CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Indikator Ekonomi Leading Dan Lagging
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efafb95dbf764226f1731e1/indikator-ekonomi-leading-dan-lagging

Indikator Ekonomi Leading Dan Lagging

Indikator Ekonomi Leading Dan Lagging


Sebelum membahas Indikator Ekonomi Leading Dan Lagging saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Trading forex didasari analisa fundamental ialah satu dari sekian banyaknya taktik atau strategi yg ternama berhubung memberikan berita yg terang untuk mengambil suatu keputusan. Cukup masuk akal untuk mengambil posisi buy disaat indikator pertumbuhan ekonomi (umpamanya GDP) menunjukan kenaikan yg signifikan. meskipun keputusan itu belum tentu tepat. Trader fundamentalist lebih meyakini pada indikator ekonomi untuk membuka posisi buy ketimbang sinyal oversold yg di berikan indikator teknikal. Tapi demikian. hampir mirip dengan indikator teknikal. ada dua jenis indikator ekonomi. yakni indikator bersifat leading serta lagging.
Indikator ekonomi yg bersifat leading pengertiannya indikator yang telah di sebutkan menunjukan keadaan ekonomi yg akan berlangsung. Sedangkan indikator ekonomi yg bersifat lagging menunjukan perubahan keadaan ekonomi yg sudah berlangsung.
Indikator ekonomi bersifat leading umpamanya PMI (Purchasing Managers’ Index). ZEW Economic Sentiment. Indeks Ifo Business Climate Jerman. UoM (University of Michigan) Consumer Sentiment serta CB Consumer Confidence. Indikator-indikator yang telah di sebutkan memberikan petunjuk apakah pertumbuhan ekonomi akan meningkat ataupun turun dalam waktu dekat.
Semisal indikator bersifat lagging ialah Gross Domestic Product (GDP) serta tingkat pengangguran (Unemployment Rate). Tingkat pengangguran meningkat sesudah laju pertumbuhan ekonomi turun. ataupun keadaan perekonomian memburuk. Indikator lagging mampu dipakai untuk memprediksikan variabel lain. Umpamanya. penurunan GDP mempunyai arti ada mungkin tingkat suku bunga akan diturunkan untuk memacu investasi. sampai-sampai berdampak pada melemahnya nilai mata uang.
Berikut analisis selengkapnya mengenai banyak sekali jenis indikator ekonomi ini.


Indikator Ekonomi Bersifat Leading
Berhubung indikator ekonomi yg bersifat leading mempunyai potensi memprediksi arah perekonomian. maka pejabat pemerintah Suka mempergunakannya selaku acuan dalam menentukan suatu kebijakan. Tujuannya supaya bisa merancang kebijakan untuk menanggulangi situasi negatif sedini barangkali. umpamanya resesi.
Berikut beberapa indikator ekonomi penting yg bersifat leading:
1. Indikator Ekonomi yg Berhubungan dengan Aktivitas Manufaktur
Aktivitas dalam bidang manufaktur ialah satu dari sekian banyaknya indikator penting yg berdampak langsung pada pertumbuhan tingkat perekonomian yg diwakili oleh besaran GDP. GDP naik. mempunyai arti tingkat permintaan (demand) pula naik. Peningkatan permintaan akan barang serta jasa bakal mendorong peningkatan permintaan atas sumber daya kita-kita. yg mempunyai arti menambah lapangan pekerjaan serta barangkali pula mendorong kenaikan tingkat upah.
Indikator penting yg berhubungan dengan aktivitas manufaktur ialah PMI (Purchasing Managers’ Index). Industrial Production serta Factory Orders. Tapi. produk manufaktur yg diperoleh perindustrian tak langsung jatuh ke tangan konsumen. melainkan disimpan lebih lagi dahulu selaku inventory (persediaan/stock) di gudang. menjadikan kita butuh melihat pula data Retail Sales untuk mengetahui nilai uang dari keseluruhan produk retail yg sudah terjual.

2. Retail Sales
Indikator Retail Sales mengukur output aktivitas manufaktur yg sebenarnya. dalam arti nilai uang yg diperoleh dari penjualan produk retail pada suatu periode tertentu. Butuh di perhatikan. peningkatan tajam Retail Sales akan berpengaruh langsung pada kenaikan GDP. yg pada akhir-nya akan memperkuat nilai mata uang. Dengan kata lain. kenaikan data Retail Sales mempunyai arti perekonomian tengah membaik ataupun menuju ke perbaikan.

3. Building Permits serta Housing Start
Building Permits ialah ijin mendirikan bangunan rumah ataupun gedung. Data ini memberikan gambaran tingkat persediaan perumahan maupun jenis bangunan lain-lainnya (perkantoran. hotel serta sebagainya). Peningkatan Building Permits mempunyai arti industri konstruksi akan bergairah. serta kebutuhan tenaga kerja pula akan bertambah. dan berujung pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Sementara itu. Housing Start ialah indikator di mulainya pembuatan fondasi selaku tindak lanjut dari Building Permits.

4. Home Sales ataupun Housing Sales
Naik turunnya tingkat penjualan perumahan akan berdampak langsung pada perekonomian. Semacam berlangsung tatkala peristiwa Housing Bubble di Amerika Serikat pada tahun 2007 lantas. Tatkala itu. persediaan perumahan melebihi permintaan. menjadikan harganya jatuh serta pekerjaan konstruksi terhenti. berimbas pada naiknya tingkat pengangguran. Selain itu. penerimaan pemerintah dari pajak properti pula akan berkurang. sampai-sampai berdampak negatif pada perekonomian. Di AS. indikator penjualan perumahan mencakup Existing Home Sales. Pending Home Sales serta New Home Sales.

5. Sentimen Usaha
Sentimen usaha yg tinggi menggambarkan optimisme pelaku bisnis serta investor yg bisa menggerakkan roda perekonomian. Karenanya. ini adalah indikator leading bagi naiknya pertumbuhan di masa depan. Di Amerika Serikat. indikator sentimen usaha yg penting ialah UoM (University of Michigan) Consumer Sentiment serta Philly (Philadelphia) Fed Manufacturing Index.


Indikator Ekonomi Bersifat Lagging
Tak semacam indikator ekonomi yg bersifat leading. jenis indikator ekonomi ini di tampilkan sesudah berlangsung perubahan keadaan ekonomi. Walau tak menunjukan arah pergerakan perekonomian. indikator lagging mengonfirmasi perubahan yg sudah berlangsung. serta mengindikasikan tren perubahan besaran ekonomi yang telah di sebutkan dalam jangka yang lama.
Selaku semisal. indikator tingkat pengangguran (Unemployment Rate). Andai tingkat pengangguran naik secara berturut-turut. mempunyai arti keadaan ekonomi tengah lesu. Sebaliknya. andai pemerintah optimis keadaan perekonomian akan membaik. maka indikator tingkat pengangguran seharusnya akan turun untuk mengonfirmasinya.
Berikut beberapa indikator ekonomi penting yg bersifat lagging:1. Gross Domestic Product (GDP)
Gross Domestic Product adalah acuan tipikal untuk pertumbuhan ekonomi. Andai GDP naik. pengertiannya keadaan ekonomi tengah tumbuh. Data ini Suka dipakai oleh bidang usaha serta industri untuk mengevaluasi pengeluaran belanjanya. kenaikan gaji. ekspansi dan juga lain-lainya.
Bank sentral memakai acuan GDP di samping laju inflasi selaku satu dari sekian banyaknya komponen dalam menentukan tingkat suku bunga. GDP umumnya di rilis per kwartal (q/q); serta tersedia dalam 3 versi. yakni Advance. Preliminary serta Final. GDP Advance ataupun Estimated GDP yg pertama di rilis. umumnya berdampak lebih besar.
2. Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate)
Indikator ekonomi ini mengukur persentase jumlah pengangguran yg tengah aktif mencari pekerjaan dalam sebulan. Jumlah pengangguran yg tinggi akan mengurangi tingkat pengeluaran konsumen. yg pada akhir-nya akan berdampak negatif pada GDP. Selain itu. pengeluaran pemerintah akan bertambah dengan program tunjangan untuk pengangguran (di negara negara yg memakai mata uang utama memanglah menerapkan program ini).
Di Amerika Serikat. data tingkat pengangguran di rilis secara bulanan. Perilisannya bersamaan dengan jumlah daftar upah pekerja yg menggambarkan perubahan jumlah lapangan pekerjaan di luar bidang industri pertanian (Non Farm Payrolls).
3. Tingkat Penghasilan serta Upah Pekerja
Andai perekonomian berjalan dengan efisien. maka tingkat penghasilan serta upah pekerja akan meningkat secara teratur sesuai tingkat inflasi. Andai berlangsung penurunan upah. mempunyai arti sudah berlangsung pengurangan jam kerja ataupun cukup banyak pekerja yg dirumahkan. Hal ini menunjukan bahwasanya perekonomian tengah lesu ataupun menuju ke arah resesi. Pemantauannya bisa di lakukan atas data Average Weekly Earnings serta Personal Income.


4. Tingkat Inflasi (Consumer Price Index)
Consumer Price Index (CPI) mengukur perubahan harga barang serta jasa. dan merefleksikan tingkat laju inflasi secara keseluruhan. Andai CPI naik. maka inflasi meningkat. Umumnya. data paling berpengaruh ialah CPI inti (Core CPI). yakni CPI yg memperhitungkan harga barang serta jasa selain makanan serta energi.
Tingkat inflasi butuh di perhatikan oleh trader berhubung berhubungan dengan kebijakan bank sentral untuk menentukan tingkat suku bunga. Tingkat inflasi yg tinggi bisa mendorong bank sentral untuk menaikan tingkat suku bunga.
5. Tingkat Suku Bunga (Interest Rates)
Tingkat suku bunga yg tinggi memicu nilai mata uang menguat. Umumnya. tingkat suku bunga dievaluasi oleh bank sentral secara terjadwal. Momen itu selalu ditunggu trader. mengingat dampaknya yg Amat signifikan bila bank sentral melakukan perubahan suku bunga ataupun memberikan pesan yg menyimpang jauh dari harapan pasar.

6. Neraca Perdagangan (Trade Balance)
Neraca perdagangan ialah selisih nilai ekspor serta impor barang serta jasa. Surplus bila hasil nya positif. serta defisit bila hasil nya negatif. Dalam jangka yang lama. defisit neraca perdagangan akan memperlemah nilai mata uang.
Data neraca perdagangan di rilis sebulan sekali. Di masa lantas. rilis data ini cukup berdampak pada pasar forex sebelum lantas digeser oleh besarnya dampak rilis data Non Farm Payrolls.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di