CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Menguji Klaim Anies Tak Pernah Keluarkan Kebijakan Intoleran
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f3334a5337f9322532f0659/menguji-klaim-anies-tak-pernah-keluarkan-kebijakan-intoleran

Menguji Klaim Anies Tak Pernah Keluarkan Kebijakan Intoleran

Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim selama menjabat pemimpin ibu kota, tak pernah mengeluarkan kebijakan yang intoleran. Ia bahkan menantang siapa saja untuk menunjukkan bukti bahwa ada kebijakan intoleran dan diskriminatif selama dirinya memimpin Ibu Kota.

Menurutnya narasi bahwa dirinya intoleran dan diskriminatif di-framing sejak masa kampanye Pilkada hingga sekarang.

"Tolong ditunjukkan selama dua tahun ini, kebijakan mana yang intoleran, tolong ditunjukkan kebijakan mana yang diskriminatif," kata Anies dalam peluncuran buku 'Memoar Pilkada DKI 2017' yang disiarkan Youtube Mardani Ali Sera, dikutip Selasa (11/8).


"Tolong ditunjukkan, fakta mana yang bisa membenarkan imajinasi bahwa gubernur dan pemerintah adalah intoleran," lanjut dia.

Jika mengacu pada laporan SETARA Institute terkait Indeks Kota Toleran 2018, Jakarta berada di 10 Kota dengan skor toleransi terendah. Jakarta berada di peringkat 92 dari 94 kota dengan skor 2.880.

Laporan SETARA dirilis pada 7 Desember 2018 itu atau satu tahun lebih sejak Anies menjabat sebagai Gubernur. Dalam pemberitaan salah satu media, SETARA saat itu mengakui penilaian Jakarta Kota Intoleran pada 2018 berdasarkan kebijakan yang terentang sejak pemerintahan sebelum Anies atau pada akhir masa jabatan gubernur sebelumnya.

SETARA menggunakan empat variabel sebagai alat ukur, variabel itu yakni Regulasi Pemerintah Kota, Tindakan Pemerintah, Regulasi Sosial, Demografi Agama.

Secara rinci dijelaskan, indikator untuk variabel Regulasi Pemerintah Kota adalah rencana pembangunan dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan produk hukum pendukung lainnya.

Indikator untuk variabel Tindakan Pemerintah adalah pernyataan pejabat kunci tentang peristiwa intoleransi; tindakan nyata terkait peristiwa.

Indikator untuk variabel Regulasi Sosial adalah peristiwa intoleransi; dinamika masyarakat terkait peristiwa intoleransi.

Serta indikator untuk variabel demografi agama adalah heterogenitas keagamaan penduduk; inklusi sosial keagamaan.

Adapun sumber data untuk mengukur indikator di atas didapatkan dari dokumen resmi pemerintah kota, data BPS, data Komnas Perempuan, data Setara Institute dan referensi media terpilih.


Namun untuk mengurangi bias tersebut, SETARA menempuh dua teknik, yaitu triangulasi dengan narasumber-narasumber kunci mengenai khususnya situasi toleransi di 10 kota dengan skor tertinggi dan 10 kota dengan skor terendah.Dalam studi itu, SETARA menyebut ada kemungkinan terjadinya bias subjektivitas dalam memberikan skor yang sulit untuk dihindari dalam melakukan scoring pada masing-masing indikator.

Di samping itu, SETARA juga melakukan konfirmasi melalui expert meeting mengenai indexing sementara dan self-assessment, khususnya pada dua kluster 10 skor tertinggi dan 10 skor terendah, sebelum dilakukan scoring final.

Dalam laporannya SETARA tak memberikan contoh kasus soal kebijakan-kebijakan Pemprov DKI yang dianggap tidak toleran. Saat itu, Ketua SETARA Hendardi hanya menyatakan bahwa scoring rendah terhadap DKI sedikit banyak dipengaruhi oleh sejumlah peristiwa selama momen Pilkada DKI 2017.

"Pilkada 2017 itu sangat berpengaruh di indeks tolerensi di Jakarta dan belum lagi berbagai reuni-reuni, itu miliki pengaruh terhadap indeks toleransi," kata Hendardi di Jakarta, 7 Desember 2018.

Gubernur Anies sendiri kala itu langsung merespons survei SETARA. Sehari setelah laporan SETARA, Anies mengatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang digunakan dalam survei tersebut harus diperiksa objektivitasnya.

"Analisa pertanyaan per pertanyaan apakah ada pertanyaan yang bias atau tidak, apakah semua pertanyaan objektif atau tidak?," ujar Anies.

Jakarta Paling Demokratis Versi BPS
Sementara berdasarkan laporan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang dirilis Badan Pusat Statistik belum lama ini, Provinsi DKI Jakarta menempati peringkat pertama paling demokratis pada 2019, dengan indeks demokrasi sebesar 88,29 poin.

Angka ini memecahkan rekor indeks demokrasi Indonesia tertinggi di Indonesia selama 11 tahun penghitungan indeks ini.

Jika melihat secara rinci dalam penghitungan indeks demokrasi ini, ditemukan enam indikator yang berkaitan dengan isu toleransi dan diskriminasi.

Enam indikator itu yakni aturan tertulis yang membatasi kebebasan atau mengharuskan masyarakat dalam menjalankan agamanya; tindakan atau pernyataan pejabat Pemerintah yang membatasi kebebasan atau mengharuskan masyarakat menjalankan ajaran agamanya; ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan dari satu kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat lain terkait dengan ajaran agama.

Lalu indikator aturan tertulis yang diskriminatif dalam hal gender, etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya; tindakan atau pernyataan pejabat pemerintah daerah yang diskriminatif dalam hal gender, etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya; ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat karena alasan gender, etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya.

Secara keseluruhan, Jakarta mencatat nilai yang stabil dan meningkat dalam enam indikator itu.

https://m.cnnindonesia.com/nasional/...akan-intoleran

Dulu yg paling di anggap berkaitan dgn 212 adalah AHY, begitu AHY gak lolos jadi pindah ke Anies.. seandainya sendal jepit yg mengalahkan si nganu mungkin sendal jepit bakal dituduh intoleran juga keles... Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
killstarpopper dan 22 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
Post ini telah dihapus oleh KS06
astajiim.... siapa yg berani bilang kebijakan wanabud intoleran? emoticon-Lempar Bata

Menguji Klaim Anies Tak Pernah Keluarkan Kebijakan Intoleran


Menguji Klaim Anies Tak Pernah Keluarkan Kebijakan Intoleran


Menguji Klaim Anies Tak Pernah Keluarkan Kebijakan Intoleran
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Eh copot.. Eh copot..

Menguji Klaim Anies Tak Pernah Keluarkan Kebijakan Intoleran
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
Polanya kaya kadrun yg suka demo tempat ibadah orang lain sm persekusi trus triak2 kami agama Damai.... Kami toleran, klo ga percaya aq bunuh kau. Membunuh dan d bunuh adalah kesenangan kami

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 22 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
ya faktanya jakarta bersyariah ga ada sampe skrg

bahkan kehidupan rakyat di jakarta paling demokratis dan bebas

tuduhan cebong buzzerrp bayaran jokowi ahok ga terbukti kan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 23 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
abud ga bakal berani intoleran terang2an ,main cantik dia pasti pake kacung2 nya fpi 212 dkk.

bukti nya fpi 212 dkk kalo bertingkah macem2 juga pasti dibiarin aja sama abud, ga mungkin mereka ngadain acara macem2 kalo ga ada logistik via dana hibah emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka

mau itu pake monas sebagai lapangan pribadi , atau demo di masa covid juga didukung aja sama abud, emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 16 lainnya memberi reputasi
TS
Jgn terlalu A dan B bahas politik

Keliatan kau nubitolnya...

Di politik itu sudah biasa main dua kaki, tiga kaki, bahkan seribu kaki...

Junjunganmu skrng juga sudah ke sama2 di pemerintahan.
Skrng calon wakilnya yg gagal mulai nyender ke si biru dan kuning setelah lepas dari si bintang dll.

Tools utk melakukannya banyak...
Termasuk si Merah yg mulai terpisah ke kiri kanan...

Boro2 lu ngomongin PA 212...abis kalah juga udah pada bikin versi masing 😄
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 5 lainnya memberi reputasi
Menguji Klaim Anies Tak Pernah Keluarkan Kebijakan Intoleran

ebong patah hati
profile-picture
profile-picture
lupis.manis dan rizaradri memberi reputasi
Anies meresmikan pemugaran Pura Dalem Purnajati Tanjung Puri di Jakarta Utara Minggu (5/11/2017). Anies bolehkan lagi takbiran keliling pada Juni 2019. Anies melakukan peletakan batu pertama rumah ibadah umat Hindu, khususnya etnis Tamil di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (14/2/2020). Anies gelar Christmas Carol di 11 titik di Jakarta pada Desember 2019. Anies menghadiri acara perayaan Natal bersama umat Katolik dan Kristen pada 10 Januari 2020.

Ya semua itu bagus, seorang Kepala Daerah memang harus bisa mengayomi, melayani, melindungi semua umat beragama. Itulah salah satu gunanya Pilkada ataupun Pilpres memilih seorang pemimpin daerah ataupun nasional yang bisa melayani semua umat beragama, bukan memilih pemimpin agama.

Kenapa dan mengapa Anies sampai melakukan hal itu, karena dia sadar betul bahwa Pilkada DKI Jakarta 2017 adalah Pilkada paling buruk. Makanya dia, Anies ingin mencoba memperbaiki hubungan antar umat beragama khususnya di Jakarta selain untuk memperbaiki citra dirinya, dia ngak mau dianggap sebagai seorang Gubernur yang menang karena dilatar belakangi dengan isu sara. Isu sara itu isu kampungan.

Akan tetapi hal² semacam itu sekedar formalitas aja, dengan kasih saran himbauan, buat acara ini itu. Yang diharapkan adalah sikap tegas, langkah nyata Anies dalam meredam isu sara di Ibu Kota.

Anies semakin terancam kehilangan dukungan juga dari basis pendukung loyalnya, baik janji dan terobosan visionernya satu per satu malah menggerus kepercayaan dari pendukungnya sendiri, ngak sesuai ekspektasi, yang tadinya di awal² Anies jadi Gubernur para pendukungnya menaruh harapan yang tinggi, memberikan nilai 10 sekarang dengan berjalannya waktu jadi turun, mungkin 5 atau 4. Seperti soal reklamasi, penutupan tempat hiburan, revitalisasi, dan berbagai macam persoalan mayor di ibu kota.

Ya memang janji Anies cukup ideal, tapi pendukungnya secara paripurna menangkapnya diatas ekspektasi. Simalakama.

Anies kurang bisa membangun komunikasi yang baik sejak awal, baik dengan pendukungnya maupun dengan umat agama lain, ya terlambat sudah dia. Anies malah asik menata kata demi kata jadi manis, yang akhirnya malah jadi boomerang. Apalagi akses wartawan untuk mencari berita di Balai Kota juga sempat dibatasi beberapa waktu yang lalu, terkesan malah menutup diri, kemudian mencoba memperbaiki dengan undang wartawan dan kemudian sering gelar konpres.

Sementara itu dengan sorotan tajam selama ini kepada Anies, kelompok yang kontra dengan Anies akan tetap selalu dan terus menunggu kapan Anies kembali salah langkah lagi.

Anies semakin terhimpit, sebab rata-rata Anggota DPRD DKI Jakarta saat ini bisa dibilang tidak pro dengan kebijakan Anies juga, kecuali kalau ada maksud dan tujuan tertentu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh 54m5u4d183
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
dia sangat toleran pada yang intoleran, sampai bansos yang di periode sebelumnya ditekan habis malah oleh dia dibagi2 pada mereka yang intoleran. bisa dikatakan bensin intoleransi itu dia yang isi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 9 lainnya memberi reputasi
Pengalihan isu ini....

Kan cetak rekor terus tuh kopet....

emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 5 lainnya memberi reputasi
wkwkwkwk... mayat dijual, ayat dijual.. kasian agama dan kitab sucimu..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 6 lainnya memberi reputasi
jembut
jkw kurang diframming apa tuh anti islam, komunis
tp gk bayk bacot kek anda
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 6 lainnya memberi reputasi
mempecundangi junjungan ahoker di pilgub dengan telak adalah tindakan yang sangat intoleran

emoticon-Shakehand2


Menguji Klaim Anies Tak Pernah Keluarkan Kebijakan Intoleran

Menguji Klaim Anies Tak Pernah Keluarkan Kebijakan Intoleran

Menguji Klaim Anies Tak Pernah Keluarkan Kebijakan Intoleran


profile-picture
profile-picture
profile-picture
gobanggobing dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh qu33nb33
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
Bikin balap formula e emoticon-Mewek
Padahal warga misik balap karung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 3 lainnya memberi reputasi
yah kita liat sajaaaa.... biar waktu yang menjawab....
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Harusnya menguji kebijakan anies yang tidak ada gunanya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Pidato pertama saat dilantik aja langsung ngomong kemenangan perihbumi lalu berpuisi telor itik ditetaskan ayam lah, dsb
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 3 lainnya memberi reputasi
Menguji Klaim Anies Tak Pernah Keluarkan Kebijakan Intoleran

ini org kemana ya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Saya setuju,sejak anies menjabat
Jekerdah telah menjadi kota paling toleran di antara propinsi2 laen.tidak ada lagi kisruh2,pkl bahagia,ormas tertawa,haji lulung pun senang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di