CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Sports / Liga Mahasiswa ( Lima ) /
DAMPAK MUSIM PANDEMI BAGI MAHASISWA
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f30d91210d2954f3e377ac0/dampak-musim-pandemi-bagi-mahasiswa

DAMPAK MUSIM PANDEMI BAGI MAHASISWA

Penulis : Adelisa Firda Kusuma Dewi
Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Imam Setijawan, SE.,Akt., M.S.Ak
Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Sekarang ini di Negara Indonesia sedang mengalami wabah virus corona atau COVID-19 yang membuat seluruh aktivitas masyarakat sedikit berkurang bernilai dari yang berdagang, bekerja bahkan yang sekolah maupun yang sedang kuliah juga mengalami dari dampak tersebut. Semenjak wabah virus tersebut masuk ke Negara Indonesia, Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo yang memberikan aturan dengan melakukan sistem lockdown (Stay at home) untuk semua daerah yang ada di Negara Indonesia, dengan begitu agar dapat memutus rantai persebaran dari virus corona. Dengan diberlakukannya sistem lockdown tersebut banyak masyarakat yang mengalami kerugian mulai dari berdagang, bekerja, pelajar maupun mahasiswa. Dampak dari virus tersebut buat para pedagang adalah mereka sekarang sedikit membatasi dalam melakukan transaksi penjualan yang tadinya mereka bisa berjualan dari pagi sampai sore ataupun bisa sampai malam, mereka sudah tidak bisa lagi berjualan Karena pandemi virus corona. Bahkan yang bekerja pun juga demikian mereka banyak yang diberhentikan bekerja atau di PHK oleh pihak perusahaan karena adanya pandemi virus corona. Dan hal tersebut dialami juga oleh para pelajar dan mahasiswa karena mereka tidak bisa melakukan aktivitas disekolah maupun melaksanakan aktivias dikampus.

Kerugian dari dampak pandemi itu sendiri yang dialami oleh pelajar maupun mahasiswa adalah mereka melakukan aktivitas yang sebelumnya mereka lakukan disekolah maupun dikampus, akan tetapi sekarang ini aktivitas tersebut mereka lakukan melalui sistem online atau daring. Dari segi pelajar sendiri mereka melakukan sistem belajar mengajar melalui media online saja yang dapat membuat mereka jenuh karena tugas-tugas dan ujiannya yang melalui online, materi yang disampaikan oleh guru juga tidak dapat tersampaikan dengan baik dan jelas, karena hanya dapat bertatap muka melalui media online, bahkan ada juga guru yang tidak mengajar hanya sekedar memberikan tugas saja, akan tetapi tetap saja mendapatkan gaji oleh pihak sekolah. Seharusnya yang namanya belajar itu dilakukan secara interaksi dan diskusi bukan seperti itu caranya, kalau cara mengajarnya guru seperti itu sama halnya mereka membuat bodoh para siswanya dan siswa pun juga akan mengalami kerugain yang sangat besar. Sama halnya dengan mahasiswa, ada yang berpendapat bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan etika karena dosen tidak mengajar secara langsung, akan tetapi dosen tetap mendapatkan gaji dari pihak universitas. Padahal yang namanya belajar itu seharusnya diperlukan adanya interaksi dan diskusi. Dari sisi mahasiswa misalnya mahasiswa jadi tidak bisa berkembang karena kurang bisa berdiskusi atau dapat membuat mahasiswa males,karena adanya tugas-tugasnya atau ujiannya karena dikerjakan dirumah bisa saja mereka mengerjakan tugas-tugasnya dan ujian dengan menyontek atau copy paste tugas dari punya temannya. Justru yang didapat hanyalah nilai yang bagus dan meningkat saja, akan tetapi untuk materi yang disampaikan oleh dosen mahasiswa tidak dapat mengerti dan memahaminya.

Sekarang kita memandangnya dari sudut pandang Utilitarianisme, dari sudut pandang ini, semua mahasiswa yang merasakan dampaknya, mungkin dari beberapa mahasiswa ada yang merasa rugi karena menerima materinya kurang maksimal. Dan disisi lain dari dampak pandemic tersebut terdapat manfaatnya untuk mahasiswa yaitu dari beberapa mahasiswa juga bisa melakukan bisnis online dirumah ditengah pandemi dengan berjualan masker kain, face shield, makanan, dll dengan cara melalui sistem online. Dari penjelasan diatas, jika kita lihat dari sudut pandang utilitarianisme, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian :
• Menurut teori ini adalah suatu dampak tersebut itu terdapat sisi positif yang baik dan hal tersebut juga membawa manfaat yang baik pula, maka manfaat tersebut itu harus menyangkut bukan hanya satu dua orang mahasiswa saja melainkan semua mahasiswa dan juga keseluruhan mahasiswa merasakan hal tersebut.

Selanjutnya kita coba melihat dari sudut pandang dari deontologi. Jika kita melihat dari sudut pandang ini, maka disaat musim pandemi sekarang ini banyak mahasiswa yang mengeluh kesulitan dalam mengikuti perkuliahan secara online, karena banyak mahasiswa yang merasa terganggu dengan jaringan internet didaerah mereka masing-masing, tidak semua mahasiswa didaerahnya memiliki jaringan internet yang cukup bagus. Maka dari itu beberapa mahasiswa mengeluhkan hal tersebut. Di sisi lain dikalau ada niatan dari mahasiswa pastinya mereka itu akan mencari tempat atau lokasi yang sekiranya ditempat itu sinyalnya cukup bagus, agar mahasiswa tersebut dapat menerima materi dari bapak/ibu dosen dengan baik dan jelas.

Dalam segi Keutamaan (Virtue), kalau kita lihat dari segi sudut pandang ini kita bisa lebih mengutamakan kenyamanan dan fasilitas dari pihak universitas, karena kenyaman itu lah yang lebih utama untuk mahasiswa kalau misalkan mahasiswa dalam melakukan kuliah tidak merasa nyaman maka untuk kuliah online pun juga tidak akan berjalan dengan lancar. Dan juga memberika fasilitas untuk mahasiswa itu yang lebih utama, karena yang di butuhkan mahasiswa sekarang ini adalah fasilitas kuota gratis dari pihak universitas supaya kuliah bisa berjalan dengan lancar dan mahasiswa pun juga bias lebih semangat lagi dalam menjalankan kuliah online di tengah musim pandemi sekarang ini.

Suatu tindakan akan dinilai apakah sesuai dengan etika atau tidak, tentunya tidak cukup hanya melihat dari sisi niat dan akibatnya saja, apalagi jika sudah menyangkut aktivitas perkuliahan. Ada hal yang penting lainnya yang perlu menjadi timbangan dalam menilai etika, yaitu kenyamanan. Dengan adanya kuliah online saja tidak cukup, akan tetapi seharusnya pihak universitas memberikan fasilitas kuota gratis untuk setiap mahasiswa agar mahasiswa nyaman dan lancar dalam melaksanakan kuliah online. Karena dengan begitu mahasiswa akan lebih semangat dalam menjalani kuliah dengan sistem online ditengah pandemi seperti sekarang ini. Suatu aktivitas (terlebih yang terkait dengan perkuliahan dengan sistem online) dinilai akan memiliki etika yang baik jika ada kebijakan dan keadilan dari pihak universitas untuk semua mahasiswanya. Dari sisi individu dapat memberatkan mahasiswa kalau pihak universitas tidak memberikan fasilitas untuk mahasiswa. Hal ini dapat mengakibatkan mahasiswa sedikit mengalami kesulitan dalam mengikuti kuliah melalui sistem online.

Sekarang kita lihat dari segi agama, di dalam agama islam itu sendiri juga mengajarkan arti kebersihan yang harus dilakukan oleh setiap umat manusia, yang harus selalu melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, jaga jarak, memakai masker untuk menjaga kesehatan, dll. Maka dari itu mungkin Allah menurunkan penyakit virus corona agar manusia bisa lebih lagi dalam melakukan kebersihan baik kebersihan untuk diri sendiri maupun kebersihan untuk orang lain.

Sebagai penutup perlu kiranya kita ketahui bahwa maksud dari kebijakan pemerintah itu sangat bermanfaat, karena dengan adanya mahasiswa maupun pelajar yang melakukan sistem pembelajaran dengan menggunakan sistem daring atau online dapat memutus penyebaran virus corona di masyarakat. Dan sebagai warga masyarakat yang taat terhadap peraturan pemerintah, sebaiknya kita harus mengikuti anjuran dari pemerintah yang harus tetap selalu mencuci tangan dengan sabun, memakai handsanitizer, memakai masker dan juga jaga jarak (social distancing) karena dampaknya akan bermanfaat juga buat diri kita sendiri dan orang lain.

profile-picture
profile-picture
tamadate6 dan deriandroid18 memberi reputasi

UKT

Selain kuota, mahasiswa pun menuntut universitas untuk menurunkan biaya UKT. Mengingat pembelajaran daring ini artinya semua fasilitas kampus termasuk operasional gedungpun tidak dipakai oleh mahasiswa. Namun, sejumlah universitas tetap tidak menurunkan UKT bagi mahasiswanya. Keluhan ini tentu seharus ditampung dan disaring dengan baik oleh rektorat karena penghasilan daripada orangtua mahasiswa menurun akibat pandemi ini.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ya tp emang udah jarang kampus yg mahasiswanya ada di kampus ya gan pada pulkam semua
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Semoga aja deh pandemi virus corona ini bisa segera diatasi ya supaya bisa beraktifitas normal lagi hehehe


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di