CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Ide Proteksionisme Trump: Border Tax Dan Proyeksi Dampaknya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efaf2ec349d0f47fe45e65d/ide-proteksionisme-trump-border-tax-dan-proyeksi-dampaknya

Ide Proteksionisme Trump: Border Tax Dan Proyeksi Dampaknya

Ide Proteksionisme Trump: Border Tax Dan Proyeksi Dampaknya

Sebelum membahas Ide Proteksionisme Trump: Border Tax Dan Proyeksi Dampaknya saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Sesudah terpilih selaku Presiden AS ke-45. Donald Trump paling dikenal berkat retorika proteksionisme. Ia sudah beberapa kali mengancam akan menerapkan Border Tax terhadap Meksiko serta China. malah secara khusus menunjuk perusahaan multinasional tertentu selaku target pemberlakuan pajak proteksionis yang telah di sebutkan. Apa sebetulnya yg di maksud dengan proteksionisme Trump? bagaimana dampaknya bagi dunia? Ataukah ini cuma ketakutan pasar yg tidak beralasan? Simak analisis lengkap berikut.




Apa Itu Proteksionisme?
Proteksionisme ialah haluan kebijakan ekonomi yg cenderung mengekang arus perdagangan antar negara dengan tips semacam menetapkan bea impor. menentukan kuota impor. dan banyak sekali regulasi lain-lainnya demi mencapai surplus neraca dagang. Kebijakan proteksionis di tujukan untuk menjaga perusahaan lokal dari pesaing di luar negeri. dan mendorong penciptaan lapangan kerja sebesar-besarnya untuk warga negara.
Untuk memenuhi tujuan itu. pelaku proteksionisme mampu memberi-kan subsidi serta pengurangan pajak bagi perusahaan-perusahaan domestik. Sebaliknya. pajak semacam bea impor dalam jumlah besar dikenakan terhadap barang barang dari luar negeri. Sehubungan dengan itu. sejak beberapa waktu lantas. kebijakan proteksionisme dikonotasikan sejalan dengan gerakan anti-globalisasi.
Doktrin proteksionisme berkebalikan dengan paham perdagangan bebas (Free Trade). di mana pemerintah mencoba mengurangi halangan-halangan perdagangan internasional. Free Trade berkembang didasari pemahaman bahwasanya kekayaan suatu negara mampu di peroleh dengan kemajuan bersama. bukan dengan mencegah kompetisi. Ekspektasinya. kompetisi akan mendorong munculnya produk-produk lebih baik serta lebih kompetitif bagi konsumen. dan mendorong inovasi bagi kemajuan peradaban.

Apa Saja Retorika Proteksionisme Trump?
Secara spesifik. retorika proteksionisme Trump yg digaungkannya sejak masih dalam masa kampanye sebelum Pilpres meliputi tidak sedikit aspek. tidak cuma ekonomi. serta menjadi inti dari slogan America First. Di antaranya:

Mendeportasi imigran ilegal serta membangun tembok perbatasan dengan Meksiko.
Menerapkan peraturan imigrasi yg lebih ketat serta mengevaluasi ulang imigran yg telah masuk AS. hal mana membuat khawatir perusahaan-perusahaan IT di Silicon Valley berhubung umumya karyawannya adalah imigran.
Melarang outsourcing pekerjaan ke luar AS.
Membatalkan keikusertaan AS di Trans-Pacific Partnership (telah resmi di lakukan).
Melakukan negosiasi ulang NAFTA dengan Meksiko serta Kanada.
Memangkas pajak korporasi dari 35% ke 15%.
Merencanakan Tax Holiday (mirip dengan Tax Amnesty yg dicanangkan pemerintah Indonesia beberapa waktu lantas) untuk mendorong korporasi membawa pulang dana yg diinvestasikan di luar negeri.
Menuntut China. Jepang. serta Eropa atas tuduhan manipulasi mata uang.
Menerapkan Border Tax.

Di antara seluruh retorika proteksionisme yg telah di lontarkan yang telah di sebutkan. baru satu yg telah benar benar dilaksanakan. sedangkan sisanya masih menjadi bahan perdebatan. Niat Donald Trump untuk mengetatkan imigrasi pun memperoleh tentangan kuat di dalam negerinya sendiri. Malah. sekitar 100 perusahaan Silicon Valley hari ini (7/2/2017) baru saja mengajukan tuntutan hukum bersama untuk mencegahnya mempersulit peraturan imigrasi.
Namun. bagi pelaku pasar financial. paling mencemaskan ialah poin yang terakhir: Border Tax. Permasalahannya. kata bermakna harfiah Pajak Perbatasan itu berpotensi menjadi pedang bermata dua yg menimbulkan perang dagang skala internasional.

Apa Yg Di maksud Dengan Border Tax?
Border Tax mirip dengan bea impor dalam pengertian proteksionisme diatas. Yaitu. pajak atas produk-produk yg diimpor dari negara lain. guna menjaga produk sejenis buatan perusahaan lokal. Tapi. Border Tax yg di maksudkan oleh Trump nampaknya pula mencakup produk yg di buat oleh perusahaan-perusahaan AS di luar negeri. Dengan demikian. Border Tax di maksudkan juga selaku penalti bagi perusahaan-perusahaan yg membangun pabrik di mancanegara.
Satu diantaranya. Trump sudah mengancam akan menerapkan pajak 35% pada produk otomotif yg di buat GM serta Toyota di Meksiko. Permasalahannya. langkah proteksionisme semacam itu terlarang didasari perjanjian North American Free Trade Agreement (NAFTA). menjadikan ia lebih lagi dahulu perlu melakukan negosiasi ulang ataupun menarik AS dari pakta perdagangan yang telah di sebutkan.
Langkah-langkah proteksionisme Trump ini sebetulnya telah lama dicetuskan. Sebagaimana bersumber Bloomberg. pada bukunya yg terbit tahun 2011. ia menghimbau diberlakukannya pajak 20% atas negara manapun yg mengekspor barang ke AS. Dalam satu dari sekian banyaknya pidato kampanye. ia pun merekomendasikan diterapkannya pajak 45% atas barang impor dari China serta 35% atas barang dari Meksiko.

Apakah Trump Benar-Benar Mempunyai Kekuasaan Untuk Menerapkan Border Tax?
Ya. Didasari Trade Act Tahun 1974. Presiden AS mempunyai otoritas unilateral untuk merubah kebijakan perdagangan. salah satunya mengalihkannya ke arah proteksionisme. Pengertiannya. Trump mampu menerapkan bea impor serta kuota pada negara manapun yg dituduhnya melakukan praktek perdagangan tak adil.
Andai suatu negara tidak terbukti melakukan praktek perdagangan tak adil. maka Trump masih memilliki pengganti lain. Yaitu memberlakukan International Emergency Economic Powers Act yg mengizinkan Presiden memberikan batas impor dengan alasan ada risiko bagi keamanan negara. Pada 1971. Presiden Richard Nixon pernah memakai UU itu untuk menerapkan bea impor besar. dengan mengutip ancaman Perang Korea yg sebetulnya telah berakhir beberapa dekade sebelumnya.

Negara Mana Saja Yg Akan Terdampak Bila Border Tax Diaplikasikan?
Ekonom Deutsche Bank. Robin Winkler serta George Saravelos. mengkalkulasikan dampak andaikan Presiden Donald Trump menerapkan Border Tax sebesar 20%. Negara negara yg akan dirugikan oleh langkah proteksionisme Trump diluar dugaan bukan cuma China serta Meksiko. namun pula salah satunya Indonesia. Lihat grafik di bawah ini:




GDP Meksiko akan terdampak sampai-sampai lebih dari -6%. disusul oleh Vietnam. Kanada. Malaysia. serta Israel. Di sisi lain. China ada di urutan ke-13 dampak terbesar dengan GDP cuma minus sekitar 1%. GDP Indonesia pula bakal kena imbas proteksionisme Trump. namun porsinya di bawah -1%.
Apa dampaknya bagi Dolar? Andai Border Tax itu mampu menaikan permintaan akan produk AS di luar negeri serta mengurangi permintaan AS akan produk impor. maka Dolar akan menguat. Defisit perdagangan AS bakal menyusut. serta sebaliknya. defisit perdagangan negara negara dalam list diatas akan meningkat. Namun. proteksionisme Trump berisiko merusak hubungan bilateral dengan negara negara sekutu AS. serta malahan mampu jadi bumerang bila negara negara lain melakukan tindakan balasan.

Apakah Target Penerapan Border Tax Mampu Melawan?
Mampu. Pendapat dari Bloomberg. negara yg jadi sasaran penerapan bea impor mampu mengajukan tuntutan hukum di pengadilan AS ataupun di World Trade Organization (WTO). Negara negara semacam China serta Meksiko mampu membalas dengan menerapkan bea impor mereka-mereka sendiri untuk produk serta perusahaan tertentu asal Amerika Serikat. Aksi saling balas itulah yg di maksud dengan perang dagang.
Satu fakta patut dicatat. Media Global Times yg dikelola oleh pemerintah China. pernah sempet menuliskan mungkin tindak balasan tit-fot-tat dengan mentarget Boeing Co. ataupun Apple Inc.
Perusahaan AS yg dikenai Border Tax secara khusus pula mampu mengajukan tuntutan di pengadilan. dengan alasan Trade Act Tahun 1974 cuma mengijinkan Presiden untuk menyasar entitas negara. bukan perusahaan swasta.

Tidak cuma soal kebijakan bernada proteksionisme. Donald Trump pula dianggap kontroversial berhubung tindakan-tindakannya yg menimbulkan fluktuasi Dolar. Dikenal selaku Trump Effect. daftar kebijakan yang telah di sebutkan mampu Kamu simak di tulisan atau artikel Kisah Donald Trump Sampai-sampai Menjadi Faktor Utama Penggerak US Dollar. Andai Kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut mengenai damapak-dampak fundamental ini. selain dari kolom komentar. Kamu pula mampu langsung bertanya langsung pada ahli kami pada forum tanya jawab seputar analisa fundamental berikut.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di