CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f32b0d55cf6c46a066cd87e/dendam-sang-arwah

Dendam sang Arwah

Dendam sang Arwah


Indeks Link


Part 1 di sini
Part 2 di sini
Part 3 di sini

Part 4 End
Wuuzzzhh wuuzzh

Angin bertiup sangat kencang, membuat rambut lurus milikku yang sengaja tergerai menjadi berantakan. Sepertinya hujan badai akan terjadi, padahal seharian ini tidak ada media yang menginformasikan akan terjadinya hujan badai. Daun-daun berterbangan, pohon beringin nan rimbun di sebrang jalan, nampak bergoyang hebat.

Sudah setengah jam lebih aku masih setia menunggu bus terakhir. Menurut jadwal, seharusnya ia sudah lewat 14 menit yang lalu. Namun, entah mengapa sampai saat ini belum juga tiba.

Tes ... tes.

Rintik hujan mulai turun, sialnya hari ini aku tidak membawa payung. Segera aku merapat ke halte bus agar terhindar dari tetesannya. Dingin, kurapatkan sweater hitam yang tidak begitu tebal, berharap dinginnya sedikit berkurang.

"Kamu mau pulang ke mana, Nak? tanya seorang ibu yang kutaksir berkisar 20 tahun di atasku.

"Ke penginapan Golden House."
"Kau tinggal di sana, Nak? tanyanya dengan nada yang terdengar terkejut.

"Ia, untuk seminggu ke depan,--"

Belum sempat habis kalimatku, bus merah yang sedari tadi kami tunggu telah tiba. Cepat aku naik bersama tiga orang lainnya, terlihat samar di penglihatan, seseorang tengah berdiri tepat di depan pohon beringin yang ada di seberang jalan. Bibi yang di halte tadi memegang lenganku, membuatku menoleh ke arahnya dengan tiba-tiba.

"Maaf, sudah membuatmu terkejut, ucapnya penuh penyesalan. Kurasa ia memperhatikan ekspresi tubuhku tadi.

"Ah, tidak apa-apa, Bi." Kusunggingkan sedikit senyum, agar ia merasa lega.

Kembali aku menatap jalan yang ada di depan, tapi seseorang yang tadi kulihat sudah tidak ada lagi. Seketika aura tak sedap datang menghampiri. Kupegang tengkuk leher yang terasa agak berat dari sebelumnya.

Dua puluh menit berlalu, aku penumpang pertama yang turun sejak pemberhentian tadi.

"Berhati-hati lah, Nak." Pesan bibi yang di halte bersamaku tadi.

Aku menoleh ke arahnya sebelum turun, entah apa maksudnya mengatakan itu. Sedari dari tingkahnya agak berbeda dari penumpang lain. Namun, urung untuk mempertanyakannya. Buru-buru aku turun dari bus.

Tuk ... tuk ... tuk.

High hels yang kugunakan, membuat suara gaduh memasuki penginapan yang dituju.

Golden House.

Penginapan yang memiliki desain yang antik. Aksen tua, membuatnya terlihat lebih angker. Seperti bangunan belanda. Tidak! Bukan seperti, tapi memang bangunan belanda.

"Malam, Non, sapa lelaki tua yang berjaga.

"Malam juga, Pak." Kubungkukkan sedikit badan, sebagai tanda menghormatinya.

Dua hari lalu, aku tiba di kota yang penuh sejarah ini. Bukan tanpa alasan berada di sini. Karena berada di tingkat akhir kuliah, membuatku harus banyak melakukan riset demi menambah bahan skripsi.

"Habis meneliti ya, Non?"

"Iya, Pak."

Lihatlah! Pak penjaga penginapan ini sangat ramah. Ini juga yang menjadi alasanku memilih tempat ini menginap selama sembilan hari.
Sepi. Itulah yang kurasakan saat pertama kali memasuki wilayah penginapan ini. Sampai-sampai suara jarum jam yang bergerak bisa kudengar cukup jelas. Sebenarnya ada banyak kamar di sini, namun hanya delapan yang terisi.

Ceklek!
Pintu kamar terbuka bersama dengan bunyi knop yang terdengar. Aku segera berlalu ke kamar mandi. Menikmati sentuhan air hangat yang keluar dari shower.

bersambung


Part 2 di siniDendam sang Arwah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nadelti dan 29 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gitalubis
Halaman 1 dari 2
Kayaknya seru
Tandain dulu sist, noga lancar updatenya
Sini dis @adorazoelev jgn ngambek lg emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Numpang ngopi di mariemoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Mudah2an ga jualan perkedel kentang...


Lanjutken nyisanak...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
baru baca part awal ane yakin nih cerita bakalan seru. lanjut ya sist, jan sampai kentang, ane ikut mantengin nih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
naroh sandal gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pembukaannya seru mbak👍
profile-picture
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
dilanjut sis emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
thats good.
emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Keknya seru nih, gelar tiker ah emoticon-Cendol (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Sama sama sist, makasih juga udah bikin trit horor dimari
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan gitalubis memberi reputasi
Angin yang menerbangkan
ditunggu updatenya, Gan

jangan kentanh ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Duh inget cerbungku wkw
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Yahh bersambung
profile-picture
profile-picture
gitalubis dan indrag057 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Wow eaem aku ketinggalan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
Jadikan satu trit aja sis..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Thankyuuuuu bang reyemoticon-Blue Guy Peace
profile-picture
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan 3 lainnya memberi reputasi
Part 1 di sini

Part 2 di sini

Part 3 di sini

Tujuh menit sebelum pukul dua belas tepat tengah malam, aku terbangun. Sudah tiga kali ini terjadi dan dia datang lagi ke mimpi. Kuusap dahi yang penuh dengan peluh keringat. Kipas anginnya mati, padahal sebelumnya hidup.
Karena tak bisa tidur, kubuka laptop melanjutkan tugas yang tertunda. Jemariku sudah sibuk menari-nari di atas keyboardnya.
Pukul satu dini hari, saklarku berbunyi. Seketika ruangan mendadak gelap, beruntung laptop dalam keadaan menyala, sehingga ruangan sedikit bercahaya walau tidak seterang sebelumnya. Tak lama kemudian lampu kembali menyala, lalu mati lagi, begitu terjadi berulang-ulang sampai tiga kali.

Tirai jendela kamar bergerak--mungkin akibat angin-- yang masuk melalui ventisali udara. Suara hujan yang jatuh masih bisa kudengar dengan jelas.

Aku memutuskan untuk kembali melanjutkan mimpi, memaksakan diri agar segera terlelap. Hal-hal aneh yang terjadi malam ini membuatku sedikit takut.
***
Aku terbangun saat jam menunjukan pukul 07;12. Imsomnia yang mendera membuatku terlambat bangun. Cepat kubersihkan badan dan berlalu keluar dengan kamera bergelayut manja di leher. Menyelesaikan riset yang belum selesai.
"Pagi, Pak! Oh, iya tadi malam mati lampu ya?" tanyaku yang melewati Pak Penjaga.
Ia mencoba mengingat. "Tadi malam sepertinya tidak, Non."
Mataku membesar mendengar jawabannya. "Tapi, kenapa lampu kamar saya mati?"
"Memangnya kamar Non nomor berapa?"
"Kamar Saya nomor lima, Pak."

Sekarang, giliran dia pula yang tampak terkejut. "Loh, kamar itu masih dipakai? sebenarnya ka--"
"Pak Atan bisa bantu saya?" Wanita yang memberikan kunci hotel tempo hari lalu memotong pembicaraan kami.

Waktu yang terus bergerak mampu menghilangkan rasa penasaranku yang tinggi. Dengan langkah yang lebar, cepat kubergegas menunggu bus di halte.
Aku memotret sebuah bangunan tua yang masih terlihat cantik. Menurut sejarah, dulunya ini digunakan sebagai tempat belajar untuk para anggota kerajaan dan orang kaya. Namun, sekarang tempat ini dijadikan sebuah museum yang menyimpan ratusan benda yang punya nilai sejarah tersendiri.

***
Malam ini aku kembali ke Golden House di waktu yang mulai larut. Menunggu bus terakhir, berharap jam datangnya tidak meleset seperti tiga hari lalu.

Lagi dan lagi. Aku melihat wanita itu di posisi yang sama, pas di depan pohon beringin kemarin. Anehya, ia terlihat di malam hari saja. Saat sore menunggu bus di halte ini, tak pernah sama sekali aku melihatnya.

"Nak!" tegurnya sambil memegang pundakku.

"Ka...u? Bibi kemarin kan?" Mencoba memastikan, setelah menetraliskan jantung yang berdegub kencang karena sentuhannya.

"Ya. Kupikir kau sudah pergi dari kota ini?"

"Waktu risetku masih tersisa tiga hari lagi, Bi."

Dia hanya mengangguk mendengarkan.

"Bibi, Bolehkah aku bertanya?" tanyaku ragu.

Dia menaikkan alisnya sedikit, lalu mengangguk sebagai jawab yang tak terucap.

"Apakah Bibi melihat wanita di seberang sana? tanyaku pelan sambil menunjuk.
Ia sedikit terkejut. "Ya, Aku melihatnya. Kau juga?"

"Apa maksudmu 'juga'?" Akuperlu menjawab pertanyaannya, Karena pastilah ia sudah tau.

Tepat saat pertanyaanku selesai, bus terakhir tiba. Aku memilih bangku yang berdekatan dengan bibi itu.

Tepat pukul 20,00 bus terakhir tiba. Aku berusaha untuk duduk berdekatan dengan bibi itu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gitalubis
Part 3

"Jika kau ingin tahu ceritanya, datanglah besok ke Jl Melati pukul 10.00 pagi. Sekitar sepuluh menit dari Golden House, maka kau akan sampai ke sana," ucapnya kala halte pemberhentianku sedikit lagi. "Nama Saya Suci, aku akan menunggumu di sana."

Bibi itu memperkenalkan diri, serta mengatakan bahwa ia akan menungguku. Padahal, aku belum mengiyakan jadwal yang ia lontarkan.

"Saya Gita. Baiklah, besok saya akan tiba di sana tepat di waktu yang Bibi janjikan," jawabku yang menjanjikan.

Malam itu aku tau namanya. Seperti biasa, aku lah penumpang yang pertama kali turun.

***

Demi menjawab penasaran serta hal aneh yang belakangan ini mengganggu. Sengaja kubatalkan rencana yang telah tersusun rapi jauh-jauh hari.

"Non, mau buat apa di sana?" tanya Pak Atan sedikit bingung kala aku bertanya tentang alamat yang diberikan oleh Bibi Suci.

"Eemmh ... riset, Pak, ya untuk riset," jawabku gugup.

Walau sedikit ragu, tapi Pak Atan tetap memberi tahu jalan menuju ke sana. Cukup berjalan ke arah timur untuk menunggu angkutan berwarna kuning, maka ia akan mengantarku sampai tujuan. Setidaknya itu saran dari pak Atan.
Saat matahari sedang naik, aku sudah berdiri anggun di halte. Membiarkan rambut sebahu tergerai, dan menggunakan sneaker yang senada dengan blazer selutut.

***

Tak sampai sepuluh menit, aku sudah tiba di tempat tujuan. Mencoba berpikir, apakah alamatnya sudah benar. Namun, aku ingat betul, kalau ia memang memberikan alamat ini. Aneh, untuk apa Bibi Suci memintaku ke sini.

Kuedarkan pandangan, berusaha menemukan keberadaannya.

"Kau sudah lama menunggu, Nak?" tanyanya tiba-tiba muncul dari belakang.

"A ... tidak. Sekitar lima menit lalu. Bibi, kenapa kau mengajak bertemu disini? Tak adakah tempat lain?" tanyaku curiga.

Bukannya menjawab, ia malah menarik tanganku. Berhenti di sebalah gundukan tanah, yang dipenuhi rumput tipis. Nisan itu bertuliskan DHANI, dengan tahun wafat 2017. Ya, dia membawaku ke pamakaman
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gitalubis
Updatenya dikit amat nduk 🙏
profile-picture
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di