CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
KTT G20 Dan Kontroversinya Dalam Perekonomian Dunia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efafa4f8d9b170ef40c3da0/ktt-g20-dan-kontroversinya-dalam-perekonomian-dunia

KTT G20 Dan Kontroversinya Dalam Perekonomian Dunia

KTT G20 Dan Kontroversinya Dalam Perekonomian Dunia


Sebelum membahas KTT G20 Dan Kontroversinya Dalam Perekonomian Dunia saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Setiap kali rencana KTT G20 diumumkan. headline media massa bidang ekonomi selalu didominasi kabar dari ajang yang telah di sebutkan. Tidak terkecuali sekarang ini. menjelang diadakannya KTT G20 di Osaka. Jepang. pada tanggal 28-29 Juni mendatang. Tapi. masih jarang investor serta trader yg mengetahui mana saja negara anggota G20. ataupun signifikansi dari pertemuan KTT G20 yang telah di sebutkan. Padahal. tidak tidak banyak demonstrasi anarkis yg berlangsung lantaran pertemuan organisasi non-formal ini. salah satunya tatkala KTT G20 tahun 2009 di London serta KTT G20 tahun 2010 di Toronto.


Mana Saja Negara Anggota G20?
Ada anggapan keliru bahwasanya negara anggota G20 ialah negara negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Nyatanya. walau negara negara yg tergabung dalam KTT G20 memanglah powerful. namun ada juga negara dalam jajaran 20 besar ekonomi dunia yg tak masuk di dalamnya.
Pendapat dari data World Economic Outlook (IMF) versi April 2018. 20 negara pemilik perekonomian terbesar didasari total Gross Domestic Product (GDP) secara berturut-turut ialah: Amerika Serikat. China. Jepang. Jerman. Inggris. India. Prancis. Brazil. Italia. Kanada. Korea Selatan. Rusia. Australia. Spanyol. Meksiko. Indonesia. Turki. Belanda. Arab Saudi. serta Swiss. Di antaranya. ada beberapa negara yg tak masuk dalam G20 berhubung aneka macam alasan.
Sekarang ini. negara anggota G20 ialah: Argentina. Australia. Brazil. Kanada. China. Prancis. Jerman. India. Indonesia. Italia. Jepang. Meksiko. Korea Selatan. Afrika Selatan. Rusia. Arab Saudi. Turki. Inggris. Amerika Serikat. serta Uni Eropa. Secara keseluruhan. walau tidak mencakup seluruh negara terkaya. namun KTT G20 mencakup sekitar 90 % dari total GDP Dunia. 80 % dari perdagangan dunia. serta dua pertiga dari populasi dunia.


Fokus Diskusi KTT G20
Sejak awal pendiriannya pada tahun 1999. G20 bertujuan untuk mendiskusikan stabilitas keuangan internasional serta utang pemerintah. Ini dia kenapa negara anggota G20 akan mengirim presiden. menteri keuangan. serta pimpinan bank sentral masing masing untuk menghadiri KTT.
Sejalan dengan berjalannya waktu. topik bahasan KTT G20 mulai berevolusi sampai-sampai mencakup isu-isu yg berkaitan. semacam pertumbuhan ekonomi global. perdagangan internasional. serta regulasi pasar keuangan. Dalam beberapa pertemuan KTT G20 yang terakhir. malah mulai dibahas juga isu ekonomi digital serta mata uang kripto.
Di kala yg percis. KTT G20 dianggap tidak lebih menyoroti masalah semacam keadilan sosial. demokrasi. serta energi terbarukan; dan abai terhadap ancaman perubahan iklim. Sejumlah organisasi sayap kiri pula mengkritik G20 selaku perserikatan yg memperkuat dominasi korporasi kapitalis dalam globalisasi.


Kritik Terhadap G20
Tidak bisa disangkal bahwasanya KTT G20 memegang peran penting dalam menentukan arah ekonomi serta geopolitik dunia. Tapi. eksklusivitas keanggotaan serta minimnya transparansi sudah menghasilkan tidak sedikit kritik.

Kritik Pertama: Minimnya Keterwakilan Tempat Tertinggal
Secara terbuka. G20 mengakui bahwasanya keanggotaannya tak ikuti daftar negara dengan perekonomian terbesar di dunia dalam periode kapanpun. Mengenai kriteria keanggotaan. G20 memaparkan:

Dalam forum semacam G20. Amat penting bagi jumlah negara yg terlibat untuk dibatasi serta tetap guna memastikan efektivitas serta keberlanjutan aktivitasnya. Tidak ada kriteria formal untuk keanggotaan G20 serta komposisinya tidak pernah berganti sejak didirikan. Demi (mencapai) target G20. dianggap penting untuk melibatkan negara negara serta daerah yg mempunyai signifikansi sistemik terhadap system keuangan internasional. Aspek semacam keseimbangan geografis serta perwakilan populasi pula memainkan peran penting.

Retorika demikian memancing kritik yg menuduh G20 bersifat langsung serta mengucilkan daerah tertinggal dari peluang untuk ikut andil dalam penentuan arah pembangunan global. Akibatnya. G20 dituding ikut andil dalam mempertajam kesenjangan negara miskin - negara kaya. Malah dengan kondisi G20 sekarang ini yg memasukkan Afrika Selatan. tuduhan sejenis tetap ditimpakan kepada KTT G20. Berhubung perwakilan Afrika cuma satu itu saja.

Kritik Kedua: Menggerogoti Legitimasi Lembaga Internasional Lain
Dalam sebuah wawancara dengan Der Spiegel. mantan menteri luar negeri Norwegia. Jonas Gahr Støre menjuluki G20 selaku satu dari sekian banyaknya kemunduran terbesar sejak Perang Dunia II. berhubung 173 negara yg salah satunya anggota PBB tak masuk di dalamnya. Dengan demikian. ia menilai G20 menggerogoti legitimasi organisasi-organisasi internasional yg didirikan untuk mempromosikan kerjasama global pasca Perang Dunia II. salah satunya PBB. IMF. serta World Bank.
Kritik sejenis di sampaikan oleh perwakilan Singapura untuk PBB. Pendapat dari mereka-mereka. berhubung keputusan dalam KTT G20 mampu memengaruhi seluruh negara. baik besar ataupun kecil. maka seharusnya negara negara utama non-G20 pula diikutkan dalam diskusi.
Sejalan dengan beragam kritik ini. KTT G20 berusaha mendatangkan kehadiran perwakilan dari negara negara serta organisasi tertentu. Umpamanya dari Uni Afrika. APEC. ASEAN. IMF. serta WTO. Tapi. para kritikus menilai andai kehadiran mereka-mereka cuma sekedar numpang nama berhubung diskusi paling penting antar negara anggota G20 tetap diadakan dalam ruang tertutup.

Kritik Ketiga: Lembaga G20 Tidak Bersifat Mengikat Secara Hukum
Tidak sama dengan lembaga semacam PBB. pendirian G20 tak didasarkan oleh pakta tertentu. G20 tidak mempunyai kantor permanen tertentu serta tidak punya staf tetap. Mereka-mereka pula tidak punya kekuatan hukum untuk memaksakan negara negara anggotanya ikuti suatu peraturan tertentu ataupun melaksanakan deklarasi bersama. Akibatnya. efektifitas penyelenggaraan KTT G20 itu sendiri di pertanyakan.
Di sisi lain. biaya penyelenggaraan KTT G20 taklah murah serta dianggap membebani anggaran negara tuan rumah. Hal ini acap memantik kemarahan demonstran di aneka macam negara. malah massa dari daerah relatif kaya semacam Kanada. Demonstrasi tatkala KTT G20 Toronto malahan adalah satu dari sekian banyaknya protes massa terbesar dalam sejarah Kanada.
Menjelang KTT G20 Osaka pada tanggal 28-29 Juni mendatang. belum ada pihak yg menyatakan akan berdemonstrasi. Demo anarkis pula di perkirakan tak akan berlangsung. Tapi. sorotan pasar terpusat pada harapan Presiden AS Donald Trump untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping guna menyelesaikan konflik perdagangan antara kedua negara dalam ajang yang telah di sebutkan.
Sampai-sampai hari ini. pihak Beijing belum sanggup mengonfirmasi kehadiran Xi. menjadikan para pengamat masih harap-harap cemas. Butuh di ingat kembali. G20 tidak mampu memaksakan semua presiden negara anggotanya hadir dalam KTT. Demikian juga. tidak ada satupun negara anggota G20 lain yg bisa memaksakan keduanya untuk berdamai. Sekali-pun semisalnya Xi hadir. hasil pertemuannya dengan Trump belum tentu mengakhiri perang dagang; sebagaimana pula sudah berlangsung dalam KTT G20 tahun kemarin.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di