CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Saat Orang Sunda Ketemu Orang Medan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f06c7b8eaab25389432c361/saat-orang-sunda-ketemu-orang-medan

Saat Orang Sunda Ketemu Orang Medan

Saat Orang Sunda Ketemu Orang Medan

Medan

Sunda

Saat Orang Sunda Ketemu Orang Medan
Krenyes di Luar, Lembuuut di Dalam

Saat itu, sekitar 8 tahun lalu, saya diminta teman untuk mengisi kajian ngabuburit di salah satu kos-kosan anak Medan. Mereka kebanyakan bermarga Siregar. Tapi Alhamdulillah, gak sedikit pun mirip si Desi alias Denny Siregar. Si tukang cari keributan, tapi gak pernah kecyduk sampai sekarang.

Kajian ngabuburit dimulai sejak jam empat sore. Saat itu kalau tidak salah ingat, saya menyampaikan tema tentang kebahagiaan dan tantangan menjalankan syariat Allah. Kami saling bertukar pikiran dan saling memberikan pengalaman. Semisal pengalaman pahit dikira hamil duluan karena memakai jilbab yang diulurkan ke seluruh tubuh, sebagaimana perintah dalam surat Al-Ahzab ayat 59.

Di tengah kajian, ada juga beberapa teman yang bolak-balik izin ke dapur. Mereka sepertinya menjadi bagian seksi konsumsi. Menyiapkan banyak makanan untuk kami saat berbuka.

Akhirnya, tibalah waktu berbuka. Saya dan satu teman lain yang berdarah Sunda, sangat menikmati makanan buatan mereka yang jago masak meski rasanya sedikit pedas. Saat itu mereka membuat sup buah, balado ikan kembung, dan beberapa sayuran kalau tidak salah.

"Ayolah, Kak. Nambah makanannya!" seru salah seorang dari mereka.

Kami perempuan yang berdarah Sunda, memiliki kebiasaan untuk tidak berlebihan saat dijamu yang punya rumah. Meski makanan itu enak, maka tabu bagi kami memakan banyak-banyak apalagi sampai nambah. Gak sopan katanya. Maka, saat itu kami jawab serentak,

"Terimakasih, sudah kenyang Alhamdulillah."

"Tak enakkah makanannya, Kak?" Salah seorang bertanya. Lebih tepatnya seperti menginterogasi. Hehe

"Enak. Beneran enak. Alhamdulillah." Kami pun saling bersautan menyatakan bahwa makanan itu enak.

Tak hanya sampai di sana, saat hendak pulang, mereka menawari kami untuk membawa makanan yang masih tersisa.

"Kak, makanannya dibawa, ya!"

Bagi kami orang Sunda, setiap penawaran harus dinilai sebagai penawaran basa-basi sampai si pemilik rumah membungkuskan sendiri makanan tersebut. Jadi, termasuk perbuatan tak sopan jika ditawari orang lain yang belum begitu dekat seperti sahabat atau saudara, tetapi kami langsung mengiyakan.

"Nggak usah, Dek. Buat yang di sini saja," jawab kami dengan senyum manis.

Namun tak dinyana tak disangka, jawaban kami langsung disambut repetan dengan kecepatan 100km/jam. Haha

"Nah, kan. Apa kubilang. Kakak-kakak ini tak suka makanan kita. Mereka tak mau bawa pulang makanannya. Segitu tak enaknya kah makanan kita heh?"

Dengan logat Medan yang kental, ucapan mereka membuat kami rasa-rasanya sampai panas dingin. Serba salah mau menjawab apa. Untung saat itu ada Kak Mei, kakak tingkat asli Medan tapi sudah lebih lama di Bandung. Ia mecoba menengahi.

"Fatimah, bukan gitu. Orang Sunda ya kek gini karakternya. Dah, kamu cepat bungkus makanannya. Masukkan kresek terus gantungin di motor mereka!"

"Ya ampun ... Gitu, Kak? Baru tahu aku. Dikira makanannya tak enak buat mereka."

Aku dan temanku hanya bisa tersenyum meringis. Sesungguhnya, repetan tadi masih sedikit membekas dan membuat jantung kami serasa copot. Untungnya pas di pintu keluar, Kak Mei menenangkan kami.

"Jngan diambil hati, ya. Kami orang Medan memang begitu. Gak suka basa-basi. Besok datang lagi ke sini, ya!"

Begitulah pengalamanku saat bertemu orang Medan. Sungguh karakter tiap suku itu unik. Makanya kalau dalam surat al Hujurat ayat 13, kita harus saling mengenal agar memahami satu sama lain.

Jangan lupa cendol segar, rate dan bagikan. Belajar Bersama Bisa dan Terimakasih ... emoticon-I Love Kaskus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
banditos69 dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh fany1453
bener euyy... ané mah tos biasa pendak sareng orang mèdan.

jadi gak aneh lagiemoticon-Cool



#batakolektor
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan fany1453 memberi reputasi
Lihat 14 balasan
itulah indonesia bre. tiap daerah itu unik adat dan adabnya
profile-picture
miniadila memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Hallo orang Sunda!
profile-picture
miniadila memberi reputasi
Lihat 3 balasan
org sunda nganggap org batak selalu marah terus.
org batak nganggap org sunda selalu kalem terus.
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
miniadila dan fany1453 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
hooorasss laee !!!
profile-picture
miniadila memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Ane baru sadar. Ternyata mas desi itu sama dengan junjungan ane yang lg di arab. Sama2 bikin ribut tp gk perna keciduk. Wkwkwkkw
profile-picture
miniadila memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Wah baru tahu ane. Memang ane belum pernah punya temen orang Medan😅. Terimakasih, Sis
profile-picture
scorpion182 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:
nice
profile-picture
fany1453 memberi reputasi
Orang medan atau orang batak? Bedakan medan dengan batak?

Batak juga banyak macamnya, toba, simalungun, pak pak, mandailing, karo.

Kelimaya berbeda2. Terutama orang karo dalam berbahasa tidak sekeras orang toba begitupula orang mandailing yang logatnya kaya minang.

emoticon-Smilie di medan itu multi etnis.
profile-picture
erk86 memberi reputasi
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di