CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
Minat Baca Rendah, Kenapa Buku Tetap Terbeli?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f26630388b3cb20872862d0/minat-baca-rendah-kenapa-buku-tetap-terbeli

Minat Baca Rendah, Kenapa Buku Tetap Terbeli?


Minat Baca Rendah, Kenapa Buku Tetap Terbeli?

Selamat siang, para sahabat yang tidak lupa bahagia. Di hari Minggu yang cerah ini, perkenankan kembali saya menyampaikan tulisan ringan untuk Anda, untuk saya, untuk kita semua. Sambil sesekali makan kolak bikinan istri, di hari libur ini, saya juga merilekskan diri dengan mendengarkan alunan lagu atau musik dari headset. Betapa indah hari ini, dan tentu saja, saya tak boleh lupa mensyukurinya, sambil menulis tentunya.

Di suasana hati yang mengalun tenang ini, pikiran saya malah mengembara, berandai-andai, atau menduga-duga. Itu juga yang sering kali melahirkan banyak tulisan, banyak buku, karena dari pengandaian atau dugaan-dugaan, muncul inspirasi, imajinasi, dan terwujudkan dalam karya demi karya.

Siang ini, pikiran saya tergelitik untuk menjawab fenomena ini: minat baca rendah. Kita semua pasti sudah memahami bahwa di negeri ini minat baca belumlah membanggakan, bahkan banyak orang mengatakan rendah. Tapi, di siang hari ini, saya tidak menyuguhkan data berapa persen jumlah pembaca buku di Indonesia. Biarlah nanti pada tulisan lainnya.

Hal yang membuat saya senang sekaligus heran, minat baca rendah, tapi kenapa begitu banyak buku diterbitkan? Minat baca rendah, mengapa bermunculan penerbit-penerbit baru, misalnya, atau terlahir banyak penulis baru? Terutama sebelum pandemi Corona, kehidupan perbukuan di tanah air pun tidak payah-payah amat. Banyak juga tercatat buku best seller, yang membuktikan bahwa buku masih terbeli; buku masih dibaca, dan buku masih menjadi konsumsi sebagian besar orang.

Saya menduga, meskipun minat baca rendah dan buku masih banyak dibeli, karena masih banyak pula orang yang membutuhkan buku. Masih banyak orang yang memahami manfaat membaca buku, misalnya untuk menambah ilmu atau untuk mencari inspirasi. Pasti juga masih banyak alasan orang membeli dan membaca buku, sehingga para penerbit pun tidak ragu untuk menerbitkan banyak buku. 

Pedagang buku pun, hehehe... seperti yang saya lakukan saat ini, jualan buku online, menyambut senang. Itu karena tetap ada karya tulis yang dinikmati dan bisa dijual, lalu membawa efek positif untuk banyak orang.

Alasan lain, ada juga yang unik. Beberapa orang suka atau hobi membaca buku, karena suka dengan bau kertasnya yang harum. Orang-orang dengan alasan lucu, gokil, nan unik ini menganggap membaca buku kertas jauh lebih nikmat dibandingkan membaca e-book, atau membaca buku lewat gawai. Hmmm...baca buku lewat gawai bisa bau apek kalau alat modern tersebut tersentuh tangan kotor atau gawainya tidak pernah dilap alias dibersihkan. Alasan unik ini bisa menjaga minat baca sebagian orang kemudian berpengaruh pada keputusan untuk membeli dan membaca buku.

Dugaan saya lainnya, orang membeli dan membaca buku di tengah-tengah minat baca masyarakat rendah, karena memang hobi dan punya komunitas tertentu. Jika jumlah komunitasnya tidak hanya satu, berarti membuka peluang buku terbeli, bukan? Di sinilah sering kali penerbit bekerja sama dengan banyak komunitas untuk menerbitkan buku sesuai dengan keperluan komunitas tersebut.

Sebagai penulis dan sekaligus penjual buku online, saya masih optimistis karena sesulit-sulitnya situasi saat ini, buku tetap dicari. Masih banyak orang yang membutuhkan buku dengan berbagai alasan. Beragam jenis buku masih bisa diterbitkan dan dijual, mewarnai jagat ilmu pengetahuan negeri ini. Mencerahkan, menginspirasi, memotivasi, dan memberi pelajaran hidup untuk orang-orang yang memahami pentingnya baca buku.

Semoga tulisan ringan ini menginspirasi, menggugah kita semua untuk meningkatkan minat baca, dan jangan lupa bahagia!


Foto: pixabay.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sansan723 dan 5 lainnya memberi reputasi
Nanti beli buku ane ya emoticon-Malu
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Kadang udah dibeli juga malah ga dibaca wkwkw. Mungkin lebih tepatnya lupa ga dibaca2 karna belum sempat. Atau bekum disempatkan hehe
profile-picture
profile-picture
herrypengarang dan antokoplak memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
jadi pengen beli buku ane emoticon-Ngakak
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Kalo istilah jepangnya 積んどく (tsun-doku)
beli banyak sampai menumpuk tapi tidak dibaca, motivasi membelinya hanya karena cover atau judul buku yang keren atau pas dihatiemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
herrypengarang dan Ewaxsv memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
ya harga buku juga sekarang gabisa dibilang murah sih, ya walaupun emang iya ada buku bekas yang masih layak baca juga..
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Ada yang borong kali
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
kalo ane sekarang udah ga pernah beli buku lagi karena mahal dan makan tempat, buat baca udah beralih ke digital, padahal waktu buku murah gramedia merupakan tempat wajib buat aku kunjungi kalo lagi keluar, koleksi buku komik ku dimasukin dalam dus skrng udah ga keurus, jadi kuning, rusak kena rayap, disobek2 anak-anak iseng, basah dan jadi bau apek, tapi mau dibakar rasanya sayang
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
kalo ane udh ga pernah beli buku fisik lagi, kalo mau baca lebih simpel di gawai, bisa dibawa kemana-mana, ngga ribet, dan harganya juga murah-murah banyak diskon pula hahaha, kalo lagi ngga ada duit, bacanya di ipusnas yang gretongan gan :v
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Beli buku tiap ane butuh aja, itupun jg buku2 materi yg mau ane pelajarin. Klo dulu masih kuliah ya buku2 mata kuliah sih. Pdhl ane suka novel tp gak suka beli buku novel, sayang aja gt karna sekali baca yaudah abis itu ditaruh
sekolah setiap tahun ganti buku buat pelajaran. apalagi kalo ada kurikulum baru. buku2 makin bervariasi padahal inti yg dipelajarin juga itu2 aja... hmm
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Soalnya sistem pendidikan kita juga tetap mengutamakan textbook, diktat, jurnal, dll.

Pelajar atawa mahasiswa harus proaktif nyari ilmu, wak. Engga bergantung dari guru atawa dosen semata.
Buku tetep terbeli cuma untuk sekedar 'formalitas' intelektual doang. Masih minim yang beneran suka baca, apalagi yang addict sama buku.

Tapi buku sekarang rada tergeser sama ebook dan jurnal online sih, wak..

#tanyakenapa
profile-picture
profile-picture
sagit30 dan herrypengarang memberi reputasi
Diubah oleh seryozha1945
kadang beli bukan berarti butuh.. tp krn suka covernya.. suka pengarangnya.. suka terpaksa krn tuntutan.. macem² lah pokoknya.. itulah yg bikin buku tetep eksis hehe
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Seringnya sih beli cuma ditaruh doang bacanya entah kapan wkwk :goyang
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Kalo saya sih koleksi komik hehe
Meningkatkan minat baca di Indonesia mungkin perlu sedikit paksaan.
Misal pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa asing lainnya di SMP/SMA perlu ditambahi pelajaran me-review buku. Siswa diberi tugas membaca dan me-review isi buku wajib tulis tangan. Untuk topiknya bisa bebas atau ditentukan. Soal sumber bukunya bisa dari mana saja, kalau perlu kerjasama dgn perpustakaan daerah/ setempat.
Dari pelajaran ini guru bisa mengetahui minat siswa dari buku yg dibacanya, juga melatih skill menulis para siswa.
mengutip kata2 Stan Lee tentang masa depan komik ditengah gempuran digital, beliau berkata : sama seperti (maaf) payudara wanita, memegang nya akan terasa lebih berbeda daripada melihatnya saja dilayar hp emoticon-Big Grin


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di