CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Sejumlah Parpol Desak Pemerintah Larang Azan Berpengeras Suara
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efb1295349d0f28de4a2339/sejumlah-parpol-desak-pemerintah-larang-azan-berpengeras-suara

Sejumlah Parpol Desak Pemerintah Larang Azan Berpengeras Suara

jpnn.com, DENMARK - Sejumlah partai politik di Denmark mendesak pemerintah untuk melarang panggilan salat atau azan dengan pengeras suara, yang dianggap menimbulkan gangguan. Partai terbesar kedua Denmark, Venstre, memimpin dorongan parlemen untuk melarang azan melalui pengeras suara di masjid dengan alasan sangat mengganggu. Partai Rakyat Denmark, Konservatif, dan Kanan Baru bergabung dengan Venstre, demikian dilaporkan kantor berita Denmark, DR.


Secara total, keempat partai itu menguasai 71 kursi di parlemen Denmark dengan keseluruhan 179 kursi.

Anggota parlemen Venstre, Mads Fuglede mengatakan usulan itu dipicu gangguan suara yang disebabkan oleh azan dan fakta bahwa mereka belum secara familiar didengar di Denmark. “Bagi Venstre, ini bukan tentang agama tunggal, meskipun saya menyadari bahwa panggilan salat sering dikaitkan dengan Islam. Panggilan salat bukanlah sesuatu sebuah tradisi yang kita punyai dalam masyarakat Denmark. Kami pikir itu akan sangat mengganggu di Denmark,” jelas Fuglede dilansir Russia Today.


Perdebatan tentang menara azan di negara Skandinavia telah ramai dalam beberapa bulan. Terutama sejak sebuah masjid di Gellerupparken, dekat Aarhus, menggemakan suara azan dari lapangan sepak bola. Ini karena masjid masih ditutup akibat pandemi Corona.


Resolusi yang diajukan oleh empat parpol itu memang tidak secara khusus menyebut Islam atau agama apa pun, dan merujuk pada larangan panggilan salat menggunakan pengeras suara di tempat umum.


Rasmus Stoklund, juru bicara Partai Sosial Demokrat yang berkuasa, mengatakan pemerintah pada dasarnya setuju bahwa panggilan salat tidak boleh diizinkan di Denmark. Namun, larangan yang diusulkan akan berpotensi melanggar konstitusi jika ditujukan khusus untuk Islam, dan di sisi lain ada kekhawatiran bahwa hal itu juga dapat mempengaruhi gereja-gereja Kristen, jika hukum terlalu luas. "Jika kita membuat undang-undang sekarang, kita juga berisiko menabrak lonceng gereja-gereja Denmark, dan bahwa kita berada di tepi dengan hak konstitusional tentang kebebasan beragama dan berbagai konvensi," jelas Stoklund.


Azan melanggar peraturan di banyak negara, tetapi undang-undang di sejumlah negara bersikap lunak. Tetangga Denmark, Swedia misalnya, pertama kali mengizinkan kumandang azan di depan umum pada tahun 2013.

https://www.jpnn.com/news/sejumlah-p...-suara?page=2

emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
putrateratai.7 dan 7 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Yahh di denmark, kalo disini mah urusannya rumah dibakar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Indonesia kapan ya
Suka seenak jidat volumenya dikencengin
Serasa mau konser gun n roses aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 6 lainnya memberi reputasi
astajim, klo disini pasti ada demo besar2an emoticon-Kagets
profile-picture
profile-picture
entop dan nomorelies memberi reputasi
Diubah oleh hidayahkaromah
Ini penintaan. Ayo kita bawa ke pengadilan internasiuduk.
profile-picture
profile-picture
entop dan nomorelies memberi reputasi
Fiuhhh... di Denmark, kirain di Indo, gak kebayang bakal berapa banyak tempat ibadah agama lain yg bakal dibakar lagi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 5 lainnya memberi reputasi
click bait emoticon-Big Grin

kalo disini mah lomba kenceng2 an
profile-picture
profile-picture
entop dan nomorelies memberi reputasi
Tempat gw udah pelan sejak takmir nya punya bayi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Bapak lu aja dulu2 g pernah mempermasalahkan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
putrateratai.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
kalo menurut gua sih jangan di larang , cuman volumenya tuh di kurangi emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
akidah lu diganggu ngamok2
akidah lo ganggu orang lain pura2 bego emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 9 lainnya memberi reputasi
aasal kualitasnya bagus gpp lah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caurboy dan 2 lainnya memberi reputasi
denmark toh, kirain di sini emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
putrateratai.7 dan 2 lainnya memberi reputasi
yah kalo bisa dikasih ketegasan
biar ga ngelunjak kyk di siniemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 6 lainnya memberi reputasi
denmark sebelah mananya sumedang bre? emoticon-Kagets
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 3 lainnya memberi reputasi
salah satu teknologi kafir yang disalahgunakan uclim.
padahal katanya pengen serba seperti jaman nabi, mana ada toa atau pengeras suara di jaman pujaan kadal itu..emoticon-Entahlah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 6 lainnya memberi reputasi
Emang ga dimana mana si shinto ribut sendiri...

emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 7 lainnya memberi reputasi
muslim disana mungkin minoritas..
profile-picture
profile-picture
entop dan 37sanchi memberi reputasi
Di tempat ane ad azan awal jam 3 pagi trs azan subuh sekitar 4 - 04.30, toa an keras pula ap g gila bagun kagetan tidur cm 5 sampai 6 jam. Seumur gw idup yg ngide azan awal g ad di t4 lain.
emoticon-Cape deeehhcd
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Cosmoflip
Lihat 2 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 4 balasan
wkwkwk
last car ayo bakar2an
eh tapi di luar negeri yah
bisalah kedubers nya di demo wkwkwk
profile-picture
entop memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di