- Beranda
- Komunitas
- Story
- B-Log Personal
Memalukan!!! Kejadian H+1 Hari Kemerdekaan Malunya Masih Terbawa Sampai Saat Ini
TS
lurika
Memalukan!!! Kejadian H+1 Hari Kemerdekaan Malunya Masih Terbawa Sampai Saat Ini

Assalamualaikum GanSist.
Welcome back di thread ane lagi nih. Ane TS yang hobinya rebahan, mau sedikit berbagi pengalaman memalukan yang malunya kebawa sampe detik ini.
Hmmm. Pengalaman memalukan kok mau dibagi sih? Nah, itu dia. Walaupun memalukan tapi ane bisa ngambil hikmah dari kisah ini.
OK. Tak perlu berlama-lama lagi, ane akan langsung menceritakannya. Siap GanSist? Scroll aja.
*****
Ceritanya terjadi saat ane duduk di kelas 2 SMK. Waktu itu ane sekolahnya di sekolah kejuruan disalah satu provinsi. Kejadiannya terjadi sehari setelah upacara tujuh belasan yang pada waktu itu jatuh pada hari minggu. Dan pada tanggal 18 Agustus jatuh pada hari senin. Seperti biasa upacara hari senin harus dilakukan, namun kali ini upacara yang kami lakukan sedikit berbeda, kami melakukan upacara di lapangan sepakbola. Katanya, untuk memperingati kemerdekaan kemarin, sedangkan biasanya kami melakulan upacara hari senin hanya di lapangan didepan kantor utama.
Nah, sebelum upacara dimulai guru pramuka mulai menunjuk beberapa murid untuk bertugas membawa bendera, membawa teks pancasila, dan beberapa petugas lainnya seperti pengucap janji pelajar.
Dari beberapa tugas diatas ane kebagian tugas menjadi pengucap Janji Pelajar. Sedikit shock di karenakan penunjukan yang mendadak dan itu berarti latihannya bakalan terbatas, untungnya tugas yang diberikan sudah sering ane lakukan jadi kegugupan bisa ane tepis dengan cepat.
Namun sayangnya, kegugupan yang sudah ane hilangkan malah mendatangkan sikap jumawa yang berakibat fatal buat diri ane. Disaat upacara berlangsung begitu khidmat ane mengacaukan semuanya. Tugas yang ane emban malah kagak bisa ane selesaikan dengan baik.
Mengucap janji pelajar yang hanya beberapa poin itu saja malah kagak bisa, poin yang ane ucap ke bolak-balik. Sontak saja wajah ane langsung jadi pucat pasi, melihat semua itu guru pramuka ane langsung geram dan dengan sigap ia langsung mengambil alih pengucapan janji pelajar tersebut.
Jangan tanya keadaan ane waktu itu, ane hanya bisa menunduk malu karena tatapan semua orang yang ikut upacara tersebut benar-benar menghakimi ane. Ane terus menunduk hingga guru pramuka menyelesaikan pengucapan janji pelajar tersebut kemudian ane kembali ke tempat ane.
Sepanjang jalan menuju tempat ane berdiri sebelumnya, ane tidak bisa mengangkat muka, rasa jumawa yang tadinya berkobar hilang seketika, tersisa tundukan kepala yang malu hingga ane tiba di tempat semula.
Upacara kembali dilanjutkan hingga selesai. Setelah upacara selesai, ane dimarahi habis-habisan oleh guru pramuka. Ia menyinggung soal kesombongan dan kepede-an ane dalam melaksanakan tugas tadi. Tak banyak kata yang bisa ane ucap selain meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulang hal tersebut.
Yups, itu dia kisah memalukan yang ane alami. Dari kisah tersebut mengajarkan ane untuk tidak angkuh atau sombong atau bahkan merasa ke-pede-an dengan tugas yang diberikan. Ane bertekad untuk menghilangkan rasa sombong yang terkadang emang masih pengen eksis.
Sesering apapun tugas tersebut kita lakukan tak sebaiknya merasa bisa sebab kebisaan kita itu berasal dari Allah, jika Allah mencabut kebisa-an kita maka tamatlah kita.
Untuk GanSist yang budiman ane ingatkan, jangan pernah melakukan sikap seperti yang ane lakuin karena kita kagak tahu apa yang akan kita dapat dari sikap sombong kita.
Ok, Sekian sampai disini thread ane. See you nextthread GanSist. Jangan pernah bosan membaca thread-thread ane, yah. I Love You All.
Welcome back di thread ane lagi nih. Ane TS yang hobinya rebahan, mau sedikit berbagi pengalaman memalukan yang malunya kebawa sampe detik ini.
Hmmm. Pengalaman memalukan kok mau dibagi sih? Nah, itu dia. Walaupun memalukan tapi ane bisa ngambil hikmah dari kisah ini.
OK. Tak perlu berlama-lama lagi, ane akan langsung menceritakannya. Siap GanSist? Scroll aja.
*****
Ceritanya terjadi saat ane duduk di kelas 2 SMK. Waktu itu ane sekolahnya di sekolah kejuruan disalah satu provinsi. Kejadiannya terjadi sehari setelah upacara tujuh belasan yang pada waktu itu jatuh pada hari minggu. Dan pada tanggal 18 Agustus jatuh pada hari senin. Seperti biasa upacara hari senin harus dilakukan, namun kali ini upacara yang kami lakukan sedikit berbeda, kami melakukan upacara di lapangan sepakbola. Katanya, untuk memperingati kemerdekaan kemarin, sedangkan biasanya kami melakulan upacara hari senin hanya di lapangan didepan kantor utama.
Nah, sebelum upacara dimulai guru pramuka mulai menunjuk beberapa murid untuk bertugas membawa bendera, membawa teks pancasila, dan beberapa petugas lainnya seperti pengucap janji pelajar.
Dari beberapa tugas diatas ane kebagian tugas menjadi pengucap Janji Pelajar. Sedikit shock di karenakan penunjukan yang mendadak dan itu berarti latihannya bakalan terbatas, untungnya tugas yang diberikan sudah sering ane lakukan jadi kegugupan bisa ane tepis dengan cepat.
Namun sayangnya, kegugupan yang sudah ane hilangkan malah mendatangkan sikap jumawa yang berakibat fatal buat diri ane. Disaat upacara berlangsung begitu khidmat ane mengacaukan semuanya. Tugas yang ane emban malah kagak bisa ane selesaikan dengan baik.
Mengucap janji pelajar yang hanya beberapa poin itu saja malah kagak bisa, poin yang ane ucap ke bolak-balik. Sontak saja wajah ane langsung jadi pucat pasi, melihat semua itu guru pramuka ane langsung geram dan dengan sigap ia langsung mengambil alih pengucapan janji pelajar tersebut.
Jangan tanya keadaan ane waktu itu, ane hanya bisa menunduk malu karena tatapan semua orang yang ikut upacara tersebut benar-benar menghakimi ane. Ane terus menunduk hingga guru pramuka menyelesaikan pengucapan janji pelajar tersebut kemudian ane kembali ke tempat ane.
Sepanjang jalan menuju tempat ane berdiri sebelumnya, ane tidak bisa mengangkat muka, rasa jumawa yang tadinya berkobar hilang seketika, tersisa tundukan kepala yang malu hingga ane tiba di tempat semula.
Upacara kembali dilanjutkan hingga selesai. Setelah upacara selesai, ane dimarahi habis-habisan oleh guru pramuka. Ia menyinggung soal kesombongan dan kepede-an ane dalam melaksanakan tugas tadi. Tak banyak kata yang bisa ane ucap selain meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulang hal tersebut.
Yups, itu dia kisah memalukan yang ane alami. Dari kisah tersebut mengajarkan ane untuk tidak angkuh atau sombong atau bahkan merasa ke-pede-an dengan tugas yang diberikan. Ane bertekad untuk menghilangkan rasa sombong yang terkadang emang masih pengen eksis.
Sesering apapun tugas tersebut kita lakukan tak sebaiknya merasa bisa sebab kebisaan kita itu berasal dari Allah, jika Allah mencabut kebisa-an kita maka tamatlah kita.
Untuk GanSist yang budiman ane ingatkan, jangan pernah melakukan sikap seperti yang ane lakuin karena kita kagak tahu apa yang akan kita dapat dari sikap sombong kita.
Ok, Sekian sampai disini thread ane. See you nextthread GanSist. Jangan pernah bosan membaca thread-thread ane, yah. I Love You All.
0
221
3
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan