CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Dunia Kerja & Profesi /
Negara Memberi Makan Narapidana. Atau Narapidana Beri Makan Negara.
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f0c144165b24d4de03dab0f/negara-memberi-makan-narapidana-atau-narapidana-beri-makan-negara

Negara Memberi Makan Narapidana. Atau Narapidana Beri Makan Rakyat.

Negara Memberi Makan Narapidana. Atau Narapidana Beri Makan Negara.

Semakin hari semakin banyak kasus kejahatan di negara Indonesia, meski aparat penegak hukum sudah melakukan tugas nya semaksimal mungkin, untuk memberi efek jerah. Namun tetap saja kejahatan bukannya berkurang, tapi malah meningkat.

Setiap harinya Penjara selalu di penuhi oleh orang-orang yang mempunyai berbagai kasus kriminal.

Namun tahukah agan bahwa setiap makan para narapidanapidana itu dibiayai oleh negara.
Negara Memberi Makan Narapidana. Atau Narapidana Beri Makan Negara.

APBN untuk biayai makan para napi terus meningkat, jumlah yang dikeluarkan Negara untuk makan para napi setiap tahunnya dikutip dari.
https://news.detik.com

1. Tahun 2015 sebanyak Rp 1,021 triliun.
2. Tahun 2016 turun menjadi Rp 912 miliar.
3. Tahun 2017 naik menjadi Rp 1,088 triliun.
4. Tahun 2018 naik lagi menjadi Rp 1,391 triliun.

Bukankah itu uang yang besar gan, Namun upaya apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah terhadap narapidana.?

Menurut agan Haruskah narapidana terus di kurung begitu saja dan sambil menunggu waktunya bebas, dan terus di biayai oleh pemerintah tiap tahunnya.

Atau di berikan pelatihan kerja untuk melakukan aktivitas dan berguna, agar pemerintah tidak mengeluarkan biaya sama sekali malah mendapat pemasukan Negara.

Negara Memberi Makan Narapidana. Atau Narapidana Beri Makan Negara.

Banyak pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, seperti halnya kreativitas seni yang bernilai jual, dan perintah harusnya menggaji guru-guru untuk pelatihan para narapidana.


Namun karena mereka narapidana yang sedang menjalani hukuman, maka setiap hasil dari kreativitas mereka cukup di bayar 1/4 nya.

Negara Memberi Makan Narapidana. Atau Narapidana Beri Makan Negara.

Itu cukup adil kepada narapidana, Selain mereka menunggu waktu nya bebas, mereka juga mempunyai simpanan untuk di pergunakan saat keluar penjara.

Kejahatan tetap kejahatan, dan harus menjalani hukum yang setimpal atas setiap kejahatan yang di dilakukan para penjahat.
Negara Memberi Makan Narapidana. Atau Narapidana Beri Makan Negara.

Tapi bukan kah narapidana harus dikasih makan? Dan yang pasti pemerintah membiayai kebutuhan mereka, bukankah hal bagus jika pemerintah menjalankan seperti pepatah bilang menyelam sambil minum air.

Disamping pemerintah tetap menjalankan hukum yang berlaku, dan pemerintah juga mendapat pemasukan negara untuk di salur ke rakyat yang lebih membutuhkan.

Itu dia gan sekilas paparan mengenai narapidana dan kesejahteraan.

Comen dan cendol nya ya.emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Sumber: https://m.detik.com/news/berita/d-43...m_content=news





profile-picture
profile-picture
profile-picture
cosmo92 dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Timbulnias92
Halaman 1 dari 2
menurut saya diberi bekal keterampilan, jadi setelah mereka keluar mereka punya bekal untuk kehidupan selanjutnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mr.samodro dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
makn tidur makan tidur, enak bener

suruh kerja gan, kebutuhan pokok makan, sabun, odol, sampo dll juga harus bayar, gimana cara bayarnya?

setiap napi daiharuskan mengerjakan sesuatu yang bernilai jual, pihak kepolisian bisa bekerja sama dengan UMKM daerah setempat, misalnya lapas pekalongan bisa bekerjasama dengan produsen batik, lapas jogja bekerjasama dengan kerajinan2 tangan dll

dengan begitu para napi mendapat pemasukan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari hingga saatnya bebas kelak pun mereka punya keterampilan untuk memulai usaha mandiri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
FalianAridua dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Ane ga bisa bayangin john kei ikut kursus jahit d penjara gan..

Kluar dr penjara bikin butik eagle eye tailor emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
megatron21 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Banyak lahan tidur, kenapa gk dipekerjakan misal nanam jagung
Lihat 4 balasan
jangan hanya dikasih makan tapi juga mulai dikaryakan. Biar ada manfaatnya gak kasih makan orang gratis terus menerus. Buatlah sebuah kegiatan yang bisa sama-sama menguntungkan
profile-picture
Timbulnias92 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Bener dipekerjakan dalam penjara, hasilnya di bagikan setelah lepas, cm gw takutnya alat kerjanya di ambil buat yg ngga2 ky di pelem penjara.
emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cosmo92 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
jir gw saban hari keringetan kepanasan naek naek tiang buat makan rokok dll, yg di penjara makan tidur ngudut makan tidur ngudut asuuu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cosmo92 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Mentrinya si coli ya mana bisa mikir lah, perkara manajemen macam barat,
Lihat 2 balasan
Temen saya, bayar hu ke penjara, uang makan ,sewa tempat dll, gk tau bener aoa gk, orang tuanya yg bilang
profile-picture
Timbulnias92 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Ini negara bre.. bukan business
Ka gak ngitung untung rugi sama napi, ini untuk memenuhi state aparatus ideologis,
Pemaksaan kesadaran bahwa kebenaran itu dari negara, klo ga seperti itu sapa yg mo percaya ama negara,
Percaya keteraturan yg dibuat negara..
Macem plastik berbentuk ektp yg slalu ada di dompet
emoticon-Traveller emoticon-Traveller
profile-picture
Timbulnias92 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kan nama lain penjara itu lembaga pemasyarakatan, jadi yaa di dalam sana idealnya para napi diasah skill-nya supaya nanti pas bebas bisa berguna untuk masyarakat emoticon-Toast

tapi di satu sisi, kapasitas penjara di Indonesia banyak yang udah over penghuni.. kemarin ada tuh yang bikin thread twitter tentang seluk-beluk kerasnya kehidupan di penjara emoticon-Sorry
profile-picture
Timbulnias92 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
jeileh,,, jangankan buat ngasih ketrampilan or kerjaan ngasih tempat yg layak buat napi umum aja gak ada tempat, gmna mau napi bisa berkembang jadi baik skillnya
profile-picture
Timbulnias92 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kalo dapet bayaran eh dipalak sama napi yang berkuasa.. sedih amat..
profile-picture
Timbulnias92 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Narapidana dikasih makan negara, yg pasti negara ini udah terlalu baik,,org yg bersalah dikasih makan gratis, perusahaan plat merah yg trus merugi tp trus disuntikin dana, koruptor dipelihara..sudah biasa sih sm sistem negara ini, mau siapapun presidennya tapi kalo sistemnya ga dirubah ya sami mawon..udah titik gitu ajah gan
profile-picture
profile-picture
putrateratai.7 dan Timbulnias92 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Quote:


Setau gue, di setiap lapas maupun rutan ada pelatihan keterampilan tertentu yg barangnya dijual keluar lapas maupun rutan sehingga mereka mendapatkan penghasilan emoticon-Belo

Contohnya kayak rutan/lapas cipinang yg memproduksi aneka roti buat dijual keluar. Lapas/rutan pondok bambu yg memproduksi tas rajutan dan mute yg juga dijual keluar. Dan juga ada jasa pesan kue kue yg biasanya terima pesanan dari luar lapas/rutan.

Ada pelatihan jahit, bartender dsb yang nantinya akan diberikan sertifikasi juga. Jadi kalo keluar dari sana bisa kerja sama oranglain atau membuka usaha sendiri.

Kalo makan emang ditanggung negara, dengan biaya 1x makan sebesar 5000 jadi sehari 3x makan itu 15.000 udah termasuk makanan tambahan seperti ubi, pisang maupun bubur kacang ijo buat temen sarapan.

Soal yg balik lagi jadi penjahat ya itu kembali pada dirinya masing masing sih.
profile-picture
profile-picture
Timbulnias92 dan putrateratai.7 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ane setuju sih klo narapidana dipekerjakan waktu dimasa tahanan. Itung2 bayar makan dan nambah keterampilan supaya g balik lagi. Cuman nih, emang msh ada yg mau memperkerjakan mantan napi?
profile-picture
profile-picture
Timbulnias92 dan putrateratai.7 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
perlu di tata sistem dalam penjara yang serupa dengan minitaur sebuah negeri.

misalkan kepala sipil penjara sebagai presiden.
dan para penjaga sel yang lain sebagai menteri menterinya.

sedang narapidana adalah contoh rakyat awam yang harus dididik, diberi pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang yang cocok diminati, bila nanti sudah keluar dari penjara benar benar sudah Disibukkan dengan aktiftas yang bermanfaat sama seperti di dalam lapas.

misal jika ada napi yang pandai masak, maka boleh di jadi juru masak lapas. nanti jika sudah habis masa hukuman, maka tak ada salahnya buka usaha warung makan, atau sebagai koki restoran.

saya kira ga masalah. perubahan secara skill juga mempengaruhi spiritualitas diri.

sebab apa manusia berbuat jahat? selain ada kesempatan.

kecuali kasus pembunuhan ya!!

yang saya fokuskan pada kasus pencurian, terutama koruptor. harus benar benar di buat miskin, biar nanti keluar dari penjara buka usaha sendiri dari nol.

sementara itu didalam penjara dapat keterampilan baru, juga mendapat gajih dari hasil aktiftas dan kreatifitas di dalam sel, yang disimpan dan dapat digunakan setelah keluar (bebas masa hukuman). 🤔

ya tetap arahnya sama, baik yang di dalam sel dan di luar sel sama sama bertahan hidup.

napi bukan tergantung pada negara lagi, negara juga tidak terganggu pada napi.
arahnya istilah menjadi warga negara yang semakin baik.
profile-picture
Timbulnias92 memberi reputasi
Diubah oleh putrateratai.7
Lihat 1 balasan
gede jg yaa.. itu napi² yg susah diatur dan gk mau kooperatif di dorr aja.. lumayan buat ngurangin beban negara
profile-picture
Timbulnias92 memberi reputasi
Diubah oleh doobey
Lihat 1 balasan
penjara sebagai lembaga permasyarakatan sih cukup ideal sih kalo narapidananya dikasih pekerjaan yang melatih skill
toh tar juga harus berguna buat masyarakat kalo udah bebas
profile-picture
Timbulnias92 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
jual organnya aja.... emoticon-Big Grin
profile-picture
Timbulnias92 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di