CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f08960428c99134cd24c153/dewasa-karena-kondisi

Dewasa Karena Kondisi

Dewasa Karena Kondisi


Quote:


Bagian 1

Dewasa

Katanya menjadi dewasa itu enak, nyatanya kadang hidup cuman gitu-gitu doang.

Pas masih kecil ingin banget cepet gede biar bisa lakuin ini dan itu, semua hal-hal yang dulunya dilarang sama orang tua ataupun kakak. Dan doooor, tahun-tahun mulai berlalu jadilah dewasa karena usia emang udah bukan belasan. Dulu pas masih kecil ketika ditanya sama ibu "cita-cita kamu kalo dah gede mau jadi apa.?", kita selalu jawab dengan nada senang dan penuh semangat "Jadi dokter, bu", "Polisi", "Tentara", "Presiden", "Anggota DPR". 

Kita seolah yakin bahwa itu akan terwujud dengan begitu indahnya, tanpa kenal rasa takut. Mungkin bagi beberapa orang itu memang benar-benar terwujud dengan indah dan kita sangat takjub dengannya, kita iri dengan pencapainya, perjuangannya dan rasa gigihnya. Kita lalu berpikir mungkin seharusnya dulu kita nggak menyerah terlalu cepat dan terus memperjuangkanya entah apapun itu. 

Setalah itu kita sadar bahwa banyak sekali kegagalan telah kita alami, berulang kali harus bangkit dari jatuh entah itu jatuh karena pilihan-pilihan kita yang buruk dalam hidup ataupun karena di jatuhkan orang lain. Kita sadar kok, bahwa ngga dari setiap jatuh kita bisa sepenuhnya bangkit kadang malah butuh waktu yang sangat lama untuk bisa baikan lagi, kadang juga kita cuman jadi seorang yang mengkambing hitamkan lainya karena termakan oleh emosi sendiri yang kalut.

Pada akhirnya kitapun mulai meyakinkan diri bahwa kita bukan dia, yang mampu menjadi bintang di atas langit yang tinggi dan itu memang sepenuhnya benar kok, karena pada akhirnya setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing jelas kita start dalam garis posisi yang berbeda-beda, ada yang 2 meter lebih depan dari kita, karena ia memiliki keluarga yang lebih baik ataupun materi, otak, bakat juga segala hal lainya, ada pula pun yang start jauh di belakang kita. 

Kadang kita lupa untuk bersyukur bahwa ada yang jauh lebih menderita dari kita, mungkin karena bersyukur masih belum jelas jelas memperbaiki keadaan tentang diri kita, namun dengan itu kita tau bahwa bersyukur aja masih belum cukup bukan untuk menjadi serakah tapi untuk menyadari bahwa masih begitu banyak hal yang harus di perbaiki.

Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
newterminalspa dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh trisnaardhi
Reserved
Quote:


Bagian 2

Lorong

Masih inget ngga, salah satu sub mata pelajaran IPS pas masih sekolah dulu, mengenai evolusi manusia purba.
Ngga nyangka udah ratusan tahun berlalu, banyak hal yang telah di alami oleh umat manusia, kita telah melewati proses yang cukup panjang dalam masa evolusi, itu sama seperti melewati sebuah lorong, anggap aja kita hidup pada masa paleolitikum awal, di mana homo erectus mulai ada, yang terus berlanjut hingga ke paleolitikum akhir, masa ketika homo sapiens mulai muncul. Mereka berevolusi mereka menjadi lebih baik, bagian otak mereka mulai berekpansi hingga pada akhirnya mulai mampu menggunakan bahasa secara lisan.

Kitapun juga mengalami hal yang sama seperti evolusi manusia purba, seiring dewasa kita semakin berevolusi, baik secara fisik maupun psikis tergantung dengan jumlah pengalaman ataupun apa saja pengalaman yang kita lalui dalam hidup. Meskipun evolusi yang terjadi terhadap kita merupakan sebuah skala yang kecil dan terbatas. Waktu kita terbatas dalam hidup ini, pada akhirnya tidak setiap bagian dalam hidup kita hanya di penuhi dengan cahaya, terkadang yang ada hanyalah sebuah lorong yang gelap, suram dan sunyi.

Tapi tenang itu cuma kadang, bukan berarti selamanya(sebuah kalimat penyejuk yang terselip kecil). Itu paling ngga membuat kita sadar mengenai beberapa panjang lorong yang harus di lalui. Memang tidak sepanjang ratusan tahun lamanya, tapi kadang kalau di pikir tetep aja rasanya ngga ada habisnya, mungkin karena terlalu fokus memikirkan masalahnya hingga lupa untuk solusinya. Sempet ngga, merasa kita bisa jadi tiba - tiba bijak memberikan petuah untuk orang tentang bagaimana menyelesaikan masalahnya sedangkan untuk diri sendiri masih aja tetep bingung dan uring - uringan di kasur berharap ada sesosok pahlawan datang untuk menyelamatkan. Hmm... kayaknya terlalu halu untuk yang terakhir.

Diubah oleh trisnaardhi
Quote:


Bagian 3

Pelangi

kita suka pelangi, dengan berbagai warnanya yang indah, terlihat sungguh memukau di atas langit. Apalagi datangnyapun dengan cara yang spesial, butuh hujan untuk memangilnya. Sampe banyak orang berlomba membuat sebuah kiasan tentangnya, katanya sih kedatangan pelangi itu sama seperti perjalanan hidup kita. Gemericik hujan menggambarkan kehidupan kita yang kelam dan cahaya matahari yang membias dengan sisa - sisa air hujan yang mengembun diatas langit membentuk sebuah pantulan cahaya beraneka ragam adalah representasi dari hasil perjuangan kita. Dia datang memberi harapan bagi sejuta umat manusia, menegaskan bahwa setiap usaha dan rasa sakit kita pasti akan berbuah pada hal yang indah. Kita terus berjuang karena ada sebuah harapan untuk lebih baik dari hari kemarin.

Sungguh indah bukan.

Tapi pernah ngga kepikiran jika setiap warna dalam pelangi itu di satukan akan jadi warna apa.?, putih. Hasilnya akan jadi putih, tapi tetep itu ngga seputih juga semulus paha anggota girlband korea. Jadi kalo di gabungin sebenernya hidup kita itu bukan jadi banyak warna tapi cuman putih, sebuah warna kosong yang meggambarkan kedamaian, putih bukan hanya saja menggambarkan kesucian dan kebersihan diri. Dan mungkin itu benar, ada perasaan tenang juga damai ketika kita melihat pelangi. Setelah kita melewati masa perjuangan yang panjang dan melelahkan pada akhirnya pasti ada sebuah hal disana, semua akan terbayar pada saatnya, kita harus yakin tentang hal itu, karena kita tahu pelangi datang dengan cara yang spesial dan butuh ritual khusus untuk memanggilnya.

Ritual khusus itu adalah tetaplah berusaha dan jangan menyerah, tak apa jika harus berhenti sejenak karena merasa lelah, lagi pula kita juga cuma manusia dengan segala kekurangannya. Istirahatlah jika lelah, isi lagi setiap energi kita agar bisa melanjutkan setiap langkah perjalan. Masih ada banyak langkah yang belum terlangkahkan, hidup adalah sebuah perjalanan tanpa kita membuat sebuah langkah maka hidup hanyalah sebuah hal yang stagnan tanpa arti, dan kita tetap melangkah karena kita tahu ada arti dalam setiap langkah kita.

Diubah oleh trisnaardhi
remaja samadewasa beda g
Post ini telah dihapus oleh KS06


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di