CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Mengapa Harga Rempah-rempah Tidak Lagi Semahal Emas?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f47afff10d29529ff345d38/mengapa-harga-rempah-rempah-tidak-lagi-semahal-emas

Mengapa Harga Rempah-rempah Tidak Lagi Semahal Emas?

Quote:


Hai GanSis!! Kalau ditanya kenapa bangsa Eropa rela jauh-jauh dari barat ke timur, menjelajah wilayah yang bahkan mereka belum pernah jajaki. Maka jawabnya karena rempah-rempah.

Tanaman penuh khasiat yang kembali naik daun di masa Pandemi Covid-19 ini, di masa penjajah Belanda dulu, harga rempah rempah bahkan setara harga emas. Pantas saja dari hasil monopoli VOC atas rempah-rempah di Nusantara, mampu memperbaiki ekonomi Belanda yang hancur akibat perang.

Pertanyaannya kini, jika dulu rempah-rempah pernah berjaya. Lantas mengapa kini rempah-rempah seperti biasa-biasa saja. Maksudnya, mana yang katanya lebih mahal dari emas, tanaman para dewa dan sebagainya.

Dari 17 Agustus kemarin, saya sudah kepikiran ingin buat thread tentang mengapa kejayaan rempah-rempah tidak bertahan sampai Indonesia merdeka. Sudah cari bahannya kesana-sini secara daring. Namun sepertinya referensi saya belum cukup. Kiranya GanSis semua bisa melengkapi.

Dari beberapa artikel yang sudah saya baca. Saat VOC masih berkuasa di Nusantara, harga rempah-rempah mengalami penurunan. Gak tahu sebabnya kenapa, yang jelas sejak saat itu VOC mulai melirik komoditas lainnya seperti Kopi dan Teh. Pulau Jawa jadi target eksploitasi selanjutnya. Dan Maluku atau Indonesia bagian timur perlahan dilupakan. Ibaratnya "Habis manis, sepah dibuang."

Secara pastinya saya kurang tahu kapan tepatnya atau mengapa rempah-rempah ini harganya mulai turun. Tapi salah satu artikel Tirto, menjelaskan bahwa ada salah kelola VOC terhadap rempah-rempah ini. Mereka hanya mengeksploitasi, bukan eksplorasi. Tidak ada riset ilmiah lebih mendalam terhadap rempah-rempah. Bahkan rumornya, Belanda dulu kalau mengambil Pala, Cengkeh dan sejenisnya. Diambil se-pohon-pohonnya sampai akar-akarnya. Bahkan demi memenangkan persaingan rempah-rempah, VOC sampai memusnahkan tanaman rempah-rempah. Gak tahu deh pastinya.

Padahal dulu kalau mau dikembangkan lagi, kawasan Maluku bisa dijadikan laboratorium raksasa. Rempah-rempah bisa dikembangkan lagi untuk bumbu masak, ketimbang cuma afrodisiak. 

Rempah-rempah kini?

Apa kabar rempah-rempah sekarang? Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, penangkal Covid-19, dijadikan kalung. Bisa jadi.

Oke-oke, penjelasanya singkat saja ya. Saya lagi males nulis, soalnya lagi musim hujan, ternak saya banyak yang sakit.. :tepar:tepar



Sebenarnya permintaan internasional akan rempah-rempah masih tinggi. Hanya saja, Indonesia sendiri belum bisa memenuhi permintaan tersebut.

Berdasarkan data Trade Map 2019,  potensi ekspor rempah Indonesia sebesar 1,6 milyar dolar AS, namun nilai ekspor aktualnya hanya 798  juta dolar AS, sehingga potensi ekspor rempah yang belum dimanfaatkan sebesar 844,5 juta dolar AS

Faktor penyebabnya karena gagal panen akibat cuaca buruk. Produksi rempah-rempah dalam negeri juga masih didominasi perkebunan rakyat. Sehingga hasil panen rempah-rempah belum bisa optimal.

Kemudian ada India dan Vietnam, sebagai negara pesaing dalam hal perdagangan rempah. Jika Indonesia tidak segera membuat terobosan, maka kita akan terus tertinggal.

Tapi soal negara lain bukan jadi soal. Terpenting ialah usaha di dalam negerinya. Permintaan internasional akan rempah-rempah sebenarnya tinggi. Namun hasil perkebunan rempah-rempah dalam negeri belum cukup. Dan kesejahteraan petani rempah-rempah belum terpenuhi. Karena umumnya hasil rempah-rempah hanya dijual mentah, dan itu harganya murah.

Jadi kira-kira begitu ya, untuk menjawab kenapa harga rempah-rempah tidak semahal di jaman Belanda. sebenarnya bukan semata harganya turun. Permintaannya ada, tapi tidak bisa dipenuhi. Dan jika hanya hasil mentah saja yang dijual, tentu kurang bernilai ekonomi.

Kita juga bisa pakai prinsip ekonomi. Ketika permintaan tinggi, sementara pasokan rendah. Maka harga jual naik. Begitupun sebaliknya.

Ini menurut saya ya, koreksi bila salah. Jaman Hindia Belanda, di Eropa kala itu harga rempah-rempah sangat tinggi bahkan melebihi harga emas. Jelas saja bisa begitu. Eropa yang biasanya mendapatkan rempah-rempah dari Timur Tengah. Semenjak keruntuhan Konstantinopel, bangsa Eropa dilarang berdagang atau membeli barang dagangan di kawasan Timteng.

Maka itu bangsa Eropa mencari rute baru ke timur. Memutari Afrika hingga sampai ke Nusantara. Sebuah penjelajahan dan pelayaran luar biasa dan tidak mudah. Maka wajar saja harga rempah-rempah sangat mahal pada masanya.

Lama kelamaan kan terjadi perkembangan. Tanaman rempah-rempah dikembangkan dan uji coba ditanam ke wilayah lain. Seperti Prancis contohnya.

Atas perintah Raja Louis XV, Poivre—yang kebetulan arti namanya dalam bahasa Perancis adalah lada—ditugaskan melakukan ekspedisi pertamanya ke Maluku pada 1749 hingga 1756 dengan misi mencari rempah-rempah termasuk semua biji yang menghasilkan makanan, biji pohon buah, dan sayur-sayuran.

Hasil pencarian itu kemudian dibawa lalu ditanam di Mauritius. Pulau kekuasaan Perancis (ilê de France) di Afrika Timur itu dikehendaki Poivre dapat dibangun sebagai sentra tanaman budidaya milik Perancis. Segala jenis tanaman rempah-rempah seperti pala, cengkih, kayumanis, dan lada (termasuk berbagai jenis buah dan sayuran) berhasil dibudidayakan di Mauritius. Pada 1783, proyek budidaya rempah-rempah Poivre berhasil dilakukan dengan hasil memuaskan.


Saya jadi terpikir sama masker di masa Pandemi Covid-19 sekarang. Orang-orang yang mencoba me-monopoli stok masker, justru nyungsep. Seperti rempah-rempah yang di monopoli VOC, juga akhirnya tidak seharum aroma rempah-rempah itu sendiri. Tokh pihak lain ternyata bisa mengembangkannya, bahkan lebih baik dan memiliki penambahan nilai. Kalau terlalu bernafsu pada motif ekonomi semata, maka hasilnya biasanya tidak terlalu baik.



Yauda ya, gak terasa post thread ini sudah lebih dari 730 kata. Di tunggu cendol dan komennya, bye..



Rianda Prayoga @riandaprayoga
Binjai, 27 Agustus 2020


Spoiler for sumber & referensi:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ujellyjello dan 53 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh riandyoga
Halaman 1 dari 4
Rempah2 drop karena fungsinya berkurang
Di jaman dark ages.... fungsi utama rempah2 adalah pengawetan.... skrg uda ada kulkas...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trac0ne dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Fungsi utama rempah Kan untuk bumbu makanan, setelah ditemukannya benua amerika jg ditemukan berbagai tanaman Baru seperti jagung, singkong, ubi, coklat, tomat, kentang.

Ini menambah pilihan di dapur dan otomatis permintaan rempah juga ikut menurun.

Kalau soal pengawetan makanan di eropa sudah Ada teknik pengasapan, dehidrasi dan penggaraman. Serta pembuatan keju Dari Susu.

Kuliner eropa sebelum ditemukan benua amerika didominasi bawang, wortel, daging, ikan, Kerang, garam, diary product, telur, apple vinegar, roti gandum dan grain sejenisnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trac0ne dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh leo.ambles
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Rempah2 fungsi awal nya utk pengawetan makanan tp beda dg garam. Pala juga memberi citarasa terutama pada daging yg diawetkan berbulan2 .
Sehingga berharga mahal pada masanya karena hanya raja, bangsawan dan orang kaya yg mampu membelinya.
Bayangkan dulu sebelum ada rempah2 berarti masakan eropa cuman digaramin aja .
Saking berharga nya Belanda rela menukar koloni nya di Manhattan Amerika dg Pula Run yg kaya Pala di Banda Maluku yg awalnya dikuasai Inggris.
Tp setelah adanya teknologi pengawetan yg lebih ekonomis spt Pengasapan dan pendinginan (kulkas) plus telah ditemukan daerah2 penghasil rempah2 selain di Nusantara akibatnya demand nya berkurang dan akhirnya drop.

Sebenarnya sudah ada peneliti Belanda yg menyarankan agar VOC melakukan budidaya tanaman rempah di Maluku tp Belanda lebih suka mengalihkan komoditas ekspornya ke tembakau, kopi dan gula yg gampang ditanam di Jawa dan Sumatra
profile-picture
profile-picture
profile-picture
comrade.frias dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
nice enpoh gan.
ane kira tuh rempah d pake masak ama raja2 dulu kyk indonesia wkwkwk
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ya krn bisa ditanam dan dikembangkan.
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Nice thread, Agan.

Selain itu, sekarang fungsi rempah tak sepenting dulu. Zaman dahulu, rempah digunakan untuk menghangatkan tubuh di musim dingin, sebagai bahan pengawet, dan bumbu masak. Seiring perkembangan zaman, dua fungsi sebelumnya udah gak related lagi. Tersisa hanya fungsi rempah sebagai bumbu dapur.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan 3 lainnya memberi reputasi
Sebabnya ga tau kenapa?? Yah kelangkaan barang lah
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Sederhananya begini rempah2 bisa dibudidayakan sedangkan emas tidak
Itu yg membuat harga emas tiap tahunnya mengalami peningkatan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
leo.ambles dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Klo rempah-rempah semahal emas dijamin emak-emak bakal turun kejalan demo sambil goyang tik tok. emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
leo.ambles dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Karena oh karena
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Kapolaga masih di harga 240/kg, cengkeh kering yg turun drastis dari 70/kg jadi 55/kg .

Simpelnya karena stok yg melimpah namun permintaan pasar sedikit. Jadinya banting harga emoticon-Shutup
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan 5 lainnya memberi reputasi
15 tahun kedepan para petani dan pekebun akan kehilangan penerusnya karena cita-cita anak milenial menjadi Youtuber emoticon-Games
profile-picture
profile-picture
profile-picture
g3nk_24 dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Rempah-rempah alami bisa menyegarkan badan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan 2 lainnya memberi reputasi
Mahal itu di barat
Karena biaya kirim
Bayar pajak di berbagai negara
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Rinka17
Kalo imajinasi ane sih rempah-rempahnya ada termasuk zat addictive yang dibuat dari daun (yang terakhir sama menteri pertanian mau dilegalkan) makanya mahal dan bikin china sewain hong kong 100 taon
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Dulu bngt, rempah2 itu bahan baku yg super langka, kini mlh jd bahan pasaran, gan.....
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan kaiharis memberi reputasi
Karna kemakan jaman sudah banyak dan gampang untuk budidaya rempah2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan 2 lainnya memberi reputasi
karna petani lagi panen tiba2 pemerintah impor produk sejenis , kan pinter . produk surplus jadilah harga lokal jeblok dalihnya perdagangan bebas , mungkin yg kasih kebijakan impor udah di gaplok duit segepok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fujapo dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Masih ada kok rempah yang muahal buanggettt....

SAFFRON
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Saya kerja di industri ini gan
Mungkin sedikit info yg saya tau.
Seperti vanili natural kita hanya jual bahan baku. Belum pernah Nemu produsen lokal yg bisa olah jadi hasil jadi.
Tempat saya kerja aja buat vanili sintetis permintaan gila2an malah tiap bulan digenjot produksi nya.
Karena permintaan nya bener2 tinggi.

Permintaan minyak sereh lagi tingginya, padahal modalnya murah. Yang buat anti nyamuk itu loh

Minyak Cengkeh Malah kita kekurangan bahan baku. Karena sudah banyak perusahaan baru berdiri, sedangkan bahan baku terbatas.
Penyakit dulunya Tomi Soeharto monopoli ini harga dipegang dia jadi harga murah, akhirnya petani tebang pohon cengkeh. Cek aja di sumber lain ceritanya.
Makanya kita kesulitan bahan baku sekarang.
Dulu aja saking sulitnya ke Madagaskar.
Belum lagi mafia tengkulak bahan baku
Ckckck

Industri ini ada trennya gan.
Tapi stabil adalah minyak Nilam, pengikat parfum.
Selalu dibutuhkan dan harga yg bagus.
Makanya kalau liat parfum bermerek sekian harganya
Selalu ketawa kecil karena memang harga bahan bakunya aja sudah mahal.

Kalo untuk VOC memilih kopi dan teh kemungkinan keuntungan yg besar 2 komoditas itu tapi rempah tetap ada permintaan.
Istilahnya kita cari untung gede, ngapain repot-repot yg untungnya biasa aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gailham dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 12 balasan
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di