CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Spiritual /
Renungan Harian Air Hidup - "Visi Pekerjaan Tuhan (1)" - Kutipan 288
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f55bc93f4d6955f646f92e2/renungan-harian-air-hidup---quotvisi-pekerjaan-tuhan-1quot---kutipan-288

Renungan Harian Air Hidup - "Visi Pekerjaan Tuhan (1)" - Kutipan 288


Renungan Harian Air Hidup - "Visi Pekerjaan Tuhan (1)" - Kutipan 288

Pada waktu itu, sebagian dari pekerjaan Yesus sesuai dengan Perjanjian Lama, dan juga hukum Musa serta firman yang diucapkan Yahweh selama Zaman Hukum Taurat. Semua ini Yesus gunakan untuk melakukan sebagian dari pekerjaan-Nya. Dia berkhotbah kepada orang-orang dan mengajar mereka di rumah ibadat, dan Dia menggunakan nubuat para nabi di Perjanjian Lama untuk menegur orang-orang Farisi yang bermusuhan dengan-Nya, dan menggunakan firman dalam Alkitab untuk mengungkapkan ketidaktaatan mereka dan dengan demikian mengutuk mereka. Karena mereka memandang rendah apa yang telah dilakukan Yesus; khususnya, banyak dari pekerjaan Yesus tidak sesuai dengan hukum Taurat di dalam Alkitab, dan lebih jauh lagi, apa yang Dia ajarkan lebih tinggi dari kata-kata mereka sendiri, dan bahkan lebih tinggi dari apa yang telah dinubuatkan oleh para nabi di dalam Alkitab. Pekerjaan Yesus hanya demi penebusan manusia dan penyaliban. Jadi, tidak perlu bagi-Nya untuk mengatakan lebih banyak firman untuk menaklukkan siapa pun. Banyak dari apa yang Dia ajarkan kepada manusia diambil dari firman dalam Alkitab, dan walaupun pekerjaan-Nya itu tidak melebihi Alkitab, tetap saja Dia dapat menyelesaikan pekerjaan penyaliban. Pekerjaan-Nya bukan pekerjaan firman, juga bukan demi menaklukkan manusia, melainkan pekerjaan untuk menebus umat manusia. Dia hanya bertindak sebagai korban penghapus dosa bagi umat manusia, dan tidak bertindak sebagai sumber firman bagi umat manusia. Dia bukan melakukan pekerjaan bangsa-bangsa non-Yahudi, yaitu pekerjaan menaklukkan manusia, melainkan melakukan pekerjaan penyaliban, pekerjaan yang dilakukan di antara mereka yang percaya akan adanya Tuhan. Meskipun pekerjaan-Nya dilakukan atas dasar Alkitab, dan Dia menggunakan apa yang dinubuatkan oleh para nabi zaman dahulu untuk mengutuk orang-orang Farisi, ini cukup untuk menyelesaikan pekerjaan penyaliban. Jika pekerjaan pada zaman sekarang ini tetap dilakukan atas dasar nubuat para nabi zaman dahulu dalam Alkitab, engkau sekalian tidak mungkin ditaklukkan, karena Perjanjian Lama tidak berisi catatan mengenai ketidaktaatan dan dosa-dosamu, wahai orang-orang Tiongkok, di sana tidak terdapat sejarah mengenai dosa-dosamu. Jadi, jika pekerjaan ini masih terdapat dalam Alkitab, engkau sekalian tidak akan pernah menyerah. Alkitab mencatat sejarah Israel yang terbatas, yang tidak mampu menentukan apakah engkau sekalian jahat atau baik, atau menghakimimu. Bayangkan seandainya Aku menghakimimu menurut sejarah orang Israel—akankah engkau sekalian tetap mengikuti Aku seperti yang engkau sekalian lakukan hari ini? Tahukah engkau betapa sulitnya engkau semua? Jika tidak ada firman yang diucapkan selama tahap ini, mustahil menyelesaikan pekerjaan penaklukan. Karena Aku tidak datang untuk dipaku di kayu salib, Aku harus mengucapkan firman yang terpisah dari Alkitab, agar engkau sekalian dapat ditaklukkan. Pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus hanyalah tahap yang lebih tinggi dari Perjanjian Lama; pekerjaan itu digunakan untuk memulai sebuah zaman, dan memimpin zaman tersebut. Mengapa Dia berkata, "Aku datang bukan untuk melenyapkannya, melainkan untuk menggenapinya"? Namun dalam pekerjaan-Nya ada banyak yang berbeda dengan hukum Taurat yang diterapkan dan perintah-perintah yang diikuti oleh orang Israel dalam Perjanjian Lama, karena Dia tidak datang untuk mematuhi hukum, tetapi untuk menggenapinya. Proses penggenapan itu mencakup banyak hal aktual: pekerjaan-Nya lebih praktis dan nyata, dan selain itu, pekerjaan itu lebih hidup, dan bukan ketaatan buta kepada doktrin. Apakah orang Israel tidak menghormati hari Sabat? Ketika Yesus datang, Dia tidak menghormati hari Sabat, karena Dia berkata bahwa Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat, dan ketika Tuhan atas hari Sabat itu tiba, Dia akan melakukan apa yang Dia inginkan. Dia datang untuk menggenapi hukum Perjanjian Lama dan mengubah hukum. Semua yang dilakukan pada zaman sekarang adalah berdasarkan pada saat sekarang, tetapi semua itu tetap berlandaskan pada pekerjaan Yahweh di Zaman Hukum Taurat, dan tidak melampaui lingkup ini. Menjaga lidahmu, dan tidak melakukan perzinahan, misalnya—bukankah ini adalah hukum Perjanjian Lama? Hari ini, apa yang dituntut darimu tidak hanya terbatas pada Sepuluh Perintah, melainkan mencakup perintah dan hukum-hukum yang lebih tinggi dari yang datang sebelumnya, tetapi ini tidak berarti bahwa apa yang datang sebelumnya telah dihapuskan, karena setiap tahap pekerjaan Tuhan dilakukan berlandaskan apa yang datang sebelumnya. Mengenai apa yang Yahweh perkenalkan kepada Israel, seperti memerintahkan agar orang mempersembahkan korban bakaran, menghormati orang tua mereka, tidak menyembah berhala, tidak menyerang atau mengutuk sesama, tidak melakukan perzinahan, tidak merokok atau minum minuman keras, dan tidak makan daging hewan yang sudah mati atau minum darah: bukankah semua ini membentuk landasan bagi tindakan nyatamu bahkan di zaman sekarang? Berdasarkan landasan masa lalulah pekerjaan tersebut dilakukan sampai hari ini. Meskipun hukum masa lalu tidak lagi disebutkan, dan tuntutan-tuntutan baru telah dibuat untukmu, hukum-hukum ini sama sekali tidak dihapuskan, sebaliknya, hukum-hukum tersebut telah ditingkatkan ke status yang lebih tinggi. Mengatakan bahwa hukum-hukum tersebut telah dihapus berarti bahwa zaman sebelumnya sudah ketinggalan zaman, padahal ada sebagian perintah yang harus engkau hormati untuk selamanya. Perintah-perintah masa lalu telah dilakukan, sudah menjadi jiwa manusia, dan tidak perlu mengulangi perintah untuk tidak merokok, tidak minum minuman keras, dan sebagainya. Di atas landasan inilah, perintah-perintah baru ditetapkan sesuai dengan kebutuhanmu pada zaman sekarang, sesuai dengan tingkat pertumbuhanmu, dan sesuai dengan pekerjaan zaman sekarang. Menetapkan perintah-perintah untuk zaman yang baru tidak berarti menghapuskan perintah-perintah zaman yang lama, tetapi mengangkatnya lebih tinggi di atas landasan ini, untuk membuat tindakan-tindakan manusia lebih sempurna, dan lebih sesuai dengan kenyataan. Jika, hari ini, engkau sekalian hanya diminta untuk mengikuti perintah dan mematuhi hukum Perjanjian Lama, dengan cara yang sama seperti orang Israel, dan bahkan jika engkau diharuskan untuk menghafal hukum yang ditetapkan oleh Yahweh, tidak mungkin engkau bisa berubah. Jika engkau sekalian hanya mematuhi beberapa perintah terbatas atau menghafal hukum yang tak terhitung jumlahnya, sifat lamamu akan tetap tertanam kuat, dan tidak akan ada cara untuk mencabutnya. Dengan demikian engkau sekalian akan menjadi semakin bejat, dan tidak seorang pun dari antaramu akan menjadi patuh. Artinya, beberapa perintah sederhana atau hukum yang tak terhitung jumlahnya tidak dapat membuat engkau sekalian mengetahui perbuatan Yahweh. Engkau tidak sama dengan orang Israel: dengan mengikuti hukum dan menghafal perintah-perintah, mereka dapat menyaksikan perbuatan Yahweh, dan memberikan pengabdian mereka kepada-Nya saja, tetapi engkau sekalian tidak dapat mencapai hal ini, dan beberapa perintah dari zaman Perjanjian Lama tidak hanya tidak mampu membuatmu menyerahkan hatimu, atau melindungimu, tetapi malah akan membuatmu lalai, dan akan menurunkanmu ke alam maut. Karena pekerjaan-Ku adalah pekerjaan penaklukan, dan ditujukan pada ketidaktaatan dan sifat lamamu. Firman yang disampaikan baik oleh Yahweh maupun Yesus jauh sekali dari firman penghakiman zaman sekarang yang keras. Tanpa firman yang keras seperti itu, mustahil untuk menaklukkan engkau sekalian "para ahli", yang sudah tidak taat selama ribuan tahun. Hukum Taurat Perjanjian Lama sudah sejak lama kehilangan kekuatannya atas dirimu, dan penghakiman pada zaman sekarang jauh lebih hebat daripada hukum yang lama. Yang paling cocok untukmu adalah penghakiman, dan bukan pembatasan hukum yang sepele, karena engkau sekalian bukan manusia di masa awal, tetapi manusia yang telah rusak selama ribuan tahun. Apa yang harus diraih manusia saat ini adalah sesuai dengan keadaan manusia yang sesungguhnya saat ini, sesuai dengan kualitas dan tingkat pertumbuhan manusia yang sebenarnya di masa sekarang, dan itu tidak mengharuskanmu untuk mengikuti doktrin. Ini agar perubahan dapat dicapai pada sifat lamamu dan agar engkau dapat menyingkirkan pemahamanmu. Apakah engkau pikir perintah-perintah itu adalah doktrin? Perintah-perintah itu dapat dikatakan sebagai tuntutan normal bagi manusia. Perintah-perintah itu bukanlah doktrin yang harus engkau ikuti. Misalnya, merokok dilarang—apakah itu doktrin? Itu bukan doktrin! Ini diharuskan oleh kemanusiaan yang normal; itu bukan doktrin, tetapi aturan untuk seluruh umat manusia. Hari ini, belasan perintah yang telah ditetapkan juga bukanlah doktrin, tetapi apa yang diperlukan untuk menjadi manusia normal. Orang-orang tidak memiliki atau mengetahui hal-hal seperti itu di masa lalu, sehingga mereka diharuskan mencapainya di masa kini, yang tidak dianggap sebagai doktrin. Hukum tidak sama dengan doktrin. Doktrin yang Aku bicarakan mengacu pada upacara, formalitas atau perbuatan manusia yang menyimpang dan salah; itu adalah aturan dan peraturan yang tidak membantu manusia, tidak bermanfaat baginya, dan itu adalah tindakan yang tidak berarti. Ini adalah contoh doktrin, dan doktrin semacam itu harus dibuang, karena tidak bermanfaat bagi manusia. Yang harus dilakukan adalah yang bermanfaat bagi manusia.
Diubah oleh LiliMayasari


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di