Kaskus

Story

robbolaAvatar border
TS
robbola
Lo_Nggak_Papa_Sayang?
Lo_Nggak_Papa_Sayang?

Karena semalam gue ngantuk berat. Jadilah, gue tertidur setelah shalat isya dan setelah itu gue pun masuk ke dunia mimpi.

"Naura!"

"Naura!"

"Naura ....!"

Samar-samar terdengar suara panggilan dari luar kamar. Saat gue membuka mata, kulihat Fadil nongol depan pintu dan datang ke dekatku.

"Apa sih, Dil?" Gue terbangun dan mengucek mataku kebingungan.

"Gue minta kirim mp3, juga dong?"

"Mp3, mp3 apaan!" Gue kembali bertanya ke arahnya.

"Tuh yang sama dengan punya Via," ujarnya melihat gue.

"Mp3 Via? Astaghfirullaah! Cuma mau minta mp3, lo bangunin gue! Dasar ello? Kirain gue ini dah subuh!"

Gue meracau di depan Fadil dan dia hanya nyengir melihat gue masih kebingungan.

"Habis, Via kagak mau ngirimin aku," sahutnya dan terlihat dia mengacak gawainya.

"Lihat, nih nggak ada apa-apanya! Cepat kirimin dong, help me," bujuknya melihat ke gue.

"Tuh gawai gue bertahta cantik di sana! Gimana mau dikirimin," tunjuk gue.

"Tadi, 'kan sudah janji, katanya mau ngasih." Fadil memanyunkan bibirnya.

"Ello sih datangnya telat. Dari tadi gue tungguin juga!"

"Beneran, aku nggak bohong. Tadi aku sibuk, makanya baru sempat naik," jawabnya melihat gue.

"Gawai gue sudah lowbet, eh ... lo baru nongol," balas gue lagi.

"Aku tadi lagi ada kerjaan, swear," sahutnya ke arah gue.

"Oh! Coba siniin, gawai lo."

Fadil pun memberikan gawainya. Tetapi, begitu gue mau ambil yang ada tuh gawai Fadil jatuh tepat mengena kepala gue.

"Aduh!" Tanpa sengaja gue menjerit dan memegang kepala yang sakit gegara gawai Fadil.

Terdengar Fadil ngomong, "Lo, nggak papa, sayang?"

'Tumben nih bocah baik dan perhatian ke gue! Biasanya juga cuek!' pikir gue.

"Enggak papa, lo sih main jatuhin aja!Syukur kagak benjol!" Gue menjawab tanpa melihat ke Fadil.

"Woi! Yang nanya ello siapa? Aku ngomongnya sama gawai aku, kok! Ge-er deh!"

"Ya, 'kan gawai? Kamu nggak papa ya, sayang?" Tanpa sengaja kulirik Fadil mengusap gawai di tangannya.

"Ish, Fadil! Ini kepala gue yang sakit? Tuh malah gawainya yang dikhawatirin. Dasar kamu!" ketus gue melihat Fadil.

"Hem, biarin! Tuh azab buat lo? Habis, lo juga dah bohong," jawabnya nyengir ke arah gue.

"Fadil! Kesel deh ...! Ish, bukannya, kasihan. Ini, malah nyumpahin, gue lagi? Sudah jelas-jelas lo, yang salah juga!"

"Bomat!"

"Dasar, adek ngeselin! Inginnya gue berkata kasar!" Tanpa sengaja gue melotot ke Fadil.

"Kabur! harimaunya ngamuk ....!"

Sedetik kemudian Fadil menghilang dari hadapan gue. Sedangkan gue bengong sendiri.
rskipratamaAvatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan rskipratama memberi reputasi
2
622
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan