CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[CURHAT] Kakek Nenekku ingin bercerai karena masa lalu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f0d7248dbf76455cb6f03f0/curhat-kakek-nenekku-ingin-bercerai-karena-masa-lalu

[CURHAT] Kakek Nenekku ingin bercerai karena masa lalu

NOTE: Thread ini adalah pengalaman nyata teman TS kutilkuda1202. Nama dan alamat di samarkan. Komentar akan dibalas langsung oleh narasumber. More information PM TS kutilkuda1202

Sabtu malam lalu, aku dan 2 temenku (salah satunya ts kutilkuda1202) sedang asyik ngobrol-ngobrol di sebuah angkringan. Kami duduk lesehan bertiga sambil menikmati susu jahe serta makan makanan yang biasa dijual di cafe meong alias angkringan. Kami membeli nasi kucing, sate telur puyuh, tempe goreng tepung, dan tahu petis. Sambil menikmati makanan serta minuman, kami asyik ngobrol-ngobrol.

Kami sudah berteman lama sejak SMP. Jadi kami sudah saling percaya untuk menceritakan yang jadi masalah hidup kami. Termasuk aku. Panggil saja namaku Codot. Mereka memanggilku codot sejak kecil. Sebenarnya itu bukan nama asliku. Tetapi semenjak aku berkumpul dengan teman-teman SMP ku, mereka memanggilku codot. Aku tidak marah, karena bagiku anak gaul itu pasti punya nama panggilan. Kalau di jawa disebut "paraban" atau nama panggung. 

Awalnya kami ngomongin tentang jodoh dan pernikahan. Bahas hal-hal tenang nikah dan apa saja yang diperlukan untuk mempersiapkan semuanya. Karena salah satu dari kami sudah menikah, dan istrinya sedang hamil, jadi kami berguru dengan dia. Di tengah-tengah membahas itu, aku pun mulai menceritakan isi hatiku yang memang memenuhi pikiran dan jiwa ku akhir-akhir ini. 

Semua bermula pada minggu lalu. Aku tinggal bersama nenek dan kakekku. Ayahku bekerja di Jakarta, ia hanya pulang dua bulan sekali. Sedangkan ibuku sudah lama ia meninggal. Aku tinggal bersama adekku yang saat ini duduk di bangku SMA dan satu lagi kuliah di semester 4. Ayahku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak dari ayahku tinggal di Sidoarjo, sedangkan bibiku (adik dari ayah) tinggal di Bogor. Sehingga hanya kami bertiga yang bisa menjaga kakek dan nenek. 

Selama ini semua berjalan aman-aman saja. Damai. Malah yang sering ribut adalah adik terakhir dan adik keduaku. Mereka hanya berjarak 4 tahun, jadi ributnya tidak ketulungan. Tetapi namanya juga anak laki-laki, biasa lah ribut kecil. Tetapi mereka sopan kalau sama aku. Kakak pertama dan sudah bekerja. Adekku yang berkuliah bernama Jonas, dan adek terakhirku bernama Chandra. Kami bertiga laki-laki semua. Jarak usia aku dan Jonas yaitu 7 Tahun. Jadi aku sebagai ganti ayah dan ibu di rumah. Karena ayah jarang pulang dan ibu sudah meninggal sejak chandra masih SD. 

Tetapi minggu lalu, ada tetangga yang pulang kampung. Karena covid-19, jadi tetanggaku ini di karantina mandiri di rumahnya. Karantina berarti dia stay di rumah terus bukan? otomatis kakekku dan nenekku tetap bisa nyapa dari jendela rumah. Karena rumah nya dengan rumah kami berdekatan. Setiap pagi kakek selalu menyapa tetangga kami ini. Dia adalah nenek Yatmi. Di tempatku dipanggil Mbah Yatmi. 

"Isih betah to ning omah, ditahan sik nek meh metu-metu.. hahahaha"
"iyo kang, betah aku.. nek wis 14 dino, dolan- dolan rene kang.."
"iyo yatmi, ben ra keno korona"

yang artinya:
"masih betah kan di rumah, ditahan dulu kalau mau keluar-keluar.. hahahha"
"iya mas, aku betah kok.. kalau udah 14 hari, main kesini mas.."
"iya yatmi, biar gak kena corona"

itulah percakapan kakekku dan mbah Yatmi. Rumah kami memang bersebelahan, jadi bisa saling tegur sapa lewat jendela rumah. Kakek memang ramah, dan suka bercanda dengan siapapun. Jadi jangan tanya, siapa yang menurunkan sifat berisik itu ke aku, ya pasti kakek. Aku juga dianggap sebagai mood booster di kantor. Aku memang bertipe kepribadian sanguins ekstrovert. Sama seperti kakek.

Tetapi ada yang tidak seceria kakek semenjak minggu lalu, yaitu nenek. Entah mengapa, semenjak minggu lalu, nenek murung terus. Tidak bahagia, dan sedikit-sedikit tersinggung. Sedikit-sedikit ketus. Kalau aku tanya kakek dimana, selalu menjawab dengan sindiran atau selalu berkata "tidak tahu". 

Nanti kalau aku beli makanan, dan nenek juga goreng telur, lalu kakek hanya memakan makanan dariku, tiba-tiba nenek ngomel dan menyindir kakek. "oh.. sudah gak doyan masakanku.. iya aku emang sudah tua, sudah bosan sama yang kering seperti kerupuk ini..". Aku sebagai cucu laki-laki mulai curiga dengan tingkah nenek. 

"Nenek cemburu ya sama kakek?", tanyaku pada nenek. Nenekku mengelak, nenek hanya berkata," siapa yang cemburu, kakekmu itu tidak tahu diri". Aku lalu coba mencari informasi dari kakek. Lalu kakek menjelaskan secara detail apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua. Semua ini dimulai dari kisah masa lalu mereka berdua.

Kala itu kakek dan nenek masih lajang. Mereka masih muda seusia 14 tahun. Karena jaman dulu ketika sudah pubertas, pasti akan dinikahkan. Kakek dulu akan dinikahkan dengan Mbah Yatmi. Kakek suka dengan Mbah Yatmi. Kata kakek, dulu Mbah Yatmi adalah salah satu gadis cantik di desa. Ia sekolah di SD swasta, sedangkan kakek di Sekolah rakyat. Mbah Yatmi dari keturunan orang berada. Ayahnya seorang juragan tembakau, sedangkan ayah kakek hanya seorang petani.

Ayah kakek dan ayah Mbah yatmi bersahabat sejak kecil. Sebelum menjadi juragan, mereka sudah saling bersahabat dan menolong satu sama lain. Yang membuat ia sukses juga karena ayah kakek. Maka, ayah kakek dan ayah mbah Yatmi sepakat menjodohkan kakek dengan mbah Yatmi. Kakek sangat bahagia, karena akan mendapatkan gadis cantik, anak orang kaya yang tidak bukan sahabatnya sendiri.

Sayangnya, kebahagiaan kakek ini berbanding terbalik dengan Mbah Yatmi kala itu. Mbah Yatmi menolak untuk dijodohkan karena bagi dia, kakek jelek. Kakekku ini gendut, pendek, dan juga nakal. Kata kakek, ia memang nakal semasa muda. Bukan nakal yang seperti anak jaman sekarang ya. Kalau anak sekarang nge-club, ML, narkoba, miras, dsb. Jadi kakek itu dulu suka jail sama anak anak perempuan. Ia suka nakut-nakutin mereka dengan berpura-pura jadi hantu. Selain itu, kakek juga suka berkelahi. Katanya, kalau ada ketoprak atau wayang kulit, kakek pulang-pulang berkelahi dengan anak muda desa sebelah.

yah mungkin kalau jaman sekarang, kakek anggota gang ala ala anak jalanan kali ya. Tapi jaman dulu belum ada motor, adanya sepeda kalau tidak jalan kaki. Kakek pernah cerita, kakek berani melawan begal saat pulang nonton layar tancap. Kalian tahu tidak layar tancap? itu seperti bioskop tetapi dipasang di lapangan, jadi nonton bareng bareng deh di lapangan. Kakek menggunakan sarung setiap kali pergi malam-malam. Katanya, setiap pulang malam, sarungnya dipasangi batu supaya saat bertarung, sarungnya di gebukkan pada lawannya. Sehingga lawannya terkena sambitan dari batu yang dipasang di sarung kakek. 

Nah, karena pergaulan kakek yang nakal itu lah, mbah Yatmi tidak mau dinikahkan dengan kakek. Padahal kakek sudah cinta dan suka dengan mbah Yatmi kala itu. Kakek pun tidak patah semangat. Ia terus mendekati mbah Yatmi. Jadi kakek saat itu bekerja sebagai buruh tani. Karena selepas sekolah SR, kakek berhenti sekolah, dan lanjut sebagai buruh di sawah. Sedangkan mbah Yatmi membantu ibunya menjemur tembakau. Seorang buruh di sawah akan mendapat bekal makanan dari orang yang punya sawah. Jadi selain memberikan bayaran uang, mereka juga akan mendapat kiriman makan siang. 

Makan siang itu akan ditata pada rantang susun. Kalau sekarang ya sejenis rantang piknik atau tupperware gitu. Rantang susun itu berisi nasi, telur dadar, sayur lodeh atau sayur santan, dan kerupuk serta teh satu teko. Nah, kakekku tidak memakan bekal kiriman dari pemilik sawah. Ia malah membawanya pulang dan memberikannya pada Yatmi yang sedang menjemur tembakau. Begitu lah cara PDKT ala jaman dahulu. So sweet kan? Kalau jaman sekarang udah dipesenin dari restaurant pakae go food or grab lah gitu. Jaman dulu mana ada...  hahaha

Tetapi sayangnya Mbah Yatmi tetap tidak suka dengan kakekku. Jadi kakek akhirnya mencari tambatan lain. Dan ternyata cintanya jatuh kepada nenekku. Nenekku adalah anak satu-satunya dari mbah buyutku. Ia satu sekolah dengan Yatmi. Tetapi nenekku tipe orang pemalu, suka membaca dan menulis, serta nenekku lebih suka berdiam diri di rumah. Mungkin jaman sekarang disebut "introvert". 

Kakek menemui orang tua nenek, dan berniat mendekati nenek. Sungguh lelaki jantan pemberani. PDKT nya tidak pada nenek, tetapi pada orang tua nenek. Dan akhirnya mereka saling cinta. Tetapi setelah tahu kakek dekat dengan nenekku, Mbah Yatmi merasa menyesal. 

Seperti lagunya Rosa ya. 
"dahulu kau mencintaiku, dahulu kau menginginkanku, meskipun tak pernah ada jawabku, tak berniat kau tinggalkan aku.
Sekarang kau pergi menjauh, sekarang kau tinggalkan aku. Disaat ku mulai mengharapkanmu, dan ku mohon maafkan aku..."

Mbah Yatmi pun menemui orang tuanya untuk membujuk kakek. Dan tetap saja, kakek sudah berniat serius dengan nenek. Oleh sebab itu, nenek cemburu bila mendengar kata YATMI. 

Begitulah sejarah awal permasalahan ini. Dan sekarang mbah Yatmi pulang, dan kakek mulai sering ngobrol serta bercanda dengan bahagia. Nenek mulai cemburu. Amarah nenek mulai memuncak saat sore hari kakek ngobrol dengan Mbah Yatmi di rumah mbah yatmi. Mereka berdua duduk di ruang tamu, dan menikmati oleh-oleh dari luar pulau. Saat pulang dari rumah mbah Yatmi, kakek di sembur api panas dari mulut nenek. Nenek marah marah hingga tidak mau tidur sekamar dengan kakek. Nenek mulai mengungkit ungkit masa lalu dan menceritakan hal buruk masa lalu mereka.

Kakek tersinggung dan marah besar. Akibatnya, kakek marah besar dan tidak mau tinggal bersama nenek lagi. Kakek lebih memilih tinggal di rumah gudang beras di sawah. Kakek membawa pakaian dan selimut untuk tidur di gudang padi di sawah kakek. Dan bahkan kakek ingin bercerai dengan nenek. 

Astaga... usia tua masih saja ada angan-angan untuk bercerai... 
Aku dan kedua adikku benar-benar bingung. Aku telpon ayah, paman dan bibi. Mereka anggap itu hanya sepele, kemarahan biasa. Tetapi kami disini yang menghadapi bingung harus berbuat apa. Emosi tidak memandang usia, cemburu juga tidak memandang usia. Cinta memang buta, tetapi logika jangan sampai hilang. 

Entah apa yang harus kami lakukan. Aku sebagai anak pertama ayah dan yang mengurus mereka berdua, merasa sangat bingung dan tidak tahu harus bagaimana. 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rahmankholilur dan 4 lainnya memberi reputasi
Kalau sudah lansia emang gitu bro. Mereka kadang kayak kembali ke masa muda. Sabar aja. Menurut gua, lu telpon ke paman sama bibi aja deh biar mereka pulang nyelesaikan masalah ini. berattttt



btw. rantangan nasi kayak di film susana itu yak... jadi seru baca nya
profile-picture
profile-picture
esaka.kedua dan krx48 memberi reputasi
Hahaha, kakek jiwanya kembali ke umur 14 tahun.
profile-picture
profile-picture
kutilkuda1202 dan krx48 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
anjir jadi ngakak.
emoticon-Ngakak
profile-picture
kutilkuda1202 memberi reputasi
Geli udah tua masih cemburuan. Nenek km tuh yg mesti dikasih pengertian.
profile-picture
kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Kalau emang udah lanjut usia emang biasa gan bahkan sifat kekanak² an nya akan muncul lagi 😁
profile-picture
krx48 memberi reputasi
TS mesti berani ngorek informasi dari Mbah Yatmi
Biar clear, apa cinta yg dulu masih ada apa sebenarnya cuman berbaik-baik antar tetangga
Banyakin jalan2, kadang kurang maen jadi bikin pikiran sempit.
Lucu bgt... Emg wajar gan kalo kakek ma nenek tu bakal kembali jadi kaya anak2 gitu pikiran nya. Ahahahhh
.bilang aja gan ke kakek/ neneknya klo cerai tuh ribet skrg urusannya.
Udah tua perbanyak ibadah dan doa aja...buat bekal nanti d akherat...lagian ud tua juga yg mau dicemburuin apanya...ada2 ajaemoticon-Ngakak
Lihat 2 balasan
Ngapain cemburu, kecuali kaya pak wapres...dapet yg muda


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di