CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Kisah Sukses Steve Cohen: Pemain Poker Yang Jadi Hedge Fund Manager
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efb0b05e83c724db14acf9f/kisah-sukses-steve-cohen-pemain-poker-yang-jadi-hedge-fund-manager

Kisah Sukses Steve Cohen: Pemain Poker Yang Jadi Hedge Fund Manager

Kisah Sukses Steve Cohen: Pemain Poker Yang Jadi Hedge Fund Manager


Sebelum membahas Kisah Sukses Steve Cohen: Pemain Poker Yang Jadi Hedge Fund Manager saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Sederet kisah trader berhasil seringkali menjadi sumber inspirasi sekalian motivator tidak langsung bagi para trader pemula. Mulai pada trader lokal jenis Ellen May. sampai-sampai trader kawakan sekelas George Soros ataupun Warren Buffett. tidak luput dari stalking para pemburu Dolar.
Tapi tahukah Kamu? Selain beberapa nama yang telah di sebutkan. ada juga sosok Steve Cohen yg kiprahnya patut dijadikan inspirasi. Walau dahulunya kerap bermain poker. namun siapa sangka andai kemampuan bermain pokernya itu bisa ia manfaatkan untuk melatih kemampuan dalam memperhitungkan risiko tatkala trading. Semacam apakah kisah berhasil Steve Cohen sampai-sampai kini menjadi satu dari sekian banyaknya Hedge Fund Manajer terkaya di dunia?


Profil Singkat Steve Cohen
Walau didapuk selaku trader terkaya di dunia. rupanya tidak tidak sedikit orang tahu kisah berhasil Steve Cohen. Berasal dari keluarga simpel dengan tujuh orang saudara. lelaki kelahiran 11 Juni 1956 silam ini mempunyai awal karir yg tak berjalan mulus. Tatkala masih duduk di bangku sekolah menengah. Cohen gemar bermain poker dengan mempertaruhkan uang sakunya dalam turnamen poker. Berawal dari poker itulah. Cohen kemudian mampu belajar bagaimana tatacara menyusun manajemen risiko yg baik.
Awal karirnya selaku seorang investor di mulai sesudah Cohen mendapatkan gelar ekonomi dari Wharton School of Busines di University of Pennsylvania pada tahun 1978. Lulus dari sana. Cohen lantas menjadi trader options di bank investasi Gruntal & Co.
Selaku seseorang yg dahulunya mahir bermain poker. kemampuan analisa dan manajemene risiko Steve Cohen tidak butuh diragukan lagi. Buktinya. ia sukses memberi-kan keuntungan sebesar $8.000 bagi Gruntal &Co. di hari pertamanya bekerja. Enam tahun lantas. Cohen malah bisa atau mampu menghasilkan profit sampai-sampai $100.000 per hari.

Keberhasilannya mengelola dana dalam bank yang telah di sebutkan mendorong Steve Cohen untuk mempunyai perusahaan sendiri. Bermodalkan tabungan sebesar $25 juta dari hasil keringatnya di Gruntal & Co. Cohen akhir-nya mendirikan sebuah perusahaan Hedge Fund pada tahun 1992 bernama SAC Capital Advisor. Perusahaannya itu kemudian menjadi satu dari sekian banyaknya Hedge Fund paling berhasil. sebelum akhir-nya ditutup oleh SEC (Securities and Exhange Commission) berhubung terlibat kasus pelanggaran hukum.

Awal Mula Skandal SAC Capital Advisor
Sejak didirikan pada tahun 1992 silam. SAC Capital Advisors sudah muncul selaku satu dari sekian banyaknya Hedge Fund paling ternama di AS selama hampir dua dekade. Dengan memakai banyak sekali jenis pendekatan investasi sampai-sampai taktik atau strategi. perusahaan ini berhasil menghasilkan return tahunan sebesar 30% untuk investor mereka-mereka.
Selain berhubung kemampuan manajemen risikonya dari hasil bermain poker. kisah berhasil Steve Cohen dalam mengembangkan SAC Capital Advisors pula didukung oleh kemampuannya membaca kondisi pasar. Hal ini di ketahui sesudah Cohen menghasilkan dua kali return sebesar 70%-an pada akhir tahun 90-an sampai-sampai 2000. Pada 2007. SAC mengambil posisi saham Equinix sebesar $76 juta. Sebulan lantas. perusahaan merilis laporan laba positif. menjadikan nilai sahamnya tumbuh sampai-sampai 32%.

Kemampuan spekulasi Cohen pula dibuktikannya pada tahun 2012. Kala itu. ia membuat taruhan sebesar $26.7 miliar untuk saham Ardea Biosciences. Cuma dalam waktu tiga minggu. Steve Cohen sukses mengantongi sekitar $13.3 miliar. berhubung Ardea Biosciences lantas diakuisisi oleh AstraZeneca dengan nilai kemufakatan sebesar $40 miliar. Sebelumnya pada tahun 2009 serta 2010. SAC Capital Advisors pula mengambil posisi Long (Buy) pada saham Whole Food masing masing sebesar $49 juta serta $78 juta. Berhubung tatkala itu SAC Capital Advisors mempunyai nilai transaksi yg cukup fantastis. praktis kondisi ini ikut menaikan harga saham lain-lainnya.
Bukan usaha namanya andai tak ada risiko. Dibalik kesuksesannya mengelola dana investor sampai-sampai puluhan juta. SAC Capital Investor pula pernah sempet tersandung masalah pada tahun 2012. Kala itu. Mathew Martoma. mantan manager portofolio SAC Capital Advisors. diadukan atau dilaporkan memeroleh berita dari orang dalam perihal proyeksi saham Elan serta Wyeth; dua raksasa dalam industri farmasi serta obat-obatan. Berbekal berita itulah. Steve Cohen kemudian mampu memasang posisi Sell dengan tepat. menjadikan menghasilkan profit sebesar $275 juta.

It is the most lucrative insider trading scheme ever!

Begitulah statement dari pengacara Amerika Serikat yg mengajukan tuntutan terhadap Martoma di Federal Court. Pendapat dari laporan dari SEC (Securities and Exchange Commission). Martoma ada dugaan sudah mendapatkan berita ihwal uji klinis Elan serta Wyeth sebelum rinciannya di rilis ke publik. Berita yang telah di sebutkan kemudian ia genakan untuk merekomendasikan Cohen mengambil posisi Sell. Akibat fenomena ini. Martoma dinyatakan bersalah serta dihukum sembilan tahun penjara.

Sementara bagi Steve Cohen. SEC menjatuhkan hukuman perdata pada 2013 atas tuduhan gagal mengawasi karyawan senior. Akibatnya. ia perlu membayarkan denda perusahaan sebesar $1.8 miliar selaku bentuk ubah rugi modal investor. Steve Cohen pula tak diperbolehkan mengelola aset investor lain sampai-sampai akhir 2017.
Tapi sebelum SAC Capital Advisor ditutup secara resmi pada tahun 2016 oleh SEC. Steve Cohen sudah mentransfer manajemen SAC ke sebuah perusahaan Hedge Fund baru bernama Point72 Asset Management dua tahun sebelumnya (2014). Melalui Hedge Fund kedua ini. Cohen tampak lebih berhati-hati serta mempekerjakan beberapa tim profesional. Sang manajer berasal dari Balyasny Asset Management. sementara anggota tim lain-lainnya berasal dari Morgan Stanley.
Berkantor pusat di Stamford. Connecticut. Amerika Serikat. Point72 Asset Management kini sudah mempunyai pegawai sebanyk 1.400 orang. dengan nilai AUM (Asset Under Management) sekitar $14.6 miliar. Melalui perusahaan Hedge Fund satu ini. kekayaan Steve Cohen ditaksir lebih dari $13.6 miliar. menjadikan ia menjadi satu dari sekian banyaknya trader sekalian Hedge Fund Manajer terkaya di dunia versi majalah Forbes.


Apa Cara Berhasil Steve Cohen Sampai-sampai Ia Sukses?
1. Ketahui Tips Menyusun Manajemen Risiko Yg Baik
Tidak ada usaha yg tidak mempunyai risiko. salah satunya trading. Bagi seorang Steve Cohen. kemampuan me-manage risiko adalah komponen penting sebelum memasang posisi dalam pasar. Menjadi mantan pemain poker tampak Amat menguntungkan bagi Cohen. berhubung kemampuan manajemen risikonya sudah terasah dengan baik. Kemudian. adakah tips manajemen risiko yg mampu kita tiru dari kisah berhasil Steve Cohen?

(Baca Pula: Resiko Itu Pasti Ada. Tinggal Bagaimana Kita Mengelolanya)
Dasarnya memang. ada beberapa tatacara untuk menyusun manajemen risiko yg baik. Mulai pada menentukan besarnya kapital (modal). sampai-sampai mengatur Risk Reward Ratio. Dengan berpedoman pada dua tatacara diatas. bukan mempunyai arti Kamu akan lolos dari risiko trading. Setidaknya. Kamu bisa mengelola risiko yang telah di sebutkan dengan bijak serta cermat.

2. Selain Manajemen Risiko. Telaah Manajemen Emosi
Tatkala SAC Capital Advisors di kenai denda sebesar $1.8 miliar sampai-sampai Steve Cohen di larang mengelola dana investor selama dua tahun. ia tidak kemudian putus asa. Sebaliknya. Cohen berusaha memutar otak serta tetap bersikap tenang. menjadikan ia mampu kembali mengumpulkan pundi-pundi keuntungannya.
Kondisi yg demikian terang tak mampu tercapai andaikan ia kerap mengutamakan emosi tatkala berburu cuan. Maka dari itu. Kamu bisa belajar darinya dengan menyingkirkan emosi sebelum masuk pasar. Jangan pernah mengambil keputusan entry tatkala emosi tengah meluap. umpamanya takut harga merosot. ataupun panik atas rumor yg tak terang kebenaran-nya. Ada baiknya. singkirkan emosi yang telah di sebutkan lebih lagi dahulu. menjadikan hasil yg di peroleh mampu sesuai harapan.

3. Pahami Momentum Yg Tepat Untuk Mengambil Posisi
Andai berkaca pada kisah berhasil Steve Cohen diatas. maka mampu di lihat bahwasanya kesuksesan Cohen adalah buah dari kemampuannya membaca kondisi pasar. Terkait dengan hal ini. Kamu bisa memakai bantuan analisa fundamental ataupun teknikal untuk mengetahui kesempatan entry. Analisa teknikal umumnya lebih berfokus pada harga serta volume. sedangkan fundamental berpusat pada pengetahuan mendalam mengenai tren suatu aset serta kondisi ekonomi. dan kemampuan menganalisa chart serta data financial.

Selain Steve Cohen. ada juga trader lain yg perlu mengecap pahitnya pasar forex lebih lagi dahulu. sebelum akhir-nya menjadi seorang Hedge Fund Manajer nan ternama. Adalah Jarratt Davis. seorang trader otodidak yg sukses mengembangkan system trading fundamental sampai-sampai sukses mendirikan Hedge Fund serta lembaga edukasi forex terkemuka. Semacam apa sepak terjangnya? Simak selengkapnya di tulisan atau artikel Jarratt Davis: Dari Belajar Trading Otodidak Sampai-sampai Mendirikan Hedge Fund Sendiri.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di