CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Citizen Journalism /
Situasi Pandemi dan Kesempatan Literasi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efb20cf5cf6c42f750c756d/situasi-pandemi-dan-kesempatan-literasi

Situasi Pandemi dan Kesempatan Literasi


      Masa pandemik Covid-19 mendorong kebijakan karantina untuk diberlangsungkan di setiap penjuru dunia saat ini. Kebijakan tersebut ditetapkan dalam rangka untuk memutuskan rantai penyebaran atau penularan Covid-19. Upaya-upaya tersebut memberikan dampak terhadap aktifitas sosial masyarakat. Kegiatan sosial yang telah menjadi rutinitas masyarakat kini menjadi berkurang. Setiap kegiatan wajib dan disarankan untuk dilakukan di rumah saja. Seperti kegiatan bersekolah, bekerja, serta aktifitas lainnya hanya dapat dilakukan di rumah. Namun berdasarkan faktanya, di Indonesia sendiri masih terdapat beberapa proses pelaksanaan aktifitas yang dirumahkan  berjalan dengan tidak efektif. Misalnya, Kegiatan bersekolah yang dirumahkan tanpa penunjang fasilitas yang baik. Pengangguran yang meningkat akibat pekerja yang mengalami PHK sebagai dampak dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini tentunya memberikan waktu luang yang dapat digunakan saat berada di rumah saja. Salah satu kegiatan bermanfaat yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan daya literasi untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

  Daya literasi masyarakat akan memberikan gambaran mengenai kualitas masyarakat itu sendiri. Keuletan dan rasa ingin belajar suatu bangsa akan terlihat melalui tingkat literasi dalam bangsa itu sendiri. Selain masa pandemi ini memberikan kesempatan waktu yang sangat baik untuk dimanfaatkan. Adapula alasan lain yang harus benar-benar masyarakat perhatikan. Alasan tersebut adalah daya literasi masyarakat Indonesia yang masih minim. Dikutip dari hasil perhitungan Indeks Alibaca Nasional Tahun 2019 lalu, Indonesia berada pada kategori rendah yaitu hanya berhasil mencapai angka 37,32% saja. Salah satu indikator perhitungan indeks tersebut adalah membaca berita atau artikel elektronik. Indikator tersebut menyubang sebesar 22,05%. Tentunya angka tersebut terpaut jauh apabila dibandingkan dengan angka penggunaan sosial media di Indonesia. Berdasarkan data dari We Are Socialsebanyak 150 juta atau 57% masyarakat Indonesia menggunakan sosial media. Serta 99 juta orang diantaranya adalah generasi milenial.

  Rata-rata dalam satu hari penggunaan sosial media di Indonesia mampu menghabiskan waktu sebanyak 3 jam. Berdasarkan data, entry yang lebih sering dicari adalah lagu. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian pengguna sosial media di Indonesia cenderung pada hal-hal yang bersifat menghibur dan bukan pada sumber-sumber literasi yang dapat meningkatkan pegetahuan serta wawasan. Tentu ini sangat disayangkan dan perlu menjadi perhatian kita semua. Masyarakat perlu mendapat asupan tentang bagaimana cara menggunakan sosial media dengan bijak dan tentunya memberikan nilai manfaat yang lebih. Dengan adanya upaya meningkatkan literasi, masyarakat akan dibantu untuk lebih mendalami suatu informasi. Karena, hari-hari ini banyak sekali masyarakat yang mudah termakan hoaxdan dengan cepatnya menelan informasi yang diperoleh. Dengan literasi yang kuat, segala bentuk informasi akan sangat jelas dipahami sehingga keputusan yang diambil untuk bertindak-pun akan menjadi lebih bijak. Dan tentunya dampak seperti kepanikan di masa pandemik ini-pun akan dengan mudah diatasi.

  Masa pandemi ini memberikan banyak hikmah, waktu yang luang untuk meningkatkan literasi menjadi perhatian berbagai pihak. Hal ini terbukti dengan munculnya berbagai sumber literasi yang dapat diakses onlineserta diperoleh secara gratis. Misalnya iPusnas, yaitu aplikasi perpustakaan nasional online yang dapat digunakan oleh masyarakat dengan praktis. Atau mungkin, seminar dan kepelatihan gratis tanpa dipungut biaya. Beberapa kegiatan tersebut semakin banyak diselenggarakan oleh berbagai pihak. Maka selanjutnya, kita semua lah yang menentukan. Tentu akan menjadi sesuatu yang sangat disayangkan apabila kesempatan emas ini tidak digunakan dengan sebaik mungkin. 

Sumber: Puslitjakdikbud & Wearesocial.com


profile-picture
nomorelies memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di