CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Curhat Anak yang Ibunya Diabetes Dipaksa Jadi Pasien Covid-19 oleh Rumah Sakit
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f2ad470c0cad70b3103ff00/curhat-anak-yang-ibunya-diabetes-dipaksa-jadi-pasien-covid-19-oleh-rumah-sakit

Curhat Anak yang Ibunya Diabetes Dipaksa Jadi Pasien Covid-19 oleh Rumah Sakit

Curhat Anak yang Ibunya Diabetes Dipaksa Jadi Pasien Covid-19 oleh Rumah Sakit

(Foto: Facebook)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Curhatan seorang wanita mendadak viral di Facebook. Wanita asal Pasuruan, Jawa Timur itu menuliskan curahan hatinya tentang sang ibu yang dipaksa menjadi pasien Covid-19.


Dalam postingannya, wanita dengan akun Facebook Tea Ranich ini bercerita bahwa ibunya memiliki riwayat penyakit diabetes. Sang ibu pun tiba-tiba panas demam.


Menurut wanita tersebut, kondisi ini sudah sering terjadi pada ibunya dan biasanya akan membaik dengan sendirinya. Namun karena hasil tes diabetes menunjukkan angka 500, wanita bernama Rani itu memutuskan membawa sang ibu ke klinik.


Namun kondisi sang ibu tak kunjung membaik. Ia menderita sesak napas hingga sempat tak sadarkan diri. Akhirnya Rani membawa sang ibu untuk diopname di RSUD R. Soedarsono.


Di sana, sang ibu langsung dibawa ke ruang isolasi lantaran dokter mengatakan ada indikasi terpapar Covid-19. Dokter pun meminta persetujuan Rani agar tim medis menangani ibunya sesuai protokol Covid-19 dan jika meninggal harus menjalani pemakaman sesuai protokol kesehatan juga.


“Cek dulu dok ibu sy diabet jangan panas dkit langsung ke covid cek lab dulu karena sy SDH cek lab hasil masih Senin kluar,” tulis Rani yang menambahkan bahwa ibunya telah dites corona dan hasilnya non reaktif.


“Hasil tes nya belum kluar ko sudah harus di covidkan dulu sy mau liat hasilnya dulu baru setelah itu saya setuju jika dilakukan tindakan sesuai protokol covid tapi kalo ibu sy bukan terinveksi covid sy tidak setuju jika jenazah harus d tangani seperti covid,” lanjutnya.


Karena Rani menolak, dokter memintanya tidak membawa sang ibu ke rumah sakit tersebut karena mereka tidak akan melakukan tindakan apa-apa. Anehnya, kalaupun Rani setuju ditangani secara protokol Covid-19, pihak rumah sakit hanya memberi oksigen ke ibunya.


“Kalo hanya sekedar oksigen itu artinya tidak ada tindakan apa2 dr sini sama aj dengan membiarkan ibu sy meninggal,” tulis Rani kesal.


Tak berselang lama, ibu Rani dinyatakan meninggal dunia. “Kalo sudah meninggal kenapa tidak bilang dari tadi knp harus berpura2 masih akan melakukan tindakan pertolongan hanya demi sebuah tanda tangan kalo sy menyetujui jenazah terkena covid,” katanya.


Saat Rani akan mengambil jenazah sang ibu, lagi-lagi terjadi perdebatan lantaran ia diminta menandatangani surat yang menyatakan ibunya positif Covid-19 dan harus dimakamkan sesuai protokol.


“Ibu saya belum di tes swab. Namun sudah dinyatakan positif COVID-19. Akhirnya saya meminta untuk mengambil jenazah ibu saya dan dimakamkan sendiri. Yang memakamkan semua anggota keluarga, namun mengenakan alat pelindung diri (APD). Tidak ada tim medis yang ikut memakamkan,” tulisnya.




profile-picture
profile-picture
profile-picture
cheria021 dan 7 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
Emng klo diabetes bs begitu ya gejala nya?
emoticon-Bingung
profile-picture
trac0ne memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
HANYA di INDONESIA ..Setiap ada kesususahan , disana ada peluang $$$$$

Afalafi Dokter2 yg udeh terkenal mate $$$$ dan sekrg fade sok jadi FAHLAWAN dan suka MEWEK terkaing2

bawah ane keluarga dokter lagi mewek terkaing2

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
meowzie dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Dari cerita emang ada gejala ke arah covid, terlepas itu mirip gejala komplikasi diabetes kronis.
Ya wajar aja kalau dimasukan ke protokol covid, demi keamanan semua termasuk petugas juga kalau ngasih tindakan selanjutnya.

Anak ane masuk IGD dgn gejala demam krn dehidrasi aja pada parnoan petugasnya, pada interogasi riwayat segala macem, walau ane jelaskan gak ada resiko terpapar covid.
Itu semua demi keamanan bersama.
Rawat inap juga harus rapid test dulu sblm ke ruang rawat, biaya dicover BPJS kok.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
popoupop dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh entecavir
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
Di daerah aye sdh banyak yg begini

Klo gak mau ribut sdh langsung tanda tangan aja

Kasian pegawai RS klo gak ada covid gak dpt duit

Polisi gak berani/mau nangkepin krn ada tanda tangan positif covid pdhl bukan

Mau aye laporin teman aye gak sempat rekam video percakapan nya emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
natsuzaki48 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 14 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 14 balasan
padahal orang sakit diabetes itu beda sama gejala covid kan ya :sudahkuduga
profile-picture
rinso.biroe memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
ad indikasi gejala covid

Diminta tanda tangan protokol covid ?
Apa yg salah ?

Kan ud bener . Namanya aj jaga2 . Masa iya harus diswab dl baru sesuau protokol covid.
Kl kyk gt mah ud kena semua tenaga kesehatan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
balineseryuu dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
RS malah sepi krn covid, banyak yang ga mau rawat inap
profile-picture
rinso.biroe memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


fulisi nye juga ada yg kerjasama kok ..kecifratan juga

Quote:


Yg salah itu semuanye jadi froyek ..ada target dari RS ..Ente baru keluar dari GOA ya ??? emoticon-Ngakak

profile-picture
adamyvon memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Kalo BELUM Tanda tangan, ternyata sdh meninggal..dan blm ada tes SWAB.
Yah keputusan ada di tangan keluarga....

Karena Rani menolak, dokter memintanya tidak membawa sang ibu ke rumah sakit tersebut karena mereka tidak akan melakukan tindakan apa-apa. Anehnya, kalaupun Rani setuju ditangani secara protokol Covid-19, pihak rumah sakit hanya memberi oksigen ke ibunya.



“Kalo hanya sekedar oksigen itu artinya tidak ada tindakan apa2 dr sini sama aj dengan membiarkan ibu sy meninggal,” tulis Rani kesal.


Begitu rupanya emoticon-Thinking
pandemi menjelaskan bahwa kalau ada duit mending berobat di luar negri
profile-picture
profile-picture
qavir dan Nevareth memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ntah Mana Ini Yg Bener Pihak RS Ataw Pihak Pasien emoticon-Bingung
di tempat ane disuruh tanda tangan + kasih uang 15jt, klo gak mau kena denda 30jt kan aneh. emoticon-Ngacir Tubrukan
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kl takut ya ga us pake panik..
Kl berani ya ga us pake sok2an..
kok ceritanya loncat-loncat gini?
emoticon-Bingung
setau ane, permintaan tanda tangan yang dimaksud itu buat ambil darah buat rapid test, jika gejala terpapar covid muncul, bukan "setuju kalo pasien positif covid" yang bilang pasien positif apa negatif itu hasil lab, bukan tanda tangan
emoticon-Cool
dan di akhir, doi ngomong kalo ibunya belom di tes, lah gimana mau di tes wong surat persetujuannya aja nggak di tanda tangani kok, dan kenapa cuma oksigen? karena emang cuma itu penanganan pasien covid, ventilator obat-obatan molekuler dkk itu juga butuh tanda tangan keluarga lagi ntar, dan itupun gunanya juga cuma buat mengantarkan oksigen ke paru

Quote:


daerahnya mana? ada di berita nggak? sampe lockdown wilayah itu pastinya karena ada cluster, kalo ada kluster di wilayah tertentu minimal media lokal bakal beritain
emoticon-Cool
masa pandemi gini gak cuma virus yang beterbangan, hoax juga, selalu cek ulang informasi. kata temen ane, kata adeknya temen ane, kata abangnya ponakan temen ane, itu bukan sumber valid.


Quote:


prove it, no proof = hoax
emoticon-Cool
biaya rapid test mandiri plus PCR itu sekitaran 1jt, kalo udah ketahuan positif, biaya penanganan covid per hari itu sekitaran 5 jt itupun hampir 4 jt nya habis di pengamanan pasien (ruangan, APD, alat-alat) sisanya buat obat-obat dan biaya rumah sakit, jadi kalo ente mikir duit segitu masuk kantong RS semua, ente salah besar. dan itu dibayarkan ketika pasien SEMBUH, kalo meninggal? biasanya hanya dikenakan biaya administrasi sama alat yang habis pakai (APD, ventilator, injektor dkk).
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sialan6 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh joesatriyono
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Nahh ini br dokter indonesia
Kl bener ada dokter yg mengabdi... Itu cuman oknum
Catat ya
profile-picture
qavir memberi reputasi
untuk pencegahan bre, tenaga medis juga takut tertular kalau ternyata beneran covid
profile-picture
rinso.biroe memberi reputasi
Halaah...ujung2nya kalo disdh dijelaskan RS, paling bacot ngaku salah paham, mewek minta maaf,modal materai 6000emoticon-Big Grin
rumah sakit dapat duit kalo ada pasien covid, oknum rumah sakit ini harus di berantasemoticon-Blue Guy Bata (L)

BATA! emoticon-Bata (S)
Diubah oleh red.bezos
semua itu bisnis.
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di