CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Sistem Monetisasi Justru Bikin Konten Kreator Jadi Mata Duitan?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f03f77710d29533693ff220/sistem-monetisasi-justru-bikin-konten-kreator-jadi-mata-duitan

Sistem Monetisasi Justru Bikin Konten Kreator Jadi Mata Duitan?

Sebagai salah seorang pemeharti Internet dewasa ini saya mulai menyadari jika; tidak selamanya sistem monetisasi itu akan selalu menguntungkan pihak founders. Tidak jarang kebijakan menukar karya dengan uang justru menjadi lubang kuburan tersendiri.

Di sini saya sudah memiliki 3 variable penguji (Kaskus, Youtube, Quora), beranjak lewat website-website tersebut saya akan mencoba memberikan gambaran, dan alasan kenapa sistem monetisasi justru lambat laun akan membunuh kreativitas para konten kreator.

Semua pasti akan setuju apabila masa-masa keemasan Kaskus jatuh pada periode tahun 2009-2010. The Golden Age of The Largest Community In Indonesia serasa bukan hisapan jempol belaka. Hampir mustahil untuk tidak mendengar nama forum Kaskus pada masa kejayaanya sepuluh tahun lalu.

Ibu-ibu PKK, Jamet (jawa metal), sampai supir angkot sekalipun tahu forum kesayangan kita ini, dan memang bukan sekedar bragging namun kenyataannya kaskus sudah mendarah daging di kalangan masyarakat secara luas. Memuncaki klasmen website diskusi sekaligus sebagai website jual-beli teramai di Indonesia.

Loncat beberapa tahun ke depan keberuntungan Kaskus langsung terjegal dikarenakan minim inovasi dari pihak management, dan mengakibatkan kalah bersaing dengan platform sejenis lainnya.

Sejak keterpurukannya kaskus mencoba bangkit kembali dengan memberlakukan sistem poin konten kreator. Mungkin awalnya memang membawa angin segar, traffic kaskus sempat terdongkrak naik hanya dengan embel-embel uang "recehan" para kaskuser jadi rajin membuat thread-thread berkualitas.

Namun sayangnya, bak pisau bermata dua dengan adanya kaskus poin kualitas tersebut tidak akan mampu untuk selalu dipertahankan. Hasilnya? Orientasi utama kaskuser kini mulai bergeser dari yang awalnya ingin berbagi "pengetahuan", sekarang berubah menjadi "mencari uang".

Persetan dengan ocehan kaskuser yang bersembunyi dibalik alibi "duit nggak seberapa kok". Tapi cuan tetaplah cuan, mau sedikit apapun jumlahnya kalau sudah kelilipan, otak ya nggak akan lagi berpikir secara rasional.

Pernah kan nemuin ada TS yang sengaja hapusin threadnya hanya karena nggak lolos persyaratan kreator? Banyak, lihat aja di thread pelaporan!

Quote:


Bahkan tidak jarang lho saya kasihan sama kaskuser-kaskuser yang sedang asik diskusi eh malah digusur lapaknya sama yang punya gara-gara nggak dapat cuan.

Kamu beneran konten kreator? Coba deh kamu bercermin dari postingan kaskuser pada masa lampau. Mereka nggak dapat cuan sepeser pun tapi kontennya bagus-bagus.

Sekarang bikin thread asal-asalan aja, pendek juga nggak papa kok yang penting tembus 2000 karakter biar lolos review. What the f*ck bruh?

Quote:


Sulit menemukan TS yang benar-benar menaruh opini dan perspektif tajamnya dalam sebuah thread. Hampir 70% thread yang masuk HT bahkan hasil copas no jutsu dari website-website portal berita lainnya.

Saban hari saya sendiri juga sudah pernah menemukan thread clickbait yang ngibulnya ampun-ampunan. Kalau tidak salah begini bunyinya:

"6 Hewan Tercepat di Daratan, Nomor 1 Gila Kecepatan hingga 225 Kmh Cheetah Kalah Jauh"

Lantas apa kalian tahu siapa nomor satu yang bisa ngalahin cheetah? Siput Turbo anyink, iya karakter fiksi bukan real. Sampai segitunya bikin judul supaya banyak orang yang lihat.

Dan bagian terburuknya?

Muncul group koalisi antar kaskuser yang bekerja sama untuk menyundul thread-nya secara berganti-gantian, simbiosis mutualisme bak sampah karena hanya sekedar chit-chat out of topic hanya agar thread-nya tidak tenggelam.

Saya tahu bayaran kaskus kreator itu memang tidak seberapa, namun usahakanlah sebisa mungkin agar passion mu berkomunitas tidak ternodai oleh kepicikan mu semata.

Quote:


Pemilihan trending YouTube yang sekarang ini berkibar di Indonesia adalah cerminan arah pasar dan kualitas yang ada. Saking bobroknya saya malah pernah lihat video cewek tiktoked joget-joget masuk trending.

Bodo amat mau dibilang kontennya jelek dan tidak mendidik juga yang penting AdSense jalan terus kan?

Seolah mengerti akan algoritma pasar, banyak youtubers-youtubers indonesia yang mengupload konten dengan cara yang seakan-akan "low effort"— malas berpikir—malas berinovasi.

Ujung-ujungnya malah jadi konten yang memupuk birahi ketimbang melatih kekreativitasan. Non editing, sarjana reaction, toxic, mobel lejen ng3ntod, close the door!

Quote:


Kembali lagi, cuan memang selalu menjadi sumber masalah. Minimnya keinginan memilah-milah video tontonan masyarakat kita, diperburuk oleh kreativitas youtuber yang seolah hari demi hari semakin tumpul.

Jujur saya sendiri masih merindukan para kreator yang menjadikan youtube sebagai ajang untuk berlomba-lomba pamer kreativitas bukan pamer harta ataupun pamer dada.

Percayalah, kamu tidak akan menemukan konten selain Vlogging, prank settingan, dan obrolan silaturahim kelamin masuk trending Indonesia jikalau orientasi youtuber kita sekarang ini bukanlah uang.

Dan lagi hobi sebar give away yang seolah kamulase belaka untuk menyembunyikan kritik di kolom kementar, dan menaikan angka suscriber yang mayoritas adalah anak di bawah umur.

Sebuah kombinasi yang sangat sempurna untuk saya memilih hengkang dari Youtube lalu pindah ke P*rnhub bukan? emoticon-Embarrassment

Quote:


Sebagai mantan Quoran kurang elok rasanya bila saya tidak menyenggol sedikit tentang website tanya-jawab favorite saya satu ini. Sejak bergabung di sana pada akhir tahun 2012 kemarin, saya menganggap jika Quora adalah Ultimate Version dari Yahoo Answer.

Jawaban para Quoran/Quorawati benar-benar penuh effort, insight yang luas, dan juga riset yang begitu mendalam. Tidak heran kalau jawaban mereka seringkali panjang × lebar hanya untuk memuaskan dahaga keingintahuan sang penanya. Jarang sekali saya menemukan jawaban one liner ala-ala junker kaskus.

Then back again, semua itu berubah hanya gara-gara Cuan. Saya masih ingat masa-masa keemasan Quora Indonesia itu ada pada rentang akhir tahun 2018-2019.

Yup, Gudangnya Ilmu Pengetahuan, karena disana tidak memakai sistem anonimitas maka orang-orang cenderung tidak asbun (asal bunyi). Seolah ada tanggung jawab besar, Pertanyaan & Jawaban yang mereka ajukan benar-benar menarik untuk disimak.

Namun sejak diberlakukannya aturan Mitra Program untuk awalnya memang banyak penannya yang diberikan imbalan uang (dollar), dan sudah bisa ditebak kemana arahnya.

Quote:


Orang-orang lebih aktif bertanya daripada menjawab, mementingkan kuantitas daripada kualitas. I still remember using Quora in 2018, fast foward to 2020— boom bokep everywhere.

Banyak banget akun-akun bodong yang bikin pertanyaan receh (tidak berbobot), ya memang masih dalam koridor aturan di Quora sih. Tapi apa perlu penanya menanyakan "gaya sex apa yang bikin lama keluar?" "Bagaimana kejadian malam pertama mu? Ceritakan dong!"

Quora masih memperbolehkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat "curhatan" seperti itu, layaknya SF HTH Kaskus yang kebanyakan curhatannya dijejeli oleh khayalan fiksi. Quora pun menjadi amburadul.

Ya... Ujung-ujungnya bakal jadi bahan olokan oleh para redditor di r/InsanePeopleQuora. emoticon-Shutup

Quote:


Fokus pada poin ke-tiga cuan, cuan dan cuan. Lagi-lagi semuanya hancur hanya karena sistem monetisasi. Lantas apakah boleh tujuan kita berkarya hanya untuk mendapatakan profit keuntungan?

Ya boleh-boleh saja. Silahkan itu hak kamu. Tapi alangkah lebih baiknya apabila usahamu mencari profit tersebut sejalan dengan passion & hobi mu, bukan?


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kumaniaks dan 43 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh x.kardusbalap.x
Halaman 1 dari 5
Siapa Konten Kreator termata duitan versi anda?

Yuk tag kesini!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khanisa2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
mending jdi yutuber daripada kaskuseeer
gmana si ts gitu aja ribetemoticon-Nyepi
profile-picture
dewakere memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Menurut ane justru itu apresiasi buat kreator. Kalo kontennya disukai orang (belom tentu bagus secara kualitas) ada rewardnya. Justru membantu ekosistem YT berkembang. Orang2 yg cari nafkah di sana bisa sejahtera. Tapi ya dampak buruknya ada pasti.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 2 lainnya memberi reputasi
Saya nyimak aja ya huu.. emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan balnus2019 memberi reputasi
Wah setuju banget sama agan ini.

Menurut ane yang paling kerasa downgrade nya di Kaskus sama Quora sih, jadi turun jauh banget mutunya haha.

Btw #RIPSkinnyIndonesian24 emoticon-Turut Berduka
profile-picture
x.kardusbalap.x memberi reputasi
dulu para kreator sendiri yg minta ada kebijaksanaan dari kaskus gara2 nulis cape2 ga dapet apa2... 😂😂

sekarang dah dikasih cuan masih salah lagi 😂.

kreator kaskus yg lama jg dah pada pamit.. ngurus anak, ngurus kerjaan, ngurus hidup yg lebih menjanjikan.

Kalau masalah kualitas konten tergantung para pembacanya itu sendiri, kalau yang berkualitas sepi pembaca dan yang kurang kualitas ramai maka si pembuat konten pun berbondong bondong nyari cuan.

sebagai reader kaskus dari tahun 2004 yg buka kaskus cuma lihat BB17 dan aktif 2009-2010 sampai kopdar2 segala...ini menandakan zaman berubah, dan kaskus tidak mendengarkan apa yang dikatakan usernya ketika FJB masih jaya.

Kaskuser sendiri kadang tidak tahu singkatan kaskus adalah kasak kusuk artinya apa? gosip, tempat ngobrol, tempat enjoy, hiburan dan jadilah sebuah komunitas.

Kenapa sekarang sepi, komunitas grup banyak di Facebook. Mau ikut komunitas apapun serba ada, dan ga ribet karena lo bisa juga update status maka periuk kaskus sudah diambil lahannya oleh mereka grup FJB nya pun banyak banget.

Grup Facebook, dengan IG dan WA bikin peta komunitas berubah. Ini yang ga dibaca founder pada saat itu dan FJB hancur karena ada kasus si panda hitam 😂

sekarang zaman perubahan, kalau tidak berubah maka akan tergusur... buktinya lo tanya aja anak2 SMP sekarang. Tau kaskus ga?

"Kagak" realita my bro..

Saatnya restart dari awal...emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sempakloreng dan 18 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Lihat 3 balasan
ane gak tahu sih ane masuk kreator versi apa di mata siapapun, gak penting juga.

Di otak ane ya ane ingin nulis aja, opini ane. Kaskus mau fasilitasi, kasih apresiasi lagi (pake receh), ya alhamdulillah. recehannya bisa ane manfaatin ke banyak hal.

Daripada sibuk ngejulidin kaskuser/kreator mata duitan seperti pada thread ini, mending fokus berkarya aja lah gan.

Toh Kaskuser/Kreator yang "mata duitan" as agan said, gak pernah ganggu hidup agan, gak minta duit ke agan. So kenapa repot?
Lihat 88 balasan
Quote:


Sambil dengerin ama minum kopi gan emoticon-Angkat Beer


Ane setuju dengan agan, minimal ada apresiasi buat para penulis di Kaskus yang dapet hak jadi kreator. Karena mereka juga yang bikin Kaskus tetep hidup. Dan memang jaman sudah berubah, gak bisa kita ikut pola jaman 2000-an. Ane masih inget dulu era 2009-2011 banyak banget blogger-blogger kacangan yang pasang iklan di web mereka setelah bikin tulisan hasil copas dari Kaskus, bukti dulu Kaskus banyak jadi rujukan.

Kaskus sekarang juga udah sepi. Sampe tahun 2016-2017 bikin thread di SF Manga masih dapet 1000 view. Beda ama sekarang yang di SF yang sama view.nya baru dapet 100 emoticon-Cape d... (S)

Tapi poin dari TS juga gak layak diabaikan. Memang itu dampak buruk monetisasi, banyak banget kreasi-kreasi gak berkualitas justru diangkat. Pada akhirnya semua dikembalikan ke yang punya platform, mampu gak moderasi isi platform masing-masing. Selama masih ada tempat buat ajang sara (atau ujaran kebencian lainnya), selama konten-konten gak berkualitas masih dikasih tempat, ane kira masih belum mampu. Yang bisa kita lakukan sebagai pengguna dan kreator adalah hindari dan/atau counter, udah itu doang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
VolkswagenPutih dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 13 balasan

SFTH Full Fiksi

Ini bener bgt bray awal cerita byk yg ok eh lama2 ko gw cm baca khayalan penulis aja...asli malesi banget sampah
profile-picture
bnoorraini memberi reputasi
Eeehhhh emoticon-Kagets

Ane baru tau lho bisa dapet duit dari bikin konten disini emoticon-Kagets . Ane kira yg bikin tret2 di lounge masih cuman incer banyak2an cendol/bata aja gan emoticon-Ngakak (S)

====

So, pandangan ane sebagai penikmat konten kreator untuk masing2 web tsb:

Kalo yutub ane sangat sangat gak suka sama yg namanya giveaway2 tuh. Di yutub konten yg ane ikutin biasanya kulineran. Ada 1 kreator kuliner yg sudah ane "Don't reccomend this channel" karna dia pake giveaway2 gitu kelompokan sama yutuber lain (yg bukan kuliner jadi gak pernah muncul di reccomended sy sih wkwkwk). Asli awal biasa2 aja lama2 risih banget. Plis cari cara lain buat "ngemis" viewer dong wahai konten kreator2 lain....

Kalo kaskus sih saran ane sebagai non konten kreator bikin tret yg sekiranya bisa ada diskusi yg bisa bikin ts beserta pembaca2nya tuker2 pikiran gitu. Tret yg macam "10 Binatang Tercepat di Dunia" dll jarang ane buka soalnya habis baca ya udah gitu apa lagi yg mau didiskusikan wkwkkwk (terlebih artikel2 macam spt ini cukup muncul sesekali saja di web2 berita macam detik dll gitu gak perlu dibawa ke forum). Ya kalo emang buntu mau bikin tret macam spt itu palingg engga kasih pendapat ts nya juga lah jangan cuman copas artikel emoticon-Big Grin

Kalo quora, ane gak tau ada quora indonesia wkwkwk.. dulu waktu sering baca2 quora ane inget pernah nanya sekali tapi gara2 grammar nya kacau jadi gak terbit2 pertanyaan nya emoticon-Ngakak (S)

====

Tapi jujur khusus utk kaskus, mengenai kualitas ane gak ngerasa ada penurunan sih dibanding 10 taun yg lalu. Kayanya kualitasnya masih gitu2 aja. Hanya aja sekarang lebih sepi. Dulu kalo main di the lounge cukup page 1 terus reload2 aja buat nyari tret lain. Kalo sekarang buat nyari2 tret lain harus agak nyelem ke page 2 3 dst.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kumaniaks dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh asu_weo
Lihat 1 balasan
yg penting duit...... emoticon-Ngacir

apakah opini trit ini juga berlaku untuk TSnya juga? emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
aktivisdumay dan kicquck memberi reputasi
Lihat 1 balasan
gausah jauh jauh ke cuan, dulu bikin konten seperti thread orisinil dan jadi hot thread aja udah hebat dan bangga. Mulai dah kesini sini sejak thread copas dari linet*day, idnt*mes, dll gampang banget hot thread, para konten creator yg murni punya ide sendiri jadi males gegara ketutupan thread copas yang cuma clickbait dan kebantu isu terbaru doang. Maaf hanya berpendapat
emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kumaniaks dan 4 lainnya memberi reputasi
emoticon-Hammer2
wah serem juga.... tapi gak heran juga namanya jaman sekarang apa² duit...
Tetep aja Beni mentok taunya cuma pizza dan shabu emoticon-Cool @androidiot
Quote:


Heh tiko, ngapain luks gonta ganti klonengan emoticon-Busa
ANjal miskin item kecil culun no life di banned rupanya @waduk.boys , mau ikutan seperti kitak2 yang intelek di forum edu dan sejarah emoticon-army
nitip bre nanti baru bacaemoticon-Ngacir
Duit dimana mana~
Quote:


Quote:


Hmm oke-oke jadi bisa dibilang kalau kalian berdua itu setuju bahwa Zaman sudah mulai berubah. Tren membaca (tulisan) bergeser menjadi tren menonton (audio visual).

Generasi sekarang lebih cenderung menyukai social media seperti IG, Twitter & WhatsApp atau bahkan Youtube yang kita ketahui lebih sedikit menyajikan konten bacaan.

Bisa setuju, bisa juga tidak sih.

Habis jujur aja orang-orang pergi meninggalkan kaskus bukan karena Kaskus "Ketinggalan Zaman", tapi karena Kaskus sudah "tidak menarik".

Cut that bullshit jika ada orang yang mengatakan Kaskus sepi gara-gara orang Indonesia sudah tidak lagi memiliki minat membaca yang tinggi.

Sistem Monetisasi Justru Bikin Konten Kreator Jadi Mata Duitan?

Apabila diperhatikan posisi 6 & 8 sudah dihinggapi oleh dua portal berita yang mayoritas isi kontennya bacaan semua. Dan bahkan nggak ada fasilitas untuk bersosmed pun masih tapi tetap ramai dikunjungi.

Lantas apa dong alasannya? Ya karena menarik!

Kaskus kehilangan "pesona"-nya saat orang-orang sudah bisa nenemukan konten bacaan di sumber yang lain. Sumber yang lebih actual dan terpercaya.

Apalagi untuk meruntuhkan singgasana FB, Twitter dan IG memang sudah sangat sangat tidak memungkinkan. Zaman Sekarang tidak punya social media bisa dikatain orang nggak melek teknologi. Disambut keterbukaan atas ruang diskusi & komunitas yang menyebar luas di sosmed-sosmed tersebut jelas Kaskus bakalan beradarah-darah.

Tapi coba pikir deh, Kaskus berada di posisi Chicken-Egg Situation. Orang-orang bakal ke kaskus lagi kalau kaskus ramai, tapi Kaskus sendiri juga butuh orang buat ngeramein. :'(

Kalau hanya menggandalkan postingan copas, postingan nggak niat (asal 2000 karakter) + Cebong-Kampret yang otaknya udah digadai di rumah makan padang, kayaknya Kaskus juga bakalan mati 2-3 Tahun lagi.

Kita kehilangan tulisan-tulisan yang memberikan perspective TS akan topik yang akan diangkat.

Kita kehilangan opini-opini tajam yang dulunya menjadi senjata untuk memikat orang agar sibuk bermain di Kaskus sekarang sudah menjadi tumpul.

Saya sendiri berani mengatakan kalau 70% HT yang naik adalah hasil copasan + opini TS yang sedikit (ya sedikit banget).

Regenerasi kaskuser-kaskuser hebat kita cenderung lambat.

Lantas siapa yang mau gantiin? BBB? Hah?

Begitu digantikan oleh kreator-kreator yang lebih doyan cuan daripada berdikusi dan berbagi pengetahuan ya hancurlah sudah.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
kumaniaks dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 28 balasan
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di