CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Proses Penukaran Koin Kreator Ada Perubahan Cek Infonya di Sini Gan!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Di Balik Nama Kampung Arab dan Keresahan Warga Puncak
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f2cd7062525c371ae5ce336/di-balik-nama-kampung-arab-dan-keresahan-warga-puncak

Di Balik Nama Kampung Arab dan Keresahan Warga Puncak

Nama Kampung Arab menjadi sorotan beberapa hari terakhir, hal tersebut berawal dari Ombudsman Republik Indonesia yang mengungkapkan hasil pemeriksaan terkait tata kelola kawasan Kampung Arab di Cisarua, Kabupaten Bogor. Namun sesungguhnya kampung tersebut bernama Kampung Sampai Jalan Sindang Subur atau Kampung Warung Kaleng.

Menurut pantauan Republika pada Selasa (4/8), Kampung Arab sendiri terlihat sangat sepi. Ruko yang berjajar dijalan utama juga nampak sebagian besar tutup. Bahkan ada beberapa toko yang terlihat tidak terurus.

Ketika memasuki salah satu toko yang berpalang bahasa arab bahkan tulisan di pintu juga berbahasa arab dengan tinta berwarna biru dan dan merah. Ketika memasukinya pegawai maupun pemilik ternyata merupakan orang Indonesia. Sayangnya pemilik enggan untuk diwawancarai.

Ketika pergi ke desa dibelakangnya, hanya terlihat permukiman warga biasa. Tidak terlihat adanya aktivitas orang asing. Ketika Republika juga mendatangi salah satu tempat tinggal imigran Uzbekistan yang berada di belakang kantor Desa Tugu Selatan, juga tidak terlihat aktivitas apapun.

Kelapa Desa Tugu Selatan, Eko Windiana menyebutkan masyarakat keberatan disebut sebagai Kampung Arab. Menurut mereka nama Kampung Sampai merupakan nama yang telah diturunkan oleh leluhur sehingga mereka menolak yang datang entah dari mana.

“Nama kampung itu aslinya Kampung Sampai Jalan Sindang Subur atau disebut Kampung Warung Kaleng karena dulu jual material. Tokoh sama warga sempat datang ke sini karena mereka enggak setuju disebut Kampung Arab, nama kampungnya Sampai kan dari leluhur mereka,” tutur Eko kepada Republika, Selasa (4/8).

Kampung yang terletak di antara Desa Tugu Utara dan Selatan ini memang menggunakan bahasa Arab di plang maupun tulisan di pintu ruko. Namun Eko menyebut, pemilik bangunan merupakan orang Indonesia.

“Kalau tulisan mungkin Arab memang iya tapi pemilik tanah dan bangunan orang kita. Karena sejauh ini saya enggak pernah dengar imigran beli tanah. Kampung Arab dan imigran juga beda ya. Kalau imigran ini banyak ada Pakistan, Uzbekistan, Irak, Afrika dan yang lainnya,” ujar dia.

Hal senada juga disampaikan salah satu staf Desa Tugu Utara, Doni Adi yang menyebut Kampung Arab sendiri terbagi di dua desa. Mengenai imigran ia menyebut mereka tinggal terpencar di beberapa wilayah.

Desa sendiri sulit untuk melacak mereka karena tidak ada laporan setiap perpindahan sejauh ini. Doni menyebut para imigran sendiri selalu berpindah tempat tinggal dengan cepat.

“Kita sendiri sulit untuk melacak mereka, karena mereka ngontrak. Setiap berpindah enggak ada yang lapor baik pemilik kontrakan maupun RT setempat. Tapi kalau di Kampung arab sendiri setahu saya cuma satu atau dua yang mukim di sini, di Desa Cibureum dan Batu Layang mungkin lumayan banyak,” ujar dia.

Dari kedua desa tersebut memiliki keluhan yang sama, yakni para imigran yang meresahkan warga sekitar. Di dua desa tersebut juga mengakui sering mendapat laporan dari warga terkait pertikaian antar imigran bahkan pertikaian dengan masyarakat sekitar.

Sikap acuh para imigran juga menjadi masalah di masyarakat, tidak menegur sapa bahkan bersikap tidak peduli dengan masyarakat sekitar juga menjadi masalah. Selain itu para imigran yang beragama muslim menurut masyarakat tidak pernah melaksanakan sholat berjamaah bahkan untuk Sholat Jumat.

Salah satu warga Didi (24 tahun) menyebut Kampung Arab sendiri biasanya hanya berisikan para turis yang makan atau membeli sesuatu. “Kalau Arab mereka biasanya turis, ke sini ramai buat makan atau beli sesuatu. Sekarang lihat saja enggak ada kan? Soalnya mereka biasanya cuma wisata saja jadi pas Corona ya enggak ke sini,” ucap Didi.

Camat Cisarua, Deni Humaedi juga memaparkan hingga kini kecamatan kesulitan untuk melakukan pendataan dan pengawasan terhadap imigran di kawasan Kampung Arab. Hal tersebut karena imigran sering berpindah tempat tanpa melapor bahkan pada RT atau RW setempat.

“Mereka tidak menetap. Kadang ngontrak di sini, bulan depan di situ, berikutnya pindah lagi ke tempat lain jadi sulit untuk kita ngedatanya. Untuk data tahun lalu kita ada 616 imigran yang tersebar di 7 desa,” kata Deni.

Desa tersebut meliputi Desa Cisarua, Tugu Utara, Cibeureum, Tugu Selatan, Batulayang, Citeko, dan kopo. Setiap titik Deni menyebut para imigran akan tinggal berkelompok.

Ia sendiri tidak menapik banyaknya plang Arab, Deni menjelaskan, sebagian merupakan usaha milik Warga Negara Indonesia (WNA) sendiri. Sebab, plang itu sebagai upaya untuk menarik pembeli wisatawan Arab.

Terkait kabar langkah yang diambil Bupati Ade Yasin yang akan memindahkan para imigran, Deni sangat menyetujuinya. Ia menyebut hal tersebut sangat tepat karena akan lebih mudah memantau para imigran di satu lokasi.

https://republika.co.id/berita/qekam...n-warga-puncak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusrezapratam4 dan 33 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5
Kampung onta kaw1n...

emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
programmerlabs dan 31 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
astagfirullah, warga resah dengan keberadaan kampung arab tempat produksinya para habaib dan ulamak emoticon-Kagets
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wanqodir dan 34 lainnya memberi reputasi
Quote:

Ada wisata apa sih disana sebenernya...? emoticon-Belo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
programmerlabs dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh bhethoro.kolo
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
musim ngeseks kontrak oleh turis arab di puncak jabar
paling hancur itu sampai pria di puncak sana rela istrinya dipakai ngeseks kontrak oleh turis arab
https://www.merdeka.com/peristiwa/para-suami-di-puncak-rela-istri-kimpoi-kontrak-dengan-orang-arab.html
profile-picture
profile-picture
profile-picture
programmerlabs dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
coba ada kampung china begini isinya pake tulisan china semua, besok2 langsung dikepung dan dibakar+dijarah semua plus isinya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
programmerlabs dan 21 lainnya memberi reputasi
Lihat 16 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 16 balasan
Kelakuan manusia yang dianggap paling agamis sedunia akherat emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
programmerlabs dan 13 lainnya memberi reputasi
Tempat onta buang ingus emoticon-Ngakak

Kalo ingus2 itu tumbuh besar dan jago bacot auto jd panutan kadrun emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
farhan.faf dan 23 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh yxgk
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
WNI atau imigran Gan...?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 2 lainnya memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Majikan ga ada , budak ga usah banyak lagak, jilat terus emoticon-Nyepi


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Jon605Sok2an dan 3 lainnya memberi reputasi
Wisata bawok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 2 lainnya memberi reputasi
peternakan ulama ras unggul asli gurun emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bajier dan 4 lainnya memberi reputasi
Resah gelisah basah emoticon-Ngakak (S).
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan reep1000 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Tumben amat warga bisa resah sama arab
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan galuhsuda memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
pusat produksi kadal maha benaremoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bajier dan 4 lainnya memberi reputasi
Coba dimusyawarahkan dengan baik ane rasa ini cuma kesalahan pemahaman masyarakat yg terus dikompori ... Padahal jululan kampung arab itu cm sebuah julukan tambah merubah nama asli daerah tersebut kana dalam sejarah berdiri bangsa inj orang arab gk pernah merubah kearifan lokal ..moga masyarakat diberi kesabaran dan kepala digin menyikapi masalah ini jgn mudah terpancing dan terprofokasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
robert1995 dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 34 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 34 balasan
Di susupi gerombolan jahiliyah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bajier dan 2 lainnya memberi reputasi
wei seperti biasa banyak islam phobic gentayangan.

di kaskus.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bajier dan 3 lainnya memberi reputasi
Dr tmpt asalnya ijin merantau bekerja, disini berkembang biak
profile-picture
profile-picture
bajier dan galuhsuda memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Di Balik Nama Kampung Arab dan Keresahan Warga Puncak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dalamuka dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di