CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Burung /
Lumajang Akan Gunakan Burung Hantu Sebagai Pengendali Hama di Sawah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f4dad06365c4f41406da285/lumajang-akan-gunakan-burung-hantu-sebagai-pengendali-hama-di-sawah

Lumajang Akan Gunakan Burung Hantu Sebagai Pengendali Hama di Sawah

Lumajang Akan Gunakan Burung Hantu Sebagai Pengendali Hama di SawahArea persawahan yang baik adalah yang kondisi lingkungannya terjaga dari bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan ekosistem. Oleh sebab itu pengendalian hama yang paling direkomendasikan adalah yang menggunakan bahan alami, diantaranya adalah menggunakan musuh alami hama.

Salah satu musuh alami hama tikus diantaranya adalah burung hantu. Dengan mengembangbiakkan burung ini maka populasi tikus yang ada di area persawahan akan jauh berkurang karena akan dimangsa olehnya.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) menilai, upaya pengembangbiakkan burung hantu dirasa tepat untuk menanggulangi serangan hama tikus di area persawahan.

Mengingat, burung hantu sangat efektif untuk mengendalikan hama tikus yang kerap membuat tanaman padi para petani terancam gagal panen.

Dikutip dari laman resmi Pemkab Lumajang, Minggu 30 Agustus 2020, Cak Thoriq tengah menyerahkan Burung Hantu jenis Serak Jawa (Tyto Alba) kepada Kelompok Tani Sumoroto II, di wilayah Desa Tempurejo Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang.

Hal ini sebagai bentuk dukungan akan penggunaan burung hantu sebagai pengendali hama bagi para petani. 

“Keberadaan burung hantu sangat bermanfaat untuk menanggulangi serangan hama tikus di area persawahan, karena burung hantu sangat efektif untuk mengendalikan hama tikus merusak tanaman yang dapat menggagalkan panen,”ujar Cak Thoriq.

Menurut dia, ide dan inovasi yang dilakukan oleh salah satu Kelompok Tani yang berada di wilayah Kecamatan Tempursari tersebut luar biasa, karena menyelesaikan problem pertanian dengan cara yang benar yaitu salah satunya dengan melakukan pengembang biakan burung hantu jenis Tyto Alba.

"Kita sering kali begitu ada hama tikus selalu berpikir untuk menyelesaikannya dengan cara diberikan obat, namun Kelompok Tani Sumoroto II memiliki ide dan inovasi yang luar biasa, karena kelompok tani ini bersepakat untuk menyelesaikan problem pertaniannya dengan cara yang benar dengan mengembangbiakkan burung hantu," ujarnya.

Dirinya juga berharap, agar inovasi dengan pemanfaatan burung hantu kembali dibudidayakan di sekitar areal persawahan, dan dapat dijadikan contoh bagi pertanian di kelompok tani yang lain."Semakin banyak burung hantu disekitar persawahan, maka hama tikus akan semakin berkurang. Dengan begitu, Saya berkeinginan begitu ini lebih produktif dan persawahannya lebih bagus harapannya nanti punya nilai tambah,"tuturnya.


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di