CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Militer dan Kepolisian /
Anakonda 'Si Petugas Ronda', Penjaga Laut Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efcbf52c8393a17144193af/anakonda-si-petugas-ronda-penjaga-laut-indonesia

Anakonda 'Si Petugas Ronda', Penjaga Laut Indonesia

Sebagai negara kepulauan yang luas, tentu Indonesia membutuhkan kapal laut yang cukup banyak untuk mengawal perbatasan dan pulau terluar di Indonesia. Para kapal ini menjadi petugas ronda terdepan diwilayah laut kita, kali ini TS akan mengenalkan salah satu kapal yang bertugas menjadi petugas ronda tersebut. Namanya adalah Anakonda, mari kita mulai pembahasannya.




Lahirnya Anakonda


Nama Anakonda diambil dari nama jenis ular anakonda yang terkenal itu. Nama kelas kapalnya adalah Kobra, berasal dari nama ular kobra. Kapal ini diresmikan sebagai KRI pada tanggal 14 April 2003, bersamaan dengan peresmian KRI Lemadang (806)dan KRI Kobra (867), sebagai bagian dari Satuan Kapal Patroli, Koarmabar. Diresmikan oleh Panglima TNI saat itu yaitu Jenderal Endriartono Sutarto di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Anakonda masuk menjadi kapal perang utama TNI AL waktu itu dengan nama Anakonda 868. Kapal ini dibuat untuk menambah jumlah kapal perang milik TNI AL kala itu.


Sedikit berbangga karena kapal ini dibuat oleh anak bangsa, kapal ini dibuat di galangan Fasharkan (Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan) milik TNI AL, di Pondok Dayung (Jakarta). KAL (Kapal Angkatan Laut) Anakonda memiliki panjang mencapai 36 meter, lebarnya 5,75 meter, dan berbobotemcapai 90 ton. Kapal ini digerakkan oleh tiga mesin utama, masing-masing mesinnya berkekuatan 1.100 HP, total tenaga 3 mesinnya mencapai 3.300 HP.


Anakonda 'Si Petugas Ronda', Penjaga Laut Indonesia

Warna awal loreng biru.

Sumber



Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan 25 knot, kecepatan jelajahnya mecapai 15 knot, dan daya jelajahnya mencapai 18.520 kilometer.Si Anakonda sanggup berlayar selama lima hari dengan membawa 20 orang ABK, saat pertama kali dirilis, Anakonda punya tampilan warna loreng biru. Biaya pembuatan kapal ini disebut sangat ekonomis, sekitar Rp12 miliar. Kalau yang ekonomis saja mencapai 12 M, kalau kapal dengan sepek mahal bisa habis berapa M ya ?. Menurut salah satu sumber, biaya 12 M termasuk murah, ketimbang harus mengimpor kapal patroli dari luar negeri.



Senjata yang Jadul


Meski punya desain apik, tapi Anakonda ini memiliki senjata yang ketinggalan zaman. Sayangnya, desain apik dari stealth (desain siluman) dari Anakonda, tak diimbangi dengan kelengkapan persenjataan yang mumpuni. Senjata utama pada haluan dipasrahkan pada kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) dengan tipe Oerlikon 20mm/70 MK4, yang merupakan senjata tua generasi Perang Dunia II. Sementara di deck, bekal senjata yang dibawa Anakonda hanya berupa dua pucuk SMB (Senapan Mesin Berat) dengan tipe DShK-38 kaliber 12,7 mm.


Senjata Oerlikon ini mampu digunakan untuk menyerang musuh baik sesama kapal, pesawat udara, serta helikopter. Oerlikon 20mm/70 MK4 memiliki jarak tembak mencapai 4000 meter, kecepatan tembaknya hingga 650 peluru per menit. Dengan tipe peluru high explosive, jarak tembak efektifnya sekitar 1.000 meter.


Anakonda 'Si Petugas Ronda', Penjaga Laut Indonesia

Senjata yang dimaksud.

Sumber



Senjata ini punya berat keseluruhan 264 kg, sedangkan untuk larasnya memiliki berat 68 kg. Panjang senjata keseluruhan adalah 2144 mm, sementara panjang larasnya saja 1406 mm. Senjata ini aslinya dibuat oleh Swiss pada awalnya, tapi rata-rata yang dipakai di kapal TNI adalah buatan AS. Senjata ini kondang saat PD 2, untuk menghadapi serangan udara dari pesawat Jepang yang terbang rendah. Di kapal patroli TNI senjata ini dapat diputar 360 derajat, dan dinaikkan 85 derajat. Untuk membidik musuh di udara.


Senjata ini menggunakan sistem magasin dalam pengoperasiannya, magasin sendiri adalah alat berbentuk seperti tabung, tempat menaruh amunisi. Amunisi yang bisa dipakai pun terbatas, hanya 60 peluru saja. Dan untuk mengisi kembali pelurunya masih manual akan sangat riskan jika terjadi serangan mendadak di laut, kalau kalian ingin melihat senjata ini gak perlu jauh-jauh. Karena senjata ini dipajang di Museum Satria Mandala, Jakarta.


Anakonda 'Si Petugas Ronda', Penjaga Laut Indonesia

Magasin yang TS maksud.


Anakonda 'Si Petugas Ronda', Penjaga Laut Indonesia

Yang dipajang di Museum.


Anakonda 'Si Petugas Ronda', Penjaga Laut Indonesia

Ilustrasi Oerlikon. Atas pakai magasin, yang bawah tidak pakai magasin.

Sumber Foto





Tidak Cocok Sebagai Kapal Perang


Pada masanya kapal ini sempat menjadi kapal perang, sangat disayangkan disektor persenjataan masih kurang mumpuni. Dengan tantangan operasi yang semakin meningkat, jelas bekal senjata yang dibawa KRI Anakonda 868 tak ideal lagi. Satu contoh nyata performa kapal patroli ini yang kurang mumpuni terjadi saat KAL Boa (KRI Boa 807) diserang penyelundup pakaian di kawasan perairan Tanjung Balai Asahan (Sumut), tanggal 22 Januari 2016. Meski memiliki bentuk yang berbeda, tapi kapal ini dibuat ditempat yang sama, dan dilengkapi senjata yang sama juga seperti milik Anakonda.


Awalnya personel AL memberi tembakan peringatan, tapi mereka justru dilempari puluhan bom molotov dari para penyelundup. Karena bom yang dilemparkan semakin banyak, kapal pun terpaksa membuat jarak aman yang cukup jauh, hingga mendekati daratan. Sampai pada jarak aman baru TNI AL mampu menembakan senjata mereka ke arah musuh, dan berhasil menewaskan salah satu penyelundup tersebut. Ini jadi alarm untuk TNI, bahwa senjata di kapal patroli mereka kurang efisien. Karena masih menggunakan sistem manual, terlebih versi lawasnya. Tidak ada perisai lapis baja untuk melindungi personel yang bertugas sebagai operator senjata manual ini.


Hal ini bukti bahwa kapal ini terkesan diremehkan, dijarak yang cukup dekat, harusnya kapal ini mampu menghabisi musuh dengan mudah, logikanya seperti itu. Karena tak ada perisai pelindung ini yang membuat KRI Boa saat itu sampai mengambil jarak aman, karena jika nekat dilakukan penembakan amunisi. Akan beresiko bagi sang operator senjata, karena tidak ada perlindungan untuknya.


Anakonda 'Si Petugas Ronda', Penjaga Laut Indonesia

Meski seragam sama birunya, tapi yang pakai rompi biru itu bukan awak kapal TNI yak emoticon-Big Grin

Sumber



Quote:



Terhitung sejak Juli 2015 kapal milik TNI AL ini tak lagi berstatus sebagai kapal perang, lewat upacara penurunan ular-ular perang pada 29 September 2015 di Pangkalan Utama TNI AL IV (Lantamal IV) Tanjungpinang. Upacara ini menandakan berakhirnya pengabdian suatu KRI sebagai unsur kekuatan TNI Angkatan Laut. Dari yang tadinya berstatus KRI dengan nama Anakonda 868, kini namanya menjadi KAL Anakonda II-4-61. Si Anakonda saat ini lebih fokus partroli menjaga wilayah laut, dan bukan dijadikan kapal perang utama. Anakonda awalnya berdinas ronda di kawasan Lantamal III, di wilayah laut Jakarta. Dan 2019 kemarin Si Anakonda kembali bertugas di Lantamal IV, Tanjungpinang.


Meski memiliki kekurangan, setidaknya kita harus mengucapkan terimakasih pada Anakonda, karena telah berjuang menjaga wilayah laut Indonesia. Selamat bertugas dimisi yang baru, semoga bisa menjalankan tugas ronda laut dengan aman.

Anakonda 'Si Petugas Ronda', Penjaga Laut Indonesia

Anakonda dengan tampilan baru.

Sumber




Referensi: sini, sini, dan sini, sini juga
Ilustrasi: blog militer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yoseful dan 35 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh si.matamalaikat
Halaman 1 dari 4
pertamax emoticon-Salaman
Sepertinya cukup penting upgrade senjata nih.. padahal secara penampilan udah rada meyakinkan.

masa dilempar molotov doang mundur..
profile-picture
profile-picture
broer_ipen dan si.matamalaikat memberi reputasi
Perlu di upgrade senjatanya gan. Trus ganti nama jadi sanca emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
si.matamalaikat dan oktayosita memberi reputasi
Lihat 3 balasan
kekurangannya sangat fatal yah,,, maklum lah. yang disoroti ts harganya ga murah.... sukses selalu anakonda..
profile-picture
si.matamalaikat memberi reputasi
namanya catchy banget emoticon-Ngakak anakonda
profile-picture
profile-picture
jagotorpedo dan si.matamalaikat memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


karena gak dikasih perisai pelindung gan untuk operatornya, apalagi molotov yang dilemoar banyak. krunya 20, lawan lebih dari 20 orang



Quote:


wkwkwkwk, ane usul mau dinamain cacing besar alaska gan emoticon-Hammer2



Quote:


denger2 versi terbaru udah gak manual lagi senjatanya gan, semoga makin bagus untuk sistem senjatanya. bodynya udah bagus padahal



Quote:


mau dinamain shark, malah nanti ingatnya sama lagu baby shark itu emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m0buh41 dan 2 lainnya memberi reputasi
Krn persenjataannya jadul jd skrg sasarannya bukan kapal militer asing lg tp kapal nelayan asing

Yah paling ga msh bisa bermanfaat unt melindungi kedaulatan NKRI
profile-picture
profile-picture
si.matamalaikat dan nowbitool memberi reputasi
Kalau kelas KAL emg layak jd kapal patroli, khususnya di perairan (muara/sungai) dan pantai.

Lebih condong ke penegakan hukum, seperti penyelundupan dan kegiatan ilegal lainnya di aspek perairan yg notabene lawannya ya kapal-kapal konvensional dan umum.

Walau masuk kapal kombatan, tapi untuk urusan kombat beneran yaitu kapal perang lawan kapal perang ya urusan nya KRI.

Indonesia sudah punya kelas yg sedikit baik untuk itu, yaitu tipe KCR.

Banyakin aja KCR 40 dan 60-nya beserta armament juga penting jgn dummy, ini harusnya jadi kapal real kombatan terkecil di Indonesia. Urusannya beda lagi, mungkin salah satunya mengusir atau menghadapi kapal asing baik yg kombatan maupun non kombatan yg masuk wilayah kita tanpa izin.

Tapi ya itu, Indonesia masih menggunakan paham multirole jd kapal apa aja dibisa-bisa kan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
wajar senjata cuma 20mm, lha fungsinya sbg kapal patroli (PC-36).

kalo mau tawuran kelas berat ya pake FAC (Fast Attack Craft) atau KCR (Kapal Cepat Rudal)... jelaa lebih berat & mahal..emoticon-Big Grin cmiiw
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan si.matamalaikat memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Bangga ane punya militer kaya gitu
profile-picture
si.matamalaikat memberi reputasi
"livery" baru nya si anakonda mirip punya korvet kelas Parchim ya..
Anakonda 'Si Petugas Ronda', Penjaga Laut Indonesia
semoga suatu hari sistem senjata bisa diperbaharui emoticon-Recommended Seller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mynameisant
bapaknya pasti lebih gede, bapakonda
emoticon-Ngakak
profile-picture
broer_ipen memberi reputasi
Lihat 3 balasan
nama yang tidak mewakili indonesia
profile-picture
si.matamalaikat memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Salut... semoga kedaulatan NKRI tetap terjaga selalu....
profile-picture
si.matamalaikat memberi reputasi
Seperti biasa, masalahnya ada di anggaran dan betapa sulitnya mendapat acc dari para anggota dewan yang terhormat..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
profile-picture
si.matamalaikat memberi reputasi
harusnya pake ini Anakonda 'Si Petugas Ronda', Penjaga Laut Indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
profile-picture
si.matamalaikat memberi reputasi
Upgred donk persenjataannya pake budget Menhan yang banyak itu. emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
si.matamalaikat dan broer_ipen memberi reputasi
Wah akhirnya bahas kapal juga emoticon-Leh Uga

___________________________________________________________

Di indonesia lebih berkuasa AD sih sampai sekarang... Klo gak salah titiknya di era orla terus mbah harto saat itu masih prinsip land oriented...

Jadi wajar klo AL sama AU ketinggalan pasukan...

TIONGKOK semenjak jadi negara kuat dia maen di AL apalagi kebijakan politik dagang/ ekonomi internasionalnya One Belt One Road yg Sea Oriented.
Berapa kali beli kapal induk eks perang dingin dan berhasil bikin 1 kapal induk sendiri....

Klo militernya masih land oriented yah terima aja di lecehin sama Tiongkok ke depan... Jangan bergantung sama AS dan jangan biarin Tiongkok semena-mena juga...

Dlu pak Karno rencana bangun pusat kendali negara di Kalimantan karena faktor geopolitik juga... emoticon-cystg


Intinya perkuat armada di AL dan AU, Jalesviva Jaya Mahe emoticon-I Love Indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di