CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Disdik Bakal Subsidi Siswa Tak Mampu, Tapi Masuk Sekolah Swasta Kelas Bawah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f0defc768cc953f9d6680cc/disdik-bakal-subsidi-siswa-tak-mampu-tapi-masuk-sekolah-swasta-kelas-bawah

Disdik Bakal Subsidi Siswa Tak Mampu, Tapi Masuk Sekolah Swasta Kelas Bawah

Disdik Bakal Subsidi Siswa Tak Mampu, Tapi Masuk Sekolah Swasta Kelas Bawah

Disdik Bakal Subsidi Siswa Tak Mampu, Tapi Masuk Sekolah Swasta Kelas Bawah

Suara.com - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta berencana memberikan subsidi untuk membantu siswa tidak mampu yang gagal lolos Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Namun, para siswa akan dimasukan ke sekolah swasta yang tergolong kelas menengah ke bawah.

Kepala Disdik DKI Nahdiana mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) terkait hal ini. Ia mengakui untuk memasukan siswa tak mampu ke sekolah swasta, maka faktor utamanya adalah masalah biaya.

"Kami juga sedang cek ke sekolah-sekolah asal untuk informasi, maka kami butuh waktu untuk pengalokasian pembiayaan," ujar Nahdiana di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Nahdiana menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan skema pembiayaan untuk mensubsidi para siswa di sekolah swasta. Pihaknya tengah melakukan simulasi seperti menggunakan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) hingga uang hibah untuk para guru.

"Kalau anak KJP, bayarannya itu bayaran sejumlah KJP yang ada, dan cicilan untuk uang pangkalnya, bisa dimanfaatkan sebagian dari dana berkala yang setiap semester untuk beli seragam, sepatu," kata Nahdiana.

Untuk itu, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pendataan para siswa yang perlu disubsidi agar bisa bersekolah di sekolah swasta. Ia juga mengungkap adanya kemungkinan siswa yang gagal PPDB sudah masuk sekolah dibawah Kementerian Agama.

"Bisa saja anak-anak ini diterima di sekolah-sekolah di bawah Kemenag, ini yang sedang kami cari. Dan kami juga sedang cek ke sekolah-sekolah asal untuk informasi," tuturnya.

Kendati demikian, sekolah yang bisa dimasuki para siswa penerima bantuan ini kemungkinan bukan sekolah yang memiliki kualitas tinggi atau kelas atas. Sebab sekolah tersebut memiliki biaya yang mahal dan sudah dimiliki perminat sendiri.

Karena itu, pihaknya lebih condong untuk melakukan kerja sama dengan sekolah swasta kelas menengah ke bawah. Karena lebih butuh murid dan biayanya lebih murah.

"Swasta-swasta di tengah, yang berkembang yang sedang progres, itu nanti jadi pantauan kami sinergikan lebih awal. Tapi swasta-swasta yang di (kelas) bawah ini yang kami diskusikan dengan teman-teman BMPS," pungkasnya.
sumber

*******

Menurut mereka, semua bisa disembuhkan hanya dengan uang. Mereka tidak pernah merasakan bagaimana kecewanya para orangtua murid, para murid, dan para guru yang harus menerima kekalahan hanya karena usia.

Para orangtua, harus bisa memghibur dan menguatkan hati anak-anaknya agar bisa tetap bersekolah meskipun mungkin karena keterbatasan dana, terpaksa masuk ke sekolah swasta yang akreditasinya B atau C. Itu juga pastinya tetap mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Sudah menjadi rahasia umum apabila sekolah swasta paling giat melakukan pemgumpulan sumbangan yang bersifat memaksa. Sumbangan tersebut biasanya adalah sumbangan gedung, dan sumbangan-sumbangan lainnya.

Sementara anak-anak mereka pasti memendam kecewa dan rasa malu saat bersekolah, apalagi jika bertemu dengan kawan-kawannya yang bersekolah di sekolah negeri. Ini bisa berdampak buruk bagi mereka. Meskipun mungkin lambat laun semuanya bisa terbiasa, namun waktu 6 tahun untuk SD, dan 3 tahun untuk SLTP dan SLTA bukanlah waktu yang sebentar. Mereka tetap akan memikul beban bathin yang bisa saja mereka sembunyikan dari orangtuanya.

Dan bagi para guru SLTP dan SLTA, ukuran banyaknya lulusan dari sekolah mereka mendapat sekolah negeri adalah sebuah prestasi tersendiri. Ada rasa bangga dihati mereka jika anak-anak didiknya mendapat sekolah idaman mereka. Jika ternyata anak didik mereka justru masuk sekolah swasta karena kalah dalam hal usia, entah apa yang terpikirkan dibenak mereka.

Ini bukan bicara tentang Nasional. Ini khusus bicara tentang sebuah propinsi yang mempunyai APBD paling besar se Indonesia.

Nampaknya di propinsi ini, budaya lepas tangan dan menggampangkan masalah, menjadi sebuah penyakit tersendiri, yang kalau diperhatikan , makin bertambah kronis.

Sementara pemimpinnya, lihai sekali memainkan peran menjadi seorang tokoh yang sempurna. Agar tidak kelihatan cacat, maka seluruh punggawanya bisa mengatur kapan dia harus terus tampil dihadapan publik, kapan dia harus bersembunyi menunggu sebuah masalah reda dengan sendirinya tertutupi oleh berita atau masalah lain.

Seorang pemimpin yang mungkin tak pernah mendengar lagu Lathi. Atau dia mungkin telah mendengar, tapi terlalu berani mengabaikan makna dibalik lagu Lathi tersebut.

Dia lupa, bahwa ucapannya akan memangsa dirinya sendiri. Dan semakin dia banyak mengumbar kata-kata, makin banyak pula kata-katanya yang bisa digunakan untuk memangsa dirinya.

Dia, yang katanya melakukan sesuatu bukan untuk kampanye, tapi sangat peduli ketika diberitahu tentang ratingnya yang anjlok dengan mengatakan tahun 2024 masih lama. Artinya secara tidak sadar dia telah membenarkan bahwa semua yang dilakukannya hanyalah demi persiapan tahun 2024.

Dia yang berkata bahwa itu bukan pulau reklamasi, tapi pantai reklamasi. Dia yang mengatakan itu bukan reklamasi, tapi perluasan daratan. Dia yang tak sadar bahwa reklamasi dan perluasan daratan akan memakai bibir pantai dan menjadikan jarak pantai semakin menjauh. Dia yang tak sadar bahwa perluasan daratan dilarang karena harus memberi jarak selebar 300 meter dari pantai awal, sehingga yang paling tepat tetap reklamasi. Dia yang tak sadar bahwa untuk shalat di sebuah mesjid yang bertahtakan lapisan emas sekalipun tak harus membayar uang masuk. Jadi untuk apa ada masjid megah disebuah pulau reklamasi yang untuk kesana harus membayar uang masuk?

Dia, yang karena terlalu menyimpan dendam, sampai tega mematikan impian generasi muda Jakarta. Yang tak pernah tahu fakta dilapangan tentang Bansos, KJP, atau PSBB seperti apa.

Iya, dia. Manusia yang terlalu banyak cengengesan dan merangkai kata.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vixers dan 32 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh i.am.legend.
Halaman 1 dari 4
Udah kek negara sndiri ae DKI lama2 emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Exorcizm dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
sekolah di kapin kalimalangemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i.am.legend. dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Disdik Bakal Subsidi Siswa Tak Mampu, Tapi Masuk Sekolah Swasta Kelas Bawah

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i.am.legend. dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
jaman udeh kygni masih aje dipikirin
sekolah > jd pegawai > cari duit enak
pikir kesehatan n keluarga dlu aje dah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ekekekek....nunggu war ini mah, bentar lg pasti muncul kata3 ajaib.
1.kadroon.
2.bani sempak.
3.agamanya apa.
4.cipiter babi.
5.bule paok.
6.shinto gendheng
7.kampret.
8..
9..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelyboy13 dan 7 lainnya memberi reputasi
buset dah pdhal APBD dikit lgi 100 triliun loh,..emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Exorcizm dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Bukan cuma usia om ...

Skema jalur nilai juga ancur wkwkke
Gelombang. 3 ga transparan
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Disdik Bakal Subsidi Siswa Tak Mampu, Tapi Masuk Sekolah Swasta Kelas Bawah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Biarin aja, sukurin
profile-picture
profile-picture
i.am.legend. dan rizaradri memberi reputasi
langsung disamber rombongan khilafah ntar emoticon-Big Grin

sekolah swasta gratis bonus doktrin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Exorcizm dan 3 lainnya memberi reputasi
Lu ga lolos ppdb artinya
1. LU TOLOL. SEKOLAH GA BENER.
2. EMAK LU TOLOL... ANAK MASIH DIBAWAH UMUR DIPAKSA SEKOLAH DINI.

Pemda pun tolol... Kok mau2nya ngasih subsidi buat org tolol2 tsb... Buang2 duit rakyat...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Exorcizm dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh TERA.SERVO
Lihat 7 balasan
Disdik Bakal Subsidi Siswa Tak Mampu, Tapi Masuk Sekolah Swasta Kelas Bawah

Disdik Bakal Subsidi Siswa Tak Mampu, Tapi Masuk Sekolah Swasta Kelas Bawah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pertotperbaik dan 9 lainnya memberi reputasi
Jalur prestasi dan nilai juga kacau
Kok ada rating/bobot sekolah segala
Bocah yg nilai rata2nya 8 bisa menjadi 7 atau 6 karna rating sekolahnya rendah, wtf dinas pendidikan DKIemoticon-Tai aniesemoticon-Tai
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 10 lainnya memberi reputasi
Quote:


Jadi maksudnya..
1. Guru swasta dapat hibah.. kaitan dan gunanya apa ??.. emoticon-Malu (S)

2. Dana KJP yg dulunya (bisa) buat ongkos sekolah, beli alat sekolah, perbaikan gizi anak dll.. sekarang jd cuma habis buat bayar SPP bulanan dan cicilan uang pangkal gitu ??.. emoticon-Malu (S)

Tolol.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i.am.legend. dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh valkyr7
Lihat 1 balasan
Dan kami semua tersenyum melihat karma yg kalian tabur saat pilkada.

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i.am.legend. dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Blueprint atau roadmap pendidikan nasional harus diperjelas. Ini masing2 dinas menginterpretasikan saja beda2 dan tdk efektif. Banyak pendapat juga pendidikan disentralistikan seperti dulu dlm bbrpa hal. Kalau kek gini terus saya yakin ga akan maju indonesia..ketinggalan terus dgn negara lain
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 10 balasan
Reklamasi = perluasan daratan, lebih penting daripada PPDB
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i.am.legend. dan 2 lainnya memberi reputasi
sekolah negeri dari SD sampai PT dibuat mutunya pas2an aja jadi orang menengah ke atas nggak minat masuk sekolah negeri, biar yang mampu pada ke swasta aja. sekarang malah ada sekolah negeri favorit, salah besar. mana mampu anak miskin yang gizi kurang, kadang harus bantu ortu cari duit, fasilitas belajar di rumah nggak ada mampu bersaing dengan yang dari keluarga mampu? syarat usia juga penting, yang miskin rata2 telat sekolahkan anak jadi usianya lebih tua di kelas yang sama. yang ambisi anaknya lulus di usia lebih muda cuma yang dari keluarga mampu.
orang miskin akhirnya terpaksa masuk sekolah swasta kelas bawah demi tetap anaknya sekolah. sudah mutu jelek, harus bayar lebih mahal.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh billyns
Lihat 7 balasan
Ane yakin banyak ortu anak yang gagal lolos ppdb ini pilih wan gabut waktu pilkadal dulu emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i.am.legend. dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Angkatan tua sebenarnyaemoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pertotperbaik dan 4 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di