CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Pengaruh Suku Bunga Terhadap Perekonomian Suatu Negara
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efb086b10d2951e2f404619/pengaruh-suku-bunga-terhadap-perekonomian-suatu-negara

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Perekonomian Suatu Negara

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Perekonomian Suatu Negara


Sebelum membahas Pengaruh Suku Bunga Terhadap Perekonomian Suatu Negara saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Biasanya. masyarakat cuma mengenali suku bunga dalam konteks hubungan dengan perbankan. yakni tatkala akan membuka deposito ataupun akan mengajukan pinjaman (aplikasi kredit). Disaat suku bunga rendah. masyarakat cenderung termotivasi untuk mengajukan pinjaman. sedangkan andai suku bunga tinggi maka masayarakat akan enggan meminjam pada bank. Dalam lingkup makro. efek perubahan suku bunga bisa meluas sampai-sampai menjangkau seluruh bidang pada suatu negara. Untuk mengetahui selengkapnya. simak analisis mengenai pengaruh suku bunga terhadap perekonomian yang akan di sajikan kali ini.

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Perekonomian Secara Umum
Pada tulisan atau artikel sebelumnya mengenai Apa Itu Suku Bunga. sudah di jelaskan bahwasanya masyarakat akan bereaksi pada perubahan suku bunga secara relatif terhadap kondisi perekonomian terkini. Lengkap nya lagi:

Fluktuasi suku bunga berpengaruh pada keinginan masyarakat untuk meminjam uang di bank. Secara teoritis. semakin rendah suku bunga. maka makin tinggi keinginan masyarakat untuk meminjam uang di bank. Pengertiannya. pada tingkat suku bunga rendah maka masyarakat akan lebih terdorong untuk meminjam uang di bank untuk memenuhi kebutuhan ataupun untuk melakukan ekspansi bisnis. Sebaliknya. tatkala suku bunga tinggi. maka masyarakat akan lebih cenderung menyimpan uang di bank ketimbang mempergunakannya untuk berbelanja serta memperluas usaha.
Dalam konteks perekonomian internasional. perubahan suku bunga pula bisa memberi pengaruh persepsi serta minat investor asing untuk membawa dananya masuk ke suatu negara. Semisal suku bunga di negara Indonesia lebih tinggi dibanding negara Asia Tenggara lain-lainnya. maka investor asing akan lebih tertarik untuk menanamkan dana di negara Indonesia dengan harapan bisa memeroleh imbal hasil lebih tinggi. Sedangkan andai suku bunga di negara Indonesia lebih rendah. maka investor asing akan semakin tidak lebih tertarik untuk menanamkan modal disini. Bahkan. andai suku bunga terlalu rendah. salah-salah investor domestik mampu ikut-ikutan melarikan dananya ke luar negeri.

Dari sini. kita bisa memberikan kesimpulan bahwasanya setiap teliti atas pengaruh suku bunga terhadap perekonomian suatu negara butuh di lihat dari minimum tiga sisi. yakni:

Perubahan perilaku masyarakat konsumen.
Perubahan perilaku masyarakat pelaku bisnis.
Perubahan perilaku masyarakat investor.

Untuk memahaminya lebih lanjut. kita akan menilik pengaruh suku bunga pada bidang perumahan (housing). ke-tenagakerjaan (employment). serta peredaran modal (capital flows).

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Bidang Perumahan
Perumahan adalah satu dari sekian banyaknya kebutuhan pokok kita-kita. selain sandang serta pangan. Ketersediaan perumahan yg terjangkau sudah menjadi satu dari sekian banyaknya parameter kesejahteraan hidup di banyak sekali negara maju. menjadikan banyak sekali data terkait bidang perumahan di rilis untuk memantau kondisinya dari waktu ke waktu. Secara khusus. data-data ini pula akan dipantau untuk mengevaluasi kebijakan suku bunga. Kenapa demikian?

Disaat suku bunga rendah. maka orang-orang akan termotivasi untuk mengajukan kredit perumahan. ataupun yg dikenal di negara Indonesia dengan nama KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Ini adalah keputusan rasional berhubung biaya bunga yg perlu dibayar pun pastinya lebih kecil. Malah. orang-orang di Denmark mampu memperoleh bunga walau mempunyai utang KPR. berhubung suku bunga-nya negatif. Andaikan pemerintah serta bank sentral tak menyiapkan kebijakan lain untuk mengendalikan bidang perumahan pada situasi suku bunga rendah. maka bisa menghasilkan housing bubble.
Housing bubble di tandai dengan harga perumahan yg membubung tinggi sampai-sampai tidak terjangkau bagi mayoritas konsumen potensial. berhubung permintaan atas perumahan jauh lebih besar ketimbang persediaannya. Akibatnya. tidak sedikit orang takkan bisa atau mampu lagi untuk membeli rumah. walau suku bunga rendah.
Sebaliknya. disaat suku bunga meningkat lagi. maka orang-orang yg telah mempunyai KPR akan dihadapkan pada beban pembayaran bunga lebih tinggi (bergantung skema bunga yg diterapkan). Andaikan peningkatan bunga yang telah di sebutkan terlalu tinggi. maka mampu menghasilkan kredit macet massal. Para nasabah KPR bisa memilih mangkir bayar KPR serta membiarkan rumahnya diambil alih oleh bank.

CONTOH KASUS
Peristiwa semacam ini pernah berlangsung pada krisis Subprime Mortgage antara tahun 2007-2010 di Amerika Serikat yg menghasilkan runtuhnya Lehman Brothers. Berawal dari suku bunga super rendah serta kriteria penerima kredit yg tidak lebih selektif. berlangsung housing bubble sampai-sampai harga perumahan luar biasa tinggi. Sesudah bubble itu pecah. harga rumah jatuh. Di sisi lain. kenaikan suku bunga membuat tidak sedikit orang tidak bisa atau mampu bayar KPR sampai-sampai rumah-rumahnya diambil alih oleh bank. Tapi. berlangsung penumpukan rumah sitaan. menjadikan harganya menjadi Amat rendah.
Selaku perbandingan (meski lansekap ekonominya berbeda). Denmark sukses melindungi bidang perumahannya walau menetapkan suku bunga negatif. Dengan cara dengan memberikan batas pembelian rumah. Ada larangan bagi orang asing untuk mempunyai properti di Denmark. Selain itu. susah bagi orang Denmark sendiri untuk membeli rumah tanpa niat untuk menghuni. Aplikasi KPR pun baru akan disetujui sesudah menempuh banyak sekali tes.


Pengaruh Suku Bunga Terhadap Ke-tenagakerjaan
Pinjaman perbankan adalah suatu komponen tidak terpisahkan dalam perekonomian masa kini. Pelaku bisnis manapun akan butuh jasa perbankan untuk menjalankan aktivitasnya. mulai pada fasilitas pembayaran serta penjaminan dalam ekspor-impor. pembayaran gaji karyawan (payroll). sampai-sampai kredit bisnis.
Disaat suku bunga rendah. para pengusaha di bidang riil akan termotivasi untuk mengajukan pinjaman guna memperluas skala bisnis-nya. Pinjaman yang telah di sebutkan bisa di pergunakan untuk banyak sekali tujuan. baik pengadaan mesin-mesin baru. pendirian pabrik baru. pembukaan toko ataupun cabang di wilayah lain. merintis pemasaran produk melalui channel baru. dan juga lain-lainya. Selaku konsekuensi dari tindakan-tindakan usaha ini. para pengusaha akan membuka lebih tidak sedikit lowongan kerja. Semisalnya para pengusaha itu tidak ingin memperluas bisnis pun. biaya bunga pinjaman yg lebih rendah tetap mengurangi beban bisnis. menjadikan mereka-mereka mampu memberikan gaji lebih tinggi pada para karyawan lama.

Sebaliknya. suku bunga tinggi bisa mendorong kenaikan beban bisnis. menjadikan para pelaku bisnis mampu lebih pelit dalam memberi-kan kenaikan gaji bagi karyawan ataupun merekrut orang baru. Mereka-mereka pun akan condong enggan untuk memperluas bisnis berhubung peningkatan risiko yg ditimbulkan oleh kenaikan bunga yang telah di sebutkan. Oleh karena itu. bank sentral butuh selalu memastikan kebugaran atau kesehatan kondisi bidang ke-tenagakerjaan dahulu sebelum menaikan suku bunga. Andaikan tidak sedikit pengangguran serta gaji stagnan. maka bank sentral dipandang butuh menunda kenaikan suku bunga.
Walau demikian. tak kemudian mempunyai arti suku bunga rendah itu pasti tidak jelek alias bagus bagi para pelaku bisnis. Dalam kondisi suku bunga Amat rendah. perbankan akan enggan menyalurkan pinjaman pada perusahaan-perusahaan. berhubung imbal hasil nya kecil. Akhir-nya. dana yg tersimpan di perbankan mampu jadi dialokasikan ke instrumen investasi lain yg memberikan keuntungan lebih besar. akan tetapi berisiko lebih tinggi. Dalam situasi semacam itu. perusahaan-perusahaan akan kesulitan memperoleh pinjaman. sedangkan bidang financial negara yang telah di sebutkan menjadi rentan terguncang.

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Peredaran Modal
Peredaran modal dalam bahasan ini merujuk pada keluar serta masuknya modal dari serta ke suatu negara. Pengaruh suku bunga terhadap perekonomian yg terbesar sebetulnya berakar pada peredaran modal. Bagaimana mampu begitu?
Investor serta spekulan pasar keuangan internasional yg selalu mengejar keuntungan akan menjadikan suku bunga suatu negara selaku satu dari sekian banyaknya barometer utama untuk mengukur imbal hasil investasi di negara yang telah di sebutkan. Semisal suku bunga Amerika Serikat lebih tinggi ketimbang Jepang. maka orang akan memilih untuk berinvestasi di AS ketimbang Jepang. Tentu ada banyak sekali pertimbangan lain-lainnya. akan tetapi suku bunga adalah komponen vital.
Peristiwa ini lebih-lebih tampak tatkala bank sentral AS menaikan suku bunganya antara tahun 2017-2018. sesudah mempertahankan suku bunga Amat rendah selama beberapa tahun sebelumnya. Disaat bank sentral AS memberlakukan rezim suku bunga rendah. peredaran modal masuk ke negara negara berkembang semacam Indonesia dalam jumlah besar. Sesudah bank sentral AS menaikan suku bunga-nya. peredaran modal keluar dari negara negara berkembang secara beramai-ramai. sampai-sampai nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS anjlok pada kurun waktu yg percis.
Teori ini dia yg butuh di perhatikan: andai peredaran modal ke suatu negara meningkat. maka permintaan atas mata uangnya meningkat juga. menjadikan nilai tukar mata uangnya berpotensi menguat. Sebaliknya. andai peredaran modal ke suatu negara menurun. maka permintaan atas mata uangnya bakal berkurang. menjadikan nilai tukar mata uangnya berpotensi melemah. Analisis selengkapnya mengenai bahasan ini bisa Kamu simak pada tulisan atau artikel Peredaran Modal Serta Tingkat Suku Bunga. Untuk gambaran jelasnya. mampu di lihat pada infografi berikut:

Tinjauan pengaruh suku bunga pada ketiga bidang ini cuma adalah semisal di antara tidak sedikit aspek lain. Kamu bisa melihat bahwasanya suku bunga rendah ataupun tinggi mempunyai konsekuensinya masing masing terhadap perekonomian suatu negara. Bank sentral yg berwenang menentukan kebijakan suku bunga. bertugas juga memantau seluruh aspek yang telah di sebutkan supaya pengambilan keputusan tetap menunjang stabilitas serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di