi, masih bisa lihat wajah lawan bicara lewat video call (VC).
Nah, itu adalah beberapa perubahan yang lebih baik setelah masa corona ini yang dirasakan keluarga penulis. Adaptasi di era New Normal yang berguna ini memberikan dampak ke kehidupan kita sehari-hari. Lebaran yang sudah dilewati dua kali (lebaran puasa dan haji) pun cukup bersilaturahmi dari jarak jauh or via media sosial, rasanya masih sama walau tidak bisa bertatap muka langsung. Syukurnya sekarang dengan kecanggihan teknologi, masih bisa lihat wajah lawan bicara lewat video call (VC).
Jadi, itu kisahnya tentang adaptasi kebiasaan baru di tahun 2020 ini. Bencana alam dan wabah penyakit yang datang tidak seorang pun tahu dan bisa memprediksi. Sebagai manusia, usaha yang terbaik yang bisa dilakukan ialah mematuhi peraturan pemerintah, berpikiran positif, berhemat dalam berbelanja dan berusaha menabung. Ikhtiar tetap dilakukan dan jangan pernah memandang remeh apapun. Sekian dulu ya dari penulis. Nanti berjumpa lagi di tulisan berikutnya. Kalau agan dan sista sudah merasakan apa di masa pandemi ini? Cerita yuk di kolom komentar


Sumber tulisan : pengalaman pribadi dan disini
lsenseyel memberi reputasi
1
896
4
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan