TS
yukkikana
Belajar Daring, Kekurangan dan Kelebihannya

Tidak hanya merenggut banyak jiwa, virus corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan pada akhir 2019 lalu merubah banyak hal di hidup kita, mulai dari gaya hidup, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

Ilustrasi Covid-19
Sumber Foto : https://www.google.com/amp/s/www.tal...a-pandemi/amp/
Virus ini menyebar dengan sangat cepat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Beberapa negara saat ini masih melakukan lockdown, beberapa juga sudah mengklaim bahwa mereka telah merdeka dari virus corona.

Ilustrasi PSBB dan Lockdown
Sumber Foto : https://www.google.com/amp/s/www.ali...psbb-b1ZNb9uwK
Di Indonesia sendiri, penambahan jumlah kasus terinfeksi corona tiap harinya semakin tinggi. Untuk menekan angka kasus yang semakin tinggi tersebut, pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar atau yang juga dikenal dengan PSBB sehingga kegiatan di luar ruangan pun sebisa mungkin dilakukan dari rumah, seperti proses pembelajaran.



Pembelajaran secara daring saat ini memiliki sisi positif dan negatif, berikut ini akan saya paparkan.
Dampak positif :
1. Ketika di sekolah, biasanya kita mencatat pelajaran yang diberikan oleh guru agar dapat dipelajari kembali di rumah, tapi cara ini cukup memakan waktu dan tidak semua murid mau melakukannya. Nah, karena di masa pandemi ini pembelajaran dilakukan secara daring, materi yang diberikan oleh guru pun kebanyakan berbentuk berkas digital (PDF, Word Text, Presentasi Power Point, dan lainnya). Hal ini memberi keuntungan bagi murid di mana murid dapat dengan mudah mengunduh materi itu dan membaca, lalu memahaminya kapanpun dan di manapun.


2. Tentunya murid dan guru dapat aman dari virus corona. Dengan tetap di rumah, hal ini juga dapat menekan angka kasus terinfeksi dan mempersempit area penyebaran virus corona.

Ilustrasi Terlindung Dari Covid-19
Sumber Foto : https://www.google.com/amp/s/www.ali...d-19-b1ZLm9tdz
3. Kita bisa bersantai kita mengerjakan tugas. Biasanya, beberapa murid suka berbohong izin ke WC, tapi malah pergi ke kantin beli makanan. Nah, karena belajar dari rumah, nggak perlu lagi, dong, ngelakuin itu. Kita bisa buat tugas sambil makan, minum, mendengar musik, main game, dan lainnya.

4. Komunikasi antara anak dan orang tua semakin erat. Orang tua juga membantu dalam proses pembelajaran daring, orang tua bisa menjadi guru untuk anak dan juga sebagai motivator. Hal ini bisa mempererat hubungan antara orang tua dan anaknya.
Dampak negatif :
1. Maraknya kejahatan cyber. Beberapa waktu lalu sempat gempar tentang salah satu aplikasi yang juga digunakan dalam proses pembelajaran yang dituding menjual data pribadi penggunanya di darkweb. Hal ini tentu saja menimbulkan ketakutan pada banyak orang. Terlebih lagi, data pribadi kita tersebut bisa saja digunakan untuk kejahatan.

Ilustrasi Cyber Crime
Sumber Foto : https://m.liputan6.com/tekno/read/20...ercrime-global
2. Siswa kesulitan menangkap materi. Cara belajar itu ada tiga, yaitu visual, audiotori, dan kinestetik. Murid dengan cara belajar visual cenderung lebih mudah memahami yang ia baca. Murid dengan cata belajar audiotori cenderung mudah memahami yang ia dengar/dijelaskan oleh guru. Murid dengan cara belajar kinestetik cenderung lebih mudahkmemahami pelajaran jika dipraktekkan. Pembelajaran secara daring tentu tidak efektif untuk semua cara pembelajaran. Terlebih lagi, gangguan yang bisa saja murid dapat dari keluarga juga suka menghilangkan semangat untuk belajar dan juga konsentrasinya terganggu.
3. Perlu mengeluarkan banyak uang. Karena pembelajaran dilakukan secara daring, maka kuota seluler pun harus ada agar dapat mengikuti pelajaran. Tidak jarang, murid harus absen dari pelajaran karena tidak bisa membeli kuota.

4. Sinyal internet yang tidak menentu. Agar bisa lancar belajar daring, sinyal internet yang bagus juga menjadi faktor pendukung. Namun, tidak semua daerah di Indonesia memiliki sinyal yang bagus. Di tempat saya pun juga begitu. :"(

5. Tidak semua siswa memiliki HP untuk mengikuti pembelajaran. Saya pernah melihat di berita tentang seorang ayah yang sampai nekat mencuri HP agar anaknya bisa ikut pembelajaran daring. Miris sekali saya dengan hal ini. Saya pun juga terkadang kesulitan karena HP yang bisa disebut sudah jadul dan cepat habis baterai.

Awalnya sulit untukku beradaptasi dengan pandemi ini. HP-ku itu kalo mau di-charge harus lepas baterai. Jadi, harus tahan keinginan main HP selain untuk sekolah. Untuk memahami pelajaran juga aku cukup terkendala. Aku lebih mudah memahami pelajaran jika dijelaskan secara langsung oleh guru. Untuk pandemi sekarang ini, terkadang ada sesi belajar via video call. Namun, tetap saja terasa bedanya antara daring dan tatap muka Namun, karena pandemi belum reda, harus pasrah dulu dengan keadaan. Aku juga pernah denger psikolog yang ngomong kalau mindset kita itu, rumah tempat kita istirahat. Lalu, karena sekarang semuanya dari rumah, cukup sulit untuk mengumpulkan niat. Di rumah isi kepala cuma istirahat aja. Meski awalnya kesusahan, aku selalu berusaha untuk mengikuti dan mengerjakan setiap pelajaran. Jadi, sekarang sudah mulai lumayan.
Ya, sampai di sini yang bisa saya sampaikan. Jika kalian ingin menambahkan pendapat kalian di komentar, itu sangat membantu. Sampai nanti di thread selanjutnya.
Merangkum dari :
https://www.kompasiana.com/muhammadh...ovid-19?page=2
https://www.google.com/amp/s/jambi.t...if-dan-negatif
https://www.google.com/amp/s/mantras...cek-rahasianya
https://www.google.com/amp/s/amp.kom...kukan-lockdown
Diubah oleh yukkikana 27-08-2020 15:10
Bgssusanto88 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
157
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan