CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
KPAI Minta Anies Hentikan PPDB DKI, Arist Sirait: Anak Stress, Ada Coba Bunuh Diri
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efd79965cf6c453380387c4/kpai-minta-anies-hentikan-ppdb-dki-arist-sirait-anak-stress-ada-coba-bunuh-diri

KPAI Minta Anies Hentikan PPDB DKI, Arist Sirait: Anak Stress, Ada Coba Bunuh Diri

TRIBUNNEWS.COM - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta menuai kontroversi di masyarakat.

Para orangtua siswa tidak menerima soal aturan PPDB berdasarkan golongan usia.

Hal itu membuat para orang tua berbondong-bondong melakukan aksi demontrasi di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadim Makarim pada Selasa (30/6/2020).

Di tengah aksi protes tersebut, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait ikut buka suara.

Dilansir oleh Kompas.com pada Selasa meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim membatalkan keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tersebut.

Ia meminta agar PPDB zonasi berdasarkan usia ini dibatalakan.

Mendiknas atau Menteri Pendidikan yang kita hargai kemudian Gubernur DKI yang betul-betul dengan anak tidak ada alasan untuk tidak membatalkan," kata Arist.

Arist menceritakan bahwa banyak anak stress akibat masalah ini.

Bahkan ada yang dikabarkan sampai meninggal karena depresi.

"Karena sekarang ribuan anak menderita, stres, ada yang percobaan bunuh diri coba."

Ia menjelaskan orang-orang yang ikut demo itu bukan semata-mata hanya ikut-ikutan,

Mereka adalah orang tua siswa yang ditolak karena peraturan tersebut.

"Ini orang-orang yang mengadu, ini bukan orang baru datang, ini terorganisir dengan baik dan punya data bahwa anak-anaknya tidak diterima," sambungnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Forum Orangtua Murid DKI Jakarta, David Tobing melaporkan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana kepada Ombudsman.

Baca: Tentang PPDB Jakarta Jalur Zonasi Tingkat RW: Khusus Lulusan 2020, Seleksi Tetap Berdasarkan Usia

Nahdiana disebut melakukan maladministrasi.

"Kami sudah melaporkan Kepala Dinas Pendidikan DKIke Ombudsman Republik Indonesia dan Ombudsman perwakilan DKI Jakarta."


"Atas tindakan maladministrasi yang mengubah aturan juknis penerimaan siswa didik baru melalui jalur zonasi itu dengan menggunakan usia sehingga bertentangan dengan Permendikbud," ujar David.

Orang tua meminta agar zonasi berdasarkan usia segera dihapus.

"Kami pada intinya meminta proses itu dibatalkan dan harus dilakukan suatu seleksi ulang melalui jalur zonasi tidak berdasarkan usia tapi berdasarkan jarak dari rumah ke sekolah," pungkasnya.

Tanggapan Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan masih membisu terkait terjadinya polemik penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2020/2021 di wilayah Ibu Kota.

Dilansir TribunWow.com, proses seleksi PPDB di Jakarta masih menjadi polemik setelah mendapatkan protes dan penolakan dari para wali murid.

Mereka menolak terhadap persyaratan yang digunakan dalam sistem zonasi PPDB, yakni dengan melibatkan usia peserta didik.

Sementara itu ketika dimintai tanggapan terkait permasalahannya tersebut, Anies mengaku belum bisa berkomentar.

Anies hanya memberikan jawab singkat dengan mengatakan bahwa nanti akan dibicarakan pada waktunya.

"Ini kan ada beberapa kemunculan protes soal PPDB DKI Jakarta," tanya seorang wartawan, seperti yang dikutip dari Kabar Petang tvOne, Senin (29/6/2020).

"Nanti itu, begitu ya," jawab Anies singkat.

https://www.google.com/amp/s/m.tribu...oba-bunuh-diri

Gub Jabar, Jateng dan Jatim ikut aturan Mendikbud, eh aboed ini serasa presiden
emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
unknownnymous dan 9 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
Azab badut dijadikan pemimpin

KPAI Minta Anies Hentikan PPDB DKI, Arist Sirait: Anak Stress, Ada Coba Bunuh Diri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kodokbudegdikit dan 5 lainnya memberi reputasi
dki kan negara dia..
suka suka dia donk..koq pada protess emoticon-Ngakak

Terima bata gan emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Org.sembarangaN dan 8 lainnya memberi reputasi
1 2 anak bunuh diri atau puluhan ribu tertular covid?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
essholl dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
mungkin si abud msih halu jadi mendikbud emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bontakkun dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
masi berdelusi mendikbud kale emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
botol.mijon dan 2 lainnya memberi reputasi
Orangtua yg tdk terima kebijakan gubernur, anaknya yg stress, KPAI minta PPDB dihentikan?

#lucu


emoticon-Big Grin

profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan jin.goa.hiro memberi reputasi
Ora urus, mending urus reklamasi, ada cuan nya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bontakkun dan 4 lainnya memberi reputasi
Gw melihat saat ini PPDB bukan anak yang paling stress..

Tapi orang tua yang stress sangat stress, dikejar deadline tanggal masuk sekolah dan mentok kena aturan Usia dan Zonasi.

Ujung2nya masuk swasta, nyoba lagi tahun depan anaknya masuk lagi kelas 1 kalau ada aturan Usia dan Zonasi lagi yg diterapkan emoticon-Big Grin

BTW Disdik Daerah ataupun Kemendikbud emang blangsak aturan masuk sekolah aja yg dipikirin.

VISI buat mencetak generasinya babar blas.
Swasta, aturan masuk sekolahnya ga beda2 amat. Tapi byk yg berprestasi menang Olimpiade.

Jatuhnya Sekolah Negeri sekarang bukan mencetak siswa berprestasi, tapi mencari siswa berbakat dan berprestasi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
farhan.faf dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lupis.manis.
Lihat 8 balasan
apaan seh.. lebay banget tolol..
stress sampai mati.gara² hal sekecil itu,.mana ada manusia model kek gitu,?mental sampah banget..
bahasanya terlalu hiperbola parahhhh

najis bacanya..ampe enek sendiri

buat nastak nasbung tolol,.nih berita serius menjijikan..
bahasanya itu lho.. alasan super duper gak masuk akal.. terlalu idiot akut

profile-picture
profile-picture
profile-picture
syahali dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh redgondar
Lihat 1 balasan
kan gubernur itu mantan mendikbud


jadi pasti 100000% lebih paham soal pendidikan

pokoknya yg masuk smp nanti diutamakan yg udah pada berkumis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ayambolang dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Penyeimbangnya:

PPDB DKI Dibatalkan Bisa Ancam Hak Pendidikan Anak Usia Tua

Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat pendidikan dari Center of Education Regulations and Development Analysis Indra Charismiadji menyatakan pembatalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta bukan solusi kisruh aturan usia, yang diduga jadi penyebab banyak anak berusia muda tak lolos sekolah negeri. Mereka pun menuntut PPDB dibatalkan dan ditolak.

Namun Indra menilai hal ini justru bakal memunculkan persoalan baru. Salah satunya mengambil hak pendidikan anak yang berusia tua dan sudah lolos PPDB DKI.


"Sekarang anak-anak yang usianya tua terus mau enggak sekolah? Apa mereka enggak punya hak mendapat pendidikan?," kata Indra kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Rabu (1/7).

Dia berkata anak-anak usia tua yang baru akan memasuki SMP atau SMA merupakan imbas dari angka partisipasi murni (APM) atau persentase jumlah anak yang sekolah masih rendah. APM yang rendah dipengaruhi angka putus sekolah di Indonesia yang masih tinggi.

Indra menjelaskan anak yang putus sekolah banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah. Nilai sekolah anak-anak tersebut rendah karena minim fasilitas di rumah.

Dengan nilai rendah mereka kesulitan mendapat akses ke sekolah negeri karena sistem PPDB berdasarkan nilai. Anak-anak tersebut akhirnya putus sekolah lantaran tak mampu membayar sekolah swasta.


Sebaliknya, menurut Indra, kebanyakan siswa yang punya nilai tinggi dari ekonomi menengah ke atas, karena memiliki fasilitas pendukung untuk belajar. Dengan PPDB sistem nilai, mereka lebih berpeluang masuk.

"Banyak anak yang selama ini enggak sekolah. Banyak anak miskin yang selama ini harus mengalah sama orang kaya untuk sekolah. Kalau dengan kebijakan sekarang, itu anak miskin akan diberikan akses sekolah gratis," ujarnya.

Di samping itu, ia mengatakan sistem zonasi pada PPDB salah satu tujuannya untuk menghilangkan bentuk sekolah unggulan. Ia menilai mengumpulkan siswa pintar dalam satu sekolah dan sebaliknya tidak mendorong perbaikan kinerja pendidikan.

Secara terpisah Dhea (bukan nama sebenarnya), siswa yang lolos PPDB jalur zonasi di salah satu SMA negeri Jakarta selatan mengaku dirinya lulus di tahun ajaran 2019/2020. Usianya 15 tahun 8 bulan 23 hari.

Ia menjadi salah satu dari tiga siswa di sekolahnya yang diterima di SMA tujuannya. Sedangkan mayoritas teman seangkatannya tidak lolos karena terganjal usia.

"Aku dulu waktu daftar SD enggak cukup umurnya. Jadi akhirnya aku dimasukin lagi ke TK, nunggu satu tahun lagi," ceritanya kepada CNNIndonesia.com.

Dhea mengaku siswa lainnya yang lolos di SMA yang dituju banyak yang berusia lebih tua. Tapi mayoritas berusia di atasnya setahun atau seumuran.

Dst..

CNN
--------

Program udah bagus, Jkt lebih visioner dibanding daerah lain, tapi akan lebih bagus lagi jika pemda menambah jumlah sekolah negri, agar masalah seperti ini tidak berulang setiap tahun dan masyarakat miskin pun dapat kesempatan mengeyam pendidikan yang sama.
profile-picture
profile-picture
Ayambolang dan autumnfairy memberi reputasi
Lihat 33 balasan
kalo dipikir2 kan kalo anaknya pinter ya silahkan masuk jalur prestasi. menurut ane ini ortu2 pada gak mau masuk ke swasta karena gak mau keluar duit lebih aja. sekolah negeri kan terbatas, yang mau masuk banyak, wajar ada afirmasi seperti usia tua prioritas dapet sekolah.
profile-picture
tjiembek memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Quote:


heh kuntul bajer balaikota .. lo gak liat semalam di tipi anak yatim piatu gara2 ppdb gak bisa sekolah di sekolah negeri, mau masuk swasta kudu bayar 15 juta

abi lo mau bayarin biaya tu anak ?

bajer kuntul lo
tdnya ane pikir aturan usia ini buat yg masuk sd
Lihat 1 balasan
kalo mau kuliah syarat usianya kayak om" ato tante" mungkin yah akhiemoticon-Leh Uga
Lihat 1 balasan
Quote:


ente tinggal dimana bre???????? pedaftaran di jabar juga sama koq...
Lihat 4 balasan
Bukannya ikut aturan mendikbud juga?
Pertimbangan yg lebih tua diutamakan kalau jaraknya sama kan emang ada di permendikbud.

Asli dedek gemes sekaramg, sikit2 bundir.
Dulu ada UAN bilang stres. Sekaranf penerimaan siswa baru, stres juga.
Kasian ama anak sekaramg
coba di pikir aje yee blooog..... DKI jakarta itu wrganya sama kagak sama jawa... masalah zonasi wilayah udah pasti membludak,,, makanya kedua diplih dari usia....

penyakitnya cuma 1 kekurangan daya tampung,,,

Kembalikan sistem pendidikan seperti dulu,emoticon-Metal



Bata@!
wah kasian sekali sampai bunuh diri..
emoticon-Mewek
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di