CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ekonomi Lagi Sulit, Tarif Damri Bandara Terbang Tinggi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efbefd0f0bdb2580036ad90/ekonomi-lagi-sulit-tarif-damri-bandara-terbang-tinggi

Ekonomi Lagi Sulit, Tarif Damri Bandara Terbang Tinggi

Ekonomi Lagi Sulit, Tarif Damri Bandara Terbang Tinggi


Jakarta, CNBC Indonesia - Tarif bus Damri tujuan Bandara mengalami kenaikan 2 kali lipat karena tingkat keterisian hanya 50% guna memutus rantai penularan virus corona (Covid-19). Meski demikian, tarif Damri Bandara mulai 1 Juli diturunkan sebesar 15% dari harga pasca kenaikan.

Direktur Utama Damri, Setia N Milatia Moemin mengatakan kenaikan tarif Damri Bandara sudah lama sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabodetabek.

"Sudah lama, sejak PSBB. (Naik jadi) Rp 100.000. Untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Load factor hanya boleh maximum 50%," Ujar Setia seperti dikutip dari detikcom, Selasa (30/6/2020).

Dengan kenaikan tersebut, maka sudah 2 kali tarif Damri Bandara dinaikkan dalam setahun terakhir. Sejak 22 Desember 2019, Tarif Bandara dinaikkan secara bervariasi, namun dengan rata-rata di atas 20% atau dari Rp 40.000 menjadi Rp 50.000.
[table][tr][td]Baca:
Waspadai 8 Penyakit Calon Wabah di Masa Depan, Ada dari RI?[/td]
[/tr]
[/table]
Namun, mulai 1 Juli tarif Damri Bandara tersebut diturunkan sekitar 15%, atau menjadi Rp 85.000. Penurunan harga sesuai dengan peningkatan batas kapasitas penumpang (load factor) bus maksimal 70% untuk di luar zona merah.

Hal ini sesuai Surat Edaran Menteri Perhubungan RI Nomor 11 Tahun 2020 tanggal 8 Juni 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi Darat Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19.
"Untuk terciptanya armada Bus Sehat dengan tetap melakukan penerapan protokol kesehatan," ujar Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan DAMRI, Nico R. Saputra.

[table][tr][td]Trayek[/td]
[td]Lama[/td]
[td]Setelah 22 Desember 2019[/td]
[td]PSBB [/td]
[td]1 Juli 2020[/td]
[/tr]
[tr][td]Gambir[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Kemayoran[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Thamrin City[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Pulo Gebang[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Rawa Mangun[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Kp. Rambutan[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Green Pramuka[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Blok M[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Lebak Bulus[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Pasar Minggu[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Epicentrum[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Tanjung Priok[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Mangga Dua[/td]
[td]40.000[/td]
[td]50.000[/td]
[td]100.000[/td]
[td]85.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Bekasi[/td]
[td]45.000[/td]
[td]55.000[/td]
[td]110.000[/td]
[td]95.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Harapan Indah[/td]
[td]45.000[/td]
[td]55.000[/td]
[td]110.000[/td]
[td]95.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Cikarang[/td]
[td]55.000[/td]
[td]65.000[/td]
[td]130.000[/td]
[td]110.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Bogor[/td]
[td]55.000[/td]
[td]70.000[/td]
[td]140.000[/td]
[td]120.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Cibinong[/td]
[td]55.000[/td]
[td]65.000[/td]
[td]130.000[/td]
[td]110.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Lippo Karawaci[/td]
[td]50.000[/td]
[td]60.000[/td]
[td]120.000[/td]
[td]105.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Karawang barat[/td]
[td]75.000[/td]
[td]85.000[/td]
[td]170.000[/td]
[td]145.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Purwakarta[/td]
[td]75.000[/td]
[td]90.000[/td]
[td]180.000[/td]
[td]155.000[/td]
[/tr]
[tr][td]Merak[/td]
[td]65.000[/td]
[td]75.000[/td]
[td]150.000[/td]
[td]130.000
[/td]
[/tr]
[/table]
link 


Tarif bus Damri tujuan Bandara mengalami kenaikan 2 kali lipat karena tingkat keterisian hanya 50% guna memutus rantai penularan virus corona (Covid-19). Meski demikian, tarif Damri Bandara mulai 1 Juli diturunkan sebesar 15% dari harga pasca kenaikan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 2 lainnya memberi reputasi
Yah penumpang di batasin 50% wajar aja lah kalo ongkos di naikin
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Naikin tarif atau ditutup saja karena merugi dari tingkat keterisian 50%.
Pilihan yang sulit.
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
bus AKAP / AKDP biasa naik juga ga ya tarif nya? , selama covid ini cuma pernah keluar kota sekali sih , itu pun udah bulan april lalu
demi memutus mata rantai penyebaran covid-19
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Ekonomi Lagi Sulit, Tarif Damri Bandara Terbang Tinggi


tenang.. tenang... emoticon-Cool
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
mendingan naik taxi aja kalo gitu, selisihnya dikit. Gw prediksi bakal dikit yg naik damri nih ntar
Load factor 50% adalah hal yang lumrah bagi seluruh moda transportasi yang terikat jadwal keberangkatan

Covid gak pernah bisa di jadikan alasan yang bagus untuk peningkatan tarif damri

Jelek nih managemen nya

emoticon-Leh Uga


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di