CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
DPR 'Endus' Permainan Nakal RS Sengaja Buat Pasien Positif Covid-19 Demi Insentif
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f0ef9d465b24d7620240ffc/dpr-endus-permainan-nakal-rs-sengaja-buat-pasien-positif-covid-19-demi-insentif

DPR 'Endus' Permainan Nakal RS Sengaja Buat Pasien Positif Covid-19 Demi Insentif

DPR 'Endus' Permainan Nakal RS Sengaja Buat Pasien Positif Covid-19 Demi Insentif

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI hari ini menggelar rapat kerja dengan pemerintah untuk membahas laporan APBN semester I 2020, termasuk dengan Menkes Terawan Agus Putranto.

Dalam rapat tersebut, Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengadu kepada Terawan tentang adanya rumah sakit 'nakal' di sejumlah daerah. 

Menurutnya, rumah sakit tersebut sengaja membuat pasien dinyatakan positif COVID-19 demi mendapatkan anggaran corona.

"Ada kenakalan juga di rumah sakit, tidak COVID tapi dinyatakan COVID. Keluarga enggak terima, dua minggu mau masuk pengadilan, akhirnya rumah sakit nyerah, oh iya bukan COVID," kata Said dalam rapat kerja dengan pemerintah, Rabu (15/7/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, setelah diselidiki ternyata rumah sakit tersebut sengaja menyatakan pasien itu positif corona demi mendapatkan insentif rumah sakit.

"Telisik punya telisik, kalau dinyatakan mati COVID lebih besar. Ada yang sebut kalau orang kena COVID masuk rumah sakit sampai meninggal anggaran Rp 90 juta atau Rp 45 juta. Memang ini ujian betul, di Pasuruan, Jambi, Ciamis ini kan viral di mana-mana," jelasnya.

Said pun meminta agar Terawan turun ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan yang terjadi. Bahkan dia juga meminta agar memberikan sanksi bagi rumah sakit yang melakukan tindakan tersebut.

Baca Selengkapnya:
https://www.industry.co.id/read/7044...-demi-insentif
profile-picture
profile-picture
knoopy dan nomorelies memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
dpr kalo di endus bau ka-drone
bukti anggaran dimasa jokowi terserap dengan baik
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
lah kan emang pasien covid 100% ditanggung negara emoticon-Bingung

emang murah ngrawat pasien sekarat di ICU pake ventilator? 90jt itu dicek dl berapa lama opname di RS, pake fasilitas apa aja emoticon-shakehand
profile-picture
profile-picture
knoopy dan rizaldi.sarpin memberi reputasi
Lihat 13 balasan
Kalau bener hukum mati aja pelakunya. Lagi kondisi gini nyari duit haram.
profile-picture
qavir memberi reputasi
Sudahlah seluruh dunia juga direpotkan sama wabah dari china ini.

Di USA sudah 3 juta lebih yang terinfeksi, di Brazil sudah hampir 2 juta yang terinfeksi, di India hampir 1 juta yang terinfeksi. Dan belum ada tanda-tanda akan penurunan
Diubah oleh kampret.strez
Lihat 2 balasan
halah kontoI

udah jadi rahasia oem oem
yaelah dia baru tau...

basii...

pasien teken kena covid19 dpt 5jt
pasien teken kena covid dan pake ventilator dpt 100jt

emoticon-Ngakak
profile-picture
adamyvon memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Gimana sih maksudnya gan?
ane panas terus berobat, demam doang biasa tapi kata dokter vonis corona, atau di nego biar ane mau jadi positif corona,? lah pasien kan gak tahu ya penyakitnya apa, langsung aja sama dokter yang demam di vonis corona semua kenapa harus nego sama pasien?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senjasoekarno dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:

Wah gak bener nih permainan, maennya curang emoticon-Blue Guy Bata (L)
udah blow up aja tuh rumah sakit model gitu, memanfaatkan pandemi untuk cari cuan
Gue emang curiga sih kayaknya ada permainan dibalik wabah ini
profile-picture
qavir memberi reputasi
DPR 'Endus' Permainan Nakal RS Sengaja Buat Pasien Positif Covid-19 Demi Insentif

Lahhh....lu kemana ajaaa.....tinggal di GOA lu...!!!
Masalah nya kalau ada pasien meninggal dan belum jelas penyebab meninggal nya karena covid atau bukan itu beresiko kalau dimakamkan secara normal. Kalau pasien beneran positif covid, bisa banyak orang yang tertular saat pemakaman karena tidak memakai APD.

Petugas medis bisa menjadi repot kalau penambahan jumlah positif covid terus meningkat secara eksponensial. Pakai APD lebih dari 4 jam itu sangat melelahkan karena panas dan nggak bisa minum atau ke toilet. Sedangkan sekarang itu petugas medis ada yang harus pakai APD sampai 8 jam atau lebih.

Di waktu wabah black death Eropa dulu semua orang yang meninggal dibakar apapun penyebab kematiannya.
Lihat 1 balasan
Ini wartawannya yg mabok bodrex apa pemerintah yg bego sih?

Kalau mau bikin pasien positif kan harus ada hasil tes PCRnya. Yg ngetes PCR juga bukan rumah sakit daerah toh, jadi nggak bisa kong kalikong. Tinggal periksa aja, hasil tesnya disetting rumah sakit apa nggak.
profile-picture
jokovvi memberi reputasi
Untuk konfirmasi positif atau negatif covid itu ga sembarangan harus ada bukti klinis kuat yakni hasil rapid test atau swab test/PCR

Lagipula dana insentif apa yg yg mau diklaim?
Para relawan aja insentifnya belum ada yg cair
Ngakak dah, jangan2 cuman baca cerita hoax di medsos doang ini DPRemoticon-Ngakak (S)
profile-picture
arie87 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Denger kabar kek gitu klo mmg bener culas itu rs,, apa bpjs jg dicurangi rs
"Ada kenakalan juga di rumah sakit, tidak COVID tapi dinyatakan COVID. Keluarga enggak terima, dua minggu mau masuk pengadilan, akhirnya rumah sakit nyerah, oh iya bukan COVID," kata Said dalam rapat kerja dengan pemerintah, Rabu (15/7/2020).

RS mana ini? jahat bener
ngendusnya telat emoticon-Blue Guy Bata (L)
terima kasih, saya apresiasi...

tumben kerjanya bener...


ini bukan demi insentif kan ?


emoticon-Leh Uga
Hrs di selidiki n diusut tuntas ini..emoticon-Traveller
buat berita setengah2 ini yg lama2 buat gw kesal (baca selengkapnya di ...).
Gwe denger cerita dari senior guee..

senior guwe,punya tetangga yg anaknya sakit.

Sakit DBD. Meninggal..
Dari RS kasih 5juta jika mau tanda tangan pengakuan kena covid.


Akhirna tetangga senior gwe itu mau.


Senior gwe di daerah k#yu besar ce*#kareng.
profile-picture
adamyvon memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di