CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pemprov Salah Soal PPDB, DPR: DKI Bukan Negara Lain, Harus Ikut Permendikbud
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efb614dc0cad774bb6cb47f/pemprov-salah-soal-ppdb-dpr-dki-bukan-negara-lain-harus-ikut-permendikbud

Pemprov Salah Soal PPDB, DPR: DKI Bukan Negara Lain, Harus Ikut Permendikbud

Pemprov Salah Soal PPDB, DPR: DKI Bukan Negara Lain, Harus Ikut Permendikbud

INDUSTRY.CO.ID - Jakarta, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan kesalahan dalam kebijakan sektor pendidikan, terutama soal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 ini.

Menurut Dede Yusuf, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah melampaui kewenangannya dengan menyalahi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang mengatur PPDB.

“Awalnya kami pikir ada yang salah dengan Permendikbud. Setelah dipelajari ternyata semua provinsi tidak ada masalah. Terjemahan di Provinsi DKI Jakarta ini di luar kebiasaan yang ada," ucapnya di Jakarta, Selasa (30/6).

"DKI bukan negara lain. Masih di Indonesia. Semua provinsi harus mengikuti peraturan di atasnya, yaitu Permendikbud untuk urusan Pendidikan,” tegas Dede Yusuf.

Ditambahkan Dede, kesalahan Pemprov DKI terutama Dinas Pendidikan setempat adalah mendahulukan faktor usia dalam PPDB. Padahal, menurutnya dalam Permendikbud, yang didahulukan adalah zonasi.

“Zonasi itu minimal 50 persen, boleh 60 persen, tapi tidak boleh 40 persen. Ketika di zonasi ini ada yang sama, baru faktor usia dimasukkan. Ke depan kita harus rombak lagi, bukan hanya faktor usia yang didahulukan, tapi faktor nilai. Supaya yang mendapat nilai baik juga mendapat prioritas,” tandasnya.

Dede juga mendapat laporan bahwa banyak keluarga miskin tidak diterima dalam PPDB.

"Padahal di masa Covid-19 ini banyak orang tua calon siswa yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan untuk mendaftarkan ke sekolah swasta banyak yang tak mampu, kini ada 6 juta orang yang berubah miskin karena terdampak Covid-19," katanya.

“Saya rasa ketika melihat ada aturan yang cacat mestinya harus dibatalkan. Dengan catatan, yang berwenang Kemendikbud," pungkas Dede Yusuf.

https://m.industry.co.id/read/69452/...n-permendikbud

[img]www.industry.co.id[/img]
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 34 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 6

gk mau ikut pusat
termasuk banyk kebijakan yg kemaren2
fix pengen beda sendiri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 22 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Udah tau kan kenapa dia dipecat dr menteri.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
seimei. dan 53 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
seperti biasanya wan abud pingin beda ama pusat emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 20 lainnya memberi reputasi
Kacau sih emang PPDB tahun ini, temen gue lagi ketar ketir adiknya lanjutin sekolah SMA kemana, karena umurnya kurang beberapa hari, ga lolos faktor usia. Daftar sistem zonasi dapetnya malah jauh dari rumah, sisa jalur akademik doang nih besok daftarnya, mudahn-mudahan aja dapet.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 27 lainnya memberi reputasi
Lihat 38 balasan
dikiranya masih menjabat sebagai Mendiknas emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Pemprov Salah Soal PPDB, DPR: DKI Bukan Negara Lain, Harus Ikut PermendikbudPemprov Salah Soal PPDB, DPR: DKI Bukan Negara Lain, Harus Ikut PermendikbudPemprov Salah Soal PPDB, DPR: DKI Bukan Negara Lain, Harus Ikut Permendikbudemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
14145 dan 28 lainnya memberi reputasi
gak tau mau koment apa, speechless

emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jdboys dan 7 lainnya memberi reputasi
jd salah di minimal requirementnya 50%, gw kira bebas aja dari tadinya zonasi 70% disesuaikan asal pas.

lah itu demonya kemarin usia nya, pdhl sudah jelas usia itu setelah zonasi tapi klaimnya "anak saya ga keterima krn usia" "kalau adu nilai mau"

emoticon-Ngakak

setelah dinaikin 50% tetep aja gabakal masuk, lawong ngincer "favorit".

atau parameter ortunya salah kaprah "anak saya selalu 5 besar" pdhl yang diliat nilainya bkn rangking.... ujungnya sama pgn FAVORIT.

https://regional.kontan.co.id/news/ini-hasil-seleksi-ppdb-online-dki-jakarta-2020-jalur-zonasi-dan-umur-yang-kontroversi

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

agendanya jelas UJUNG UJUNGNYA..... HIPIS PPDB ZINIZI sekalian minta SSN-SBI balik, biar tetep timpang pendidikan emoticon-Big Grin

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

jakarta harusnya jd contoh malah mengecewakan karena nekat lewatin batas minimal entah sudah koordinasi dgn kemendikbud atau belum dan warganya yang ga NGEH sama konsep zonazi.

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
kalo dah kisruh yang biasanya disuruh konpers anak buahnya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Kembalikan ke sistem rayon aja
Tiap calon siswa punya 3 pilihan sekolah
Syaratnya cuma 1. Ijasah kelulusan doang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Wan abud penggemar tv one. Selalu tampil beda wkwkwkwkw.


Manusia pecatan jago teori ngga akan bs praktek dan itu fakta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dhanyjos dan 18 lainnya memberi reputasi
wan abud alias BAB perasaan ga pernah nongol dan konperensi perek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Exorcizm dan 5 lainnya memberi reputasi
Warga DKI protes gubernur???? Lah dulu knp kalian pilih?????? Warga DKI itu aneh dia yg pilih dia pula yg gak puas


Setahu saya warga DKI gak ada yg buta huruf dan melek informasi.. hd setidaknya dulu milih menggunakan akal sehat dan logika..... Lah kok skr teriak teriak gak puas?????
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 10 balasan
makin kentara anti pemerintah pusat, makin keliatan bloonnya

Giliran presscon soal covid doyan banget, tp soal gini ga pernah keliatan batang nya... bangke lu emoticon-fuck2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
teeblackswit dan 20 lainnya memberi reputasi
Harusnya dimana pun sekolah, tenaga pendidiknya yg dibenahi.. Temen ane calon tenaga pendidik waktu presentasi digebrak meja sama dosen.. Yg text book di copas semua ke bahan presentasi emoticon-Ngakak terus dia liat itu screen tinggal baca emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 10 lainnya memberi reputasi
Jaman die belum ada model begini, wajarlah kl gagap.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
asli konyol
masa beda sendiri pakai umur

provinsi lain ga ada tuh yg kya dki


nyusain orang tua aja kau aturan
banyak anak pintar jd kegusur akibat tuh aturan batasan umur


semoga dipertimbangkan lagi tuh aturan emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 9 lainnya memberi reputasi
Udah tau kan gimana gobloknya gubernur gw?

emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Setau gw emang seharusnya yang diprioritaskan itu Zonasi. Yang terdekat dulu diutamakan biar siswa mudah bersekolah dan tak ada yang namanya sekolah unggulan. Jadi siswa yang pintar atau bodoh bisa menyebar ke seluruh sekolah dengan merata.

Ketika zonasi berbenturan dengan kemampuan daya tampung sekolah, barulah faktor umur diperhitungkan.

Ini dibolak-balik.
Zonasi bukannya ditambah malah dikurangi.
Umur didahulukan.

Padahal tahun kemarin semua orang miskin dikasih prioritas. Anak supir angkot, PPSU, diprioritaskan. Bentuk cari muka. Sekarang dibuang.

Sepertinya DKI Jakarta sengaja berbuat begitu agar masyarakat Jakarta marah kepada pemerintah pusat. Karena mereka sendiri gak mau terbuka memberi penjelasan. Tahunya masyarakat, inisiatif ini datang dari Menteri Pendidikan.

Ada dendam rupanya pecatan menteri pendidikan itu.

Hehehehe...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anu.ku.l dan 21 lainnya memberi reputasi
Lihat 12 balasan
Quote:


wahh kenapa begitu???????


emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonbon311 dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di