CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Kelemahan Indikator RSI Yang Perlu Anda Tahu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efaf2474601cf07f66277b4/kelemahan-indikator-rsi-yang-perlu-anda-tahu

Kelemahan Indikator RSI Yang Perlu Anda Tahu

Kelemahan Indikator RSI Yang Perlu Anda Tahu


Sebelum membahas Kelemahan Indikator RSI Yang Perlu Anda Tahu saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Indikator RSI (Relative Strength Index) acap kali menjadi pilihan ternama bagi para Trader dalam menentukan berapa lama tren akan berlanjut. Biasanya trader akan memantau pergerakan indikator RSI di kisaran angka 70 serta 30 untuk menentukan apakah keadaan pasar telah oversold ataupun overbought.
Padahal. ada kelemahan indikator RSI yg mampu jadi fatal bagi trader. Walaupun ternama berhubung dinamika osilasinya (garis RSI bergerak naik-turun di kisaran ambang oversold ataupun overbought). terkadang indikator RSI tidak lebih bisa atau mampu ikuti tren pasar yg akhir-nya berdampak pada munculnya false signal.



Kelemahan Indikator RSI
RSI dasarnya memang ialah indikator pengukur kecepatan pergerakan harga. Umpamanya pada tatkala satu komoditas dibeli dengan frekuensi tinggi selama waktu singkat. otomatis harga akan melambung serta memicu pasar komoditas yang telah di sebutkan dalam keadaan overbought. Begitu pula sebaliknya. bila dijual terlalu Suka serta cepat. harga akan terjerembab serta memicu pasar di kondisi oversold.
Teorinya. andai harga telah naik terlalu tidak murah ataupun turun sampai-sampai kelewat murah. maka harga akan terseimbangkan kembali. Tapi. kondisi oversold serta overbought tak secara inheren menunjukan keberlangsungan pasar dalam mempertahankan harga abnormal yang telah di sebutkan. Kadangkala. dalam pasar dengan tren Amat kuat (strong uptrend). mampu saja harga tinggi bertahan lebih lama (serta terus menanjak) ketimbang prediksi analis pasar.
Implikasinya. andai Kamu 100% bergantung pada indikator RSI untuk memprediksi kapan terjadinya reversal. pastikan juga target pasar Kamu bersifat relatif flat. berhubung pada pasar fluktuatif ataupun gampang tergerakkan oleh sentimen pasar. RSI akan Suka kali kebobolan. Ini dia kelemahan indikator RSI.

Semisal Kasus Bobolnya RSI
Kasus pertama memakai data pergerakan pairs GBP/USD tanggal 26 April 2016 pada resolusi 1h.
Trader biasanya akan segera melihat signal reversal pada sekitar jam 09:00 serta segera membuka posisi sell dengan ekspektasi bahwasanya harga telah dalam keadaan overbought.
Fakta pasar masih dalam kuat digerakkan oleh sentimen pasar menjadikan harga bahkan kembali naik hingga sekitar jam 10:00. Malah harga kembali naik pada jam 11:00.

(klik untuk membuat besar gambar)
Kasus kedua memakai data pergerakan pairs EUR/USD tanggal 29 april-1 Mei 2016 pada resolusi 1h.
Sesudah rilisnya data GPD Q1-QoQ yg lebih baik dari perkiraan untuk zona Euro ditambah lagi lemahnya USD berhubung perlambatan pertumbuhan ekonominya. Spontan sentimen terhadap Euro terus ber-gemuruh serta praktis membuat nilai tukarnya meroket. Pada periode yang telah di sebutkan indikator RSI berada pada kondisi Overbought dalam waktu panjang serta tak menunjukan kapan pastinya reversal akan muncul.

(klik untuk membuat besar gambar)

Saran Penggunaan
Bergantung cuma pada satu indikator. lebih-lebih lagging indicator semacam RSI. tak direkomendasikan andaikan Kamu salah satunya trader yg melakukan transaksi dengan frekuensi tinggi (beberapa kali dalam sehari). Apalagi. terperinci nampak ada kelemahan indikator RSI sebagaimana dipaparkan diatas. Oleh karena itu. gunakanlah RSI selaku supplemen tatacara bersama dengan indikator teknikal forex lain-lainnya. bukan selaku acuan tunggal. Itu akan Amat memberikan manfaat. lebih-lebih disaat indikator RSI lama tak memberi-kan indikasi apa-apa walaupun pergerakan harga diatasnya tetap aktif.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di