CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pemprov DKI Harap Sekolah Swasta Tampung Pendaftar yang Tak Lolos PPDB
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f0342d6f4ae2f11f42b049d/pemprov-dki-harap-sekolah-swasta-tampung-pendaftar-yang-tak-lolos-ppdb

Pemprov DKI Harap Sekolah Swasta Tampung Pendaftar yang Tak Lolos PPDB

Pemprov DKI Harap Sekolah Swasta Tampung Pendaftar yang Tak Lolos PPDB Sekda DKI Saefullah (Yogi Ernes/detikcom)

Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Saefullah mengatakan daya tampung sekolah negeri di Jakarta untuk menerima murid baru masih terbatas. Untuk itu, dia berharap sekolah-sekolah swasta ikut berperan menampung murid yang tak lolos masuk ke sekolah negeri.

Hal itu dikatakan Saefullah usai rapat koordinasi terkait fasilitasi upaya penyelesaian permasalahan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hadir dalam rapat Plt Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) Chatarina Girsang, Plt Sekretaris Jenderal Kementerian dalam Negeri (Kemendagri) Hudori, dan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah.

"Bahwa nyatanya memang daya tampung SMP Negeri kita itu baru 46,17%. Masih ada 64% lagi, kita harapkan adalah peran swasta," kata Saefullah di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2020).

Dia berharap sekolah-sekolah swasta bisa menyerap para pendaftar yang tidak tertampung oleh PPDB DKI Jakarta. Soalnya, tanggung jawab pendidikan harus diemban bersama-sama, baik oleh pemerintah maupun swasta.

"Kemudian daya tampung SMA negeri kita itu baru 32,94%, artinya masih ada 67% lagi, kita mengharapkan peran swasta. Jadi pemerintah dan swasta punya kewajiban bersama untuk menyelenggarakan wajib belajar di DKI Jakarta," ujarnya.

Saefullah menuturkan pihaknya dengan Kemendikbud sudah menjalin komunikasi terkait PPDB sejak awal. Dia juga mengatakan sudah merespons segala masukan yang ada.

"Seperti yang disampaikan Pak Sekjen dan Vu Dirjen tadi bahwa sebetulnya antara Kemendikbud dan Pemprov DKI Jakarta sudah dibangun komunikasi dari sejak awal tentang PPDB dan sebetulnya semua input kita berikan respons. Bahwa juknis Kepala Dinas nomor 670 ini nanti akan kita adendum, terkait dengan persentase yang zonasinya," tuturnya.

Hingga hari ini, data murid baru yang sudah diterima jenjang SMP dan SMA melalui jalur zonasi sudah di atas 50%. Dia menyebut PPDB Jakarta Jalur Zonasi sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud).

"Tapi per hari ini, kita catat bahwa untuk zonasi yang sudah existing diterima di SMP itu sudah 51 persen lebih. Kemudian untuk SMA sudah 50,07 persen. Artinya bahwa jalur zonasi di Jakarta sudah sesuai dengan regulasinya, yaitu Permendikbud Nomor 44," ujarnya.

Untuk itu, Saefullah juga berharap semua pihak dapat memaklumi peraturan tersebut. Dia ingin tidak ada lagi anak-anak di Jakarta yang putus sekolah.

"Jadi saya rasa kita berharap semua pihak bisa memaklumi ini semua, kita ciptakan pendidikan yang berpihak pada anak-anak yang memang harus kita teruskan pendidikannya. Tidak boleh ada anak usia sekolah SMP, SMA yang putus sekolah. Saya kira itu prinsip saya, Saudara-saudara," tandasnya.

SUMBER


Pake logika aja ya.. kalo PPDB DKI emang udah sesuai ma permendikbud kok pakai adendum segala ??.. emoticon-Malu (S)

Intinya.. pemprov DKI dibawah wan abud ingin agar tidak ada anak (terutama SMP/SMA) sampai putus sekolah di DKI.. emoticon-Malu (S)

Caranya ??.. bodo amat.. emoticon-Ngacir

ttd

Stuntman wan abud


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ceuhetty dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh valkyr7
Halaman 1 dari 4
ya pasti keterima lah
otaknya dimana sihemoticon-fuck

swasta kan ga peduli nilai umur segala macam yg penting ortu siswa punya duitnya
ini nasib yg tidak mampu bagaimanaaaa?
yg anak yatim bagaimanaaaaa?b
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tigaporsi
Emang skulah negeri lebih bagus dari swasta ato pegimane ?emoticon-Bingung
Duid anggaran skulah negeri dikorupsi mulu ampe disokong dana bos emoticon-Ngakak kok maw ngomong mutu, peralatan nya minim, teori mulu. Kampret
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 6 lainnya memberi reputasi
Pemprov DKI Harap Sekolah Swasta Tampung Pendaftar yang Tak Lolos PPDB

Pemprov DKI Harap Sekolah Swasta Tampung Pendaftar yang Tak Lolos PPDB

emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mol.onta
Lihat 1 balasan
Ga mau masuk swasta itu masalahnyaemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 4 lainnya memberi reputasi
Si mantan mendikbud yang cuek bebek terkait hal pendidikan (penerimaan siswa baru).

Kalau bukan ironi di atas ironi, apa namanya?

emoticon-norose
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kalo begini kejadiannya mendingan ujian nasional kemarin yg belum cukup umurnya tidak usah diluluskan saja mengulang 1 tahun lagi supaya bisa lulus tahun depan dengan usia yg cukup untuk lanjut sekolah

fuuuuuck pemda anies baswedanemoticon-fuck
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tigaporsi
anaknya kakak dari mama
nilai rata rata 9,5
tapi ga jebol, bahkan sma fav di dekat rumah
jalan terakhir terpaksa di sma swasta dikelola kak seto katanya
blm cukup 15, selisih 2 bulan
anies goblok goblok goblok
gue yg pendukung abud aja
beralih jadi benci si abud
krn si anak nangis nangis dirumah kasihan
si ibu juga ikut demo di kemendikbud dan balai kota
anies baik baik goblok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh music9000
Lihat 9 balasan
Ih goblok.. Itu nasib yg belajar mati2an yg rumahnya deket dari sekolah, eh gataunya ketendang gara2 umur emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 7 lainnya memberi reputasi
Terus wan gabut mau bayarin? emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 4 lainnya memberi reputasi
Asal gratis mungkin tidak masalah, pingin masuk negeri karena gratis.

SPP sekolah swasta mahal, blm uang buku, kegiatan, transportasi karena tidak dekat sekolah,dll dll
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 4 lainnya memberi reputasi
Daya rusak Abud di DKI Jakarta ini memang luar biasa.

Bahkan demi ambisi politik, dia gak segan2 mengorbankan generasi muda.

Bagi elu2 yang masih aja dukung Abud, tolong otaknya dipakai bro.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Selama ini sekolah negeri banyak dibantu pemerintah, ya banyak gratisannya kira² begitu, dan malah banyak keluarga² mampu, kaya yang menyekolahkan anak²nya di sekolah negeri ketimbang sekolah swasta, sebaliknya keluarga kurang mampu malah sekolah di sekolah swasta. Kebalikan dengan negara² di luar sana.

Buat Gan and Sis yang udah jadi Papa dan Mama, kalau kemampuan finansialnya tinggi baiknya putra-putrinya disekolahkan ke sekolah² swasta yang kwalitasnya bagus, sekolah swasta apa pun itu juga jauh dari berita² diskriminasi kepada siswanya. Dan tetap diawasi putra-putrinya meskipun sibuk kerja entah sekolah di negeri ataupun swasta.

Indonesia luas wilayahnya, jauh sebelum Indonesia merdeka, sekolah² swasta juga sudah banyak membantu buat bangsa dan negara ini. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud bisa membuat aturan yang berbeda buat sekolah swasta agar sekolah swasta ngak kalah saing dengan sekolah negeri, ngak tutup karena kekurangan murid, misalnya dengan konsep charter school, sebuah solusi bagus buat dunia pendidikan di Indonesia, jadi pemerintah bisa membantu dalam hal anggaran kepada sekolah² swasta yang kurang mampu, soal sistem belajar mengajar biar mereka yang mengaturnya. Dengan begitu keluarga² kurang mampu bisa menyekolahkan anak²nya di sekolah swasta tanpa harus stres mikirin masuk sekolah negeri.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh 54m5u4d183
Lihat 4 balasan
Nasbungtod banyak yg putus sekola. wajar ga mudeng kasus beginian
profile-picture
profile-picture
profile-picture
p.star7 dan 7 lainnya memberi reputasi
Kalo lo punya duit lebih dan finansial yang baik. Jangan sekolahin dinegeri, bahkan sma 1 sekalipun

Sekolahin di swasta bonafit,al azhar,penabur dan sebagainya.

Bahkan kenalan ane guru pns yng lakinya kerja gaji gede..malah nyekolahin anaknya di swasta bonafit padahal dengan statusnya sebagai guru pns,dia bisa masukin anaknya ke sekolah negeri mana aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Harap maklum, dipimpin orang goblok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 2 lainnya memberi reputasi
Pemprov DKI Harap Sekolah Swasta Tampung Pendaftar yang Tak Lolos PPDB
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
duit buat sekolah terbatas, duit buat formula e ada triliunan, ini baru namanya oke oceemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 6 lainnya memberi reputasi
Eh, itu serius beneran daya tampung smp dan sma di jakarta cuma 30an persen??

Bukannya pemerintah sudah mencanangkan wajib belajar 12 tahun ya? Kalau memang begitu harusnya pemerintah sudah sanggup untuk menampung 100% jumlah siswa usia sekolah. Masa ngomong wajib belajar tapi ngga dikasih tempat eh malah ngarepin swasta??

Ini bukan cuma level pemprov yang bertanggung jawab, kementrian pendidikan pegimane ini? Ini level calon mantan ibukota lho.. kalau jadi ya..

profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 15 balasan
pemprov mau ngasih subsidi sekolah swasta? bicara sih mudah emoticon-Tai
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di