CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Citizen Journalism /
Radikalisme: Antara Suriah dan Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efc12b38d9b170480011e14/radikalisme-antara-suriah-dan-indonesia

Radikalisme: Antara Suriah dan Indonesia

Jakarta - Krisis politik dan kemanusiaan yang bermula sejak 2011 telah meluluhlantakkan banyak negara Timur Tengah, seperti Libya, Tunisia, Yaman, dan Suriah. Gerakan propaganda kelompok radikal yang mengatasnamakan revolusi (thaurah) ini sudah berkepanjangan dan gagal memenuhi janji-janji manisnya, berupa keadilan dan kesejahteraan.

Gerakan yang dimotori kelompok-kelompok pro-kekerasan ini memang awalnya memikat, karena dibungkus dan disembunyikan di balik kedok-kedok retorik. Media Barat sampai menyebut gerakan mereka sebagai Musim Semi Arab (Arab Spring/al-Rabi' al-'Arabi), digambarkan sebagai proses demokratisasi, berlawanan dengan kenyataan yang kemudian tampak, yaitu islamisasi versi khilafah atau khilafatisasi. Berdirilah kemudian khilafah di Suriah, Irak, dan Libya. Ikhwanul Muslimin saat itu memenangkan pemilu di Mesir dan Tunisia.

Demi kepentingan sesaat dan ketika sudah terdesak, mereka memang gemar menggunakan slogan-slogan demokrasi, semisal mereka akan mengerek tinggi-tinggi panji kebebasan ketika perbuatan melanggar hukum mereka ditindak, karena yang sedang dilakukan oleh mereka sejatinya adalah membajak demokrasi. Sejak awal mereka meyakini bahwa demokrasi adalah produk kafir, maka kapan saja ada waktu mereka akan menggerusnya.

Keberhasilan kelompok radikal dalam membabakbelurkan Timur Tengah menginspirasi kelompok radikal di berbagai belahan dunia lain. Jejaring mereka semakin aktif di Asia, Eropa, Afrika, Amerika sampai Australia, berusaha memperluas kekacauan ke berbagai wilayah, dengan harapan bisa mewujudkan cita-cita utopis mereka; mendirikan khilafah di seluruh muka bumi.

Wacana syrianisasi kemudian sampai ke Indonesia, semakin ramai disuarakan pada tahun-tahun belakangan, paling tidak mulai 2016. Banyak pihak mensinyalir ada gerakan-gerakan yang berusaha menjadikan Indonesia jatuh ke dalam krisis sebagaimana menimpa Suriah.

Fakta-fakta kemudian bermunculan; banyak pola krisis Suriah yang disalin oleh kelompok radikal, menjadi sebuah gerakan-gerakan di Indonesia. Jaringan-jaringan kelompok radikal di Indonesia juga semakin terang terkoneksi dengan aktor-aktor krisis Suriah. Sebagai contoh Indonesian Humanitarian Relief (IHR), lembaga kemanusiaan yang dipimpin seorang ustaz berinisial BN, yang logistiknya digunakan untuk mendukung Jaysh al-Islam, salah satu kelompok teroris di Suriah.


Pola men-Suriah-kan Indonesia setidaknya tampak dalam beberapa pergerakan berikut; pertama, politisasi agama. Indikasi menguatnya penggunaan kedok agama demi kepentingan kekuasaan, sebagaimana pernah dilakukan di Suriah, terlihat dalam banyak hal, di antaranya adalah penggunaan masjid sebagai markas keberangkatan demonstran. Jika di Damaskus masjid besarnya Jami' Umawi, maka di Jakarta Masjid Istiqlal.

Adakah yang pernah menghitung, berapa kali Masjid Istiqlal diduduki pelaku berangkat demonstrasi? Pelaksanaannya pun kebanyakan di hari Jumat seusai waktu Salat Jumat, didahului dengan hujatan politik di mimbar kotbah, sehingga mengelabui pandangan masyarakat terhadap agama yang sakral dan politik yang profan. Persis dengan apa yang pernah terjadi di Suriah menjelang krisis. Masjid pun berubah menjadi tempat yang tidak nyaman, gerah, dan tidak lagi menjadi tempat 'berteduh'.

Hari Jumat, yang semestinya menjadi hari ibadah mulia, berubah menjadi hari-hari politik dan kecemasan, atas kekhawatiran terjadinya chaos. Muncul kemudian istilah "Jumat Kemarahan" sebagai ajakan meluapkan kemarahan di hari Jumat --bukankah itu hanya terjemahan dari "Jumat al-Ghadab" yang pernah menjadi slogan politik pemberontak Suriah, diserukan oleh Yusuf al-Qardhawi, tokoh Ikhwanul Muslimin?

Kedua, menghilangkan kepercayaan kepada pemerintah. Dilakukan dengan terus-menerus menebar fitnah murahan terhadap pemerintah. Sesekali presiden Suriah Basyar al-Assad dituduh Syiah, sesekali dituduh kafir, dan pembantai Sunni. Kelompok makar bahkan menghembuskan isu bahwa al-Assad mengaku Tuhan, disebarkanlah foto bergambar poster al-Assad dengan beberapa orang sujud di atasnya.

Dalam konteks Indonesia, Anda bisa mengingat-ingat sendiri, presiden Indonesia pernah difitnah apa saja, mulai dari Kristen, Cina, Komunis, anti-Islam, mengkriminalisasi ulama, dan sederet fitnah lainnya. Tidak usah heran dengan fitnah-fitnah tersebut, yang muncul dari kelompok yang merasa paling 'Islam', karena bagi mereka barangkali fitnah adalah bagian dari jihad yang misinya mulia, dan ciri universal pengikut Khawarij adalah mengkafirkan pemerintah.

Ketiga, pembunuhan karakter ulama. Dalam proses menghadapi krisis, ulama yang benar-benar ulama tidak lepas dari panah fitnah, bahkan yang sekaliber Syeikh Sa'id Ramadhan al-Buthi, yang pengajiannya bertebaran di berbagai saluran televisi Timur Tengah, kitabnya mengisi rak-rak perpustakaan kampus-kampus dunia Islam, dan fatwa-fatwanya menjadi rujukan. Begitu berseberangan pandangan politik dengan mereka, seketika dituduh sebagai penjilat istana dan Syiah (padahal beliau adalah pejuang Aswaja yang getol), hingga berujung pada syahidnya beliau bersama sekitar 45 muridnya di masjid al-Iman Damaskus, saat pengajian tafsir. Beliau dibom karena pandangan politik kebangsaannya yang tidak sama dengan kelompok pembom bunuh diri.

Jika demikian yang terjadi di Suriah, kira-kira Anda paham kan dengan apa yang terjadi di Indonesia, kenapa Buya Syafi'i Ma'arif dianggap liberal, KH. Mustofa Bisri juga dianggap liberal, Prof Quraish Syihab dituduh Syiah, Prof Said Aqil Siraj juga dituduh Syiah, bahkan KH. Ma'ruf Amin atau TGB Zainul Majdi yang pernah dijunjung-junjung oleh mereka, kini harus menanggung hujaman-hujaman fitnah dari kelompok yang sama, ketika propaganda politiknya tidak dituruti? Setelah ulama yang hakiki, mempunyai kapasitas keilmuan yang cukup, mereka bunuh karakternya, maka mereka memunculkan ustaz-ustazah dadakan yang punya kapasitas entertainer yang hanya mampu berakting layaknya ulama.

Keempat, meruntuhkan sistem dan pelaksana sistem negara. Misi utama kelompok radikal adalah meruntuhkan sistem yang ada, dan menggantinya dengan sistem yang ideal menurut mereka, yaitu khilafah atau negara yang secara formalitas syariah, meski substansinya tidak menyentuh syariah sama sekali. Khilafah bagi mereka layaknya 'lampu ajaib' yang bisa memberi apa saja dan menyelesaikan masalah apa saja. Tidak sadar bahwa berbagai kelompok saling membunuh dan berperang di Timur Tengah karena sedang berebut mendirikan khilafah, dan ujungnya adalah kebinasaan.

Saat kelompok makar di Suriah berusaha meruntuhkan sistem dan pelaksana negara, mereka mengkampanyekan slogan al-sha'b yurid isqat al-nizam (rakyat menghendaki rezim turun) dan irhal ya Basyar (turunlah Presiden Basyar). Slogan dengan fungsi yang sama di-copy paste oleh jaringan mereka di Indonesia, jadilah gerakan dan tagar '2019 Ganti Presiden'!

Syrianisasi sedang digulirkan di negara kita. Pola-pola yang sama ketika kelompok radikal menghancurkan Suriah sedang disalin untuk menghancurkan negara kita. Bedanya Suriah sudah merasakan penyesalan dan ingin rekonsiliasi, merambah jalan panjang membangun kembali negara mereka. Sedangkan, kita baru saja memulai. Jika kita tidak berusaha keras menghadang upaya mereka, maka arah jalan Indonesia menjadi Suriah kedua hanya persoalan waktu. Semoga itu tidak pernah terjadi.



https://news.detik.com/d-4191038/rad...-dan-indonesia

emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh nasbung.idiot
Halaman 1 dari 2
Menarik
Quote:


ulama yg ini buku2nya banyak di terjemahkan bhs Indonesia,,, dia tewas di bom di masjid ketika ceramah.. ada videonya..
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
ISIS memang biadab. emoticon-Smilie
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Dan semua itu bermula dari Kadrun.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
masi jg ngomongin radikalisme.. jelas2 yg mati dimari kebanyakan kena virus cinak koq dan negara ini dijurang kehancuran ekonomi jg gara2 virus cinak... blom lagi ancaman gelombang pandemi virus cinak yg bakal datang lagi... selama masi percaya sama cinak... jangan harap virus corona bakal ilang dimari... penggal kepala gua klo bohong...
profile-picture
profile-picture
navviseal dan tonidookie memberi reputasi
Diubah oleh zinaitudosa
Lihat 2 balasan
Mana paham kadrun beginian, mereka terlena dgn 72 bidadari, terlena dengan angan angan hidup damai khilafah yg semu sampai lupa menikmati, bersyukur hidup di pecahan surga yg jatuh kebumi yg bernama NKRI.

Hidup di NKRI dijamin beribadah, nyari rezeki, nyari bini, bikin banyak anak.

Ideologi pancasila pun sdh sesuai dengan syariah, kaidah islam... tp masih aja nyari yg semu..

profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Quote:


Quote:


Quote:


trus orang indon yg mati banyakan kena radikalisme ato kena virus cinak?? emoticon-Big Grin
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Quote:


dan semuanya hancur gara2 virus cinak.. negara diambang collaps ekonomi gara2 virus cinak... rakyat indon pada mati sampe jutaan gara2 virus cinak.. selama masi percaya sama cinak gak bakal ilang deh virus ini.. dan cinak bakal masukin virus lanjutan dimari.. siap2 aja indon cuman jadi kelinci percobaan cinak buat uji coba virusnya..
Lihat 4 balasan
Cieee buzztods lagi cari scape goat..kemaren HTI,hari ini kilapah,besok intoleran.
Apa itu rangkap jabatan,pejabat titipan partai,utang numpuk,dan kenaikan biaya bpjs dan pajak,hanya propaganda kilapah yang berniat mengganti pancasila dengan sosis sogut
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan soljin7 memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Quote:


boro2 ganti ke kilapah.. ekonomi negara ini udah diambang collaps gara2 virus cinak.. rakyat pribumi dimari jutaan yg meninggal gara2 virus cinak.. selama masi percaya cinak jangan harap virusnya bakal ilang.. potong leher gua klo boong.. jadikan post gua sebagai bukti klo lo punya nyali..
Lihat 6 balasan
Suriah dijaga woi gak kan ada khilafah pun dibantu USA

Selama NU n Muhammadiyah menyatu

PDIP + khilafah versi anak hijrah

hanya akan menjadi mimfi indah emoticon-Wow
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Nunggu Kadrun belain, pasti byk emoticon-Big Grin
Ngeri apapun bisa dilakukan kalau miskin akibat bayar upeti ke padang pasir.
Quote:


Itung aja ndiri, drun. Males amat. emoticon-Smilie

Membandingkan potensi bahaya A dengan potensi bahaya B tidak lantas membuat salah satu potensi bahaya tersebut menjadi lebih layak dan terhormat. emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan Fireznaya memberi reputasi
Halah, tinggal hapus izin FPI... Gausah ber-tele2

Sekalian hapus ormas lain yang merusak macam pemalak, pemabuk, dll


Masalahnya, berani gak?


Lagipula senjata api ilegal susah masuk ke indonesia, dan konflik suriah itu konflik kepentingan jabatan antar kelompok

Beda kasus dengan Indonesia
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
dan akan selalu gagal disini emoticon-Big Grin
akhirat cuma pelarian dari orang² yg gagal menghadapi kenyataan hidup
profile-picture
soljin7 memberi reputasi
kalau maksudnya radikal(isme) yg menghancurkan negri di timteng jika scr lgsg atau gak lgsg terbukti berhubungan dgn/berakar pada suatu agamua, bukankah di indo tinggal permanen larang/ban aja tu agamua = musnahken peluangnya.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
keren nih indon civil war bakalan di jadikan komik dan film macem captain mamarica civil war lol
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di