CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kumpulan Pengalaman Horor Brina
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f34c8a2af7e931ae7262fb0/kumpulan-pengalaman-horor-brina

Kumpulan Pengalaman Horor Brina

Kumpulan Pengalaman Horor Brina


 Hallo kaskuser semua jumpa lagi thread Brina yang pastinya selalu dirindukan yak an? Aku rindu banyak bercerita pengalaman sama teman-teman semua. Kali ini aku mungkin akan berbagi pengalaman yang entah menurut kalian masuk akal atau enggak. Entah menurut kalian ini rekayasa atau bukan. Kalian bisa nanti menanggapinya sesuka hati kalian. Ini mungkin akan update agak lama. Karenanya ini kisah nyata aku sendiri. Jadi, kalau aku tidak mengalami kejanggalan dalam kesehariannya, mungkin akan update agak lama. Kecuali kalau aku memang mendapatkan cerita-cerita yang menarik nantinya. 


Tidak ada tempat yang akan disamarkan. Ini asli pengalamanku. Dimana aku tinggal dan dimana aku mendapatkan kejadian mistis ini akan aku uraikan dengan lantang. Insya Allah jika tidak ada halangan. Rasanya sudah tidak sabar ingin menuangkan kisah ini sama kalian. Kalian sehat-sehat ya di rumah biar nanti aku makin semangat nulisnya dan kalian makin semangat berbaginkisah denganku di kolom komentar.

Rumah Peninggalan Kakek

Sejak bulan September tahun 2019 akhir kami semua cucu kakek pindah rumah. Pindah rumah ini hanya sekedar memindahkan beberapa baju yang sering dipakai karena masalah utama adalah di perumahan tempat kami tinggal itu air PAM nya konselet hingga tidak ada air sampi berhari-hari.

Nah, perlu banget ini aku kasih tau sama kalian. Kalau rumah ini adalah rumah yang dulu Kakek dan Nenek tinggal. Nenek meninggal duluan saat aku masih usia sekita 5 tahun. Terus saat aku sudah usia SD kelas 1, kakek nikah lagi dengan seorang janda muda yang mempunyai anak bungsu yang seumuran denganku tapi laki-laki. Lalu seiring berjalannya waktu, kakek semakin tua. Lalu kakek meninggal. Setelah meninggalnya kakek, nenek pun menikah lagi dan pindah rumah ikut suami barunya. Otomatis rumahnya kosong dalam beberapa tahun. Sempat juga ada yang ngontrak di sana, lalu kosong lagi. Dan pada akhir 2019 itu akhirnya kami cucu kakek yang sekolah memutuskan untuk tinggal di sana dengan alas an agar jarak ke sekolah atau ke kota bisa lebih dekat.

Awalnya orang tua kami tidak menurutinya. Orang tua kami enggan member izin kami tinggal dirumah peninggalan kakek. Alasan terbesarnya adalah takut tidak terurus masalah makannya karena kalau hidup tanpa orang tua harus bisa menyiapkan sarapan sendiri dan lain sebagainya tetek bengek sebelum berangkat sekolah. Tapi dengan berbagai jurus akhrinya kami pun dijinkan. Rumah peninggalan kakek ini kini bagai asrama, hanya ada anak-anak yang sekolah mulai dari SMP, SMK, Kuliah sampai yang kerja semua ada.

Kami memiliki kamar masing-masing. Kamarku posisinya paling depan setelah ruang tamu atau ruang keluarga. Lalu disusul dengan kamar lainnya. Kami tinggal berlima di dalam rumah ini. Meski dulu waktu kecil aku pernah tinggal di rumah ini, dan saat kakek masih ada juga aku sering nginep. Kali ini setelah air PAM di perumahan normal kembali, justru rasa hati sudah merasa nyaman tinggal di rumah ini. Tahulah kalian yang namanya anak muda agak mengindari orang tua karena kami ingin sedikit kebebasan. Terlebih aku yang sukanya nulis di sana sini, aku membutuhkan ruangan yang tenang untuk mengekspresikan segala yang aku rasa di tiap harinya.

Oke kembali lagi ke topic. Rumah kakek ini tidak terlalu besar pun tidak terlalu kecil, karena sudah di desain sejak dulu pun sampai sekarang tidak ada yang berubah. Namun yang menjadi ciri khas adalah kamar mandi terletak di luar rumah. Ya, ini bangunan rumah jaman dulu banget. Dan di sebelah kamar mandi ada mushola yang merangkap dengan tempat cuci piring dulunya. Posisi kamar mandi dan mushola ini ada di bawah, hingga ada tangga untuk menuruninya. Kalau mau sholat atau mandi ya harus keluar dan turun ke bawah.

Sebulan dua bulan pertama tidak ada hal yang membuat aku ganjal. Enak saja betah tinggal bareng banyak sodara. Namanya bareng sodara pasti selalu ada iseng tengilnya yekan? Itulah yang menjadi cirri khas kami. Oh iya, kamin di rumah ini tinggal berlima. Dua perempuan dan tiga laki-laki. Kalau solat sukanya barengan berjamaah, karena orang tua kita ngelarang kita solat sendiri-sendiri. Tujuannya biar kita berkah hidupnya mendapatkan pahala yang mengalir terus.

Kiranya cukup sekian dulu ya perkenalan dariku ini. Nantikan cerita horonya di postingan selanjutnya. Kalau sudah lolos review nanti akan aku lanjutkan. Semoga Threadnya lolos. Doakan ya teman-teman. Jangan lupa cendol, komen. Rate and share ya!
 
Sebelum nanti dilanjutkan lagi. Jangan lupa mampir di Thread horor aku yang judulnya RUMAH ANGKER DI TEMPAT PRAKERIN. Ini pengalaman aku saat PKL Sekolahan sebagai salah satu syarat mengikuti Ujian Nasional nantinya. Jangan bosan-bosan ya menyimak ceritaku. See you!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
deckycandra1510 dan 25 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh brina313
Halaman 1 dari 3
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Diubah oleh brina313

KUNTILANAK DI DEPAN KAMARKU

Kumpulan Pengalaman Horor Brina

Peristiwa ini terjadi sebulan yang lalu tepat pada tanggal 17 Juli 2020 tepat di hari Jumat. Sebenarnya aku typikal anak yang gak begitu menghiraukan apa yang sering dikatakan orang-orang tetang hari Jumat, yang katanya selalu ada anu anu dan anu kejadian itu. Aku baru berani spick up di sini karena setiap kali aku mengingat kejadian ini bulu kudukku merinding. Lalu terbayang-bayang lagi aroma yang kurasakan saat itu. Berasa mimpi tapi ini benaran kenyataan. Bahkan untuk memastikannya, aku sengaja berdiam diri sebelum aku menceritakan lebih lanjut.

Jadi gini ceritanya, waktu itu hari Jumat pagi tanggal 17 Juli itu, aku ada beberapa urusan yang harus kuselesaikan di sekolah. Walau di musim pandemi begini, aku masih punya kewajiban ke sekolah, ya meski seminggu sekali. Entah mengapa walaupun hanya berdurasi sekitar dua jam di sekolah, rasanya capek banget gak biasanya.

Harusnya aku tiba di rumah sekitar pukul 2 siang. Tapi aku main dulu ke tempat guru. Dengan embel-embel konsultasi tugas dari sekolah, sebenarnya aku mau numpang ngedownlad film karena Wifi di rumah guruku itu sangat kencang. Aku diantar oleh sodaraku. Panggil saja Tiar seorang maba di salah satu universitas di kotaku. Malah dengan setianya dia menungguku sampai urusanku kelar.

Sesampai di rumah. Lanjut ke cerita tadi, aku lapar dan langsung ngambil makan lalu mandi mengerjakan segala hal yang menjadi kewajibanku. Seperti yang aku jelaskan di atas, aku tinggal berlima dengan sodaraku yang lain. Karena sudah ada yang masak jadi enak aku tinggal istirahat saja.

Mengingat badanku yang kurasa capek. Aku rebahan di kamar. Posisi kamarku itu gak ada pintunya. Hanya ditutupi oleh gorden menyerupai pintu yang kalau dibuka pasti ada ciri khas suara gorden itu. You know what I mean lah ya! Bayangkan saja seperti apa keadaannya . Kalau ada kesempatan nanti aku fotokan ya teman-teman.

Oh iya, selain kita berlima kadang ada juga sepupu yang kerja atau kawan sepupu kita yang nginep di rumah kakek ini. Semacam menjadikan rumah kami sebagai beskem anak muda. Tempat berkumpul. Nah, yang suka nginep itu namanya Rizky. Aku memanggilnya Mas Rizky. Karena sudah sangat dekat dengan keluarga besar, sudah aku anggap sebagai sodara melebihi sepupu malahan.

Di malam itu pulang kegiatan Mas Rizky tak pulang juga. Hati mulai gundah mata pun mulai merem melek mulu nahan ngantuk. Akhirnya aku memutuskan untuk tidur. Aku tidur dengan posisi kepala di bawah jendela dan ujung kaki menghadap ke lawang pintu. Saat itu jam menunjukan pukul 23.12 kalau gak salah. Ya, sekitaran jam itulah karena aku gak kuat ngantuk waktu itu. Tapi Mas Rizky gak datang-datang. Aku berpikiran "Oh mungkin Mas Rizky pulang ke rumahnya"

Aku merasakan badanku sangat dingin menggigil. Lalu aku terbangun, kuedarkan pandangan ke kanan kiri tempat tidurku. Aku bahkan tidak menemukan selimutku sendiri. Akhirnya aku beranjak dari tempat tidur.
Aku melihat ke ruang tengah tempat dimana Mas Rizky suka tidur. Karena tidak ada Mas Rizky. Lalu aku mematikan lampunya dan kembali ke kamarku. Namun lawang pintunya gordennya tidak ketutup. Otomatis saat posisi tidur, pandanganku menuju ke arah lawang pintu itu.

Saat dingin dan ngantuk bercampur aduk. Aku melihat HP-ku sejenak lalu menguncinya lagi. Samar-samar karena mataku minus, aku melihat seseorang berdiri di depan lawang pintu kamarku. Sumpah, aku pikir itu Nabila, sodaraku yang jug tinggal di rumah kakek ini tapi kamarnya di belakang. Aku gak ada pemikiran macam-macam. Dalam keadaan berat, aku pun tertidur dengan setengah sadar.

Lalu, dia yang memakai baju putih yang berdiri itu mendekatiku. Anehnya sampai si situ aku tak ada pemikiran kemana-mana. Dia naik ke kasur spring bed ku, bahkan ada bunyi khas orang menginjak kasur kayak gimana sih kamu juga pasti paham. Nah, dia tidur menyerupai aku. Tepat di belakangku. Karena saat itu aku tidur menghadap ke kanan. Ya begitu juga dia sama. Parahnya, aku tidur itu perasaan badanku sangat berat dan rasanya makin dingin. Tiba-tiba aku mlihat di dahiku ada tangan hitam dengan jari yang sangat panjang, kuku yang panjang dan tajam pula.

Di situ aku tersadar ingin segera bangin. Tapi badanku sungguh tak bisa digerakan. Apa maksudnya semua ini. Sampai kira-kira 10 menitan kejadian itu. Aku berhasil menoleh ke belakang. Tapi nihil tidak ada siapa-siapa. Aku terdiam. Sementara suasana hening karena aku melihat di HP-ku jam menunjukan pukul setengah satu. Aku langsung chat kakak kelasku. Sungguh perasaanku campur aduk.

Quote:


Sesekali aku melihat ke arah lawang pintu. Sambil meyakinkan antara percaya dan tidak. Campur aduk apa ini benaran atau bukan. Baru ini lagi kejadian seperti ini. Setelah sekian lama sejak abisnya PKL itu. Shocknya kebangetan. Lalu saat aku chat dengan kakak kelas dan adikku. Sekelebat perempuan berambut panjang itu lewat dua kali di depanku. Aku makin takut, ingin nangis tapi berusaha menguatkan hati kalau itu hanya halusinasi.

Menunggu sekitar 5 menitan untuk memastikan semua baik-baik saja. Aku pun langsung turun dari tempat tidur dan berlari ke kamar sebelah, kamar Bang Tian. Aku ke pojokan kasur lalu nangis sesegukan. Bang Tian pun mungkin aneh kenapa aku tetiba nangis kejer sampai gak bisa ditanya sedikitpun. Setelah satu jam nangis baru aku tenang dan bisa bercerita tentang yang terjadi saat itu.

Kesalnya saat aku bercerita, Bang Tian cuman menanggapi "Oh itu". Kesal gak sih? Padahal kita panik sampai nangis kejer gitu. Sedangkan dia tidak berusaha untuk menenangkan sedikitpun! Nyesel gue cerita. Dan sekarang udah hari sabtunya. Aku bangun agak siang karena jam 3 dini hari aku baru saja tidur pulas. Aku gak dibangunin sodara yang lain mungkin tahu.

Kamu tau saat aku bangun apa yang terjadi?...

Nantikan kelanjutannya ya hanya di @brina313 see you!!!

profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh brina313
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan

DIA MENDENGARKAN SAAT KITA MEMBICARAKANNYA



Aku bangun tidur agak siangan, itu juga kepaksa bangun mengingat ada kegiatan dari pagi sampai siang. Oh iya aku lupa cerita kalau aku bergabung di sebuah komunitas anak masjid, sebagai pemuda yang aktif menghidupkan beberapa kegiatan di masjid terdekatku.

Jam setengah sembilanan pagi setelah selesai ritual ke kamar mandi dan makan. Aku pun segera pergi dengan Bang Tian. Gal biasanya aku kesiangan setengah jam. Harap maklum karena rasanya aku masih lemas sisa semalam. Ternyata meski hanya beberapa menit, itu sudah menguras energi dengan sangat banyak. Katanya kalau kita gak kuat bisa-bisa energi kita terkuras habis.

Kegiatan di masjid berlangsung sampai jam duhur. Saat acara baru saja dimulai, temanku bernama Ismi, dia ngajakin aku pergi ke salah satu temannya yang ada di kecamatan Cimalaka. Mba Ismi ini adalah salah satu mahasiswa di universitas di kotaku, Dia selain kuliah juga aktif mengajar ke sana kemari. Nah, maksud tujuannya ke rumah temannya itu karena mau menanyakan tentang AHE. Buat GanSis yang punya anak usia TK PAUD atau SD pasti tahu lah ya.

Singkat cerita aku mau. Setelah sholat selesai aku segera mengambil tas dan meluncur naik motornya Mba Ismi. Sebelum perjalanan ini, saat masih acara, aku sempat bercerita padanya tentang kejadian tadi malam. Bukan main terkejutnya. Karena meski dia seorang diri di kota Sumedang, dia juga penakut tentang masalah hal ghaib. Akhirnya belum sempat selesai tapi sudah di cut duluan. Elah payah Mba Ismi gak enak curhatnya nanggung banget!

Teman yang dituju saat ini umurnya sangat jauh denganku, sebut saja namanya Teh Rani. Bahkan beliau sudah punya satu orang anak yang baru berusia kira-kira dua tahun. Usia pernikahannya juga cukup muda. Suami Teh Rani namanya Mas Joe.

"Kamu kenapa sih kok bisa kejadian gitu?" tanya Ismi sambil asyik mengendalikan stang motor.

"Nanti juga tau sendiri, tadi kamu diceritain gak mau sih Mba" timpalku di balik helm.

Aku memutuskan untuk tidak bercerita padanya karena mengingat dia yang penakut. Belum lagi kepikirannya aku bisa berabe nanti kalau disuruh nginep bareng dia. Gimana kalau nanti ada yang menghantui aku lagi? Mengerikan sekali bukan? Hiiiiiiiii menakutkan.

Aku menemani Mba Ismi ini karena dia tidak tahu dimana rumahnya. Katanya selama kenal belum pernah main ke rumahnya. Atau mungkin pernah lewat tapinya enggak sadar kalau itu rumahnya Teh Rani.

Tibalah aku dan Mba Ismi di depan sebuah gang bertulisan "Belajar Baca AHE" kalau gak salah begitulah nama gangnya yang menanadakan bahwa di situ ada tempat membaca. Kalau misalkan aku keliru tolong dikoreksi ya!

Teh Rani ini adalah salah satu pendiri AHE di desanya. Muridnya pun sudah banyak yang berprestasi. Meski terhitung masih sangat baru, tapi kelihaiannya dalam mengajar membuat setiap anak betah belajar di rumah baca yang didirikan oleh Teh Rani ini.

Kembali lagi ke topik pembahasan. Di hari Sabtu ini yang seharusnya aku main dengan teman-temanku nongkrong, eh musim corona gak boleh nongkrong di tempat umum. Saat sudah masuk ke rumahnya Teh Rani, aku dan Mba Ismi main-main sendiri dulu karena masih ada anak yang mau belajar, otomatis harus menunggu longgar santai dulu.

"Eh, ada Brina. Sama siapa?" tanya Mas Joe yang terlihat menongolkan kepala di jendela kamarnya.

"Aku sama Mba Ismi, tapi Mba Isminya di bawah lagi ngambil buku di bagasi motor, hehe"

Begitulah obrolan singkatku dengan Mas Joe. Merasa canggung tak ada lagi pembahasan, beliau pun masuk lagi ke dalam kamarnya. Sedangkan aku sibuk mainan Insta Story di hp ku.

*Beberapa menit kemudian...

Teh Rani selesai mengajar, Mas Joe dan Dek Izan keluar dari kamar. Aku dan Mba Ismi pun masuk ke dalam kantor. Kami tidak duduk di kursi, kami lesehan dan memang nyaman dengan keadaan seperti itu. Waaaah rasanya leluasa menikmati kebersamaan. Banyak yang kami obrolkan terkait masalah cara belajarnya anak seperti yang dibutuhkan oleh Mba Ismi. Sedangkan aku hanya sesekali menanggapinya. Karena rasanya bosan.

"Eh, masa dia baru aja digangguin kunti tadi malam, Teh" celetuk Ismi sambil menunjuk ke arahku.

"Wah, beneran Brin?" tanya Mas Joe dengan wajah yang aku sendiri susah mendeskripsikannya. Seperti penasaran dengan senyuman penuh tanda tanya.

"Isss kamu ini Mba, asal celetuk bae!" rutukku kesal.

"Kenapa, kenapa cerita dong! Pembahasan yang menarik nih" mereka bertiga pun mulai penasaran.

Tibalah pada waktu dimana kami membicarakan mereka yang tak terlihat. Membicarakan setan memang tidak ada habisnya. Suka mendengarkan tapinya penakut. Suka membahasnya tapi ya gitulah kalian bakalan tau sendiri nantinya.

Akhirnya aku menceritakan semua yang aku alami tadi malam di ruangan kantor itu. Suasana hening di sore hari. Memasuki waktu sholat ashar.

"Waaah, kurang ajar itu kalau sudah berani mencoba menyentuh apalagi bagian jidat" ucap Mas Joe.

"Ya, emangnya kenapa mas?" tanyaku makin penasaran dibuatnya.

"Soalnya dulu aku juga pernah gitu. Rasanya pengen tak banting kalau bisa. Tapi apa boleh buat, kita hanya punya doa. kita meminta kepada Allah. Banyak berdoa, doa pagi dan sorenya dibaca terus, doa-doa penjagaan dibaca terus biar mereka tidak mau mendekat sma kita!"

"Aku tuh baru kali ini mengalami lagi yang parah. Sebelumnya walaupun pernah tapi gak segitumya juga termasuk pengalaman yang ini memang sangat horor, tapi aku merasa disentuh hanya baru kali ini. Dan rasanya amit-amit banget deh gak mau lagi aku!" ucapku dengan panjang lebar menjelaskan.

"Sebenarnya tidak ada manusia yang bisa melihat Mereka, tapi merekalah yang menampakan diri kepada kita" itulah ucapan yang sangat terngiang sampai saat ini.

"Dan, ketika kamu melihat mereka, pada saat itu kamulah yang membuka gerbang sendiri untuk mereka bisa mendekati kamu. Sekarang aku tanya, saat kejadian itu kamu sedang dalam keadaan gak sholat alias datang bulan kann?" tanyanya lagi membuatku semakin merinding.

"Iya Mas. Tapi aku sebelumnya sadar kok kalau aku melihat dia dan benar-benar melihat dia" aku berusaha meyakinkan. "Dan sekarang aku tanya sama Mas, itu benaran atau enggak sih?"

"Apa yang kamu alami itu benaran terjadi, bahkan sekarang kunti itu ada disini mendengarkan kamu lagi ngomongin dia"

WHAT THE FUCK!!!! DISITU GUEN MAKIN MERINDING MESKI SORE HARI....


Jangan lupa cendol, komen, and share ya!! Nanti lanjut lagi, bye bye.. see you.

emoticon-Shakehand2 emoticon-Sundul emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up

profile-picture
profile-picture
profile-picture
melisairnads dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh brina313
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan

RUQIYAH

Kumpulan Pengalaman Horor Brina


Sebelumnya aku tidak pernah bercerita tentang segala hal yang kualami yang menurutku jauh dari nalar manusia pada umumnya. Seperti dapat melihat makhluk yang justru tak dapat dilihat oleh kebanyakan orang pada umumnya.

Jadi, aku bercerita pada Mas Joe tentang pengalaman paling berharga dalam hidup aku sebelum aku berangkat PKL. Saat itu aku tidur pulas di kamarku yang di rumah asli, bukan di rumah peninggalan kakek. Terserah mau percaya atau tidak saat itu aku mimpi. Dalam mimpinya aku digiring ke salah satu tempat di dalam rumahku yang di sana ada beberapa makhluk seperti manusia namun aku tidak kenal mereka itu siapa. Dalam mimpi itu seakan benaran nyata. Aku berjalan ke luar kamar lalu ke tempat di mana ada mereka. Masih jelas ada seperti keluarga kecil di dalam rumah, yaitu ada ayahnya, ibunya dan seorang anak.

Posisi mereka ada di pojokan ruangan. Yang lelakinya di pinggir lemari. Perempuannya di depan lemari dan satu anak kecil di bawah meja. Misteri itu tidak terpecahkan sampai sekarang dan memang aku memilih untuk diam. Selama mereka baik padaku, aku tidak akan mengusir mereka. Pun tidak pernah seorang pun yang di dalam rumah mengalami kejadian horor selama aku tinggal sampai sekarang. Entah mereka yangn enggak peka. Entah memang tidak dibesar-besarkan. Entahlah aku tidak mau berpikiran ke sana dulu.

Nah setelahnya aku ditunjukan tentang keluarga makhluk itu di rumahku. Kejanggalan dalam diriku terjadi di lokasi PKL itu. Seperti yang aku ceritakan di thread RUMAH ANGKER DI TEMPAT PRAKERIN. Tanpa maksud untuk diluruskan aku hanya bercerita real sesuai yang aku alami. Semakin aku banyak bercerita, semakin penasaranlah Ma Joe tentang semua kisahku. Dan memang Mas Joe bilang padaku kalau aku itu sudah bisa mengontrol emosi terkait kepekaan aura yang ada di dalam diri aku.

Tapi pernah gak sih kamu menjumpai orang yang tidak percaya dengan apa yang kita alami? Kita ingin orang lain ikut merasakan yang kita alami itu tapi apa daya. Mereka tidak bisa meraasakannya. Hingga akhirnya kita kesal sendiri karena dianggap terlalu membesar-besarkan cerita. Padahal emang nyata kita yang mengalami. Jadi kalau sudah seperti itu, solusi pertama adalah yaudah bodo amatlah ya apapun itu bentuknya.

"Ayah jadi penasaran Mah, sama yang diceritakan Brina. Mumpung malam minggu, ayah mau coba main deh ke rumahnya Brina"

Ya, berawal dari ketertarikan tentang cerita-ceritaku ini. Akhirnya Mas Joe malam ini abis sholat isya mau main ke rumah. Jujur, meski katanya beliau sudah biasa menangani masalah perghaiban begini aku takut juga. Soalnya Mama sama Ayah belum tahu tentang kejadian yang aku nangis kejer karena ngeliat kuntilanak ini.

Maksud Mas Joe datang ke rumah sebenarnya hanya ingin memastikan
Akhirnya tepat jam setengah limaan lah aku pamit pulang. Aku tidak begitu menganggap ucapan Mas Joe itu serius. Masa iya sih mau datang ke rumah kakek. Aku rada takut karena aku belum cerita. Kalau tetiba ada Ayah dan Mama gimana? Ayahku itu anti yang namanya kayak gituan.

*SETELAH SOLAT ISYA........

"Brin, ini Ma Jhoe udah di dekat rumah kakek kamu."

"Loh Mas beneran kesini?"

"Iya, cepetan rumah kamu dimana?"


Jujur sempat ada perdebatan sengit dengan sodara-sodaraku yang lain. Karena posisinya ini rumah peninggalan kakek kalau ada apa-apa kita sebagai cucunya harus tanggung jawab, mana posisinya gak ada orang tua di rumah.

Karena sudah terlanjur datang jauh-jauh Mas Joe nya, aku pun memohon pada sodara-sodaraku, meyakinkan mereka tidak akan terjadi apapun. Karena percaya beliau orang yang mengerti tentang hal begituanlah.

Tetiba belum juga kubalas chatnya di depan pintu rumah sudah ada yang mengucap salam. Mas Joe pun kupersilakan masuk. Ngeri sendiri aku ngeliat pakaian dia malam ini. Dia memakai baju hitam dengan perpaduan celana cingkrang juga sabuk dari tambang entag apa namanya. Sudah setelan model dukun islam, haha.

Belum kupersilakan duduk, matanya sudah kemana-mana.

"Kamarmu sebelah mana, Brin?"

Anjaaaay.. sudah nanyain kamar. Aku pun menunjukan kamarku yang berada di samping ruang tamu. Kepala Mas Joe manggut-manggut saat kutunjukan lokasi berdirinya mba Kunti itu. Lalu berlanjut sampai ke belakang melihat situasi dan kondisi rumah. Setelah selesai, kami pun diperintahkan duduk semua di depan.

"Brin, kamu boleh tulis nama kamu dan nama sodara kamu yang lain yang juga tinggal di rumah ini!"

Mas Joe menyodorkan kertas dan pulpen untuk aku menuliskan semua namanya dan nama ayahnya. Tujuannya agar doanya dikhususkan untuk orang yang pas.

"Kamu gak usah tegang gitu Brin, gak akan apa-apa kok. Kuntilanak yang kamu lihat itu dari luar. Bukan penghuni rumah ini. Semakin kamu takut, maka dia akan semakin senang bermain disini karena cuman kamu yang paling peka disini. Sekarang kita ruqiyah rumah ini, kita pagari agar yang usil-usil tidak datang ke sini lagi. Aku akan banyakan ayat-ayat rukiyah. kalian disini tenangkan hati dan pikiran, jangan ada yang ngelamun. Relax saja.Doa dalam hati masing-masing semampunya. Kalau ngerasain sesuatu diantara kalian keluarkan saja. Aku boleh minta garam sama air?"

Nah perlu kalian ketahui bahwa yang dapat digunhakan sebagai media rukiyah adalah garam dan air. Garam ini nantinya ditaburkan ke setiap pojokan dalam rumah. Kalau air biasanya diminum oleh orang yang diobati. Bila terdapat gangguan dalam diri orang tersebut maka akan menimbulkan reakasi.

Rukiyah pertama ini tidak memakan banyak waktu. Alhamdulillah aman saja tidak ada hal yang terjadi. Rasanya sangat senang bisa banyak bercerita tentang pengalamanku pada beliau. Mending ada satu orang yang mendengarkan dengan tulus daripada ada oranng yang pura-pura mengerti padahal aslinya tidak percaya.

Berkat dukungan beliau juga aku bisa menuangkannya melalui tulisan ini. Terimakasih sampai jumpa di lanjutannya yaa. Masih banyak cerita horor aku.. thanks. see youu


INDEKS LINK
profile-picture
profile-picture
profile-picture
banditos69 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh brina313
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Yang gak pernah peka
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Sama aku
profile-picture
profile-picture
rioaiolia dan Richy211 memberi reputasi
Bikin aku selalu cemburu
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Aku gak suka sama dia
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Pengen ke lampung
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Nyamperin kmu
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Biar ga ada
profile-picture
profile-picture
goodandevil dan Richy211 memberi reputasi
Yg sma kmu
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Kecuali aku
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Sayang kamu
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Selamanyaaa
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Yaelah kenapa isinya justru ttg kamu Mbulll
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan brina313 memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
Mana ceritanya?
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
lanjutannya mana yaaaa??? emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan brina313 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
postingan selanjutnya ntar bahas ada makhluk lain yg ikutan sholat ...
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan brina313 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Nyimak👀😊
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan brina313 memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di