CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Inversi Kurva Yield: Alarm Resesi AS Paling Akurat Sejak PD2
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efb0cc828c991118061e80d/inversi-kurva-yield-alarm-resesi-as-paling-akurat-sejak-pd2

Inversi Kurva Yield: Alarm Resesi AS Paling Akurat Sejak PD2

Inversi Kurva Yield: Alarm Resesi AS Paling Akurat Sejak PD2


Sebelum membahas Inversi Kurva Yield: Alarm Resesi AS Paling Akurat Sejak PD2 saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Sejak awal tahun 2019. peristiwa inversi kurva yield (yield curve inversion) sudah berulang kali menjadi bahan perbincangan pasar keuangan global. Inversi kurva yield obligasi pemerintah AS konon adalah satu dari sekian banyaknya isyarat resesi ekonomi paling akurat di negeri Paman Sam sejak akhir Perang Dunia 2. Benarkah demikian?
Selaku investor serta trader yg berkecimpung dalam perdagangan aset keuangan. telah pasti kita tidak boleh terburu-buru memercayai kabar yg beredar di media massa. Sebelum mempergunakannya selaku bahan pertimbangan. kita perlu mengenal apa itu inversi kurva yield serta bagaimana peristiwa ini mampu dianggap selaku alarm resesi.

Pengertian Kurva Yield (Yield Curve)
Kurva Yield ialah grafik yg ditarik dari plot suku bunga beragam obligasi yg mempunyai peringkat kredit percis akan tetapi mempunyai jatuh tempo berbeda-beda. dalam suatu waktu tertentu. Sebutan obligasi yg mempunyai peringkat kredit percis umumnya merujuk pada beragam obligasi yg di terbitkan oleh satu entitas yg percis. umpamanya pemerintah AS. pemerintah Jepang. dlsbg. Semisal Kurva Yield Obligasi Pemerintah AS bisa di lihat di bawah ini:

Secara umum. dikenal tiga bentuk Kurva Yield dalam ilmu ekonomi serta keuangan:

Kurva Yield Normal (Normal Yield Curve): Aset utang (obligasi) jangka yang lama memberi-kan yield lebih tinggi dibanding aset utang (obligasi) berjangka lebih pendek. Hal ini berlangsung berhubung risiko waktu yg ditanggung oleh pemilik obligasi berjangka panjang dianggap lebih besar dibanding pemilik obligasi berjangka pendek. Semisal sempurna tampak pada Kurva Yield Obligasi AS untuk September 2017 (garis abu-abu muda) dalam grafik diatas.
Kurva Yield Terbalik (Inverted Yield Curve) ataupun Kurva Yield Negatif (Negative Yield Curve): Aset utang (obligasi) jangka yang lama memberi-kan yield lebih rendah dibanding aset utang (obligasi) berjangka lebih pendek. Bentuk kurva ini dia yg Suka dianggap selaku sinyal resesi. Dalam grafik Kurva Yield Obligasi AS diatas. garis berwarna biru menggambarkan inversi parsial.
Kurva Yield Mendatar (Flat Yield Curve): Bentuk kurva nyaris mendatar ataupun cembung. berhubung selisih amat kecil antara yield obligasi jangka yang lama serta jangka pendek. Bentuk kurva ini Suka dianggap selaku sinyal transisi ekonomi dari satu siklus ke siklus selanjutnya. baik dari kondisi ekspansif menjadi kontraksi ataupun dari kontraksi menjadi ekspansif.

Nah. di antara ketiga bentuk Kurva Yield yang telah di sebutkan. yg paling kontroversial serta jarang berlangsung ialah Kurva Yield Terbalik (Inverted Yield Curve).

Inversi Kurva Yield Obligasi Pemerintah AS
Sesuai dengan paparan sebelumnya. kita bisa memahami Inversi Kurva Yield selaku kondisi disaat obligasi jangka yang lama memberi-kan yield lebih rendah dibanding obligasi berjangka lebih pendek. padahal keduanya mempunyai peringkat kredit yg percis. Selain itu. mampu pula berlangsung Inversi Kurva Yield Parsial disaat cuma beberapa obligasi jangka pendek saja yg memberi-kan yield lebih tinggi ketimbang obligasi jangka yang lama.
Kurva Yield yg paling ternama di buat didasari yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) bertenor 3 bulan. 2 tahun. 5 tahun. 10 tahun. serta 30 tahun. Kurva Yield ini acap kali di pergunakan selaku prediktor bagi pertumbuhan output serta ekonomi Amerika Serikat. Di sisi lain. AS adalah negara adidaya yg berhubungan dagang ataupun keuangan dengan ratusan negara lain di semua dunia. Akibatnya. inversi Kurva Yield obligasi pemerintah AS menjadi sebuah isu internasional.
Secara historis. para ekonom sudah meneliti inversi Kurva Yield selama berpuluh-puluh tahun. Di era 1960-an. Ruben Kessel dari National Bureau of Economic Research (NBER) menjumpai indikasi bahwasanya perbedaan antara suku bunga jangka pendek serta jangka yang lama cenderung menyempit tatkala menjelang resesi. Sebuah makalah yg dipublikasikan oleh Federal Reserve San Fransisco pada tahun 2018 mendapati fakta yg lebih mengejutkan lagi. Pendapat dari makalah yang telah di sebutkan. inversi Kurva Yield berlangsung menjelang setiap resesi di Amerika Serikat sejak tahun 1955.
Secara khusus. inversi Kurva Yield Obligasi Pemerintah AS berlangsung pada akhir tahun 2005. 2006. serta 2007 sebelum Wall Street runtuh akibat krisis keuangan 2007/2008. Oleh karenanya. anggapan bahwasanya inversi Kurva Yield adalah sinyal resesi bukan cuma dikenal luas di khalayak investor serta trader. melainkan pula ekonom serta pejabat bank sentral.
Untuk mempermudah pemantauan. tidak sedikit pihak membuat sederhana upaya mendeteksi inversi dengan tatacara menghitung selisih antara yield obligasi bertenor 10-tahunan (US10YT) dengan obligasi bertenor 2-tahunan (US-02YT). Andaikan selisihnya negatif. mempunyai arti sudah berlangsung inversi. Misalnya semacam yg berlangsung pada bulan Agustus lantas:
>>> Pantau Secara Real-Time Di Halaman Data Yield Obligasi Pemerintah AS

Perlukah Trader serta Investor Mengamati Kurva Yield?
Walaupun lebih jarang disebut-sebut ketimbang sebutan suku bunga. Kurva Yield cukup Suka masuk ke informasi ekonomi dunia. Sekitar tiga tahun sebelum mencuatnya peristiwa inversi Kurva Yield Obligasi Pemerintah AS. bank sentral Jepang (BoJ) pernah sempet meluncurkan arah kebijakan baru yg berkiblat pada kontrol Kurva Yield (Yield Curve Control).
Dalam kondisi wajar. bank sentral biasanya tak menghiraukan Kurva Yield. Tapi. BoJ terpaksa mencermati serta mengendalikan Kurva Yield Obligasi Pemerintah Jepang secara ketat. Pasalnya. BoJ sudah menjalankan kebijakan suku bunga negatif selama bertahun tahun serta butuh mengendalikan dampak tidak baik kebijakan yang telah di sebutkan bagi pasar obligasi.
Bagi trader serta investor. keputusan BoJ menjalankan YCC adalah sinyal bahwasanya mereka-mereka akan selalu menerapkan kebijakan moneter longgar serta suku bunga super-rendah. Nilai tukar Yen pun langsung tumbang sesudah peluncuran YCC.
Di sisi lain. bank sentral AS (Federal Reserve) setengah abai terhadap Kurva Yield Obligasi Pemerintah AS. Para pejabat Fed pula mempunyai perspektif berbeda-beda dalam menilai inversi Kurva Yield beberapa waktu lantas. Ada yg menganggapnya butuh di perhatikan. ada juga yg menganggapnya tidak butuh dikhawatirkan.
Bagi trader. selama para pejabat Fed tidak menganggapnya selaku masalah sungguh-sungguh. maka isu ini paling-paling cuma mengusik pasar sebentar saja. Inversi Kurva Yield Obligasi Pemerintah AS cuma akan menjadi market mover yg signifikan andai pejabat top bank sentral ataupun Presiden AS menganggapnya selaku masalah sungguh-sungguh.
Investor jangka yang lama butuh memerhatikan inversi Kurva Yield Obligasi Pemerintah AS secara lebih sungguh-sungguh serta memasukkannya dalam pemantauan aspek fundamental aset keuangan. Tapi. relevansinya tetap bergantung pada bagaimana kondisi ekonomi AS tatkala itu. Andaikan perekonomian tetap kokoh. maka tidak ada alasan untuk khawatir.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di