CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Rekor Baru Kasus Covid-19 DKI, Epidemiolog: Pemimpin Serius Gak?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f0bb9daf4ae2f0cc637a5f5/rekor-baru-kasus-covid-19-dki-epidemiolog-pemimpin-serius-gak

Rekor Baru Kasus Covid-19 DKI, Epidemiolog: Pemimpin Serius Gak?

Rekor Baru Kasus Covid-19 DKI, Epidemiolog: Pemimpin Serius Gak?
Ilustrasi rapid test Covid-19. REUTERS

TEMPO.COJakarta -Ahli epidemiologi atau epidemiolog dari Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, mengatakan angka penularan virus Corona yang terus meroket di Jakarta dan wilayah Indonesia lainnya, disebabkan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani wabah ini.

"Sekarang semua tergantung pemimpin. Mau serius atau tidak menangani wabah," kata Syahrizal melalui pesan singkatnya, Ahad, 12 Juli 2020.


Penularan Corona mencetak rekor tertinggi baru selama pandemi ini berlangsung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan penambahan kasus sebanyak 404 kasus positif Covid-19 pada Ahad, 12 Juli 2020.


Dengan penambahan tersebut kasus positif Covid-19 di DKI, kini mencapai 14.361 kasus.


Epidemiolog Syahrizal menilai langkah pemerintah tidak serius dalam menanggulangi Covid-19. Hal ini bisa dilihat fari kebijakan pelonggaran disaat wabah belum terkendali dan ketidaktegasan dalam menerapkan protokol kesehatan
"Harus ada langkah ekstrem dan berani dalam situasi yang sangat longgar saat ini," ujarnya.


Ia menilai pemerintah Indonesia masih menganggap enteng dalam penanggulangan wabah ini. Menurut dia, pemerintah masih memandang seolah-olah wabah ini bakal segera berhenti dengan sendiri. "Virus tidak pernah lelah. Nanti manusia yang capek."
Syahrizal menuturkan pakar telah banyak memberikan sumbangan pemikiran mulai dari karantina wilayah, penerapan protokol kesehatan yang ketat hingga pemeriksaan dan isolasi kasus yang ditemukan. "Semua saran kalau tidak dijalankan akan percuma," ucapnya.


Pemerintah harus melakukan pembatas sosial dengan ketat kembali jika virus ini semakin tidak terkendali. Jika pemerintah tidak mampu menerapkan pembatasan sosial berskala besar kembali karena perekonomian yang telah ambruk, Syahrizal menyarankan karantina klaster yang saat ini paling berisiko seperti pabrik, asrama sekolah, pesantren, pasar tradisinya hingga perkantoran. "RT zona merah juga harus segera diisolasi," ucapnya


Selain itu, semua pihak harus melakukan proses skrining untuk masuk ke tempat yang rawan tersebut. Jika sudah di dalam harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat dalam proses pembelajaran.



"Harus ada cek suhu harian saat keluar masuk dan hikangkan kontak fisik," ucap epidemiolog UI ini. "Ini berlaku untuk area di mana orang akan berada bersama dalam waktu yang lama. Tentu kegiatan di ruang terbuka dengan sirkulasi udara terbuka lebih baik dari ruang tertutup."


sumber: https://metro.tempo.co/read/1364436/...pin-serius-gak

jadi ini salah satrio piningit apa anus ?? emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 25 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 7
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 3 balasan
"Harus ada langkah ekstrem dan berani dalam situasi yang sangat longgar saat ini," ujarnya."

Tiap perempatan jalan ditunggu aparat bersenjata, ntar komen nya ganti, "pemerintah tirani tangan besi"

Ra dong
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
programmerlabs dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Dah lah daripada ribut2 mending gimana bangkitkan ekonomi yang udah bangkrut aja.

Daripada kalah 2 sisi, ekonomi ambruk, lawan covid juga kalah.

Nanti gimana hukum alam aja. Yg kerja dan berbisnis silahkan buka seperti biasa aja. Toh duit indonesia gak akan cukup buat bikin stimulus. Bayangin aja APBN indo 2020 aja cuman 2600 triliun rupiah. Sedangkan dana stimulus AS untuk corona aja 2 triliun usd atau kalo di rupiahkan 28.000 triliun. Dana bantuan corona mereka setara anggaran belanja kita selama 10 tahun !!!

Pemerintah gak akan bisa kasih stimulus, jangan pernah merasa kalau pemerintah kalian punya uang banyak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh anti.liberal
Lihat 17 balasan
Pemimpin negara cuma peduli sama ekonomi aja kok. Soal banyak yang kena corona, ya biasa aja.

Banyak orang di negara sini tertawain malaysia yang sering klaim ini itu dari Indonesia, pas dibandingin sama penanggulangan covid antara sini dengan Malaysia, langsung pada diem. Disono, walau politikusnya sama2 konyol kayak disini, tetap aja nyawa warganya lebih dihargai dibandingin disini. Lockdown itu cara terampuh buat memerangi virus corona, buktinya negara macam taiwan dan vietnam berhasil memerangi covid (ini baru contoh di negara asia doang, belum negara eropa). Cuma ya itu, mahal. Pemerintah berani gak keluarin duit banyak untuk mempertahankan nyawa warganya? Nyatanya sih, kagak. Pemerintah cari cara yang lebih murah walau mesti korbanin banyak warganya, yaitu herd imunity dengan memakai nama lain new normal.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andhibunny dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 54 balasan
Rekor Baru Kasus Covid-19 DKI, Epidemiolog: Pemimpin Serius Gak?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 4 lainnya memberi reputasi
Rekor Baru Kasus Covid-19 DKI, Epidemiolog: Pemimpin Serius Gak?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 4 lainnya memberi reputasi
kita sudah mimpin di peringkat asean emoticon-Traveller


Rekor Baru Kasus Covid-19 DKI, Epidemiolog: Pemimpin Serius Gak?

profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Jumlah kasus positif corona di Jakarta melonjak signifikan itu juga akibat adanya PSBB transisi, term PSBB transisi akhirnya pada pelaksanaan di lapangan terjadi keliaran dan improvisasi masing² stakeholder atau pengelola layanan publik.

Jadi sebuah kebijakan yang maju mundur ( Kalau PSBB ya PSBB, kalau mau masuk AKB ya AKB ) ketidakjelasan aturan akibatnya ngak ada langkah sistematis menangani pandemi virus corona, pengawasan dari pelaksanaan PSBB transisi kurang, hasilnya jumlah kasus melonjak.

Jabar yang sudah menerapkan AKB, dengan jumlah penduduk yang padat, jumlah penduduk paling banyak se Indonesia bila dibandingkan dengan DKI Jakarta dengan PSBB transisi, jumlah kasus positif corona lebih sedikit

Data per 12 Juli 2020.

DKI JAKARTA
Jumlah Kasus : 14,113 (19.1%)

JAWA BARAT
Jumlah Kasus : 5,027 (6.8%)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
semua udah terlambat cuk.
mau pencegahan, udah masuk.
mau lockdown, udah menyebar.
makanya yang didengerin itu saran ahlinya, bukan omongan politisi, bin dan tukang survey.
sekarang mending pada jaga diri masing2 buat yang masih waras. lol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
freedomjustice dan 7 lainnya memberi reputasi
Serius, koq...

Ngurusin reklamasi, wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 4 lainnya memberi reputasi
Pengamat tolol.. sejak januari anies udah serius tangani corona.. buktinya bulan februari beliau udah bisa tandatangan reklamasi dan DP formula E.. artinya semua terkait corona udah under-control.. emoticon-Malu (S)

Logika d pake dong.. emoticon-Mad (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 7 lainnya memberi reputasi
Ngapain nyalahin si Kowi?
Bukankah si Kowi itu cuma jongos asing aseng boneka partai?
Mewek ke Lord Luhut gih

emoticon-Ultah

Kadrun baru noleh ke Kowi saat butuh pertolongan emoticon-Kaskus Radio
profile-picture
profile-picture
entop dan extreme78 memberi reputasi
Covid udah gak trending, masyarakat udah bosen.

Di kota ane trendingnya cm seminggu jalanan sepi. Yaitu pas ada kasus pertama positif. Masker alkohol harganya selangit. Pada berebutan jd reseller. Setelah bosen yaudah normal lagi. Padahal virusnya masih ada

emoticon-Hammer2

profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 5 lainnya memberi reputasi
ya ga serius lah, pertanyaan tolol, jawabannya udah jelas gitu emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
entop dan extreme78 memberi reputasi
Diubah oleh hhendryz
pantes abud dah lama gak konpers soal kopit lagi
ternyata melunjak.........

kayaknya bentar lagi keluar istilah baruemoticon-Leh Uga .......bukan solusi baru
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 3 lainnya memberi reputasi
Epidemiolog protes mulu tapi nggak bisa kasih solusi mengatasi ancaman mati kelaparan gara 2 ekonomi berhenti.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh larapeequer
Lihat 2 balasan
Satu kemarin abis marah2, satunya selalu bermasalah... Dah kompak sama2 ga jelas pemimpin pusat ama daearah
profile-picture
profile-picture
entop dan aldonistic memberi reputasi
britanya p.jawa mulu
diluar pulau jawa banyak tuh tp g kesorot
emoticon-No Hope



g mau isolasi mandiri pun ssh karna ada kerjaan yg g bisa ditinggal
emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
entop dan aldonistic memberi reputasi
Gabener lg itung luas lahan hasil komisi, pilpres ud deket, jrng nongol pemberitaan copid lg duel reklamasi
emoticon-Leh Uga
Kl dki y ranahnya abud
profile-picture
profile-picture
entop dan bontakkun memberi reputasi
Diubah oleh Cosmoflip
Lihat 1 balasan
Marik kitak sambut psbb gelombang kedua emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
eriksa dan entop memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di