CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jokowi Marah! Anggaran Kesehatan Rp75 Triliun, yang Keluar Baru 1,56 Persen
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efb362ddbf76443702a933c/jokowi-marah-anggaran-kesehatan-rp75-triliun-yang-keluar-baru-156-persen

Jokowi Marah! Anggaran Kesehatan Rp75 Triliun, yang Keluar Baru 1,56 Persen

Jokowi menyoroti anggaran Kementerian Kesehatan. Di tengah pandemi Covid-19, anggaran Kemenkes Rp75 triliun, namun baru keluar 1,53 persen.

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyentil dan memberi peringatan keras kepada para menteri dalam penanganan wabah virus corona penyebab Covid-19.

Saat Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020), yang digelar di Istana Negara, Jokowi menyoroti anggaran Kementerian Kesehatan. Di tengah pandemi Covid-19, anggaran Kemenkes Rp75 triliun, namun baru keluar 1,53 persen.

“Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya. Karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat nanti akan naik,” tegas Jokowi.


“Jadi belanja kementerian jadi tolong dipercepat. Sekali lagi jangan menganggap ini biasa-biasa saja. Percepat. Kalau ada hambatan, keluarkan aturan menterinya agar cepat. Kalau perlu perpres saya keluarkan perpres. Untuk pemulihan ekonomi nasional.”

Presiden bahkan menyebut opsi reshuffle kabinet jika para menteri tak memiliki sense of crisis.

Sidang kabinet paripurna tersebut merupakan yang pertama kalinya digelar secara tatap muka setelah pengumuman pandemi Covid-19 pada medio Maret 2020.


Dalam pidato pembukaan rapat, Jokowi beberapa kali meninggikan suaranya. Presiden Indonesia ke-7 itu menyoroti kinerja beberapa kementerian yang kinerjanya tak menujukkan adanya perasaan krisis.

Jokowi bahkan menyatakan siap mengambil langkah extraordinary untuk mendorong hal ini tak terulang, semisal pembubaran lembaga dan reshuffle kabinet.

Berikut isi lengkap pidato Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020, di Istana Negara, Jakarta Pusat:


Bapak ibu sekalian, suasana dalam tiga bulan ke belakang ini dan ke depan mestinya yang ada adalah suasana krisis. Kita juga, mestinya semuanya yang hadir di sini, sebagai pimpinan, sebagai penanggung jawab, kita yang ada di sini ini bertanggung jawab pada 260 juta penduduk Indonesia.

Tolong digarisbawahi. Dan perasaan itu tolong kita sama. Ada sense of crisis yang sama.

Hati-hati, OECD (organization for economic cooperation and development), terakhir dua hari lalu menyampaikan bahwa growth, pertumbuhan ekonomi dunia, terkontraksi 6 sampai 7,6 persen minusnya.

Bank Dunia menyampaikan bisa minus 5 persen. Perasaan ini harus sama. Kita harus mengerti ini, jangan biasa-biasa saja, jangan linier, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali ini.

Saya melihat banyak sekali kita ini yang menganggap ini normal. Kalau saya lihat Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara masih ada yang melihat ini sebuah masih normal, berbahaya sekali.

Kerja masih biasa-biasa saja. Kerjaannya memang harus ekstra luar biasa, harus extraordinary. Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya, kalau ada yang berbeda satu saja sudah berbahaya.

Jadi tindakan-tindakan kita, keputusan-keputusan kita, kebijakan-kebijakan kita, suasananya adalah harus suasana krisis. Jangan kebijakan-kebijakan yang biasa saja, menganggap ini suatu kenormalan. Apa-apaan ini.

Mestinya suasana itu ada semuanya. Jangan memakai hal-hal yang standar pada suasana krisis. Manajemen krisis sudah berbeda semuanya. Kalau perlu kebijakan perpu, ya perpu saya keluarkan.

Kalau perlu perpres ya perpres saya keluarkan. Kalau Saudara punya peraturan menteri, keluarkan untuk menangani negara, tanggung jawab kita kepada 267 juta rakyat kita.

Saya lihat masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa ga punya perasaan, ini suasana krisis.

Yang kedua, saya peringatkan belanja-belanja di kementerian.

Saya lihat laporan masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya. Karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat nanti akan naik.

Jadi belanja kementerian jadi tolong dipercepat. Sekali lagi jangan menganggap ini biasa-biasa saja. Percepat. Kalau ada hambatan, keluarkan aturan menterinya agar cepat. Kalau perlu perpres saya keluarkan perpres. Untuk pemulihan ekonomi nasional.

Misalnya, saya berikan contoh. Bidang kesehatan itu dianggarkan Rp75 triliun, Rp 75 triliun. Baru keluar 1,53 persen, coba.

Uang beredar di masyarakat ke-rem ke situ semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran sehingga men-trigger ekonomi.

Pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialis, tenaga medis, segera keluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan segera dikeluarkan. Ini sudah disediakan Rp 70-an triliun coba.

Bansos yang ditunggu masyarakat, segera keluarkan, kalau ada masalah lakukan tindakan-tindakan lapangan. Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extraordinary. Harusnya 100 persen.

Di bidang ekonomi juga sama. Segera stimulus ekonomi bisa masuk ke usaha kecil, usaha mikro. Mereka nunggu semuanya. Jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu, enggak ada artinya. Berbahaya sekali kalau perasaan kita enggak ada apa-apa, berbahaya sekali.

Usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, usaha gede, perbankan, semua yang berkaitan dengan ekonomi, manufaktur, padat karya, beri prioritas pada mereka supaya gak ada PHK.

Jangan sudah PHK gede-gedean, duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita. Hanya gara-gara urusan peraturan, urusan peraturan. Ini extraordinary.

Saya harus ngomong apa adanya, enggak ada progres yang signifikan, enggak ada. Kalau minta perpu lagi, saya buatin perpu. Kalau yang ada belum cukup. Asal untuk rakyat asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya.

Sekali lagi, tolong ini ini betul-betul dirasakan kita semuanya. Jangan sampai ada hal yang justru mengganggu.

Sekali lagi, langkah-langkah extraordinary betul-betul harus dilakukan. Dan saya membuka, entah langkah-langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan, akan saya buka.

Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya.

Entah buat perpu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada. Suasana ini (jika) Bapak-Ibu tak merasakan itu, sudah. Artinya tindakan-tindakan yang extraordinary keras akan saya lakukan.

Saya rasa itu yang saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Saya betul-betul meminta kepada Bapak-Ibu dan Saudara sekalian, mengerti dan memahami apa yang saya sampaikan.

Kerja keras dalam suasana seperti ini sangat diperlukan, kecepatan dalam suasana seperti ini sangat diperlukan, tindakan di luar standar saat ini sangat diperlukan dengan manajemen krisis.

Sekali lagi, kalau payung hukum masih diperlukan, saya akan siapkan. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

https://m.bisnis.com/kabar24/read/20...aru-156-persen

Mungkin ada yg menganggap semakin banyak sisanya semakin bagus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
delia.adel dan 4 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
kalo suruh ngabis2in gabut jagonya
sayang udah dipecat jd menteri

emoticon-Malu
profile-picture
valkyr7 memberi reputasi
Semua uang di kementerian kan posisinya di menkeu
Mana ada kementerian megang duit utuh setahun
anggaran Kemenkes Rp75 triliun, namun baru keluar 1,53 persen, ya cukup akurat data yang disampaikan jokowi
Harusnya terawan tiru anies, langsung aja tulis berapa T gitu, biar cepet abis
profile-picture
valkyr7 memberi reputasi
Ditunggu aksi nyata nya pak jokowi.
Sudah cukup drama di negeri ini.
Kalau sekiranya ada pembantunya yg gak bisa kerja.
Pecat aje.
profile-picture
raafirastania26 memberi reputasi
Itu sudah berapa hari bahkan minggu lalu

Sudah ada perubahan belum? emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
Oh, marah2 karena anggaran tho. Kirain karena banyak rakyat nya yg kena covid dan meninggal emoticon-Malu

Btw, ini udah bulan ke-6 masa cuma segitu? Yakin? Anggaran gaji aja pasti gede lho emoticon-Malu
Quote:


menang banyak nih kemenkes
kantong pooool


emoticon-Wakaka
Salam 5.6T
spotlight ke Menkes......siap2 beberes barang2 dari kantornya.
Kalo kaya gini yang salah kemenkes atau kemenkeu emoticon-Lempar Bata
Lihat 1 balasan
Bisa marah juga yaks 😛
Marahin pembantu kok didepan banyak orang, kan situ yang manggil. Seharusnya marah di sidang kabinet yang tertutup aja.

Salah pembantu juga salah yang manggil, jangan malah lempar tanggung jawab gitu. Kan visi misi situ.
profile-picture
bachtiar.78 memberi reputasi
byak yg takut blanjain duitny....
emoticon-Cool
profile-picture
siapika memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Tak bantu habisin emoticon-Marah
Si Plongo Ngamuk........
profile-picture
garren007 memberi reputasi
Pak untuk saya aja sisanya emoticon-Ngakak
profile-picture
siapika memberi reputasi
Lihat 2 balasan
maen drakor lagi si Owi
ginini kalo kerja sekedar yang penting bos puas
profile-picture
siapika memberi reputasi
Lihat 1 balasan
mungkin anggarannya nyangkut di birokrasi kalik ya
makanya nggak cair-cair
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di